
Mia yang tadinya sudah agak tenang pikirannya karena dibujuk oleh suaminya biar ia bisa menerima ibunya dan tanyakan pada ibunya itu kenapa ia meninggalkan dirinya waktu kecil .
Kini pertanyaan Mia sudah ia dapatkan sendiri ketika neneknya yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada keluarganya .
. . . . . . . . .
Karena sebuah insiden kecelakaan motor yang dikendarai Denis saat membawa Sinta kerumah sakit karena ia tengah ingin melahirkan .
Membuat Denis kecelakaan parah dan tak sadarkan diri sehingga dirinya harus dioprasi supaya nyawanya selamat, sedangkan dirinya dan keluarga Denis gak punya biaya untuk oprasi Denis yang begitu besar ,Namun saat itu juga Ayahnya Sinta datang dia menawarkan sesuatu pada anaknya itu ,ia akan membiayai oprasi suaminya itu asalkan setelah itu Sinta mau meninggalkan Suami dan anaknya yang baru ia lahirkan .
Disitu juga Sinta memutuskan untuk menerima tawaran Ayahnya itu demi Denis dan anaknya, karena ia tak punya pilihan lain, disisi lain Salimah menolak tawaran itu namun ia pun gak bisa berbuat apa-apa karena dirinya pun gak punya biaya untuk Denis anak laki-lakinya itu, ia gak mau kehilangan Denis karena ia adalah anak satu-satunya baginya .
" Biarkan Bu, biar aku berkorban disini demi keselamat mas Denis, aku sudah cukup bahagia Bu bisa menikah dengan orang yang aku cintai Bu ,mungkin memang ini sudah jalannya aku dan mas Denis ..". Ucap Sinta sambil menyusui anaknya itu dan saat itu juga kondisi Sinta yang baru saja melahirkan Mia putri kecilnya itu .
" Tapi Sinta ibu gak mau kamu meninggalkan Denis, dia pasti akan kecewa sekali bila kamu pergi meninggalkannya , apalagi kamu menyuruh ibu mengatakan bahwa kamu pergi meninggalkannya itu karena gak sanggup lagi hidup denganya dalam kemiskinan ". Ucap Salimah .
" Aku ingin ibu mengatakan hal itu padanya karena kalau ibu mengatakan hal yang sebenarnya mas Denis pasti akan celaka bu karena ia pasti akan mencariku terus menerus bu dan menghampiri aku mendatangi aku kerumah ayahku, aku tak ingin hal itu terjadi Bu, karena ayahku mengancamku kalau sampai mas Denis menemuiku dia akan celaka Bu , ibu berikan saja surat ini padanya Bu ". Ucap Sinta menyerahkan amplop yang berisikan surat yang ditulis Sinta untuk suaminya itu .
" Berikan itu Bu padanya aku yakin kalau dia sudah membacanya , mas Denis pasti gak akan pernah lagi mencariku bu ". Ucap Sinta .
" Tapi ". Ucap Salimah yang sedih sambil meneteskan air matanya .
" Berikan saja Bu ,ikuti perintahku Bu agar mas Denis dan putriku ini aman Bu ". Ucap Sinta sambil mengecup wajah bayi mungilnya itu .
" Maafkan ibu ya sayang, ibu gak bisa bersama kamu ,tapi ibu janji ibu akan kembali kalau keadaannya sudah aman sayang ". Ucap Sinta sambil menangis .
" Maafkan ibu nak ". Lirik Sinta menciumi wajah bayinya itu .
Lalu Sinta pun menyerahkan bayinya itu padanya Salimah selaku nenek dari bayinya itu .
" Aku titip dia padamu ya bu , tolong ibu kasih namanya Mia ya bu itu nama yang aku berikan padanya bu dan tolong kasih nama belakangnya itu nama belakang ayahnya ya Bu ". Ucap Sinta sambil tersenyum sedih .
" Pasti , pasti ibu akan merawatnya dengan baik ". Ucap Salimah .
" Makasih bu, aku yakin Mia akan bahagia walaupun tanpaku bu ". Ucap Sinta tersenyum sendu .
Dan itu adalah akhir dari cerita nenek Salimah yang ia ceritakan pada Mia .
. . . . . . . .
Mia pun menangis sejadinya-jadinya dipelukan ibunya itu, ia baru tahu kalau ibunya itu mengorbankan dirinya demi keselamatan dirinya mungkin kalau bukan karena ibunya itu, ia sudah takan ada didunia ini karena kakeknya berniat untuk membunuh dirinya .
