
Angga dan khanza sudah ada dibandara , saat Angga memasuki bandara udara itu, ia merasa berat sekali ,ia tak ingin pergi ia ingin pergi ke rumah Mia untuk bertemu dengan anaknya , ya sebenarnya Angga sudah ingat semuanya setelah ia mengalami kecelakaan saat menolong Reva , karena kepalanya kebentur jadi ingatannya kembali lagi .
Namun ia sengaja tidak bilang ke semua orang bahwa dirinya sudah ingat semuanya karena ia ingin mencapai tujuannya dahulu, yaitu ingin menghancurkan Adam lewat Khanza ,karena mereka saling berteman jadi akan mudah Angga untuk mengusik kehidupan Adam .
" Sial kenapa hal ini harus terjadi sih mana mungkin gua mau bulan madu sama dia , gua kan sudah punya istri dan anak ... duhh sial ".Batin Angga yang disebelahnya sudah ada Khanza yang merangkulnya lengannya .
Setelah mereka berdua sudah masuk kedalam, pesawat itu Angga duduk berdua dengan Khanza dan itu sebenarnya membuatnya risih karena dari tadi khanza selalu mencari perhatiannya .
" Gua harus sabar-sabar menghadapinya, demi rencana gua ". Batin Angga .
" Sayang kok kamu diem saja dari tadi kenapa ?". Tanya khanza yang khawatir kepada suaminya itu .
" Aku.. aku gapapa ". Ucapnya kepada khanza .
Dan saat perjalan pun mereka tertidur pulas .
tak lama juga pesawat yang mereka tumpangi mendarat dibandara .
Angga membawa kopernya dan juga khanza .
Mereka menginap dihotel mewah yang ada disana . Angga terpukau sama hotel ya ia inapi .
Jujur meski Angga dulu anak orang kaya ia tak pernah menghamburkan uang hanya untuk liburan seperti ini , dan kalau pun liburan pun mungkin ia hanya pergi ke puncak-puncak bersama temannya yang ada dikotanya .
Mereka sudah memasuki kamar hotel yang cukup luas .
Saat Angga membereskan barang-barangnya, khanza lebih memilih membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat .
Saat Khanza mandi , ini menjadi kesempatan buat Angga pergi menyusun rencananya .
Ditempat lain Mia yang sudah ikhlas atas kepergian Rudi yang sudah ia anggap suaminya itu , ia menjalankan kehidupannya seperti biasa bekerja ditoko baju onlinenya dan menjadi seorang ibu yang baik untuk Rama . Mia juga memperkerjakan babysister untuk Rama jadi ia gak kerepotan juga untuk mengurus Rama dikala ia bekerja .
__ADS_1
" Mama berangkat kerja dulu ya sayang, tolong jagain dia ya sus ". Ucap Mia tersenyum sambil menciumi anaknya dan menyerahkan anaknya kepada babysisternya yang bernama kinan .
" Baik bu ". Ucap Babysister itu .
" Saya berangkat dulu ya, Assalamualaikum ". Ucap Mia .
" Waalaikumsalam hati-hati hu dijalannya ". Sahut suster kinan itu .
Dan suster itu masuk kedalam rumahnya .
Mia ke tokonya menggunakan mobil suaminya, mobil sederhana namun berjuta kenangannya bersama suaminya .
" Andai saja kalau kamu itu suamiku mas mungkin kini kita berdua akan berkumpul bersama-sama lagi untuk menjaga Rama ". Gumam Mia .
Mia bekerja ditokonya dengan begitu cekatan , dan juga dengan beberapa karyawannya .
Dan ketika jam makan siang Mia mengajak para karyawannya itu untuk makan siang bersama dan karyawannya itu menyetujuinya .
" Kalian duluan saja ya nanti mbak nyusul ". Ucapnya kepada ke karyawannya .
" Baiklah mbak kami duluan ya mbak ". Ucap ica karyawannya yang sudah akrab sekali dengannya .
" Iya ". Sahut Mia tersenyum .
Ica yang pergi bersama karyawan lainnya meninggalkan Mia untuk makan siang .
" Untuk apa lagi kamu datang kesini ". Ucap Mia yang sini sambil melipatkan kedua tangannya .
Adam hanya tersenyum saat Mia mengucapkan hal itu padanya .
" Ya tentu saja aku ingin bertemu dengan kamu Mia ". Ucapnya tersenyum .
__ADS_1
" Maaf ya saya sibuk, jadi gak bisa ngobrol denganmu ". Ucap Mia lalu melangkahkan kakinya untuk menyusul para karyawannya .
Namun langkahnya terhenti karena Adam memegang tangannya dan Mia yang melihatnya langsung menepisnya .
" Lepas, dengar ya Dam meski gimanapun usahamu untuk mendapatkanku gak akan berhasil karena aku sangat mencintai suamiku, jadi urungkan saja usahamu itu ". Ucapnya Mia yang sedikit kesal karena Adam selalu mendatanginya untuk hal yang sama .
" Kamu mencintai orang yang sudah mati, hahaha.. Mia ..Mia kapan sih kamu sadarnya Angga gak akan kembali ia sudah mati tenggelam dilaut ". Ucap Adam sambil tertawa dan itu makin membuat Mia marah kepadanya dan langsung menamparnya .
PLAAKK...
" Dengar ya kamu , suamiku belum mati jangan pernah menyimpulkan kalau dia sudah mati, dia masih hidup ". Bentak Mia yang sudah penuh amarah .
" Hahaha... mana buktinya dia gak pernah kembali kan, atau kamu masih berharap kalau Rudi itu suamimu, inget Mia dia bukan Angga dia Rudi yang kini sekarang sudah menjadi suami Khanza jadi kamu jangan berharap kalau dia itu suamimu , kalau memang dia suamimu ia pasti ingat dong sama kamu dan gak akan meninggalkanmu ...iya kan ". Ucap Adam tersenyum sambil memegangi pipinya yang tadi ditampar Mia .
Dan Mia kini benar-benar sudah marah kepada Adam dan ingin menamparnya lagi namun tangannya ditangkis oleh Adam dan memutar tubuh Mia kini posisinya Adam seperti memeluk Mia dari belakang dengan tangannya Mia yang dikunci agar Mia tak bisa bergerak .
" Dengarkan aku juga Mia sayang, Aku gak akan pernah menyerah untuk mendapatkan cintamu itu meski dirimu selalu menolakku , aku akan mendapatkan dirimu apapun caranya meski harus membunuh siapapun yang akan menghalangiku ". Ucapnya Adam ditelingan Mia lalu mengecup telingan Mia .
Mia yang mendengar perkataan Adam menjadi takut sendiri kalau-kalau Adam yang dikatannya Adam itu terjadi .
Adam menghirup aroma tubuh Mia dirinya jadi tergoda dan Mia yang diperlakukan sperti itu menjadi merinding .
" Lepaskan Adam atau aku akan teriak ". Bentak Mia yang berusaha memberontak .
Lalu adam melepaskan Mia, dengan senyuman liciknya .
Lalu ia pun pergi dari hadapan Mia. Mia jadi takut sama Adam , ia takut kalau Adam melakukan hal yang nekat .Lalu Mia pun pergi ke tokonya lagi untuk menenangkan dirinya yang tadi ketakutan oleh perlakuan Adam .
Sedangkan Angga yang ada diparis bersama Khanza, Angga pergi entah kemana dari hotel itu , dan Khanza yang panik melihat suaminya tidak ada dikamarnya ia menyuruh anak buahnya yang ikut bersamanya tadi untuk mencari Angga .
. . . . . .
__ADS_1