
Angga yang kini memilih untuk pulang ke rumah Khanza, ia pun kini sudah tiba dirumah itu dengan taksinya setelah ia berpamitan dengan Mia ditaman itu .
Sebenarnya Mia gak rela kalau Angga kembalu ke rumah Khanza namun ia harus membiyarkannya supaya Angga bisa menyelesaikan masalahnya .
Namun agak berat untuk Mia melihat dengan suaminya pergi kerumah wanita yang sudah merebut suaminya itu .
Angga melangkahkan kakinya, masuk kerumah besar itu didalam sana Khanza dan juga Julian sudah menunggu kedatangan Angga .
" Angga ". Panggil Julian yang kini tengah duduk diruang tamu .
Angga menengok kearah ruangan itu,dengan tatapan tidak suka .
Angga menghampiri Julian dan Khanza yang tengah duduk disana .
" Ada apa ". Ucap Angga acuh tak acuh .
" Kamu tanya ada apa hah ". Bentak Julian yang kini berdiri dihadapan Angga .
" Kamu ngapaiin mempermalukan dia, didepan umum begitu hah ". Bentak Julian yang marah pada Angga .
" Hah..hahaha ... jadi ini maksudnya mengadu gitu .. Ck.. kaya anak kecil saja ". Ucap Angga sambil tersenyum .
" Saya bicara serius Angga ". Bentak Julian .
" Sudah pah ..sudah ". Ucap Khanza yang menenangkan Ayahnya itu .
" Gak.. papa gak akan tenang sebelum dia minta maaf pada kamu, papa gak suka ya anak papa dipermalukan seperti itu ". Ucap Julian sambil melihat sinis kearah Angga .
" Apa pah minta maaf, Ck.. apa gak salah pah ,papa ingin saya minta maaf padanya ". Ujar Angga .
" Seharusnya saya yang disini marah bukan kalian, kalian telah menipu saya ,membohongi saya kalau kalian adalah keluarga saya, dan teganya kalian memisahkan saya dengan keluarga saya sendiri, saya sudah berkeluarga pak tapi dengan teganya kalian memanfaatkan keadaan saya yang seperti demi keegoisan anak bapak ". Bentak Angga, mulai terbawa emosi .
" Saya bisa saja melaporkan hal ini kepada pihak berwajib tapi saya masih punya hati karena kasihan pada kalian , bagaimana pun kalian yang menyelamatkan saya ketika saya butuh bantuan mungkin tanpa kalian saya sudah mati ". Ucap Angga yang masih emosi .
" Anggap saja itu sebagai berbalas hutang budi saya terhadap kalian, Dan Zha ". Ucap Angga yang langsung menatap kearah Khanza .
" Kalau memang itu anakku, tenang saja saya gak akan lari dari tanggung jawab , tapi Zha maaf kalau untuk tetap bersama tidak akan mungkin, karena saya cuma mencintai istri saya Mia ". Ucap Angga langsung membuat Khanza menangis .
Angga pergi meninggalkan mereka semua menuju kamarnya namun saat Angga hendak, pergi kekamarnya, langkahnya terhenti .
__ADS_1
" Tunggu ". Ucap Julian .
" Kamu gak berhak lagi tinggal disini lebih baik kamu pergi sekarang ". Ucap Julian .
" Ck.. apa pak bilang saya tidak berhak tinggal disini, saya masih berhak loh pak karena ini rumah saya ". Ucap Angga yang tersenyum kearah Julian .
" Apa maksud kamu ". Ucap Julian .
Angga tersenyum mendengar pertanyaan Julian .
" Ya jelas ini rumah saya karena semua harta anda sudah beralih ketangan saya ". Ucap Angga tersenyum .
" Apa maksud kamu ". Bentak Julian lalu mencengkram kerah baju Angga .
Angga yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum .
Khanza yang melihat hal itu mulai melerai pertengkaran itu .
" Sudah pah, lepaskan mas Angga ". Ucap Khanza yang cemas dengan kondisi Angga .
Julian pun melepaskan cengkramannya pada Angga .
" Apa maksud kamu mas, kenapa kamu bilang semua harta papa pindah tangan ketangan kamu ?". Tanya Khanza yang kini sudah ada didepan Angga .
" Niko ". Panggil Angga kepada Niko yang dari tadi menunggunya diluar .
" Iya pak ". Ucap Niko masuk kedalam rumah itu .
" Mana berkas yang saya minta ". Ucap Angga .
" Ini pak ". Ucap Niko yang memberiakan sebuah map .
" Makasih ". Ucap Angga .
" Ya , sama-sama pak ". Sahut Niko .
Niko adalah orang suruhan Angga untuk membantunya mengalihan harta perusahaan milik Julian Group ketangannya .
Nico pun kemudian pergi karena Angga menyuruhnya pergi .
__ADS_1
" Ini silahkan bapak lihat sendiri , disana menyatakan bapak sendirilah yang menyerahkan semua harta bapak pada saya ". Ucap Angga tersenyum sambil menyerahkan map itu kepada Julian, Julian yang marah mendengar hal itu langsung merebut map itu dengan kasar .
" Gak mungkin, gak mungkin ". Ucap Julian yang geleng-geleng kepala ia tak menyangka apa yang dilihatnya .
" Keterlaluan kamu ". Ucap Julian yang kasar hendak menghajar Angga namun ia menepisnya .
Angga yang melihatnya hanya tersenyum .
Lalu pergi kekamarnya tanpa memperdulikan, Julian dan juga Khanza yang terlihat benar-benar marah padanya .
Angga membawa map itu digenggamannya .
Angga kini meletakan map itu dikopernya .
Lalu ia pun merebahkan tubuhnya, diranjang empuk itu .
" Maaf Zha pak Julian, kalian tenang saja setelah tujuan saya tercapai saya berjanji pada kalian saya akan menyerahkan semuanya pada kalian ". Batin Angga .
Malam haripun tiba, Angga yang kini tengah makan malam dirumahnya, bersama Khanza saja karena Julian ,tidak sudi makan malam sama orang yang telah merebut hartanya .
" Mas ". Ucap Khanza .
" Jangan bicara saat makan ". Ucap Angga dingin .
Khanza yang melihat Angga bersikap dingin kepadanya menjadi sedih dan juga takut .
Khanza pun hanya diam saja selama acara makan malam itu, setelah acara makan malam itu selesai Angga masuk kedalam kamarnya yang diikuti Khanza dari belakangnya .
" Ngapain kamu kesini hah, sana pergi kekamarmu ". Bentak Angga yang kesal dari tadi Khanza selalu saja membuatnya kesal setiap kali melihat wajahnya itu .
" Tapi mas, aku ingin tidur bersamamu ". Ucap Khanza yang merengek manja pada Angga .
" Saya bilang kamu pergi kamu , saya gak ingin diganggu , lagipula ya saya tidak sudi tidur bersama wanita penipu sepertimu ". Bentak Angga sambil menutup pintu kamarnya dengan kasar ,sontak itu membuat Khanza kaget .
" Hiks..hiks.. tega sekali kamu mas, mengusirku dari kamarmu ". Batin Khanza menangis .
Khanza pun kembali kekamarnya dengan keadaan menangis .
" Maaf Zha, meski kamu baik padaku selama ini tapi maaf aku gak bisa melupakan perilaku kamu selama ini terhadapku , kamu tega memisahkan aku dengan anak istriku ". Ucap Angga .
__ADS_1
. . . . . . .