Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
87. Ingin Bersamamu


__ADS_3

Diruang tamu dirumah Angga kini terjadi pertengkaran antara Mia dan juga Julian ,


" Gak ". Bantahnya Mia yang kesal mendengar keputusan dari Julian .


" Saya gak akan izinkan suaminya saya bertemu dengan anak bapak lagi, sudah cukup saya merasakan sakit hati melihat suami saya sendiri bersama wanita lain, apalagi yang anak bapak lakukan dulu terhadapnya itu sudah benar-benar keterlaluan , ia memisahkan suami saya dari saya istri sahnya dan juga anaknya ". Ucap Mia yang kesal sekaligus marah terhadap Julian yang meminta permintaan yang gak akan pernah mungkin Mia bisa kabulkan .


Apalagi hal ini menyangkut suaminya ,yang harus bertemu dengan mantan istrinya itu, tepatnya mantan madunya Mia yang selalu membuat Mia cemburu dikala Khanza selalu saja mendekati Angga suaminya didepannya .


" Tapi saya mohon ini hanya untuk membuatnya cepat sadar, karena dia terus-menerus memanggil nama suamimu Mia , jadi saya mohon hanya untuk kali ini saja biarkan saya membawa Angga untuk menemui anak saya , karena mungkin kalau Angga menemuinya Khanza akan cepat sadar ". Ucap Julian memohon .


" Teori macam apa itu, kalau dia belum sadar itu bukan urusan suami saya dan saya , lagipula ya nanti juga dia akan sadar sendiri, jadi jangan harap saya mengizinkan suami saya ikut dengan anda ". Ucap Mia yang masih menolak permohonan dari Julian .


Angga yang dari tadi hanya diam saja ,ia pun merasa bimbang , ia pun mendengar cerita kondisi Khanza yang sekarang seperti itu pun merasa kasihan/iba .


Akan tetapi yang dikatakan Mia barusan ada benarnya ia gak punya urusan apapun lagi dengan Khanza ,antara dirinya dan Khanza itu sudah selesai lagi dia bukan suaminya lagi kan yang sekarang yang menjadi suaminya itu Adam bukan dirinya .


" Yang dikatakan istri saya benar pak, Khanza bukan urusan saya lagi kan ada suaminya Adam, bisa saja kan Khanza bisa sadar karenanya bukan karena saya saja ". Timpal Angga yang kini angkat bicara .


" Tapi dia hanya memanggil namamu bukan nama Adam, yang ia cari buka Adam tapi kamu Angga , biarkan saya menjelaskan sesuatu padamu ". Ucap Julian .


" Menjelaskan apa ? apalagi yang harus dijelaskan pak Julian ". Tanya Angga .


" Lihatlah ini ". Ucap Julian sambil menyerahkan poto Khanza dulu bersama Rudi .


" Ini , apa-apaan ini pak Julian, saya merasa gak pernah berpoto dengannya , jadi mana mungkin saya begitu akrab sekali dengan Khanza dipoto ini ". Ujarnya Angga yang keheranan melihat poto yang dikasih Julian padanya .


" Dipoto itu memang bukan kamu Angga, tapi dia adalah Rudi, mantan tunangan dari Khanza yang meninggal karena kecelakaan ". Ucapnya Julian membuat Angga terkejut begitupun dengan Mia yang melihat poto itu yang dijatuh Angga karena kaget .


Memang selama ini Angga tidak mengetahui wajah dari mantan tunangan dari Khanza itu seperti apa karena ia tak pernah menemukan apapun tentang Rudi, karena Khanza menutupi tentang Rudi bagaimana Rudi wajahnya Angga gak pernah tahu , dan setiap kali Angga mau melihat poto Rudi Khanza tak pernah mengizinkannya .


" Jadi dia ini beneran Rudi ,tapi kenapa mirip sekali denganku ". Ujar Angga .


" Iya ,dipoto itu adalah Rudi yang dulunya calon menantu saya maka dari itu, Angga pertama kali saya dan Khanza menemukan kamu dipinggiran laut dipulau pribadi saya , saya terkejut sekali wajah kamu mirip sekali dengan Rudi, maka dari itu Khanza membawamu kerumah sakit ia seperti menemukan sesosok Rudi yang menurutnya kembali dalam kehidupannya ". Ujar Julian .


" Khanza terpuruk sekali saat mengetahui bahwa calon suaminya meninggal karena kecelakaan, dia hampir depresi saat kehilangan Rudi namun saat kamu datang dalam kehidupan Khanza, Khanza menjadi lebih semangat untuk hidup karena ada kamu pengganti Rudi kekasihnya dulu ". Ucapnya Julian .


" Jadi saya mohon datanglah untuknya meski hanya sebentar, setelah itu saya janji akan memastikan Khanza tak akan mengganggu kehidupan rumah tangga kalian lagi ". Ujarnya .


