
Kini terlihat anak muda yang sudah lengkap dengan seragam putih abu nya dengan name tag diatas sakunya .
" Oh ya, ini juga harus dibawa ". Ujarnya .
" Rama bangun nak sarapan pagi dulu ". Teriakan seorang ibu dari arah meja makan yang berada didekat dapur .
" Iya mah bentar ". sahut Rama .
Kini terlihat Angga sedang duduk dimeja makan sedangkan Mia sedang mengambilkan nasi untuknya .
Rama yang kini turun dari anak tangganya kini berjalan menghampiri ibu dan ayahnya itu dimejakan .
" Morning mah pah ". Ujarnya lalu mencium pipi kedua orang tuanya itu tanpa malu meski sekarang usianya sudah menginjak remaja Rama tak pernah malu untuk bermanja pada kedua orang tuanya itu .
" Hmmm...morning sayang ". Ucap Mia tersenyum .
" Duduk yuk, sarapan ". Ucapnya .
" Iya mam ". sahutnya .
Kini Mia mengambilkan nasi untuk Rama serta lauk pauknya ,dan untungnya Mia sekarang sedang memasak makanan favorit suami dan anaknya yaitu ayam goreng kecap .
" Mmm...pasti enak ". Ucap Rama sambil menghirup aroma masakan Mia .
" Haha...iya dong pasti,masakan mama kamu kan memang gak ada duanya kali Ram ". Ujar Angga tersenyum .
" Hahaha...bisa aja nih memujinya ,ya sudah makan yang banyak nak , biar sekolahnya gak lemas ". Ujar Mia sambil menyodorkan sepiring nasi kearah anaknya itu serta tak pula lauk pauknya .
" Iya mah pasti ". Sahut Rama menerima makanan itu, tak lupa ia berdo'a dulu sebelum makan .
Begitupun dengan Angga dan Mia , mereka berdo'a sebelum memulai sarapan mereka .
Setelah sarapan pagipun dilaksanakan kini , semua anggota keluarga yang ada disana kini pergi beraktivifitas ke kesibukan masing-masing , Angga yang pergi ke Galeri ,Mia yang pergi ke butik, ya kini Mia memiliki butik, seperti yang ia dambakan waktu dulu memiliki butik baju sendiri , dan itu juga berkat bantuan ibu mertuanya yang mengajarkannya untuk bisa menjadi desainer baju terkenal .
Sedangkan Rama kini sedang mengayuh sepeda yang ia kendarai untuk pergi kesekolah .
" Gua harus cepet-cepet gak boleh terlambat , nanti gua dihukum lagi pertama kali masuk kesekolah ". Ucap Rama dalam mengayuh sepedanya itu .
Dan masa orientasi siswa sudah Rama lewati seminggu yang lalu ,
" Duhhh...gini nih kalau kesiangan anjirr...lah ". Gerutu Diva yang kini tengah berada didalam taksi .
" Pak cepetan ya saya sudah terlambat ini ". Ujarnya melihat jam tangannya yang sudah rusak itu yang ia gak ketahui ,
Kini jam tangannya sedang menipu Diva, dan jam tangan itu menunjukan jam 7 lewat .
__ADS_1
Padahal yang sebenarnya itu sekarang jam menunjukan pukul setengah 7 .
" Baik nona ". Sahut supir itu .
" Mama.. juga sih kenapa semalam gak pulang jadi gak ada yang bangunin aku kan, sebenarnya mama dimana sih kenapa semalam gak pulang, apa yang terjadi sama mama ya ?". Batinnya bertanya pada diri sendiri .
. . . . . . .
" Reva ". Ucap Angga yang kaget melihat Reva sedang tidur di Galerinya itu .
" Kenapa dia tidur disini, dan sedang ngapain disini ?". Tanyanya pada diri sendiri .
" Reva , Reva , coba bangun Va ". Ujar Angga mengoncang-goncang tubuh Reva namun Reva tidak merespon sama sekali , dan Angga mencium aroma-aroma tak sedap dari tubuh Reva .
" Ck..alkohol ini, meski aku belum pernah mencobanya , tapi aku tahu ini alkohon karena dulu Khanza pernah meminumnya ". Ucap Angga .
" Gimana ini, kenapa dia gak bangun-bangun , sebenarnya apa yang ia lakukan disini ". Ucapnya .
Namun seketika terlintas ide dalam benak Angga .
Ya dia harus membawanya kerumah sakit tapi harus Aldo yang membawanya karena gak mungkin kalau harus dia yang membawa Reva kerumah sakit , yang akan nanti akan terjadi peperangan antara dirinya dan juga Mia .
Ia masih teringat saat Mia masih marah padanya , saat-saat dirinya ketahuan masih berhubungan dengan Reva meski itu hanya soal pekerjaan .
