Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
131. Berita Dipenjarakannya Reva


__ADS_3

Sudah seminggu setelah kejadian menimpa keluarganya Rama, Rama sudah tidak lagi mendekati Diva jangankan bertanya menyapanya saja ia sudah gak bisa begitu pun dengan Diva melakukan hal yang sama dengan yang Rama lakukan .


Memang dari awalnya juga Rama sudah menjauh dari Diva karena demi menjadi perasaan kakak sepupunya itu .


kabar berita Diva putusnya dengan Reyza pun sudah tersebar kemana-mana, apalagi disekolah terdengar gosip yang menimpa ibunya Diva .


Saat Diva melewati lorong karena hendak ke kelasnya ada saja yang membicarakannya namun Diva hanya bisa diam saja , karena memang itu adanya , ia gak bisa membela mamahnya karena memang mamahnya sendiri yang salah .


" Bisa-bisa ya ibunya jadi pelakor ". Ucap seorang siswi yang berbisik pada temannya .


" Iya, apalagi ibunya itu denger-denger jadi pelakor ibunya temannya sendiri loh... itu si Rama ... parah ya ". Timpal teman siswi itu .


" Iya... ih... takut loh... takut kalau nanti ayah-ayah kita lagi yang jadi korban ". Ucapnya .


Diva yang mendengar gosip tentang ibunya merasa jadi malu tersendiri dan menyakiti hatinya .


" Astagfirullah ... sabar ya Allah, hanya Allah yang tahu kebenarannya ... kaya gimana ... sabar ya Allah...". Batinnya beristighfar untuk menenangkan hatinya yang sedikit rada emosi karena teman-teman sekolahnya itu telah menggosipi mereka .


Saat jam istirahat pun hanya teman-temannya saja yang membela terus-menerus Diva ketika orang itu menggosipi nya .


Karena mereka yakin Diva berbeda Diva gak seperti ibunya .


Dan disaat itu juga , temannya Dania mengusik Diva yang tengah makan siang dikantin .


Brakk...


" Heh... anak pelakor ... masih berani ya Lo sekolah disini ... masih punya muka Lo hah... disini ...". Ucap Ajeng sambil mengebrak meja .


" Iya gak tahu malu juga nih anak ". Timpal Rena yang sama-sama mengejek Diva .


Rama yang melihatnya hanya bisa diam saja lalu melihat kearah Dania yang tengah diam duduk manis sambil makan dan Rama yang melihatnya hanya bisa tersenyum .


" Bagus... anak baik...". Ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya Dania membuat Dania kaget lalu melihat kearah Rama yang tersenyum padanya .


" Kenapa ??". Tanyanya .


" Gapapa... aku senang saja kamu bisa kalem gini gak bar-bar lagi kaya temanmu tuhhh... ". Ucap Rama menunjuk kearah teman-temannya Dania yang tengah mengolok-olok Diva .


" Hah... sejak kapan mereka kesana ...". Ucap Dania yang terkejut kalau teman-teman ada disana dan sedang mengolok-olok Diva lagi .


" ihh... bikin malu saja ...". Ucapnya lalu hendak menghampiri temannya itu .


Namun tangannya ditahan sama Rama .


" Duduk...". Ujar Rama lalu Dania pun menuruti perintah Rama ,


Rama menyuruhnya duduk karena ia tak ingin Dania ikut-ikutan mengolok-olok Diva .


Rama akan memantaunya dari jauh kalau misalkan tindakan Rena dan Ajeng sudah keterlaluan ia akan bertindak .


" Heh... kak jangan seenaknya ya kalau ngomong ... jangan mentang-mentang Diva punya masalah keluarga kakak seenaknya mengolok-olok Diva ... ". Ucap Amel yang kini angkat tangan karena tak terima kalau temannya itu dihina terus .


" Iya tahu nih... mentang-mentang senior bisa seenaknya ke junior ". Timpal Risda .


" Iya kak... bener jangan seenaknya gitu dong sama teman saja , tolong jangan ganggu Diva dengan kata-kata kak yang bermutu itu ". Ujar Alfi .


" ihh... apaan sih Lo ngikut campur aja , ini urusan gua sama Diva kali bukan Lo semua ". ucapnya .


" Urusan Diva urusan kami juga ... ". Ucap Amel .


" Iya bener , karena kami temannya ". Timpa nya Risda .


