Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
32. Ayah dan Anak sakit


__ADS_3

Rudi yang kini masih menatap lukisan itu, ingatannya mulai sedikit kembali .


" Angga Jaya Pratama ..Angga Jaya Pratama ". gumamnya cuma itu yang terus menerus terngiang dikepalanya .


" Aghh...siapa aku sebenarnya mengapa aku jadi seperti ini ". gumamnya sambil menjambak rambutnya sendiri karena terasa pusing kepalanya .


" Aghh ... sakit ". Teriak Rudi kesakitan .


Membuat Khanza yang ada dikamar sebelah langsung menghampirinya karena takut terjadi apa-apa sama Rudi .


Brakk...


Pintu kamar Rudi dibuka dengan kencangnya karena paniknya mendengar teriak dari Rudi .


" Rud..kamu kenapa ". Ucapnya Khanza yang langsung menghampiri Rudi karena melihatnya sudah tergeletak dilantai sambil ada darah ditangannya dan kaca hias pecah .


Mungkin itu ulah Rudi yang melakukannya .


Khanza langsung memanggil supirnya dan pengawalnya untuk membawa Rudi ke rumah sakit , Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai dirumah sakit Pelita .


" kumohon kamu harus bertahan Rud ". Ucap Khanza menangis sambil mendorong brangkar yang ditiduri Rudi ke ruangan UGD .


Khanza yang masih menangis menunggu berita kondisi Rudi dari dokter yang ditemani asisten pribadinya .


Dikediaman rumah keluarga Pratama, dirumah Angga , Mia yang lagi menyusui anaknya dikamar tiba-tiba poto Angga jatuh dan pecah . ia menghampiri poto yang jatuh itu sebelumnya ia meletakan bayinya yang bernama Rama Pratama itu di box bayinya .


" Kenapa poto kamu jatuh mas ,dan kenapa juga perasaanku mendadak tak enak gini ,apa terjadi sesuatu sama kamu, ah..enggak aku gak boleh berpikiran seperti itu kamu pasti baik-baik saja ,semoga dimana pun kamu berada kamu baik-baik saja mas ". Ucapnya sambil menempelkan poto suaminya didadanya .


" Semoga kamu cepat kembali mas ". Ucapnya dan air matanya mengalir begitu saja .


Oeekk..oekk..oek..


Mendengar tangisan anaknya Mia langsung menghampiri box bayinya ,dan langsung menggendong anaknya dan menangkannya .


" Kenapa sayang, kamu rindu papamu juga ya, kasihan kamu nak kamu baru lahir tapi papamu belum juga kembali tapi setidaknya papamu pernah menemani kamu saat kamu lahir kedunia ini sayang ". Ucapnya tersenyum namun juga menangis .


Nisa yang kebetulan juga ada dipintu kamar Mia ia mendengar Mia berbicara sama anaknya ,ia merasa sedih juga melihat menantunya seperti itu ia merasa tidak tega melihat Mia seperti ini terus, sebenarnya tujuannya ke kamar Mia karena ia mendengar tangisan cucu nya itu dan mau melihatnya, namun ia urungkan takutnya ia mengganggu Mia .


Nisa kembali ke bawah dan melihat Isma yang baru saja datang bersama anaknya karena katanya mau menginap karena Reyhan juga masih ada urusan lain yang mendadak setelah acara lelangan lukisannya itu .


" Assalamualaikum ma ". Ucapnya sambil menyalami mertuanya itu .


" Waalaikumsalam sayang ". Ucapnya Nisa yang baru saja turun dari tangga .


" Ma , aku dan Reyza berniat menginap disini gapapa kan ". Ucapnya tersenyum .


" Ya gapapa dong sayang malahan mama senang kamu disini jadi makin ramai seperti dulu lagi ". Ucapnya tersenyum kepada menantunya itu .


" Makasih mah , oh ya Mia mana mah ?". Tanyanya .