Lalu langsung menghubungi Aldo untuk membawa Reva.
" Sekarang Mia gak selembut dulu, dia ganas sekarang, sekecil apapun kesalahan yang gua lakukan pasti dia marahnya itu gak kira-kira piring-piring dirumah pecah semua ". Ujar yang merinding memikirkan hal itu .
. . . . . . .
" Akhirnya gua sampai juga diparkiran sekolah ". Ucap Rama sambil menempatkan sepedanya diparkiraan khusus sepeda .
" Hmm...kira-kira , Diva sudah nyampe belum ya ". Ucapnya tersenyum .
Dan mobil taksi yang ditumpangi Diva pun sudah berada didepan gerbang sekolah dan Diva terlihat buru-buru keluar dari taksi itu, lalu berlari kedalam area sekolah .
Dan saat itu juga tak sengaja Diva menabrak seseorang yang selama ini ia idolakan, yaitu kak Reyza kakak kelasnya itu ,yang menjadi idola sekolah .
" Hah...maaf kak, maaf , saya gak sengaja ". Ucap Mia bangkit dari jatuhnya .
" Iya gapapa kok, sini aku bantu ". Ucap Reyza tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Diva .
" Iya , makasih kak ". Ucap Diva setelah bangkit dari jatuhnya , sambil membersihkan roknya itu yang agak kotor .
Dan entah mengapa kalau Diva dekat-dekat dengan Reyza itu hatinya selalu deg-degan .
__ADS_1
" Haduh... kenapa ya perasaan aku selalu saja gini, kalau dekat-dekat dengan idola SMA ini ". Batinnya tersenyum sambil melihat kearah Reyza .
" Iya sama-sama ". Sahut Reyza tersenyum .
" Duhh...senyumnya itu loh ,bikin meleleh ". Batinnya tersenyum.
Dan tanpa mereka sadari disana ada Rama yang tengah melihat mereka berdua .
Dan tatapan Rama seperti tatapan kecemburuan pada Reyza .
" Kenapa pagi-pagi sekali hawanya panas ya ". Ucap Alfi .
Sambil merangkul bahu Rama ,
" Apa maksud lo ". Ucap Rama melihat kearah Alfi sahabatnya itu .
" Alah ...Ram..Ram pura gak ngerti lagi, gua tahu lo itu kaya gimana sama Diva , lo suka kan sama dia ". Ucapnya .
" Gak, gua gak suka sama dia, mana mungkin gua suka sama teman gua sendiri ,lo ingat gak sih kata-kata dia waktu kelulusan dulu , gak ingat apa lo ". Ujar Rama mengelak .
Dan kata-kata Diva waktu dulu, memang selalu terngiang-ngiang dibenak dua anak cowok remaja itu .
" Kalau diantara kalian sampai jatuh cinta sama gua, gua musuhin lo berdua seumur hidup gua, karena gua gak mau persahabatan kita bertiga rusak hanya karena di antara kita ada yang saling mencintai ". Ujarnya Diva waktu kelulusan itu .
Padahal waktu itu Rama ingin sekali mengutarakan perasaannya itu ,namun sepertinya perasaanya itu hanya akan menjadi angan-angan saja .
" Iya gua masih ingat sih, tapi ya gimana lo kan suka sama dia, persahabatan kita gak akan hancur kok kalau karena lo berdua saling mencintai ,sumpah dah gua...ikhlas melihat lo berdua bersama anjir...". Ucap Alfi .
" Tapi berapa kali gua bilang , gua gak suka sama dia, dan gak mungkin juga dia suka sama gua , mimpi saja kali Fi ". Ucapnya .
" Ya terserah lo saja lah, Ram yuk ah cabut masuk kelas daripada lihat pemandangan yang kaya gitu ". Ajak Alfi pada Rama .
" Ayo ". Sahutnya .
Namun mata Rama masih melihat kebersamaan diantara Kakak sepupunya itu dan perempuan yang sangat ia suka dari kecil .
. . . . . . .
" Apa , jadi dia begini karena terlalu banyak minum , minuman alkohol dok ". Ucap Aldo yang bertanya pada Dokter yang tengah menangani Reva ibu dari anaknya itu, meski Reva sudah gak jadi istrinya , namun Aldo selalu sabar menunggu Reva untuk membuka hatinya lagi untuknya .
" Pantesan saja tadi aku mencium aroma-aroma menjijikan itu dari tubuh dia, walau aku sudah lama gak menyentuh barang haram itu, namun aku sangat kenal sekali aroma itu sangat menyengat sekali ". Batin Aldo sambil melihat kearah Reva .
. . . . . .
Jangan lupa Like,Vote, dan Komenannya ya guys...😘😆😉
__ADS_1