Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
36. Jalan-jalan bersama keluarga


__ADS_3

Mia dan Angga kini sedang jalan-jalan ditaman, karena Mia yang mengajak Angga dan anaknya untuk jalan-jalan supaya ia bisa mengingat sedikit demi sedikit ingatannya .


Mia membawa Angga dan anaknya ketempat rahasia mereka , tempat yang dulu pernah Angga tunjukan kepadanya , ya tepatnya di danau yang ada rumah pohonnya .


Mia kesana dengan mengendarai mobilnya sendiri tepatnya mobilnya Angga .


" Mia ,kita mau kemana ?". Tanya Angga yang duduk disebelah Mia yang sedang menyetir sedangkan Angga memangku anaknya .


" Mmm..kita akan ketempat rahasia kita berdua ". sahutnya sambil masih fokus menyetir . Mia memang belajar menyetir mobil semenjak Angga menghilang karena itu akan mempermudah dirinya untuk pergi kemana-mana terkadang ia selalu memakai mobilnya untuk ke toko baju nya .


" Dimana ?". tanya Angga yang penasaran .


" Mmm...ada dehh lihat saja nanti ". Ucapnya tersenyum .


Mobil yang dikendarai mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka , Mia memakirkan mobilnya dekat rumah pohon .


" Kita sudah sampai ". Ucap Mia sambil melepaskan sabuk pengaman mobilnya dan langsung turun dari mobilnya .


Begitupun dengan Angga ia turun dari mobilnya sambil menggendong anaknya .


Angga takjub dengan pemandangan yang ada disana ia melihat ada danau dengan perahu kecil yang ada dipinggiran danau itu .


" Subhanallah , indah sekali ". Ucapnya yang terdengar Mia ,Mia hanya tersenyum melihat kearah suaminya .


" Iya indah sekali ,bahkan aku yang pertama kali melihat tempat ini sangat takjub , kamu tahu kamu orang yang pertama kali kamu bawa ketempat ini ". Ucapnya sambil menghampiri suaminya .


" Oh ya ". Ucapnya memastikan sambil melihat ke arah istrinya .


" Ya , sini biar aku yang gendong Rama ". Ucap Mia yang hendak menggendong Rama namun ketika Mia ingin menggendongnya Rama menangis seperti masih mau digendong ayahnya .


Oeek..oekk..oek..


" Mmm..dianya nangis , sudah gapapa biar aku saja yang menggendongnya ". Ujar Angga yang menenangkan anaknya .


" Mmm..ya sudah ". Sahutnya tersenyum .


Angga menaiki tangga yang ada dirumah pohon itu ia hendak membuka pintu rumah pohon itu namun pintunya dikunci gembok ,ia kebingungan . Dan Mia menghampiri suaminya .


" Kenapa ?". tanyanya .


" Pintu rumah pohonnya digembok jadi gak bisa masuk ". jawabnya .


" Ini kunci , ya sudah biar aku saja yang membukanya ". Ucapnya Mia tersenyum sambil membuka pintu .


" Nah..sudah ayo masuk ". sambungnya .


" Iya ". sahut Angga yang masuk ke rumah pohon itu .


Didalam rumah pohon itu banyak sekali debu ,maklumlah semenjak menikah Mia dan Angga tidak pernah kesini lagi .


" Sudah sini Rama biar aku gendong , kamu masuk saja ya kalau mau lihat-lihat , lagipula disini banyak debu sekalian aku dibawah nyiapin makan siang kita , kita piknik disini ". Ujarnya tersenyum .


" Iya ". Ucapnya tersenyum sambil menyerahkan Rama ke gendongan Mia .


" Cup..cup sayang jangan nangis ya , papa kamu nya mau lihat-lihat dulu nanti bisa main lagi kok sama papa ya nak ". Ucap Mia kepada anaknya yang masih bayi sambil mencium anaknya yang menggemaskan itu .


Angga yang melihat perilaku Mia terhadap anaknya ia hanya tersenyum .

__ADS_1


Angga melihat-lihat seisi rumah pohon itu ,sedangkan ia sedang menyiapkan makanan siang mereka yang mereka bawa tadi dimobil .