" Dia ada diatas ,dikamarnya ". ucapnya tersenyum .


" Mah aku mau main sama dede Rama mah dia dimana mah ? ". tanyanyaReyza karena ingin ketemu sama anaknya Mia .


" Dede rama nya lagi tidur sayang ini juga sudah malam sayang kamu juga harus tidur loh besok saja ya kamu mainnya ya ". Ucapnya Isma tersenyum .


" Enggak mau , maunya mainnya sekarang mama ". Rengekannya Reyza yang nangis karena mau main sama anaknya Mia .


" Sayang gak boleh gitu, mainnya sama mama saja ya ". ucapnya dengan lembut .


" Enggak mau, enggak mau , maunya sekarang hiks..hiks..hiks.. ". rengekan dan tangisannya Reyza makin jadi .


" Sayang gak boleh nangis ,dengerin mama kata papa apa hayo.. anak laki-laki gak boleh nangis harus apa ? ". tanyanya ke anaknya sambil tersenyum .


" Kuat mah ...". sahut Reyza sambil mengusap air matanya dengan tangannya . Isma dan Nisa yang melihatnya hanya tersenyum .


" Nah gitu dong ". ucapnya isma tersenyum .


Mia yang mendengar suara ramai dibawah langsung turun sambil menggendong Rama yang belum tidur dari tadi karena nangis terus .


" Loh.. ada mbak isma ternyata sama Reyza juga pantesan saja ramai ". Ucapnya Mia tersenyum menghampiri mereka yang sedang duduk diruang tamu .


" Ia nih, maaf ya jadi ganggu ya pasti rama bangun karena berisik disini ". Ucapnya yang tidak enak bertamu malam-malam.

__ADS_1


" Enggak kok mbak, emang kami belum tidur juga ini Rama dari tadi nangis terus karena haus kayanya ". Ucapnya tersenyum sambil menyusui Rama .


" Mmm..iya kayanya sampai gak mau lepas gitu sama kamu ". Ucapnya tersenyum .


" Iya mbak, oh ya mbak disini sama siapa ". Ucapnya Mia heran sepertinya tadi ramai kok tiba-tiba sepi .


" Sama Reyza dia lagi ke dapur sama mama ambil es krim katanya ". Ujar Nisa .


Memang tadi Nisa membawa Reyza ke dapur untuk memberi nya es krim karena tadi Reyza nangis , sebelum Mia turun kebawah .


" Oh gitu ". sahutnya .


" Bibi cantik, lagi sama dede Rama ya ". Teriak Reyza yang baru saja keluar dari dapur sambil memegang semangkuk es krim ditangannya .


Dan Nisa dibelakangnya sambil membawa air teh , ia tersenyum melihat Reyza yang kegirangan lihat ada Mia dan Rama di ruang tamu .


" Eh..iya eza ,sini ponakan bibi ". Ucapnya tersenyum .


" eza jangan lari-lari sayang itu nanti es krim nya tumpah ". ucapnya isma menasehati anak laki-lakinya itu .


Reyza kini sudah duduk di tengah-tengah dimana ibunya duduk tadinya di sebelah Mia namun dirinya menyelanya .


" Bibi aku mau lihat dede Rama nya ,boleh nggak ?". tanya anak kecil itu dengan polosnya .


" Boleh dong sayang , ini dede Rama nya lihat dia kaya nya senang ada kakak Eza disini ". Ucapnya Mia tersenyum ke Reyza .


" Oh iya bibi dede nya senyum ,lihat mah dede rama senang ada eza disini ". ucapnya ke mama nya itu .


" Iya sayang ". sahut Isma tersenyum ke anaknya .


" Iya makannya Eza sering main kesini ya biar dede Rama nya nanti ada temannya ya ". Ucap Mia tersenyum .


" Siap bibi pasti Eza akan kesini terus main sama dede nya ". Ucap anak kecil itu .


