Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
105. Tiada Nama Seindah Namamu


__ADS_3

" Hiks...hiks..hiks..". Mia yang sesenggukan menangis dalam mobil .


" Berikanlah hamba kekuatan ya Allah untuk menghadapi orang-orang yang ingin merusak rumah tanggaku, apakah salah jika aku hanya ingin punya satu harapan yaitu mempunyai keluarga yang utuh, dan bahagia ". Ujar Mia sambil menangis .


Angga yang sedang meeting kerja pun merasa tidak tenang entah mengapa hatinya menjadi gelisah ,


" Ada apa ini ya Allah kenapa perasaanku jadi tiba-tiba resah gini ". Batinnya yang dirinya masih dalam acara meeting dengan para Kliennya .


" Apa terjadi apa-apa pada istri dan anakku ". Batinnya yang semakin tak tenang .


" Gak aku gak boleh berpikiran seperti itu, aku harus fokus menyelesaikan pekerjaan ini dulu setelah itu aku akan menghubungi mereka berdua ". Batin Angga yang kembali fokus keacara meeting nya .


" Kamu jangan merusak acara ini Angga, karena acara ini sangat berarti bagimu , dan bagi keluarga mu ". Batinnya menenangkan dirinya sendiri .


Setelah Mia sudah tenang dan meluapkan keluh kesahnya dalam mobil, ia melajukan mobilnya keluar dari parkiran apartemen itu .


Mia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ini menuju butiknya .


Namun saat ia hendak kesana ada mobil hitam yang menghalangi jalannya , dan itu membuat Mia kaget dan saat itu juga Mia mengerem mobilnya mendadak dan itu membuat keningnya terbentur setir mobil .


"Arghh... sakit , apa-apa sih itu mobil kenapa menghalangi jalanku ? ". Gerutunya sambil memegang keningnya yang sakit terbentur tadi akibat mengerem dadakan .


Karena merasa kesal akhirnya Mia turun dari mobilnya sambil berjalan kearah mobil yang ada didepan mobilnya itu .


Lalu mengetuk kaca mobil hitam itu .


tok..tok..tok..


si pemilik mobil hitam pun keluar karena kaca mobilnya diketuk-ketuk sama Mia .


Dan betapa kagetnya Mia ternyata pemilik mobil itu ternyata yang tak lain tak bukan adalah Adam pria yang selalu mengejarnya .


" Hah... jadi kamu yang membuatku mengerem mendadak hah...". Decak kesal Mia .


" Iya ". Sahut Adam dengan senyum manisnya .


Melihat senyumnya saja Mia sudah jijik karena ia tahu dalam senyumnya itu terlihat ada maksud tersembunyi dibaliknya .


" Maksudmu apa hah ... tiba-tiba menghalangi jalanku , untuk apa Adam ?". Tanya Mia dengan nada kesal .


" Mmmmm... kamu gak pernah berubah ya dari dulu tetap saja cantik , terlihat lebih mempesona dengan pakaianmu yang elegan itu ". Ujar Adam tersenyum sambil melihat Mia dari ujung kaki sampai kepala .


Mia yang dilihat oleh Adam pun terlihat risih .


" Ck... aku tanya malah mengalihkan pembicaraan, dasar orang aneh ". Umpatnya Mia yang hendak meninggalkan Adam namun tanganny diraih oleh Adam dan itu membuat Mia kaget .


Mia lalu melihat kearah tangannya yang dipegang oleh Adam .


" Lepas , jangan pegang-pegang ". Ucap Mia sambil menghempaskan tangan Adam yang memegang pergelangan tangannya .


" Tunggu-tunggu Mia, aku hanya ingin berbicara sama kamu ". Ucap Adam memegang tangan Mia lagi .

__ADS_1


Dan Mia yang diperlakukan seperti itu hanya benar-benar merasa risih dengan sikap Adam yang seperti itu .


