
Mia dan Reva saling menatap satu sama lain .
Mia menatap tajam kearah Reva karena memang Mia membenci Reva karena suaminya lebih memperhatikan Reva daripada dirinya .
" Reva ". Ucap Mia .
" Mia ". Ucap Reva .
" Ada apa ini kok bisa ada Reva dan sepertinya Reva dekat sekali dengan Rudi ". Batin Mia bertanya-tanya .
" Loh kalian saling kenal ". Ucap Angga yang pura-pura baru tahu soal mereka saling kenal karena ia tak ingin mereka berdua curiga padanya .
" Mmm..iya kenal, kenal sekali ". Ucap Mia dingin sambil menatap terus kearah Reva .
" Iya, pak saya kenal dia adalah istri dari kak Angga ". Ucap Reva yang melihat tatapan Mia, Reva langsung tahu kalau Mia tak suka melihatnya .
" Iya saya tahu, oh ya Reva ini sekertarisku ". Ucap Angga .
" Oh,gitu ya sudah ya kalau tak ada lagi yang ingin kamu bicarakan sama saya, saya mau pulang , Assalamualaikum ". Ucap Mia yang lalu pergi meninggalkan Angga dan Reva disana .
Angga yang melihat Mia yang meninggalkannya hanya mengucapkan .
" Waalaikumsalam ". Ucap Angga .
" Apa gini rasanya dicuekin orang yang paling kita sayang, rasanya SAKIT ". Batin Angga yang melihat mobil Mia yang sudah jalan meninggalkannya .
Reva yang melihat kearah bosnya itu seperti melihat cinta dimatanya .
" Kenapa pak Rudi ,melihat Mia seperti itu, apa dia ini kak Angga, tapi mana mungkin kan dia sendiri yang bilang kalau dia Rudi bukan Angga ". Batin Reva .
" Ada apa kamu kesini ,bukannya kamu harus pergi ke proyek ". Ucap Angga yang kembali kesikap dinginnya .
" Saya kesini karena nona Khanza menghubungi bapak, dia ingin bicara sama bapak tapi ponsel bapak ketinggalan di mobil ". Ujar Reva .
" Oh oke, mana ponsel saya ". Ucap Angga .
" Ini pak ". Ucap Reva sambil menyerahkan ponsel bosnya itu .
Angga menerima ponselnya dari tangan Reva, ia melihat banyak sekali panggilan dari Khanza .
Namun ia mengabaikan panggilan itu, Angga melangkahkan kakinya yang diikuti Reva dari belakang .
" Kita kembali ke proyek sekarang ". Ucap Angga lalu masuk kedalam mobilnya lalu menjalankan mobilnya menuju proyek .
Sedangkan Mia yang mengendarai mobilnya bersama adik tirinya yaitu Juna yang duduk disampingnya .
" Ck.. kenapa sih kok aku kesal ya lihatnya , padahal dia bukan mas Angga, kenapa aku kalau melihat mereka berdua seperti melihat mas Angga bersama Reva sih ". Batin Mia menggerutu .
__ADS_1
" Kenapa juga Reva kok bisa-bisanya jadi sekertaris Rudi, kenapa bisa kebetulan sekali sih ". Umpatnya dalam hati .
Setelah beberapa jam diperjalanan pikiran Mia masih terpikir oleh pertemuannya dengan Rudi dan Reva disana .
Akhirnya mereka sudah sampai dirumah Mia , Juna memang berniat untuk kuliah dibandung jadi daripada ia ngkos mending tinggal dirumah Mia kakak tirinya, Mia memang mempunyai saudara tiri dari pernikahan ayahnya yaitu Juna . Jadi ayahnya menitipkan Juna pada Mia dan Mia tak keberatan kalau Juna tinggal bersamanya itung-itung bisa jadi temannya dirumah .
Dan saat memasuki rumahnya betapa terkejutnya Juna melihat poto pernikahan kakaknya itu , ternyata suami Mia itu Rudi orang yang dilihatnya disurabaya , karena memang Juna baru tahu kalau Rudi ini suami dari kakaknya .
" Mbak tunggu, jadi ini suami mbak ". Ucap Juna yang menunjukan tangannya kearah poto pernikahan Angga dan Mia yang tertempel didinding ruangan tamu .
" Iya ". Jawab Mia sambil menerima Rama dari tangan babysisternya .
" Loh jadi yang tadi aku lihat disurabaya itu suami kakak , jadi mas Rudi suami mbak ?". Tanyanya yang penasaran .
" Bukan yang kita ketemu disurabaya itu mas Rudi dia cuma teman mbak, dan suami mbak itu namanya mas Angga , dan dia hilang saat kecelakaan dan belum juga ketemu ". Ucap Mia yang terlihat sedih saat mengatakan hal itu .