" Mungkin saja ,kalau kamu menemuinya dia akan sadar Angga , anggap saja ini tanda kamu membayar hutang budi kamu karena dulu Khanza pernah menolongmu Angga ". Ucap Julian .


Angga yang mendengar kata-kata dari Julian pun hanya terdiam ,


" Apa yang dikatakannya itu memang benar, aku berhutang budi pada Khanza ". Batinnya sambil melihat kearah Julian .


" Jadi gimana Angga mau kan kamu ikut dengan saya untuk bertemu Khanza ". Ucapnya Julian namun Mia menentang perkataan Julian dan langsung memegang tangan suaminya itu .


" Jangan , kamu jangan pergi mas, kamu gak ingat apa , apa yang dilakukan Khanza pada kamu ". Ucap Mia melihat kearah suaminya .


Kini Angga yang melihat tatapan dari istrinya itu menjadi bimbang dia bingung harus milih apa , kalau ia pilih ikut nanti istrinya yang terluka hatinya , kalau ia tak ikut ia merasa orang yang tak tahu diri tak tahu terima kasih karena bagaimana pun Khanza pernah menyelamatkan hidupnya .


" Maafkan saya pak saya gak bisa datang, jadi silahkan pergi dari rumah saya ". Ucap Angga dengan berat hati mengatakan hal itu .


" Coba pikirkan baik-baik Angga, cuma kamu yang bisa bantu Khanza ". Ucap Julian yang tak menyerah dengan tekad nya .


" Suami saya sudah bilang di gak bisa , gak usah dipaksa pak , jadi silahkan anda pergi ". Ucap Mia .


" Syukurlah mas Angga lebih memilih tidak datang untuk menemui Khanza ". Batin Mia sambil melirik suaminya .


" Baik ,baik saya akan pergi tapi ingat Angga , kamu akan menyesal karena gak mau membantu orang yang telah menyelamatkan nyawamu , dasar tak tahu berterima kasih ". Ucap Julian lalu berdiri dari duduknya dengan nada kecewa dan kesal sambil membenarkan jas bajunya .


" Permisi ". Ucap Julian berjalan dengan rasa kecewa sekaligus kesal keluar dari rumah Angga dan Mia .


" Ingat Angga kamu akan menyesal ". Ucap Julian lalu masuk kedalam mobilnya .


Kini Angga langsung masuk kedalam kamarnya dan duduk disofa kamarnya , Mia yang menyusulnya kekamar kini menghampiri suaminya itu ,


" Mas ". Ucap Mia memegang bahu Angga .


" Ya ". Sahutnya sambil menghela nafasnya .


" Kamu kenapa ? pasti masih teringat kata-kata pak Julian ya ". Ucap Mia sambil duduk disamping Angga .


" Gapapa kok, aku mandi duluan ya ". Ucap Angga meninggalkan Mia disofa sana ,


Angga menyalakan shower kamar mandinya dan mengguyurkan dirinya dibawah shower itu ,


" Ya Allah kenapa diriku ini, kenapa aku merasa bingung, apa aku terlalu jahat bila aku tak menemuinya, bagaimanapun dia begitu baik padaku dulu, ia rela melakukan apapun untukku dulu ". Gumamnya .


" Tapi tindakannya itu salah, ia telah memisahkan aku dengan istri dan anakku padahal ia tahu kalau aku ini sudah beristri dan beranak ". Ucap Angga memukul tembok kamar mandi sambil dirinya diguyur air shower .


" Ya Allah jujur akupun tak ingin menjadi orang yang tak tahu diri tak tahu terima kasih , sekarang orang yang menolongku dulu minta bantuanku, padahal ia hanya ingin bertemu denganku gak lebih , tapi aku gak bisa memenuhi permintaannya karena disisi lain ada istriku yang tak menyetujui aku untuk bertemu dengannya ". Gumam Angga menundukan kepalanya sambil kedua tangannya bertumpu pada dinding kamar mandi .


Diluar kamar mandi itu, kini Mia hanya melamunkan sikap suaminya itu .


ia tahu sekali Angga pasti sedang memikirkan hal apa yang dikatakan Julian waktu tadi .


" Kenapa sih disaat mas Angga dan aku ingin memulai hidup tenang ,pasti ada saja orang yang ingin mengganggu kehidupan tenang kami ". Batinnya menggerutu .

__ADS_1


" Mas ". Ucapnya Mia sambil melirik kearah pintu kamar mandi kamarnya .


. . . . . . .


Khanza yang ada ditempat asing dan tak tahu itu tempat apa , ia berkeliling ditempat itu tak menemukan apapun disana hanya ada taman yang cantik disana .