" Bicara apalagi Adam ". Ucap Mia sambil melepaskan tangan Adam dari tangannya .


" Oke, baiklah bicaralah ". Sambung Mia .


Mia kini berdiri menghadap Adam, Adam yang melihat penampilan Mia yang berbeda sekarang pun lebih-lebih terpesona oleh kecantikan Mia, baginya hanya Mia satu-satunya perempuan yang benar-benar bisa membuat dirinya melakukan hal apapun , meski hal yang diluar dugaan .


" Bagaimana kalau kita bicara didepan Cafe sana, kudengar disana makanannya enak-enak ,biar lebih enak juga bicaranya ". Ujar Adam tersenyum .


Mau gak mau Mia menuruti kemauan Adam karena ia juga tak ingin ribut dengan Adam karena itu hanya akan membuatnya semakin stres ditambah ia pun masalah tersendiri .


" Baiklah , tapi aku gak bisa lama , aku harus kebutik ". Ucap Mia .


" Iya kita gak akan lama disana ". Ujar Adam tersenyum sambil bilang yes dalam hatinya karena baru kali ini Mia mau menuruti keinginannya .


Dan baginya ini mungkin kesempatan untuknya ,untuk bisa mendapatkan Mia .


" Ayo ... ". Ucap Adam menggandeng tangan Mia namun Mia menghempaskan pegangan tangan itu .


" Jangan macam-macam padaku bukan berarti aku mau menerima tawaran mu bukan berarti kamu kesempatan buat dekat denganku lagi Adam ". Ucap Mia .


" Ahhh... ya baiklah ayo kamu jalan duluan ". Ucap Adam tersenyum .


Lalu Mia berjalan menuju Cafe itu dengan santainya , sedangkan Adam yang berjalan dibelakangnya hanya menggerutu .


" Ck... lihat saja nanti Mia kamu sendiri yang akan bertekuk lutut di hadapan ku , dan memohon-mohon padaku supaya menjadikan kamu istriku ". Batinnya Adam menggerutu .


" Baiklah katakan apa yang mau kamu ucapkan Adam ". Ucap Mia to do point karena memang ia tipe orang yang gak suka basa-basi .


" Mmmm... jangan buru-buru lah kita makan minum apa dulu gitu disini biar lebih santai ". Ucap Adam tersenyum .


" Katakan saja Adam sekarang aku gak punya banyak waktu untuk berbicara sama kamu karena aku punya urusan dibutikku ". Ujar Mia dengan mengyilangkan kedua tangannya itu diatas dadanya .


" Oke-oke baiklah gini, ada tawaran bagus untukmu ?". Ujar Adam .


" Tawaran apa ?". Ucap Mia tanya balik .


" Mmmm... bagaimana kalau kita bekerja sama dalam bisnis butik itu, aku berniat berinvestasi sama kamu , gimana ?". Ujarnya .


" Investasi ? gak aku gak mau bekerja sama dengan orang yang berusaha menghancurkan rumah tanggaku , maaf Adam aku harus pergi ". Ucap Mia bangkit dari duduknya namun tangannya itu digenggam erat sama Adam .


Dan itu membuat Mia melotot kearah Adam karena merasa genggaman Adam itu sangat kuat dan membuatnya merasakan sakit .


" Lepas ". Ucap Mia dengan tatapan kesal kearah Adam .


" Apakah aku gak punya kesempatan lagi Mia, untuk membuktikan bahwa aku sudah berubah , aku bukan Adam yang dulu lagi Mia jadi kumohon percaya padaku kali ini ". Ujar Adam dengan tatapan sendu .


Namun Mia hanya memalingkan pandangannya .


" Sudah berapa kali kamu bilang kaya gitu hah Adam, berapa kali ? setiap kali kamu ucapkan kamu janji berubah setiap kali itu juga kamu berbohong Adam, kamu berusaha menghancurkan hidupku hidup keluargaku , dan kamu bahkan bekerja sama dengan Khanza istri mu itu, hanya untuk memisahkan antara aku dan mas Angga ". Ujarnya dengan kesal .