Mereka semua hanya tersenyum melihat tingkah laku Reyza yang menggemaskan itu.


" Oh ya mbak gak sama mas Reyhan kesini nya ?". Tanya Mia karena tumben cuma Isma dan reyza saja yang kesini .


" Iya mas, Reyhan masih sibuk dan dia ada urusan lain katanya mungkin baru besok ia pulang lagian juga besok libur ". Ucapnya tersenyum .


" Belum ada, kamu yang sabar ya mas Reyhan dan papa masih mencari keberadaan Angga kamu yang sabar saja ya , Oh ya tumben papa juga gak kelihatan mah ?". tanyanya isma ke Nisa .


" Biasalah ma ,kaya gak tahu papa aja dia kan emang gitu suka lupa kalau soal bisnis , dia katanya lagi mengurus bisnis yang ada dijakarta karena resto yang disini kan yang ngurus Reyni adiknya ". Ucapnya Nisa tersenyum .


" Oh gitu, ".


" Iya sayang ".


Obrolan mereka berakhir karena sudah larut malam , jadi mereka kembali ke kamarnya masing-masing .


Sedangkan Rudi/Angga yang masih di rumah sakit sudah selesai diperiksa sama dokter ,katanya ia cuma pingsan biasa dan luka yang ada ditangannya sudah diobati .


Khanza yang sudah ada disamping kasur rumah sakit itu, ia cuma lagi menatap Rudi dalam keadaan terbaring lemah dan belum sadarkan diri .


" Kamu kenapa sih, kok bisa sampai kaya gini, apa ada sesuatu yang kamu pikirkan dan kamu sembunyiin itu dari aku ". gumamnya sambil memegang tangan Rudi .


Khanza tertidur disamping Rudi sambil tangannya masih memegang tangan Rudi .


Keesokan harinya, Mia panik karena saat bangun dan melihat anaknya yang nangis terus ia menghampirinya anaknya dan memeriksanya ternyata badannya Rama panas sekali dan ia buru-buru membawanya ke rumah sakit , dan kebetulan ia membawa Rama ke rumah sakit dimana Rudi/Angga dirawat .


Mia ke rumah sakit ditemani Isma dan Reyza , karena Nisa sudah berangkat pagi-pagi sekali ke toko kue nya.


" Anak ibu tidak apa-apa hanya demam biasa saja, ini biasa terjadi pada bayi seusianya bu, kasih resepnya ya bu nanti ibu tebus diapoteker ". Ucap sang dokter wanita .


" Oh ya , Makasih ya dok ". Ucap Mia yang lega karena anaknya baik-baik saja dan tak sakit parah ,maklum ini pertama kalinya ia melihat anaknya sakit jadinya panik .


" Gimana apa kata dokter dek ?". tanya isma yang bangkit dari duduknya karena ia tadi hanya menunggu diluar ruangan .


" Katanya demam mbak, dan itu biasa terjadi sama bayi seusianya ". sahut Mia yang sambil menggendong Rama .


" Mmm..gitu, iya sih dulu juga Eza pernah ngalaminnya ,dulu juga mbak sepanik kamu karena takut kenapa-kenapa sama dia ".Ucapnya Isma menjelaskan .


" Iya mbak, namanya juga seorang ibu ya melihat anaknya sakit ya tentu saja panik dan cemas takutnya kenapa-kenapa ". sahut Mia tersenyum .

__ADS_1


" Iya kamu benar ". Ucap Isma tersenyum sambil melihat reza yang main-main dirumah sakit dan lari-lari .


" Eza jangan lari-lari sayang ,awas nanti jatuh ". ucap ibunya .


Namun eza terjatuh karena menabrak seseorang dengan tak sengaja .


" Aduh..sakit ". ringisan Khanza yang terjatuh .


" Aduh maaf ya mbak ,anak saya buat kamu jatuh saya minta maaf atas anak saya ". Ucapnya yang merasa bersalah dan sambil membantu khanza berdiri .