" Dasar kalian ... masih aja mau membelanya padahalkan dia...". Ucapnya Ajeng terpotong karena Rama langsung angkat bicara .


" Cukup... jangan Lo ganggu dia lagi ...". Ujar Rama .


" Iya guys... udahlah jangan ganggu mereka , gak ada gunanya ini kan ". Ucap Dania .

__ADS_1


" Tapi... kan Dan..". Ucap Ajeng .


" Udah...udah ya... gua gak mau kalian cari masalah ... udahlah... jangan ribut-ribut ... gua lagi males kalau dapet masalah ... ujung-ujungnya nanti gua terbawa-bawa ". Ujar Dania lalu pergi .


" Ck... kenapa sih dia begitu ... biasanya Dania gak gitu tuh... ". Ucap Ajeng yang kesel karena Dania gak membelanya .


" Iya ". Timpal Rena lalu ia dan Ajeng pun menyusul Dania .


Sebelum Rama pergi ia berkata pada Diva .


" Maaf jika masalah ini mengganggumu ". Ucap Rama lalu pergi .


Membuat para teman-teman nya itu kebingungan dengan ucapan dari Rama , kenapa Rama yang minta maaf pada Diva karena yang mereka tahu yang salah kan dari pihak Diva .


" Maaf Rama kalau ibuku membuat ibumu menderita selama ini ". Ucap Diva dalam hati .


****


" Ibu sudah bilang padamu kan Dam... berapa kali ibu memperingati kamu untuk tidak lagi berbuat yang tidak-tidak ...jadinya begini kan resikonya yang harus kamu tanggung ". Ujar Mita yang kini tengah menjenguk anaknya itu dipenjara bersama menantu dan cucunya itu .


" Kalau ibu datang kesini hanya untuk mengomeli aku saja , pergi saja Bu ... sakit kupingku kalau ibu menasehati ku terus menerus... karena itu percuma Bu percuma ..". Ucap Adam dengan watak keras kepalanya itu .


" Aku gak akan berhenti untuk mendapatkan cintaku Bu ". Sambungnya .


" Ibu sudah baik-baik ya ngomong sama kamu mas... tapi tetap saja kamu bersikap kaya gini, kapan sih kamu berubah .. oke aku tahu sejak awal memang kamu gak mencintaiku iya gapapa ... karena dari awal juga aku gak suka sama kamu... tapi tolong mas ... hargai perasaan anak kamu Idham dia butuh sosok ayahnya ...". Ujarnya Khanza .


Mata Adam langsung tertuju pada Idham putranya ,


" Kalau kamu gak bisa jaga perasaan istrimu setidaknya jaga perasaan anakmu mas... dia butuh kasih sayangmu... dia butuh ayahnya bukan hanya ibunya ...". Sambungnya .


" Iya...iya... aku tahu itu, dia anakku tapi seorang anak gak akan bisa menghentikan aku untuk bisa melupakan cintaku ". Ucap Adam yang masih saja keras kepala .


" Tapi cintamu yang membuatmu dipenjara seperti ini mas ... !!!". Bentaknya yang tidak bisa lagi menahan emosinya karena suaminya ini benar-benar kepala batu .


" Dia melakukannya hanya karena Angga...Iyah...karena Angga ...hahaha... ". Ucapnya yang sudah meracau .


" Dia melakukannya karena hanya demi suaminya itu, dan aku yakin dia melakukannya hanya tak ingin kehilangan suaminya itu makannya dia berusaha untuk menyingkirkan aku ... supaya aku tidak bisa mengganggunya ... tapi aku yakin sama tekadku Mia akan tetap menjadi milikku". Ujar Adam .


" Apa yang kamu katakan itu salah Adam...". Ucap Mita .


Adam langsung melihat kearah ibunya itu,


" Apa maksud ibu ? ". Tanyanya karena tidak jelas apa yang dikatakan ibunya itu .


" Yang dilakukan Mia itu baru yang namanya cinta Adam, yang dilakukan Mia memang benar .. demi cintanya pada Angga suaminya , ia rela melakukan hal apapun Adam , ia rela menyingkirkan kamu dari kehidupannya demi keutuhan rumah tangganya, yang ia lakukan memang benar tidak ada yang salah karena memang seharusnya begitu adanya jika ia seorang istri yang begitu amat mencintai suaminya ". Ujarnya .