" Maafkan aku bu, seharusnya aku gak membencimu, kalau pada akhirnya itu yang terjadi padamu ,seharusnya dari awal aku mendengarkan alasan ibu terlebih dahulu, maafkan sikap aku padamu bu, maafkan Mia bu hiks...hiks...". Ucap Mia menangis .
" Tak apa nak, ibu juga bersalah padamu nak seharusnya ibu gak meninggalkan begitu lama nak ". Ucap Sinta yang sama-sama menangis sambil memeluk anaknya itu .
Mereka yang ada disana akhirnya tersenyum, melihat hal itu ,akhirnya kebenaran semua terungkap , Namun Denis gak habis pikir yang didengar olehnya saat ini , cerita kebenaran soal permasalahan yang terjadi dikeluarganya .
padahal dulu Denis sempat menemui Sinta ketika saat dia sudah sehat kembali, ia menemui Sinta dirumah ayahnya karena ia ingin mendengar sendiri alasannya dari Sinta bukan orang lain .
. . . . . . . .
Namun saat itu juga Denis melihat Sinta tengah duduk bersama laki-laki lain, dan betapa terkejutnya dia melihat semua itu .
" Apa maksudnya ini Sinta ". Ucap Denis yang baru saja tiba dirumah ayahnya Sinta .
__ADS_1
Sinta yang terkejut pun, ia mulai bertindak seperti biasa .
" Kamu ngapain disini ". Tanya Sinta dengan nada tak sukanya .
" Aku kesini karena menjemputmu, anak kita membutuhkan kamu ". Ucap Denis dengan serius karena ia masih emosi melihat hal kejadian yang baru saja ia lihat barusan .
" Aku tak ingin kembali lagi bersamamu Den ". Ucap Sinta dengan acuhnya .
" Apa maksudmu ". Ucap Denis .
" Ya ,aku kan sudah bilang pada ibu mu dan padamu melalui surat itu , bahwasannya aku tak ingin hidup bersamamu, aku terbiasa hidup mewah Den, namun saat aku hidup bersamamu segalanya berubah hidupku susah , dan aku tak ingin hidupku susah Den ". Ucap Sinta yang sebenarnya dengan berat hati ia mengatakan hal itu .
Denis yang terbawa emosi ia mengepalkan kedua tangannya .
" Inilah hidupku Den, hidupku yang berkecukupan, hidupku yang penuh kemewahan dan itu hal yang kamu tak bisa memenuhinya untukku dan yang bisa memberikannya hanyalah ayahku saja Den, jadi tolong jangan ganggu aku lagi Denis , kamu pergi sekarang ". Ucap Sinta sambil menunjuk menyuruh Denis keluar dari rumahnya .
Denis yang hampiri ingin menampar Sinta dicegah oleh laki-laki yang bersama Sinta lagi .
Denis pun benar-benar kecewa dan marah atas penghinaan dari Sinta , ia pun pergi meninggalkan rumah itu .
. . . . . . .
" Jadi yang kamu lakukan padaku waktu itu hanyalah sandiwaramu ?". Tanya Denis yang masih penasaran .
" Iya mas, aku terpaksa melakukan hal itu karena aku tak ingin kamu terus-terusan mengejar aku dan itu akan membuat ayahku bertindakan ingin mencelakai kamu mas ". Ucap Sinta berkata jujur .
" Hah.. ya sudahlah kita lupakan saja yang sudah-sudah yang terpentingkan semuanya sudah terungkap ". Ucap Salimah .
" Iya yah , benar kata nenek yang sudah-sudah biarlah berlalu , kita lupakan semuanya yang terpenting ibuku sudah kembali yah ". Ucap Mia tersenyum lalu memeluk ibunya kembali yang sempat ia lepaskan pelukan ibunya itu .
. . . . . . . .
Mia , Nisa dan Angga kembali kerumahnya masing-masing sedangkan Denis kembali kerumahnya yang ada diBogor .
Sinta kini memilih tinggal bersama Salimah, meski dirinya digelimang harta peninggalan ayahnya itu , entah mengapa ia lebih memilih tinggal di rumah Salimah yang sederhana itu ,mungkin ia sudah terlalu nyaman tinggal disana .
Dan Sinta memutuskan untuk menyerahkan warisan dari ayahnya itu untuk Mia dan juga cucunya Rama .
Keesokan harinya Angga pergi kerumah Khanza dan . . . . .
*B**rakkk*...
Angga meletakan sebuah amplop coklat dimeja tamu dihadapan Khanza dan juga Julian , Khanza sempat ingin bertanya namu Angga menyela terlebih dahulu .