Mia menggelar tikar dibawah pohon . sambil masih menggendong Rama digendongannya .


" Semoga saja dengan aku membawanya kesini ia bisa ingat semuanya ".Ucapnya Mia tersenyum .


Angga melihat ada poto Mia disana dan dirinya dan ada juga poto wanita lain, yaitu Reva namun Angga tidak mengingatnya .


Angga menuruni tangga dirumah pohon itu menghampiri Mia yang sedang duduk diatas tikar yang ia gelar tadi .


Angga membawa poto-poto itu ,dan bertanya siapa wanita yang ada dipoto itu .


" Mia ". Panggilnya membuat Mia yang mendengarnya melihat kearahnya .


" Iya ada apa mas ?". Tanyanya Mia sambil menoleh kearah suaminya .


" Ini siapa ?". Tanyanya Angga sambil menyerahkan poto Reva ke tangan Mia dan Mia menerimanya .


Saat Mia melihat poto itu ia hanya bingung harus menjawab apa , apa ia harus jujur kepada suaminya kalau Reva juga bagian dari masalalunya , namun ia takut kalau suaminya kalau tahu ia akan mengingatnya terus mengejar-ngejar cintanya Reva lagi seperti dulu ,ia tidak mau hal itu terjadi .


" Hei ,kok diam saja ". Ucap Angga membuyarkan lamunan Mia .


" Eh, iya dia mantanmu ". Ucap Mia jujur lebih baik jujur daripada ia harus berbohong pasti juga nanti kalau ia bohong Angga bakalan tahu semuanya kalau ia ingat semuanya .


" Mantanku ,namanya ?". Tanyanya lagi .


" Reva ". jawab Mia .


" Reva ,Argh..Reva ". Ucap Angga yang langsung memegang kepalanya karena sakit setelah mendengar nama itu .


" Argh..".


" Argh...sakit ". Teriak Angga .


" Mas... kamu tenang mas ". Ucap Mia yang berusaha menenangkan Angga dengan cara memeluknya namun sebelum itu ia menidurkan Rama ditikar itu .


" Argh ...".


" Kamu harus tenang mas , aku disini mas ". Ucap Mia menenang suaminya yang masih memeluknya .


Kini setelah ada 15 menit berlalu Angga mulai tenang , dan Mia lega melihatnya .


Mia melepaskan pelukannya, dan menangkup wajahnya suaminya dengan kedua tangannya .


" Kamu kenapa mas ?". tanya Mia dengan raut wajah khawatir .


" gapapa, aku tadi hanya berusaha mengingat semuanya namun tetap saja tidak bisa alhasil kepalaku jadi sakit ". Ujarnya .


" Kamu gak boleh memaksakan diri kamu untuk bisa ingat semuanya, pelan-pelan saja mas , aku yakin kamu juga pasti akan ingat semuanya nanti ,jangan begitu lagi ya aku takut kamu kenapa-kenapa ". Ucap Mia yang begitu khawatir melihat kondisi suaminya tadi .


Angga hanya membalasnya dengan anggukan .


Mia hanya tersenyum melihat kearah suaminya .


" Ya sudah yuk, kita makan aku siapin dulu ya ". Ujarnya Mia dengan telatennya membuka bekalnya tadi ia memasak masakan itu pagi-pagi khusus untuk suaminya yaitu makanan favorit suaminya .


" nah ini makanannya dimakan ya ,ini makanan favorit kamu loh ayam goreng kecap , dan telur ceplok setengah mateng dan capcay ". Ucap Mia menyerahkan piring yang berisi makanan kepada Angga .

__ADS_1


Angga menerima makanan itu, dan langsung memakannya .


" Gimana enak ?". tanya Mia .


" Mmm..iya enak, aku seperti pernah makan makanan ini ". Jawab Angga disela-sela makannya .


" Ya jelas dong mas ,kamu pernah makan makanan itu karena kan kamu sering minta dimasakkin masakan itu sama aku dirumah ". Ujar Mia menjelaskan dan tersenyum ke arah Angga .