Namun saat Khanza melihat bunga-bungan diantara taman itu dirinya seseorang menghampirinya ,


Khanza melihat, seseorang itu ia berpakaian putih wajahnya begitu familiar bagi Khanza ,


dan ia begitu terkejut ternyata orang itu adalah orang yang ia kenal .


" Mas Rudi ". Ucap Khanza tersenyum sedih sekaligus senang karena ia bisa bertemu lagi dengan Rudi sosok pria yang amat ia rindukan .


" Iya ini aku ". Ucap Rudi sambil tersenyum lalu memegang kedua tangan Khanza , Rudi memang mirip sekali dengan Angga mereka seperti orang yang sama bedanya Rudi selalu memakai kacamata minusnya kalau kemana-mana sedangkan Angga tidak .


Angga dan Rudi seperti orang kembar ,Rudi Duplicatenya Angga .


" Mas, jangan tinggalkan aku ya , jangan tinggalin aku mas , aku ingin kamu tetap ada disini bersamaku ". Ucapnya Khanza memohon .


" Gak bisa Zha , dunia kita sudah berbeda , kamu harus bangun dari mimpimu , kamu bangun Zha , karena ada seseorang yang menunggumu didunia sana ". Ucap Rudi menunjuk orang itu .


Terlihat dibalik cahaya putih ada sesosok pria jangkung yang mirip sekali dengan Rudi .


" Dia menunggumu Zha ,pergilah ". Ucap Rudi tersenyum .


" Gak aku mau disini bersamamu , bersamamu ". Ucap Khanza yang mulai menangis lalu Rudi melepaskan genggaman tangannya dan menghilang dari hadapan Khanza .


" Gak, gak jangan pergi ". Jerit Khanza .


" Jangan pergi ". Teriaknya sambil menangis .


Tiba-tiba Khanza membuka matanya, ia melihat sekeliling tempat itu dan ia melihat sesosok pria yang ia inginkan tak pergi lagi dari hidupnya .


ia langsung bangun dari tidurnya lalu langsung memeluknya .


Dan pria itu adalah Angga bukan Rudi .


Angga yang dikejutkan oleh pelukan Khanza yang tiba-tiba .


" Jangan tinggalkan aku lagi, aku mohon ". Ucapnya Khanza sambil menangis .


Mia yang melihat adegan hal itu ingin sekali menghampiri mereka berdua . namun tangannya dipegang oleh Julian .


Mia sejujurnya tak ingin suaminya datang kesini akan tetapi tadi dirumah .


. . . . . . .


" Ayo ,kita kerumah sakit menemuinya , lagipula kita kesana cuma menemuinyakan gak lebih ". Ujar Mia langsung bangkit dari duduknya di ranjang mereka .


Angga langsung melihat kearah Mia yang kini sedang mengganti pakaian piyama nya dengan baju luaran, Mia mengganti pakaiannya di tempat lemari pakaian baju mereka simpan .


" Tapi , bagaimana denganmu , gapapa kok kita gak datang juga kesana lagipula ini sudah malam, gak ada yang jaga Rama ". Ucapnya Angga .


" Gapapa, gimana kamu terus-terusan melamun gitu kok kaya punya beban, sudahlah ayo kita berangkat , Rama kita bawa saja ". Ucap Mia langsung menggendong Rama yang terlelap tidur digendongannya .


Angga pun langsung menghampiri Mia, dan langsung memeluknya .


" Makasih ya sudah mau, mengerti diriku ". Ucapnya .


" Iya, sudahlah kita pergi kesana , gih ..siap-siap kamu , aku tunggu dibawah ". Ucap Mia meninggalkan Angga dikamarnya .


Jujur Mia berat banget untuk melakukan hal ini, namun apa daya ia tak tega melihat suaminya punya rasa bersalah seperti itu .


. . . . . . .


" Jangan tinggalkan aku lagi ya mas Rudi ". Ucapnya tersenyum senang bisa memeluk Rudi yang disangkanya Khanza namun padahal ia tengah memeluk suami orang lain .


Angga yang kebingungan, karena ia harus berbuat apa ia pun melihat kearah Mia yang kini tangannya sedang dipegang oleh Julian ,


Disana ia melihat mata Mia dengan tatapan rasa kecewa, marah, kesal .


ia pun mengerti sekali kalau Mia seperti itu ,karena ia melihat suaminya tengah dipeluk oleh wanita lain .


" Maafkan aku Mia ". Batinnya merasa bersalah kearah Mia .


" Jangan tinggalkan aku mas, aku mohon ". Ucap Khanza .


" Lepas , ini sudah keterlaluan, dia suami saya pak ". Gerutunya pada Julian .


" Biarkanlah seperti itu dulu, saya mohon , biarkan putri saya merasa tenang dulu Mia ". Ucap Julian .