" Eh..iya gapapa kok mbak, saya juga tadi gak lihat-lihat jalannya ". Ujar Khanza tersenyum .


" Iya Mbak maafin anak saya juga tadi lari-lari jadi nabrak mbak ,maaf ya ". Ucap isma .


" Iya gapapa, adek nya gapapa, namanya siapa ?". tanya Khanza tersenyum sambil mengelus-elus rambut Reyza .


" Eza tante ". Ujar anak kecil itu .


" Oh eza ,lain kali hati-hati ya sayang, jangan lari-lari lagi nanti kamu jatuh ". Ujar Khanza tersenyum .


" Iya tante , maafin eza ya buat tante tadi jatuh ". Ucapnya tersenyum .


" Iya gapapa sayang lain kali ingat jangan lari-lari lagi ya sayang ". Ujar Khanza .


" Siap tante cantik ". sahutnya sambil hormat ke khanza ,kaya ke tiang bendera aja dasar namanya juga anak kecil pasti ada-ada saja perilakunya .


" Hahaha.. iya ". Khanza hanya tertawa melihat tingkah Reyza yang menggemas dan lucu itu .


" Ya sudah kalau gitu kami duluan ya , Assalamualaikum ". Pamit Isma .


" Waalaikumsalam ". sahut Khanza .


" Dadah tante cantik ". ucap eza sambil melambaikan tangannya .


" Dadah eza ". teriaknya .


Rudi yang sudah sadar tadinya melihat wanita itu ,wanita yang ia bantu saat ingin mau melahirkan di kaca pintu ruang rawat dari kejauhan .


Namun saat Rudi ingin menghampirinya ada Khanza dan ia mengurungkannya , niatnya .


Dan saat Khanza menghampiri kamar rawatnya ada suster yang mengajaknya mengobrol , lalu Rudi memanfaatkan keadaan ini untuk kabur dari Khanza dan ingin mengejar wanita tadi .


Rudi sudah meninggalkan ruangan itu dan pergi dari sana melalui jalan yang lain ,


Rudi lari mengejar Mia , dan saat diparkiran Rudi melihat Mia dan satu seorang perempuan lagi dan anak kecil .


Mia yang hampir ingin masuk mobilnya tertahan karena mendengar suara seseorang yang memanggilnya .


" Tunggu ... ". Teriak panggil Rudi yang masih memakai baju pasien dan perban ditangannya .


Mia melihat kearah orang yang memanggilnya dan betapa kagetnya dan sekaligu bahagianya ternyata orang yang memanggilnya adalah seseorang yang selama ini ia cari ia tunggu ia rindukan .


" Mas Angga ..". Ucap Mia sambil air matanya mengeluarkan bulir-bulir air mata bahagia .


Mia langsung lari menghambur memeluk Rudi Namun Rudi hanya mematung .


Isma yang didalam mobil langsung turun kembali karena ia ingin tahu kenapa Mia malah tidak masuk ke mobil sambil menggendong Rama dipangkuannya .


Isma yang melihat pemandangan itu juga kaget apa benar yang ia lihat ,yang dipeluk Mia itu adalah .


" Angga ". Ucapnya kaget ..kearah Mia yang sedang berpelukan .


Khanza yang panik pas ia masuk keruangan itu tidak mendapatkan kehadiran Rudi ia langsung mencarinya .


Khanza melihat keadaan Rudi dimana ia sedang berpelukan dengan perempuan lain .


Hatinya terasa sakit dan tak terima .


" Rudi .. ". Teriak Khanza dari belakang Rudi .


Mia langsung melepaskan pelukannya dan melihat siapa yang berteriak ke arah nya .


Begitupun dengan Rudi ,rudi sangat kaget melihat Khanza ada dibelakangnya .

__ADS_1


Khanza langsung menghampiri mereka berdua .


. . . . .


__ADS_2