
Kini Dania sedang berdiri di gerbang sekolah , menunggu sang pujaan hati, siapa lagi kalau bukan Rama Jaya Pratama .
Dania sangat tergila-gila pada Rama karena baginya Rama berbeda dari pria manapun karena hanya Rama yang menolak dirinya dan itu membuat dirinya semakin penasaran akan Pria ini, dan ingin sekali menaklukan Rama .
Karena baginya gak ada kata tidak dapat ia dapatkan di dunia ini selagi ia berusaha untuk mendapatkan apapun itu caranya .
" Duh... panas nih Nia mau sampai kapan kita nungguin dia disini ". Keluh Rena pada teman sekaligus sahabatnya itu .
" Iya nih panas Nia ". Timpal Ajeng temannya Nia juga .
" Aduh... kalian ini berisik banget sih ... bisa diem gak sih ". Bentak Dania pada teman-teman nya itu .
" Ya tapi kan Dan...". Ucap Rena terpotong karena melihat tatapan tajam dari Dania yang baginya mengerikan .
" Kalau kalian sekali lagi berisik mending sudah kalian pergi saja sana, dan gak usah minta ditraktir jajan lagi sama gua ". Ancam Dania dengan angkuhnya .
" Ehh... iya-iya kita gak akan berisik lagi kok maaf deh Dania ... hehehe...". Ucap Ajeng memohon minta maaf kepada Dania sambil tersenyum .
" Iya-iya Nia jangan ya... pliss... maaf deh Nia ". Timpal Rena memohon sambil tersenyum .
" Makannya gak usah bawel deh kalian, bikin gak fokus saja ". Ujar Dania dengan nada sedikit masih kesal .
" Iya-iya maaf Dania ". Ucap mereka serempak .
Tidak lama kemudian, orang yang ditunggu-tunggu Dania pun datang, tepatnya baru keluar dari gerbang sekolah dengan berjalan kaki dikarenakan sepeda yang ia sering pakai dibawa ke bengkel .
Karena insiden pagi tadi .
Dania yang melihat Rama tidak bawa sepeda seperti biasanya pun bertanya-tanya .
" Loh, tumben Rama gak bawa sepeda nya kemana ya ?". Ucapnya membuat teman-teman nya itu melihat kearah Rama .
" Iya ya Dan, kok tumben dia gak bawa sepeda nya biasanya selalu kemanapun ia pergi pasti pakai sepeda nya itu ". Ujar Rena .
" Hooh... bener ". Timpal Ajeng .
" Nah... makannya gua bertanya-tanya nih, tumben-tumebenan amat gitu ". Ucap Dania sambil menghampiri Rama .
Kini Dania sudah ada dihadapan Rama , dan membuat Rama membuang muka kearah lain, karena ia tahu Dania hanya akan membuatnya terganggu .
" Hai Ram ". Sapa Dania sambil tersenyum .
" Hai ..kak ". Ucap Rama dengan nada malasnya .
" Kok tumben kamu gak pakai sepeda kamu biasanya kemana-mana kamu selalu pakai sepeda kamu ?". Tanya Dania .
" Sepedanya bannya bocor jadi dibawa ke bengkel ". Ujar Rama .
" Oh ". Sahut Dania .
Kini Dania mencari kesempatan dari hal ini, untuk bisa berduaan dengan Rama .
" Kamu mau pulangkan, aku antar ya ". Ujar Dania tersenyum .
" Aku naik taksi saja , gapapa kok kak ". Ucap Rama sambil berjalan kearah jalan raya .
" Jangan biar bareng aja yuk, kan searah rumahnya Ram ". Ucap Dania menggandeng tangan Rama membuat Rama risih .
" Gak deh kak , biar naik taksi saja sekalian mau ke toko buku juga ". Ujar Rama sambil tersenyum lalu melepaskan tangan Dania yang memegang tangannya itu .
" Gapapa sekalian nanti aku antar kesana ". Ucap Dania memaksa .
" Gapapa kak gak usah , aku bisa sendiri ". Ujar Rama .
" Tapi kan Ram ". Ucap Rama sambil memegang lengan Rama .
Namun Rama mengabaikan ucapan dari Dania karena ia melihat kearah Diva yang bersama Reyza kakak sepupunya Rama .
Rama yang melihat hal itu, hanya kesal dan mengepalkan tangannya karena geram melihat pemandangan itu .
__ADS_1
Dania yang melihat wajah Rama yang tiba-tiba terlihat kesal pun melihat pandangan Rama itu kemana dan Dania pun melihat disana ada Reyza teman sekelasnya dan juga Diva teman wanitanya Rama dan ia berpikir , tahu apa yang Rama rasakan .
" Jangan-jangan dia suka lagi sama cewek itu, karena aku tahu dari tatapannya itu , itu adalah tatapan cemburu , gak gak boleh Rama gak boleh cemburu pada cewek itu, dia hanya milikku dan akan tetap menjadi milikku ". Batin Dania menggerutu .
" Argh... Rama ayo yuk kita pulang, aku antar kamu ke toko buku sebelum pulang yuk ". Ujar Dania menggelayut manja dilengan Rama .
Dan itu membuat Rama semakin risih menghadapi Dania ditambah sekarang hatinya lagi panas melihat dua orang yang membuat dirinya dikelilingi api cemburu .