" Itu adalah surat gugatan cerai aku padamu Khanza, dan sekarang kita sudah resmi bukan suami istri lagi ". Ucap Angga dengan nada tegas pada Khanza .
Khanza membuka surat itu dan ternyata benar itu adalah surat gugatan cerai untuk dirinya dari Angga suaminya itu .
Angga yang hendak, pergi tanganya pun dipegang oleh Khanza yang sudah menangis karena dirinya diceriakan oleh Angga .
" Tapi mas, aku masih cinta padamu mas , aku gak mau kita bercerai mas ,aku cinta sama kamu mas ". Ucap Khanza langsung memeluk tubuh Angga dari belakang .
" Lepas Khanza aku tak punya waktu untuk mendengarkanmu Khanza ". Ucap Angga dengan kasarnya melepaskan pelukan dari Khanza sampai Khanza terjatuh kelantai dan Julian yang melihatnya .
Kini dirinya membantu anaknya untuk berdiri dan membentak pada Angga .
__ADS_1
" Jangan perlakukan putri saya seperti ini ". Bentak Julian yang tak terima kalau anaknya diperlakukan kasar oleh Angga .
" Terserah apa yang kamu bicarakan pak Julian , saya tak perduli ,yang saya inginkan kalian jangan pernah mengganggu kehidupan saya lagi ". Ucap Angga dengan angkuhnya lalu ia pun pergi meninggalkan rumah itu .
Di Bandar Udara Husein Sastranegara , Angga menemui seorang wanita yang tak lain adalah Reva dan bersama putri kecilnya .
Kini Reva benar-benar akan meninggalkan kota Bandung ini dan pergi ke kota asal tempatnya ia dilahirkan , Angga sedang membantu Reva mengatur paspornya .
" Ini sudah selesai kamu tinggal berangkat, makasih ya sudah mau menolongku, tapi benaran kamu gak ingin tinggal disini saja bersamaku kakakmu Reva ". Ucap Angga tersenyum .
" Sama-sama kakak pun, sudah banyak membantuku terima kasih kak ". Ucap Reva tersenyum .
" Dan soal itu aku gak bisa kak tinggal disini , aku ingin pulang kekampung halamanku, terlalu banyak kepahitan yang aku rasakan selama aku disini dan aku ingin mengakhirinya , aku ingin memulai hidupku yang baru bersama putriku ". Ucap Reva tersenyum tegar sambil melihat Diva yang tengah tertidur dikereta dorong bayi .
" Baiklah kalau memang itu menjadi keputusanmu , kakak hanya bisa mendukungnya, jaga dirimu baik-baik ya , kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi kakak ya ". Ucap Angga tersenyum .
" Iya kak , aku pasti akan menghubungi kamu ". Ujar Reva .
" Oke, sampai jumpa ". Ucap Angga .
" Sampai jumpa ". Ucap Reva tersenyum melambaikan tangannya pada Angga sambil mendorong kereta dorong anaknya .
Angga yang mendapat lambaian tangan ia pun melambaikan tangannya pada Reva sambil tersenyum .
Ketika Reva sudah agak jauh darinya Angga berteriak .
" Reva ...Hati-hati disana ya ". Teriak Angga .
Reva yang mendengar teriakan dari Angga hanya mengacungkan ibu jarinya pertanda baik ia pasti akan baik-baik saja sambil tersenyum .
Angga yang melihat hal itu hanya tersenyum .
Kini Reva sudah tak terlihat lagi karena ia sudah masuk kedalam pesawat .
" Hah... semoga kamu baik-baik saja ya disana ...". Ucap Angga matanya yang sudah berair .
" Reva ". Ucap Angga Akhirnya air matanya jatuh dipipinya .
Angga pun lalu pergi ke parkiran, namun seseorang menabraknya sampai ia terjatuh ke aspal tempat parkiran .
" Maaf...maaf gua buru-buru ". Ucap seorang pria .
Lalu pergi begitu saja meninggalkan Angga tanpa membantu Angga untuk bangun .
" Ck.. dasar bukannya minta maaf terus bantuin gua kek, eh malah kabur ". Gerutu Angga lalu ia pun berdiri .
Angga melihat pria itu dari belakang entah mengapa Angga seperti mengenali sosok pria itu tapi siapa ya ???
Kini pertanyaan itu ada dibenak Angga sekarang ?
. . . . . .
Penasaran yuk ikutin terus jalan ceritanya ya 😉 ?
Jangan lupa like ,vote , dan komenannya juga ya guys ...😘😉
__ADS_1