__ADS_1


" Kamu tahu betapa hancurnya hatiku saat itu , melihat suamiku sendiri tidak mengenali diriku , aku Adam istrinya sendiri ". Ujar Mia meneteskan air matanya .


" Dan kamu malah membuatnya semakin jauh denganku dikala kondisinya seperti itu, apakah perbuatan mu itu bisa aku maafkan Adam, ya jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam aku masih menyimpan dendam padamu dan juga Khanza namun aku harus melupakan itu karena aku tak ingin berlarut-larut dikelilingi rasa dendam ". Ujar Mia sambil memegang dadanya dengan tangan kanannya karena tangan kirinya dipegang oleh Adam .


" Jadi lupakanlah rasa suka, cintamu itu untukku karena aku sudah hafal betul sifatmu itu sikapmu yang sepertinya ini semakin membuat ku percaya bahwa ada maksud tertentu didalamnya , dan aku yakin itu ". Ucap Mia sambil melepaskan tangannya yang digenggam oleh Adam .


" Aku mohon Mia percaya lah kali ini padaku , aku gak ada maksud apa-apa kali ini, aku hanya ingin kita berteman seperti dulu, hanya teman gak lebih aku janji soal itu, aku gak akan mengganggumu ataupun keluargamu lagi, aku janji Mia ". Ucap Adam berdiri disampingnya Mia .


" Aku sudah ikhlas Mia merelakan kamu bersama dengannya ". Ucap Adam .


Namun Mia sudah tak percaya lagi akan kata-kata Adam, Baiklah ia lebih memilih meninggalkan Adam seorang diri .


Adam yang melihat kepergian Mia hanya tersenyum menyeringai,


" Kita lihat saja nanti ". Ucapnya tersenyum .


" Kita lihat jalan yang aku lakukan apakah akan buntu atau lancar ". Ucapnya Adam lalu menelpon seseorang .


" Yahh... perbaiki saja , kabari aku jiga sudah selesai ". Ucap Adam lalu memasukan lagi ponselnya ke saku jasnya .


Mia yang keluar Cafe dengan rasa kesal dan menghentakan sepatu hak nya itu .


" Sudah kuduga apa maksudnya itu ". Gerutunya .


Namun saat dia berjalan tiba-tiba, tangannya ditarik oleh seseorang dan tiba-tiba pinggangnya itu dipeluk dari belakang dan membuat Mia terkejut bibirnya itu tiba-tiba dicium oleh seorang pria ,


" Hah...". Ucapnya terkejut melihat pria yang berani-beraninya mencium bibirnya itu .


Mata Mia melotot terkejut melihat pria itu,


" Mas...". Batinnya .


Pria itu ternyata Angga suaminya ,


Angga melepaskan pangutan ciumannya itu,


" Tiada nama seindah namamu sayang ". Ucapnya sambil tersenyum .


Dan Mia yang mendengar ucapan suaminya itu pun hanya terkejut karena ia bingung kenapa tiba-tiba suaminya itu melakukan hal itu dan mengucapkan kata-kata itu untuknya .


Angga lalu mencium bibir istrinya itu lagi dengan mata tertutup .


Mia yang mendapatkan serangan dadakan dari suaminya itu benar-benar terkejut , karena bagaimanapun suaminya itu melakukannya hal itu ditempat umum dan itu membuat Mia malu .


" Mm..ma..ss ". Ucap Mia sambil mendorong tubuh suaminya itu .


Namun Angga lebih kuat dari Mia , ia semakin menuntut dalam berciuman nya itu .


Mia yang menerima ciuman paksa dari suaminya itu hanya pasrah saja .


. . . . . . .

__ADS_1


Jangan Lupa like, Vote, dan Komentarnya ya guys 😚😘


__ADS_2