" Tapi, saya gak bisa lihat suami saya dipeluk oleh wanita lain, apalagi sama putri anda ". ucap Mia dengan nada kesalnya .


Mia menatap kearah Angga dengan tatapan penuh kecemburuan .


Kini Angga dikeliling rasa bersalah .

__ADS_1


Pada istrinya maupun pada Khanza .


Tiba-tiba Adam datang kerumah sakit itu dengan polisi dibelakangnya , dan melihat adegan Khanza memeluk Angga pun merasakan hati yang panas ...


Adam menggepalkan tangannya karena terbawa emosi melihat apa yang ia lihat sekarang , ia pun langsung menghampiri Angga dan memukulnya ,


BUGHHH...


Satu pukulan Adam daratkan pada wajah tampan milik Angga,


" Uhukkh...". Angga langsung terjatuh kelantai sambil batuk mengeluarkan darah dari mulutnya .


Mia dan Khanza yang melihat hal itu pun langsung menghampiri Angga .


" Mas Angga ". Jerit Mia langsung menghempaskan pegangan dari Julian dan langsung berdiri menghampiri suaminya itu .


" Mas ". Ucap Mia yang panik melihat suaminya yang berdarah .


Khanza pun yang menghampiri Angga pun ia urungkan , ia baru ingat yang didepannya ini adalah Angga bukan Rudi .


Adam pun langsung menghampiri Angga namun ditahan oleh Khanza ,


" Lo gak puas hah ,sudah merebut Mia dari gua terus sekarang istri gua pun lo mau rebut gitu hah..". Bentak Adam yang kesal .


" Sudah Dam sudah cukup, dia gak salah aku yang salah ". Ucap Khanza yang merasa panik .


" Diam kamu, aku dipenjara tapi kamu malah berpelukan sama laki-laki lain gitu hah.. ". Bentak Adam .


" Maafkan aku Adam , aku hanya ". Ucap Khanza ketakutan .


" Hanya apa hah ". Bentak Adam yang tersulut emosi hampir menampar Khanza namun dicegah oleh Angga .


" Jangan pukul istrimu, dia gak salah ". Ucap Angga .


" Mas ". Ucap Mia yang kesal karena melihat suaminya itu membela Khanza yang jelas-jelas salah memeluknya didepan mata kepala Adam sendiri dan juga Mia .


Adam semakin emosi saat melihat wajah Angga .


dan saat ia hendak ingin menghajar Angga lagi , polisi pun langsung membawa Adam lagi ke sel , karena ia sudah membuat kerusuhan dirumah sakit .


" Akan gua pastikan lo , menderita Angga , ingat itu ". Teriaknya Adam yang dibawa polisi .


" Mas kamu gapapa kan ". Tanya Mia .


" Aku gapapa ". Sahut Angga tersenyum .


" Ayo kita obati dulu luka kamu ". Ujar Mia , Angga pun hanya menganggukan kepalanya tanda iya .


" Mas Angga ". Panggil Khanza .


Angga pun langsung menoleh kearah Khanza .


" Ya ". Ucap Angga .


" Maafkan aku ya , gara-gara aku mas jadi gini ". Ucap Khanza merasa bersalah .


" Iya gapapa kok ". Ucap Angga tersenyum .


" Aku permisi ya ". Ucap Angga .


" Iya , makasih sudah membelaku tadi ". Ucapnya .


" Iya sama-sama ". Ucap Angga tersenyum .


Mia yang melihat suaminya mengobrol dengan Khanza pun menjadi panas hawanya , ia pun langsung menarik tangan suaminya untuk keluar dari ruangan itu .


" Ayo mas kita pulang ". Ucapnya .


Sebelum itu Mia langsung mengambil Rama dari gendongan Mita .


" Makasih ya bu , sudah mau menjaga anak saya tadi ". Ucap Mia tersenyum .


" Iya sama-sama ". Sahut Mita tersenyum .


" Jadi ini wanita yang selama ini Adam sukai, pantas saja Adam suka padanya sampai-sampai ia rela berkorban apapun untuk mendapatkannya ,karena memang wanita sepertinya wanita baik-baik, terus keibuan lagi kelihatannya, tidak seperti Khanza ". Batinnya sambil melihat Mia dari ujung kaki sampai kepala .


" Dia juga cantik, namun sayang sekali ia bukan menikah dengan anakku ". Batinya .


" kalau begitu saya pamit ya, bu Assalamualaikum ". Ucapnya pamit cium punggung tangan Mita .


" Pamit ya bu, Assalamualaikum ". Ucap Angga .


" Waalaikumsalam ". Ucapnya tersenyum .


" Dan juga sopan ". Batinnya tersenyum .


. . . . . .

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote, dan Komenannya juga ya guys😘😉 biar author tambah semangat nulisnya .


__ADS_2