Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
51. Rencana part 4


__ADS_3

Pagi hari dirumah kediaman keluarga Julian, Angga yang masih marahan dengan Khanza ia langsung berangkat kerja tanpa sarapan pagi .


" Pagi pah ". Ucap Angga yang kini duduk dimeja makan sambil meminum kopi .


" Pagi Rudi ". Ucap Julian tersenyum .


" Loh sendirian saja ,Khanza mana ?". Tanta Julian .


" Emmh... Khanza masih dikamarnya pah ". Ucap Angga sambil menyeruput kopinya .


Ketika Khanza menghampiri mereka tiba-tiba berdua , Angga langsung berdiri dan pamit buru-buru pergi kekantor .


" Emhh.. Pah aku ke kantor duluan ya , ada pekerjaan yang harus kerjakan pagi ini ". Ucap Angga yang langsung menyalimi mertuanya itu .


Tanpa menyapa Khanza ataupun berbicara dengannya .


" Loh kamu gak sarapan dulu ?". Tanya Julian yang merasa heran kepada Angga yang tumben-tumben bersikap aneh .


" Gak pah, aku buru-buru , Assalamualaikum ". Ucap Angga lalu pergi .


Julian yang melihat kepergian Angga benar-benar merasa ada yang aneh lalu Julian pun menanyakannya kepada putrinya .


" Zha , Dia kenapa , kenapa dia seakan-akan menghindari kamu ?". Tanya Julian .


" Dia marah padaku pah ". Ucap Khanza sambil mengoleskan selai coklat ke roti .


" Apa , dia marah , kok bisa ?". Tanya Julian yang penasaran .


" Kemarin dia pergi ke rumah Mia karena ingin bertemu dengan anaknya Rama pah, katanya sih gak tau kenapa ia ingin main saja gitu sama Rama , terus pake ada adegan romantis gitu lagi kan aku jadi cemburu dan eh


...repleks deh nampar cewek ****** itu ". Ucap Khanza yang kini sudah duduk sambil memakan roti itu .

__ADS_1


" Zha .. papa pikir sih dia kayanya sudah mulai ingat deh dia siapa ". Ucapan Julian membuat Khanza yang sedang makan roti jadi tersedak .


Uhukk..uhukk..


" Ini minum ,Zha minum ". Ucap Julian yang panik melihat anaknya tersedak makanan .


Lalu Khanza pun langsung meminum air yang diberikan papanya .


Setelah semua sudah baik-baik saja Khanza melanjutkan bicaranya tadi sama papanya .


" Gak mungkin pah, kalau dia memang sudah ingat ,mungkin saja dia akan marah sama kita semua dan meninggalkan keluarga ini dan pergi ke keluarganya yang asli ". Ucap Khanza mengelak .


" Papa pun gak tahu nak, tapi papa sih merasa begitu nak ". Ucapnya .


" Mungkin cuma perasaan papa saja, mungkin naluri seorang ayahnya Angga mulai terasa terhadap Rama , karena Angga sendiri yang bilang ia nyaman sama Rama ketika ia tinggal disana , aku juga gak tega pah kalau melarang Angga dekat dengan anaknya sendiri , aku gak ingin terlalu egois , aku hanya ingin Angga tetap bersamaku disini walaupun ia belum sepenuhnya percaya padaku ". Ucap Khanza .


" Tapi Zha kalau kamu membiarkan Angga terus-terusan dekat dengan keluarganya itu akan membuat ia secara perlahan mengingat semuanya Zha , apa kamu ingin ia mengingat semuanya Zha ". Ucap Julian memperingati Khanza .


" Ya sudahlah keputusan semuanya ada dikamu nak, pilihlah keputusan yang tepat yang akan membuatmu senang ". Ucap Julian lalu berdiri berniat untuk pergi kekantor .


" Papa berangkat ke kantor ya ". Ucap Julian lalu pergi meninggalkan Khanza diruang makan itu .


" Iya pah hati-hati ya dijalannya ".Ucap Khanza tersenyum .


" Iya sayang ". Sahut Julian .


Kini Khanza sedang melamunkan ucapan ayahnya barusan .


Sedangkan Angga yang sedang ada dikantor ia, menyuruh Reva sekertarisnya untuk mencari dokumen yang ia butuhkan ,yaitu file dimana perusahaan Julian dan Adam bekerja sama .


" Ini pak file yang bapak inginkan ". Ucap Reva menyerahkan file itu kepada Angga lalu Angga menerimanya .

__ADS_1


" Terimakasih ". Ucap Angga .


" Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu pak ,oh ya ini ada undangan pernikahan untuk bapak dari Jessy putri dari keluarga Dhiningrat ". Ucap Reva meletakan undangan itu .


" Dhiningrat , Jessy ". Gumam Angga yang terdengar oleh Reva .


" Iya pak Jessy itu adik sepupu dari Angga ". Ucap Reva menjelaskan .


" Oh ya terus kenapa undangan ini untuk saya , saya kan bukan Angga ". Ucap Angga dingin pura-pura gak kenal Jessy .


" Meski bapak bukan Angga, katanya ini undangan tetap untuk anda pak, disana tertera nama anda pak Rudi ". Ucap Reva .


" Oh ya juga ". Batin Angga .


" Oh , Oke ya sudah kamu boleh pergi ". Ucap Angga dengan tetap gaya so dinginya .


" Oke pak saya permisi ". Ucap Reva .


Lalu Reva pun pergi meninggalkan ruangan itu .


" Hadeh..". Keluh Angga yang pusing memikirkan undangan itu , antara ia memikirkan untuk datang apa enggak .


" Kalau , gua datang pasti semua keluarga gua nyangkanya gua beneran Angga lagi, tapu kan itu gak boleh terjadi dulu sebelum rencana balas dendam gua tercapai ". Batin Angga .


Lalu Angga pun melanjutkan rencananya tadi yang sempat tertunda karena memikirkan undangan itu .


" Gua harus cepat-cepat melakukan rencana gua, karena gua mau cepat-cepat kembali menjadi Angga dan kembali sama Mia dan juga Rama ". Batin Angga .


Angga fokus sekali mempelajari file itu .


Sesekali Angga tersenyum licik saat membaca file itu .

__ADS_1


. . . . . . .


__ADS_2