" Jadi ibu mohon sama kamu lupakan dia... lupakan Adam... lihatlah kearah anak dan istri mu mereka sangat membutuhkan mu ... Mia sudah bahagia Adam dengan keluarganya , jadi stop mengganggu kehidupan nya ". sambungnya .


" Iya mas... akupun jujur sudah lama melupakan perasaanku pada Angga , aku ikhlas mas... aku ikhlas sekarang hidup bersamamu, aku mohon kita bangun keluarga kecil kita ya dari awal pasti akan sangat menyenangkan rasanya... ". Ucap Khanza memegang tangan suaminya itu .


" Ck... lepas... itu kamu Khanza bukan aku, aku sama sekali belum bisa ikhlas menerima kalau Mia bersama Angga... Mia itu milikku... milikku... ". Teriaknya sambil menyingkirkan pegangan tangan istrinya itu .


" Mas... ". Ucap Khanza yang sudah berlinang air mata .


" Setidaknya aku sudah mengutarakan isi hatiku yang sebenarnya... kalau memang itu sudah jadi keputusan kamu, baik... aku tidak akan lagi pernah mengganggu hidupmu itu ". Ucap Khanza lalu pergi membawa Idham ,Mita yang melihat hal itu kini benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan sikap anaknya itu .


" Baik ibu pun sudah gak bisa berbuat apa lagi denganmu Adam, ibu sudah gak mau perduli lagi dengan apapun yang menyangkut dirimu ..". Ucap Mita lalu pergi meninggalkan Adam .


Adam yang mendengar perkataan seperti itu dari ibunya hanya merasa kesal , lalu mengebrak meja yang ada disana .


" Ck... sial ibu pun sekarang ... sudah gak mau menolongku ". Ucapnya yang kesal .


" Yah bagaimana... beliau mau membantumu jika kamu saja tidak mau berubah Adam ". Ucap Mia yang baru saja datang kesana karena ingin melihat kedua penjahat yang masih belum tobat juga .


" Mia ...". Ucapnya melihat kearah Mia .


" Iya ini aku... Mia ... Nyonya Angga Pratama ". Ucapnya sambil melepaskan kacamata yang ia kenakan .

__ADS_1


" Ck... untuk apa kamu kesini ". Ucap Adam yang kesal melihat Mia ada disini namun sebenarnya ia senang bisa melihat pujaan hatinya ada disini .


Rasa kesal campur senang ( Campur kaya es campur aja 🤔😂🤣)


" Aku kesini hanya untuk melihat kalian berdua... masih baik hati Lo aku masih mau melihat kedua penjahat para pelakor dan pebinor dalam rumah tanggaku ". Ucap Mia dengan gaya sombongnya .


" Ck...". Ucap Adam yang kesal .


" Sudahlah Adam, jangan bersikap begitu padaku , aku sudah memberi peringatan berulang kali padamu agar tidak mengganggu rumah tanggaku ..tapi apa yang kamu lakukan masih saja mengganggu , dengar ya Adam... ini untuk terakhir kalinya kamu bisa bertemu denganku... karena mungkin saja aku gak akan pernah terlihat lagi sama kamu... ". Ujar Mia .


Adam yang mendengarnya menjadi bingung sebenarnya apa yang dimaksud Mia .


" Apa maksudnya ?". Tanyanya .


" Maksudku... aku tidak akan pernah menunjukkan wajahku lagi dihadapan kamu, karena aku memutuskan untuk pergi dari kota ini, sudah cukup aku menderita karena ulahmu begitu pun dengan suamiku , aku ingin membawa suamiku pergi jauh-jauh darimu , agar kamu tidak bisa lagi mengusik hidupnya ataupun untuk bisa mencelakainya lagi... ". Sambungnya .


" Gak...gak boleh... kamu gak boleh meninggalkan aku Mia, kamu itu cintaku... kamu cinta sejati ku mana boleh kamu pergi dari hidupku, aku gak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya Mia... ". Ucapnya langsung memegang tangannya Mia .


Mia yang dipegang tangannya hanya langsung menyingkirkan pegangannya Adam .


