
Angga kini duduk berdiam diri dipinggiran pantai menikmati indahnya panorama pantai .
dan melupakan kejadian tadi dikamar hotel bersama Khanza .
" Aghh... pasti dia marah tuh karena gua menolaknya , ah bodo amat siapa suruh dia mau menikah sama gua yang jelas-jelas ia tahu sendiri kalau gua bukan Rudi tapi Angga, dari awal sih gua percaya sama dia namun tuhan berkehendak lain atas izinnya gua bisa ingat kembali sebelum terlambat gua terjerumus jebakannya ". Batin Angga .
Namun saat Angga melamun tiba-tiba ada 2 orang pengawal Khanza yang menemukan keberadaanya ketika itu pula Angga kaget melihatnya .
" Njirr... ngapain ini orang ada disini lagi ". Batin Angga kaget .
" Tuan , tuan harus segera kembali ke hotel karena nyonya Khanza menunggu tuan ".Ucap pengawal itu.
" Tapi gu.. eh saya lagi ingin sendiri ". Ucap Angga yang hampir saja bicara kasar .
" Tapi nyonya menyuruh saya, membawa tuan kehadapannya ". Ucap pengawal yang bertubuh besar itu .
" Iya, iya saya kesana ". Ucap Angga yang sedikit kesal karena dipaksa seperti itu .
" Baik tuan ". Ucap Pengawal itu .
Angga berdiri berjalan kehotel itu kebetulan jaraknya yang tidak jauh juga dari hotel jadi ia berjalan kaki .
" Gila ini mah gua malah dikendaliin sama cewek , dimana harga diri lo Ga ". Batinnya mengerutuk dirinya sendiri .
Setelah mereka bertiga sampai didepan pintu,Angga memasuki kamar itu dengan ragu-ragu ,sedangkan pengawal itu hanya berdiam diri didepan pintu itu .
" Anjirr ... gimana kalau didalam sana si Khanza macam-macam sama gua kaya tadi, lah kok ini kebalikan ya seharusnya kan cewek yang takut diginiin lah ini malah gua ... njirr apes bener hidup gua ". Batinnya menggerutu .
" Zha ". Ucap Angga yang sambil membuka pintu kamar hotel itu , Angga melihat Khanza sudah berpakaian rapih duduk diranjangnya .
__ADS_1
Dengan koper milik dirinya dan khanza sudah ada disamping khanza .
" Oh kamu sudah kembali, ayo kita pulang ". Ucap Khanza yang berdiri langsung menghampiri Angga .
" Pulang ". Ucap Angga keheranan .
" Iya kita pulang, percuma juga kan kita kesini liburan Honeymoon juga gagal, tapi ingat Rudi aku gak akan menyerah untuk mendapatkan cintamu lagi seperti dulu ". Ucap Khanza tersenyum ditelinga suaminya itu .
" Masih saja ia tidak mau jujur padaku kalau aku ini Angga bukan Rudi , dasar wanita licik sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintamu Khanza ". Batin Angga .
Setelah itu mereka berdua menaiki pesawat menuju indonesia ,pulang ketanah air .
didalam pesawat itu Khanza hanya berdiam diri saja, mendiami Angga , Angga yang melihat Khanza bersikap seperti agak takut, gimana kalau Khanza yang terus-terusan marah kepadanya akan membuat dirinya susah untuk balas dendam kepada Adam .
Karena ia akan memanfaatkan, Khanza untuk menghancurkan Adam .
Khanza terus mendiamkan Angga sampai mereka pun sudah sampai rumah .
Setelah mereka kini ada dikamar itu, Angga langsung menuju kamar mandinya karena ia ingin mandi , ia menyalakan shower membasahi dirinya dibawah air yang mengalir .
" Sial, kalau dia sebegitu marahnya sama gua, gimana caranya coba gua, mengendalikan dirinya ". Batin Angga mengguruti .
Setelah Angga selesai mandi ia melihat Khanza tidak ada dikamarnya . lalu ia mencari-carinya keluar kamar , namun sebelum itu ia memakai pakaian piyamanya .
Angga hendak berteriak memanggil namanya namun ia urungkan karena Angga sudah melihatnya di bawah, ada Khanza bersama Ayahnya dan juga Adam .
" Adam ngapain dia ada disini ". Batinnya .
" Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu , aku harus mendengarkannya ". Batinnya Angga , lalu Angga menuruni tangga itu dengan perlahan, supaya tidak ketahuan bahwa dirinya sedang menguping pembicaraan mereka .
__ADS_1
" Hahaha... gimana nih Zha kamu sudah mendapatkan Angga seutuhnya bukan, gimana bulan madunya kok cepet banget pulangnya bukannya kamu bilang kamu akan seminggu disana ?". Tanya Adam sambil tertawa .
" Ck..gua benci tawa itu ". Batin Angga menggurutu .
" Itu masalahnya Adam, aku tidak bisa bulan madu dengannya karena dia menolakku ". Ucap Khanza yang kesal .
" Loh.. masa sih anak cantik papa ditolak ". Ucap Julian kepada putri kesayangannya itu .
" Iya itu kenyataannya, dia menolakku ". Ucap Khanza cemberut .
" Kamu harus sabar menghadapinya Zha , kamu gak mau kan kehilangan Angga ". Ucap Adam tersenyum .
" Apa yang dikatakan Adam benar Zha , kamu harus sabar menghadapinya, karena ini pilihanmu juga kan ingin menikah dengannya ". Ucap Julian tersenyum .
" Iya itu pasti pah dam aku akan sabar menghadapinya, aku gak mau kehilangannya pah , aku gak mau ia kembali bersama keluarganya , apalagi sama anak istrinya itu ". Ucap Khanza sambil tersenyum .
" Bagus Zha , dengan begitu aku akan gampang mendekati Mia dan mendapatkannya tanpa penghala ". Batin Adam tersenyum licik ke arah Khanza .
" Iya Zha semangat ya menghadapinya aku yakin dia kan luluh secara perlahan olehmu ". Ucap Adam menyemangati .
" Iya sayang semangat ya ". Ucap Julian .
" Iya pah dam , terimakasih kalian sudah mau menyemangati aku ". Ucap Khanza tersenyum .
" Iya sama-sama sayang ". Ucap Julian sambil memeluk anaknya itu .
" Iya sama-sama Zha ". Ucap Adam tersenyum .
" Itu tidak akan terjadi Khanza, karena aku tidak akan pernah mencintai wanita licik sepertimu ". Batin Angga .
__ADS_1
Lalu Angga kembali ke kamarnya tanpa ketahuan oleh mereka semua .
. . . . . .