
Pagi hari dirumah kediaman keluarga Julian, Angga yang masih marahan dengan Khanza ia langsung berangkat kerja tanpa sarapan pagi .
" Pagi pah ". Ucap Angga yang kini duduk dimeja makan sambil meminum kopi .
" Pagi Rudi ". Ucap Julian tersenyum .
" Loh sendirian saja ,Khanza mana ?". Tanta Julian .
" Emmh... Khanza masih dikamarnya pah ". Ucap Angga sambil menyeruput kopinya .
Ketika Khanza menghampiri mereka tiba-tiba berdua , Angga langsung berdiri dan pamit buru-buru pergi kekantor .
" Emhh.. Pah aku ke kantor duluan ya , ada pekerjaan yang harus kerjakan pagi ini ". Ucap Angga yang langsung menyalimi mertuanya itu .
Tanpa menyapa Khanza ataupun berbicara dengannya .
" Loh kamu gak sarapan dulu ?". Tanya Julian yang merasa heran kepada Angga yang tumben-tumben bersikap aneh .
" Gak pah, aku buru-buru , Assalamualaikum ". Ucap Angga lalu pergi .
Julian yang melihat kepergian Angga benar-benar merasa ada yang aneh lalu Julian pun menanyakannya kepada putrinya .
" Zha , Dia kenapa , kenapa dia seakan-akan menghindari kamu ?". Tanya Julian .
" Dia marah padaku pah ". Ucap Khanza sambil mengoleskan selai coklat ke roti .
" Apa , dia marah , kok bisa ?". Tanya Julian yang penasaran .
" Kemarin dia pergi ke rumah Mia karena ingin bertemu dengan anaknya Rama pah, katanya sih gak tau kenapa ia ingin main saja gitu sama Rama , terus pake ada adegan romantis gitu lagi kan aku jadi cemburu dan eh
...repleks deh nampar cewek ****** itu ". Ucap Khanza yang kini sudah duduk sambil memakan roti itu .
__ADS_1
" Zha .. papa pikir sih dia kayanya sudah mulai ingat deh dia siapa ". Ucapan Julian membuat Khanza yang sedang makan roti jadi tersedak .
Uhukk..uhukk..
" Ini minum ,Zha minum ". Ucap Julian yang panik melihat anaknya tersedak makanan .
Lalu Khanza pun langsung meminum air yang diberikan papanya .
Setelah semua sudah baik-baik saja Khanza melanjutkan bicaranya tadi sama papanya .
" Gak mungkin pah, kalau dia memang sudah ingat ,mungkin saja dia akan marah sama kita semua dan meninggalkan keluarga ini dan pergi ke keluarganya yang asli ". Ucap Khanza mengelak .
" Papa pun gak tahu nak, tapi papa sih merasa begitu nak ". Ucapnya .
" Mungkin cuma perasaan papa saja, mungkin naluri seorang ayahnya Angga mulai terasa terhadap Rama , karena Angga sendiri yang bilang ia nyaman sama Rama ketika ia tinggal disana , aku juga gak tega pah kalau melarang Angga dekat dengan anaknya sendiri , aku gak ingin terlalu egois , aku hanya ingin Angga tetap bersamaku disini walaupun ia belum sepenuhnya percaya padaku ". Ucap Khanza .
" Tapi Zha kalau kamu membiarkan Angga terus-terusan dekat dengan keluarganya itu akan membuat ia secara perlahan mengingat semuanya Zha , apa kamu ingin ia mengingat semuanya Zha ". Ucap Julian memperingati Khanza .
" Ya sudahlah keputusan semuanya ada dikamu nak, pilihlah keputusan yang tepat yang akan membuatmu senang ". Ucap Julian lalu berdiri berniat untuk pergi kekantor .
" Papa berangkat ke kantor ya ". Ucap Julian lalu pergi meninggalkan Khanza diruang makan itu .
" Iya pah hati-hati ya dijalannya ".Ucap Khanza tersenyum .
" Iya sayang ". Sahut Julian .
Kini Khanza sedang melamunkan ucapan ayahnya barusan .
Sedangkan Angga yang sedang ada dikantor ia, menyuruh Reva sekertarisnya untuk mencari dokumen yang ia butuhkan ,yaitu file dimana perusahaan Julian dan Adam bekerja sama .
" Ini pak file yang bapak inginkan ". Ucap Reva menyerahkan file itu kepada Angga lalu Angga menerimanya .
__ADS_1
" Terimakasih ". Ucap Angga .
" Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu pak ,oh ya ini ada undangan pernikahan untuk bapak dari Jessy putri dari keluarga Dhiningrat ". Ucap Reva meletakan undangan itu .
" Dhiningrat , Jessy ". Gumam Angga yang terdengar oleh Reva .
" Iya pak Jessy itu adik sepupu dari Angga ". Ucap Reva menjelaskan .
" Oh ya terus kenapa undangan ini untuk saya , saya kan bukan Angga ". Ucap Angga dingin pura-pura gak kenal Jessy .
" Meski bapak bukan Angga, katanya ini undangan tetap untuk anda pak, disana tertera nama anda pak Rudi ". Ucap Reva .
" Oh ya juga ". Batin Angga .
" Oh , Oke ya sudah kamu boleh pergi ". Ucap Angga dengan tetap gaya so dinginya .
" Oke pak saya permisi ". Ucap Reva .
Lalu Reva pun pergi meninggalkan ruangan itu .
" Hadeh..". Keluh Angga yang pusing memikirkan undangan itu , antara ia memikirkan untuk datang apa enggak .
" Kalau , gua datang pasti semua keluarga gua nyangkanya gua beneran Angga lagi, tapu kan itu gak boleh terjadi dulu sebelum rencana balas dendam gua tercapai ". Batin Angga .
Lalu Angga pun melanjutkan rencananya tadi yang sempat tertunda karena memikirkan undangan itu .
" Gua harus cepat-cepat melakukan rencana gua, karena gua mau cepat-cepat kembali menjadi Angga dan kembali sama Mia dan juga Rama ". Batin Angga .
Angga fokus sekali mempelajari file itu .
Sesekali Angga tersenyum licik saat membaca file itu .
__ADS_1
. . . . . . .