Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
72. IBU


__ADS_3

" Assalamualaikum nek ". Ucap salam Mia saat dia sudah berada didepan pintu rumah neneknya .


" Waalaikumsalam ". Sahut Nek Salimah .


" Waalaikumsalam ". Sahut seseorang juga dari dalam .


Salimah membuka pintu rumahnya , dan ternyata akhirnya Mia datamg juga .


" Ayo masuk cu ". Ucap Nek Salimah sambil tersenyum .


Mia membawa Rama juga dalam gendongannya sebab dirumah gak ada yang jaga , susternya bekerja hanya saat pagi sampai sore dan Juna gak bisa pulang karena masih mengurus masalah kuliahnya .


" Iya nek ". Sahut Mia tersenyum .


Lalu Mia berjalan mengikuti neneknya kedalam rumah , Mia melihat kearah seorang ibu-ibu tengah tersenyum padanya .


Mia pun duduk dengan Rama digendongannya disebelah neneknya .


" Mia ". Ucap Nek Salimah .


" Iya nek ". sahut Mia .


" Perkenalkan dia ini namanya bu Sinta , bu Sinta ini ibu kamu Cu ". Ucap Nek salimah sambil tersenyum .


Mia yang mendengarkannya pun kaget mendengar ucapan neneknya itu .


" Iya nak yang diucapkan nenek kamu benar saya ini ibu kamu, ibu kandung kamu ". Timpal Sinta .


Mia yang mendengar ucapan wanita yang ada disamping neneknya pun merasa kaget sekaligus tak percaya kalau yang ia lihat sekarang benar-benar ibu kandungnya, ibu yang sudah menelantarkan dirinya ,meninggalkan dirinya , dititipkannya pada neneknya , padahal itu yang menjadi kewajibannya untuk mengurus dirinya sedari dia kecil , tapi kenapa ibunya itu baru kembali padanya setelah sekian lamanya .


" Gak , aku gak punya seorang ibu, keluargaku hanya nenek , hanya nenek keluargaku ". Ucap Mia yang tidak mau mengaku Sinta itu ibunya .


Mia berusaha untuk tidak kelihatan lemah didepan ibunya itu ia takan menangis cuma karena telah bertemu ibunya .


Bayi yang kira-kira sudah berumur 5 bulan itu ,mendongkakkan kepalanya keatas melihat mamanya ,dan kembali memainkan mainan mobil karet ditangannya .


" Mia ". Ucap Nek Salimah sambil memegang paha Mia dan melihat kearahnya .


Sinta yang melihat Mia dan mendengar ucapan putrinya itu hanya merasa sedih, namun ia pun memaklumi sikap Mia terhadapnya , ia tahu akan seperti ini jadinya , karena ia mengerti Mia pasti akan bersikap seperti ini karena ia yang salah disini sudah meninggalkan Mia dan malah menitipkannya pada neneknya ditambah waktu ia meninggalkan Mia Ayahnya juga ikutan meninggalkannya dan malah menikah dengan wanita lain .


" Maafkan ibu nak, maafkan ibu, ibu menyesal telah meninggalkan kamu, ibu terpaksa na meninggalkan kamu ". Ucap Sinta memegang tangan Mia .


Mia yang melihat tangannya dipegang ia memalingkan mukanya kearah lain .

__ADS_1


Sambil menahan air matanya untuk keluar , ia harus tegar ia tak boleh kelihatan lemah didepan ibunya , ia harus kuat . karena ia sudah bertekad kalau ia bisa hidup tanpa kedua orang tuanya . karena cuma hanya neneknya saja sudah cukup baginya untuk menjadi keluarganya .


" Lepas bu, aku ini bukan anak ibu, aku hanya punya nenek aku tak punya ibu, karena bagiku ibu sudah gak ada bu ". Ucap Mia membuat neneknya sedikit kesal dengan sikap Mia .


" Mia, gak boleh begitu Cu, bagaimana pun dia ini ibu kandung kamu ibu yang telah melahirkan kamu sayang ". Ucap Salimah mengusap rambut Mia .


Mia yang mendengar ucapan ,neneknya itu ia langsung bangkit dari duduknya .


" Aku , aku gak bisa menerima dia nek, aku gak bisa , aku terlanjur sakit hati padanya, kenapa dia meninggalkan aku disaat aku membutuhkan kasih sayangnya, kenapa dia meninggalkan aku nek, kenapa ". Ucap Mia yang sudah tak tahan lagi menahan air matanya untuk keluar .


Mia menghampiri Sinta sambil menggendong Rama digendongannya .