" Lepas kak ". Ucap Rama menahan emosinya .
" Gak ". Bantah Dania yang semakin mempererat pegangan tangan nya itu .
" Lepas ". Ucap Rama yang masih menahan emosinya .
" Gak, aku gak akan melepaskan pegangan tangan ku ini aku ingin kamu ikut denganku ". Ujar Dania tersenyum .
Kini Rama hanya diam saja , dan itu membuat Dania melihat kearah Rama .
Kini Rama hanya menatap dengan tatapan sendu kearah Diva yang semakin dekat dengan kakak sepupunya itu .
" Apakah gak ada harapan bagiku Va untuk memiliki mu , apakah hanya ada kak Reyza dihatimu dan bukan aku ??? ". Batinnya sedih .
" Arghhh...". Teriak Rama .
Membuat Dania dan teman-temannya itu kaget karena Rama tiba-tiba berteriak dan apalagi bagi Dania ia sangat kaget sekali secara dirinya sedang memegang tangan Rama .
" Ram...Ram...kamu baik-baik saja kan ?". Tanya Dania khawatir .
" Iya Ram, kamu gapapa ". Ucap Ajeng .
" Hooh... kamu baik-baik saja kan Ram ". Timpal Rena .
" Iya kamu kenapa Ram ?". Tanya Dania lagi karena benar-benar khawatir , dengan Rama yang tiba-tiba berteriak begitu saja .
" Aku gapapa , aku mohon kak lepas ". Ucap Rama dengan berusaha melepaskan pegangan tangan Dania dipergelangan tangan nya itu .
Dania pun menuruti permintaan Rama , karena ia tak ingin Rama marah padanya .
" Aku anterin deh.. ke toko buku nya ya , yakan guys ". Ucap Dania tersenyum .
" Iya dong , Ayolah Rama , kapan lagi kamu bisa jalan-jalan sama cewek-cewek cantik ,kece gini kaya kami ". Ucap Ajeng .
" Hooh bener , kamu rugi deh kalau menolak ajakan Dania ". Timpal Rena .
" Ya Ram , ayolah kami baik kok gak gigit ". Ujar Rena .
" Dikira kita apaan bisa gigit ya tuhan Rena ". Dania menepuk jidatnya karena anak buahnya mengatakan hal yang gak berguna .
" Tau nih anak, dikira kita anjing apa bisa gigit ". Timpal Ajeng menyikut tangan Rena membuat Rena hampir jatuh .
" Apaan sih , Jeng main senggol aja , nanti kalau gua jatuh gimana hal mau tanggung jawab loh ". Cerca Rena kesal terhadap Ajeng .
" Dih.. abis Lo tuh ngomongnya gak guna banget , plis deh Ren kurang-kurangin deh bloon Lo ". Ucap Ajeng .
" Aduh... kalian ini berisik banget sih , udah deh kalian mending diam aja ". Ujar Dana dengan wajah geram dan membuat kedua temannya langsung diam .
" Tuhh...kan gara-gara elo sih si Dania marah kan ". Bisik Ajeng menggerutu kearah Rena .
" Dih itu mah kan salah elo , elo yang mulai duluan ". Ucap Rena .
" Elo ". Ucap Ajeng .
" Lo ". Ucap Rena .
" Elo Rena ". Ucap Ajeng .
" Elo Ajeng ". Ucap Rena .
" Elo ".
__ADS_1
" Elo ".
Karena Dania kesal mendengar pertengkaran antara Ajeng dan Rena pun menjadi geram .
Lalu ...
" Berisik ". Bentak Dania .
Mereka yang lagi bertengkar pun langsung diam mendengar bentakan dari Dania dan itu membuat Rama juga kaget .
" Kalian ini bisa gak sih gak berantem kaya gini, situasinya gak pas banget kan malu ada Rama , iya kan Rama ". Ucap Dania menyenggol lengan Rama membuat tersenyum terpaksa .
" Hahaha..iya ". Ucap Rama tersenyum terpaksa .
" Iya maaf dah maaf ". Ucap Ajeng .
" Iya kami minta maaf Dan , jangan marah gitulah ". Ujar Rena .
" Ya gimana gak marah kalian dari tadi berisik terus bikin gua mumet tau gak sih dengernya ". Timpal Dania berkacak pinggang .
" Iya maaf Dania ". Ucap Ajeng .
" Iya maaf ". Timpal Rena .
" Hemm ". Deham
Dania hanya berdeham sambil memutar kedua bola matanya yang malas mendengar kata minta maaf dari kedua temannya itu .
" Ayo Rama kamu ikut kita saja ya yuk ". Ucap Dania menggelayut lagi tangan Rama .
" Maaf kak aku gak bisa lebih baik kita pulang masing-masing saja ya ". Ujar Rama sambil melepaskan pegangan tangan nya Dania .
" Tapi kan, Ram ". Ucap Dania .
. . . . . . . . .
Maaf ya guys baru bisa update dikarenakan sibuk direal .
# Rama Jaya Pratama
.
# Diva Putri Brawijaya
# Reyza Jaya Pratama
# Dania Putri Kharisma
Maaf ya guys bila pemerannya kurang cocok habis author suka nya yang itu 😊ðŸ¤
__ADS_1
Jangan Lupa Like , Vote dan Komentarnya ya guys 😚😚😉😊😊 .