" Oh ya ".


" Iya ".


Angga berpikir apa mungkin Mia memang benar kalau dirinya adalah suaminya , namun dirinya masih belum yakin kalau ia belum ingat semuanya , meski memang sih masakan Mia enak sekali sampai-sampai ia nambah makannya , mungkin juga apa yang dikatakan Mia benar itu makanan favoritnya karena ia dirumah Khanza belum pernah makan seenak ini dan selahap ini .


" Kamu gak makan ?". Tanya Angga disela-sela makannya .


" Nanti saja setelah aku menyusui Rama mas ". Jawabnya Mia sambil menyusui anaknya didepan Angga .


" Bukan mulut kamu ". Ucap Angga .


" Untuk ap...mmm..".tanya Mia namun terpotong karena Angga menyuapi makanan kemulutnya sebelum Mia melanjutkan bicaranya .


Mia kaget atas perlakuan Angga terhadapnya namun ia juga tersenyum dengan tingkah laku yang dilakukan suaminya itu .


" Biar aku saja yang menyuapimu ,kamu fokus saja menyusui anakmu ". Ujar Angga sambil menyendokkan lagi makanannya dan mengarahkannya ke mulut Mia .


" Iya ,makasih ya ". Ucapnya tersenyum sambil mengunyah makanannya.


" Iya sama-sama ". Ucap Angga tersenyum .


Acara makan siangnya pun selesai, Mia hanya bisa tersenyum bahagia karena disuapi suaminya . ia bersyukur kepada Allah karena ia sudah dipertemukannya kembali dengan suaminya meski suaminya belum bisa mengingatnya ia harus bisa membuat suaminya mengingat kembali ingatannya sebelum ia menikah dengan Khanza karena ia tidak mau hal itu terjadi .


Angga yang kini sedang bermain-main dengan anaknya, dengan cara mengajaknya berbicara bayi itu tersenyum kepadanya .


Mia yang melihat pemandangan itu merasa bahagia ,akhirnya Rama bisa bertemu kembali dengan papanya .


Dilain tempat khanza yang sedang ada di rumah kediaman Brawijaya ia sedang menemui Adam , ia dan adam sedang berbicara soal Rudi yang sebenarnya Angga .


" Kamu gimana sih Za kenapa kamu membiarkannya tinggal dirumah istrinya ,kamu tahu itu cuma akan membuat dia nantinya akan mengingat semuanya ". Ucap Adam yang marah kepada Khanza .


" Aku harus gimana lagi dam, kalau aku tidak menurutinya itu cuma akan membuat dirinya semakin percaya kalau dirinya bukan Rudi ". sahut Khanza .


" Terus maksudmu kalau kamu membiarkannya tinggal disana , dia tidak akan mengingat semuanya gitu ? enggak Za bahkan itu otomatis akan membuatnya ingat semuanya Za kamu pernah berpikir sampai situ gak sih ". Ucap Adam yang marah dan kesal .


" Kamu tenang saja dam ,dokter yang menanganinya pernah bilang kepadaku hilang ingatannya itu permanen jadi peluang bagi dirinya untuk mengingat semuanya itu kecil dam , jadi otomatis ia akan kesusahan untuk mengingat kembali apa yang pernah ia alami dulu ". Ucapnya tersenyum .


" Bagus, kalau itu memang benar kenyataanya , tapi aku yakin Mia tidak akan diam begitu saja melihat kondisi suaminya begitu apalagi ia sangat percaya sekali kalau dia benar-benar Angga suaminya ". Ucap Adam sambil berdiri dari duduknya .


" Terus apa yang harus kita lakukan ?". Tanya Khanza sambil berdiri dari duduknya dan menghampiri Adam .


" Tenang saja aku punya rencana ". Ucapnya .


" Apa itu? ". Tanya Khanza ya penasaran .


Adam membisikan rencananya kepada Khanza ...


" Bagus juga rencanamu ". Ucap Khanza tersenyum .

__ADS_1


" Iya dong pastinya, kita lihat saja nanti ". Ucapnya Adam tersenyum licik .


. . . . .


__ADS_2