" Maafkan saya , saya gak bisa menerima kehadiran ibu dikehidupan saya , karena saya terlanjur sakit hati pada anda, jadi lebih baik ibu tak usah menemui saya lagi ". Ucap Mia sambil hendak pergi dari rumah itu , namun langkahnya terhentikan karena Sinta memegang tangan Mia .


Mia pun menoleh kearah ibunya itu .


" Lepaskan tangan saya ". Ucap Mia .


Namun Sinta tidak menuruti permintaan Mia ,dan itu semakin membuat Mia kesal dan marah terhadapnya .


" Kata saya , lepaskan ". Bentak Mia sambil menghempaskan pegangan tangan ibunya itu .


Sinta yang dibentak anaknya hanya menangis ,


" Maafkan ibu nak hiks..hiks..". Ucap Sinta yang penuh penyesalan .


Sinta yang mendengar ucapan anaknya itu, hanya menangis begitupun dengan Salimah .


" Dimana ibu, dikala aku sangat membutuhkan ibu , dimana bu ". Ucap Mia menangis .


" Kenapa ibu meninggalkan aku , kenapa bu ". Ucap Mia menangis .


" Maafkan ibu nak, maafkan ibu ". Ucap Sinta memeluk Mia .


Mia yang dipeluk Sinta hanya diam saja,


Kini Rama sudah beralih dalam gendongan Salimah yang diambilnya dikala Mia tengah ingin pergi .


" Maafkan ibu nak, maaf ibu ,ibu terpaksa nak meninggalkan kamu , ibu terpaksa nak ". Ucap Sinta menangis memeluk putrinya itu .


Mia melepaskan pelukan Sinta , dan menatap ibunya .


" Aku belum bisa memaafkan ibu ". Ucap Mia .

__ADS_1


yang hendak pergi namun langkahnya dihentikan oleh Sinta .


" Tunggu nak ". Ucap Sinta memegang bahu anaknya itu .


" Dengarkan ibu dulu ". Ucap Sinta .


Mia menoleh kearah belakang melihat ibunya dan hendak berbicara namun , suara bunyi ponselnya menghentikannya .


ia pun melihat ponselnya dan itu nomor asing baginya karena penasaran ia pun mengangkat panggilan pada ponselnya , siapa tahu itu penting .


" Hallo ". Ucap Mia .


" Apa !!..". Ucap Mia yang kaget mendengar berita kalau suaminya mengalami kecelakaan .


" Baik-baik saya akan segera kesana ". Ucap Mia yang panik lalu menutup ponselnya .


Mia pun melihat kearah ,mereka yang menatap dirinya yang tengah panik .


" Ada apa Mia ? ". tanya Nek salimah yang penasaran ada apa dengan Mia kenapa Mia terlihat gelisah dan panik .


Sinta yang melihatnya juga bertanya-tanya .


" Mas Angga mengalami kecelakaan, dan aku harus kesana nek , aku titip Rama sama nenek ya , Mia harus pergi nek , Assalamualaikum ". Ucap Mia yang langsung pergi tanpa salim sama neneknya maupun ibunya karena ia tengah panik dan terburu-buru .


" Mia ". Ucap Nisa menepuk bahu menantunya itu, dan membuyarkan lamunannya itu .


" Kamu kenapa nak, ko melamun , kamu tenang saja ya mama yakin Angga akan baik-baik saja , dia kuat nak ". Ucap Nisa sambil memeluk menantunya itu mencoba menenangkan Mia supaya tidak cemas mengkhawatirkan kondisi suaminya ,walaupun sejujurnya ia pun sama cemasnya dengan Mia .


Namun ia harus tetap tenang ia tak mau Mia jadi ikutan panik karena melihat dirinya juga panik .


" Iya mah ". Ucap Mia tersenyum .


Mia kembali fokus dengan mencemaskan kondisi suaminya ,


" Semoga kamu baik-baik saja mas ". Batin Mia berdoa .


" Mas ". gumam Mia yang didengar oleh Nisa .


Nisa merangkul Mia dan berusaha menangkan menantunya itu .


Mia jadi ingat kembali dengan pertemuannya dengan ibunya itu, andai saja ibunya itu tak pernah meninggalkannya mungkin ia juga akan merasakan kasih sayang ibunya itu seperti ia mendapatkan kasih sayang dari ibu mertuanya ini .


" Ibu ". Batin Mia lalu meneteskan air matanya .

__ADS_1


. . . . . .


Jangan lupa di like, vote, dan komen ya guys ...😉😘.


__ADS_2