" Maksudnya gimana mbak kok bisa , aku gak ngerti ". Ucap Juna .
" Baiklah mbak akan ceritakan semuanya padamu agar kamu gak salah paham ". Ucap Mia yang mendudukan dirinya disofa ruang tamu dan yang diikuti Juna .
Kini Mia mulai menceritakan semuanya pada Juna .
Dilain tempat Angga yang sedang ada diproyek ,ia melakukan pekerjaannya .
Angga masih memikirkan tentang Mia bersama Juna .
Reva yang melihat bosnya yang bengong terus dari tadi , sepertinya ia tahu pasti bosnya itu lagi memikirkan kejadian tadi .
Angga yang berdiri dari sisi bangunan yang sedang dibangun ,Reva yang melihat ada balok kayu yang hendak jatuh kearah Angga Reva langsung meneriaki bosnya untuk awas .
" Awas pak !!!". Teriak Reva yang langsung mendorong Angga dari situ dan akhirnya Reva lah yang kena balok kayu itu ,dan mengenai tepat dipunggungnya .
" Argh..". Teriak Reva yang kesakitan .
Angga yang terjatuh karena didorong oleh Reva melihat kearah Reva ia langsung panik melihat keadaan Reva ia langsung bangun .
" Reva , Arghh...". Ucap Angga yang sambil mengangkat balok kayu itu yang cukup berat dan dibantu oleh para pekerja yang ada disana .
Angga melihat kondisi Reva yang pingsan ia langsung memangkunya ala bridal dan membawanya langsung kerumah sakit , Angga yang cekatan ia memangku Reva sambil berlari kearah mobil .
" Cepat-cepat pak kita kerumah sakit ". Ucap Angga yang panik melihat kondisi Reva yang pingsan setelah tertimpa balok kayu karena menolong dirinya .
" Bangun Reva ..bangun ". Ucap Angga yang panik sambil menepuk-nepuk pipi Reva .
" Cepatan pak ". Ucap Angga .
" Baik tuan ". Ucap sang supir .
__ADS_1
Setelah sampai dirumah sakit, Angga langsung mengikuti Reva, yang dibawa oleh sang suster rumah sakit ke ruang UGD .
" Mohon maaf pak, silahkan tunggu saja diluar ". Ucap sang suster .
" Baik sus ". Ucap Angga yang masih panik ia lalu duduk dibangku samping ruangan .
Angga menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu menghempaskannya .
" Reva , kenapa kamu menolong kakak sih , biarkan saja kakak yang kena itu, kakak gak sanggup lihat kamu celaka Va ". Ucap Angga .
" Jadi begitu ceritanya ". Ucap Mia .
" Tapi mbak, kenapa mas Rudi bisa mirip sekali dengan mas Angga, kalau memang mas Rudi itu mas Angga gimana? ". Ujar Juna .
" Mbak juga masih yakin kalau Rudi itu mas Angga, tapi dia gak ingat sama sekali sama mbak, yang dia ingat cuma kilasan bayangan mbak katanya, dan itu juga belum membuat dia percaya kalau dirinya Angga sebelum dirinya itu ingat semuanya ". Ucap Mia .
" Dan mbak juga sudah ikhlas kalau dia bukan suami mbak, karena semenjak dia memilih percaya pada Khanza dibandingkan sama mbak ,lebih baik mbak menjauh darinya daripada mbak sakit hati terus saat melihatnya dengan wanita lain ". Ucap Mia .
" Mmm...baiklah kalau memang itu keputusan mbak ,aku ikut saja aku dukung mbak ". Ucap Juna .
" Mmm...iya Jun ". sahut Mia .
" Ya sudah, ayo masuk ke kamarmu, mbak tunjukan ". Ucap Mia berdiri sambil menggendong Rama .
" Mbak anak ,mbak lucu ya , namanya siapa ?". Tanya Juna yang kini fokus terhadap Rama .
" Rama namanya dek ". Ucap Mia .
" Nah ini kamarmu, ya sudah mbak pergi ke kamar dulu ya , kamu istirahat saja gih .. pasti cape kan ". Ucap Mia tersenyum .
" Iya mbak makasih ". Ucap Juna tersenyum .
" Iya sama-sama dek ". Ujar Mia lalu pergi kekamarnya .
Angga yang masih menunggu Reva didalam, menerima panggilan dari anak buahnya .
" Oke saya kesana ". Ucap Angga .
" Pak iwan , tolong jaga Reva ya saya ada urusan nanti saya kembali lagi kesini ". Ucap Angga .
" Baik pak ". Ucap supir pribadi Angga .
Angga melajukan mobilnya ketempat yang dibilang oleh anak buahnya .
. . . . . .
Hai..guys😊 mohon dukungannya ya, dengan bantu saya like dan vote novel ku ini , dukungan para readers sangat saya tunggu😘
__ADS_1