" Sekali lagi aku bicara baik-baik sama kamu Adam, tolong...tolong... berhenti untuk mengejar-ngejar aku dan menggangguku, dulu memang kita berteman sangat baik sekali, dan aku hargai rasa cintamu itu, namun maaf sekali lagi aku gak bisa membalas cintamu itu, karena seutuhnya cintaku hanya untuk suamiku yaitu mas Angga, plis... Dam lupakan aku , aku sudah punya keluarga yang harus aku urusi aku sudah menikah aku sudah bersuami dan mempunyai anak yang harus aku urusi , kamu pun sama kan kamu punya anak dan istri kan yang harus kamu jaga perasaan nya kamu urusi ". Ucap Mia .


" Tapi yang aku cinta bukan Khanza tapi kamu Mia , kenapa kamu tidak pernah mengerti akan hal itu , aku cinta sama kamu Mia... cinta ". Ujarnya .


" Tapi cinta gak bisa dipaksakan Dam, aku yang gak cinta sama kamu, kalau kamu masih tetap sama pendirian kamu yang seperti ini , ini hanya akan menyiksa batin mu Adam, cobalah untuk bisa mengikhlaskan hati , biarkan aku bahagia Adam... bahagia dengan pilihanku... lihatlah kedalam lubuk hatimu , aku yakin masih ada sisi baik didalam dirimu, pergunakan waktu Adam untuk sesuatu hal yang positif jangan negatif terus, ya mungkin kamu belum bisa mencinta Khanza tapi Adam ada darah dan daging mu yang harus kamu jaga perasaan nya , aku hanya orang lain Adam, sedangkan dia anakmu darah daging mu , masa iya kamu tega menyakiti perasaan anakmu sendiri sih... ". Ucap Mia .


Adam yang mendengar penuturan kata dari Mia hanya bisa berdiam diri saja .


" Ah... suamiku sudah menjemputmu , aku pamit Adam , selamat tinggal Adam semoga kamu berubah untuk menjadi yang lebih baik lagi ". Ucapnya .


Lalu Mia pun pergi bersama Angga .


*****


" Jujur saja sulit sekali bagiku untuk bisa meninggalkan kota ini, kota ini menyimpan banyak sekali kenang-kenanganku ketika aku pertama kali bertemu denganmu mas... ". Ucap Mia kini sedang membereskan koper-koper yang berisikan barang-barang penting .


ia Mia sekeluarga sudah memutuskan untuk meninggalkan kota Bandung ini , ia akan memutuskan untuk pergi keluar negeri , karena pekerjaan suaminya juga yang ada disana .


" Mungkin ini jalan terbaik untuk keluarga kita sayang ". Ucapnya Angga mencium kening Mia .


" Iya mas ". Sahutnya tersenyum .


*****


" Jadi ini alasannya Dania dari tadi diem aja hah...". Ucap Ajeng terkejut mendengar berita ini .


" Iya guys... cowok gua mau pergi dari kota ini, keluarga nya mutusin untuk pindah ke luar negeri karena memang karena kerjaan bokapnya juga sih ". Ujar Dania .


" Terus Lo gimana Dan... si Rama kok diem aja sih mau ninggalin Lo .. gak ada tampang sedih-sedih sama sekali sebenarnya dianitu serius gak sih sama lo ". Ucao Reina .


" Gimana dia mau sedih orang hubungan gua sama dia hanya karena bohong-bohongan ". Batinnya tambah sedih .


" Ya tapi kita berdua masih bisa hubungan jarak jauh kok, dia sendiri yang bilang gitu ". Ucapnya .


" Oh ya... bagus deh kalau gitu mah ". Ucap Ajeng .


" Iya.. setidaknya Lo masih ada harapan gitu sama Rama ". Timpal Rena .


" Iya ..". Ucap Dania gak semangat .


******


" Apa dengan cara ini gua benar-benar bisa lupain Diva ". Ucap Rama yang kini duduk didahan pohon .


" Lupain tentang perasaan gua padanya , apa gua gak akan nyesel gitu , setidaknya Lo Ram sudah mengungkapkan perasaan Lo terlebih dahulu padanya sebelum Lo pergi , soal ia menerima cinta Lo apa enggaknya ya terserah lah Lo mau apa ?". Ucapnya bisa pada diri sendiri lagi .


" Gua harus gimana ? gua bingung sekarang...". Ucapnya .

__ADS_1


. . . . . . .


Jangan lupa Like, Vote, dan Komentarnya ya guys 😉😊👍


__ADS_2