
Rama dan Dania kini tengah berjalan menelusuri hutan untuk mencari jalan pulang, Dania yang mengikuti Rama dari belakang pun hanya bisa melihat punggung Rama .
" Kapan ya kamu bisa melihatku Rama, melihat kearah ku, dan gak lagi membelakangi aku ". Batin Dania bertanya-tanya .
" Ayo jalannya yang cepat Dania bukankah kamu juga senang kalau kita cepat-cepat keluar dari hutan ini ". Ujar Rama .
" Iya..iya Ram ". sahut Dania .
Sedangkan Diva yang kini tengah belajar di sekolah pun tidak fokus karena masih memikirkan soal Rama yang menghilang dengan Dania .
" Sudah sedekat itu kah hubungan kamu dengannya Ram, sampai-sampai kamu rela membantunya saat dia hendak diculik, dan akhirnya kamu juga terlibat sekarang dalam urusannya ". Batin Diva .
" Kemana Rama yang dulu aku kenal , kemana ?". Batinnya .
" Ram ". Panggil Dania .
" Apa kak... ". Ucap Rama menoleh kebelakang kearah Dania yang tengah kelelahan untuk berjalan .
" Cape Ram sudah lama kita berjalan kita istirahat saja dulu ya , nanti kita lanjutkan ". Ucapnya Dania sambil duduk didahan pohon yang ada dibawah rerumputan .
" Tapi kak... ini kita sedikit lagi bisa keluar kok ayo... aku sudah gak sabar untuk bisa keluar dari hutan ini ". Ucapnya .
" Tapi kaki ku rasanya mau patah Ram pegal sekali rasanya ". Keluh Dania sambil memijat-mijat pergelangan kakinya itu .
" Ya ampun ... nyusahin banget sumpah ini cewek ..ck... ". Gerutu nya dalam hati .
" Tapi kalau gua tinggalin yang ada dia bakalan diganggu binatang buas atau enggak bakalan ketemu lagi dengan para penjahat itu lagi ". Batinnya sambil melihat kearah Dania .
" Hadeh...terpaksa deh... daripada bikin gua pusing ". Batinnya sambil mendekat kearah Dania .
Rama pun mengulurkan tangannya kearah Dania yang tengah duduk di sebatang dahan pohon .
Dania mendongkakkan kepalanya melihat keatas melihat uluran tangan Rama .
Tanpa berpikir panjang lagi Dania menerima uluran tangannya Rama .
" Lebih baik aku gendong kakak saja kalau kakak pegal daripada kita kemalaman lagi disini kalau nungguin kakak ". Ucapnya Rama pada Dania yang kini sudah berdiri dihadapannya .
" Tapi , aku berat loh Ram, gapapa deh aku jalan aja ". Ucap Dania .
" Oh ya sudah ". Ucap Rama berjalan meninggalkan Dania .
" Ih... gak peka banget jadi cowok sabar ya tuhan untuk membuat dia luluh tuh susah , kaya nungguin batu retak ". Gerutu Dania dalam hati .
Dania pun mengikuti Rama lagi dari belakang .
__ADS_1
Mia dan Angga sekarang bertengkar hebat karena Mia melihat Angga tengah berduaan dengan Reva dikantor Galeri lukisannya .
" Jangan pernah tuduh aku seperti itu ..". Bentak Angga .
" Aku... aku nuduh kamu , aku punya buktinya sendiri aku lihat melihatnya langsung dengan mata kepalaku sendiri kamu sedang berduaan dengan Reva , apa-apaan itu hah...!!! ". Bentak Mia yang tengah emosi .
" Kamu tuh ya benar-benar keterlaluan mas, anak hilang belum ditemukan kamu disini malah enak-enakan berduaan dengannya ". Ucap Mia menatap kearah Reva .
" Kami tidak berduaan kami ini sedang meeting lagian ya kita tuh lagi menunggu satu orang lagi ". Ucap Angga .
" Kamu jangan mengelak mas , aku tahu kamu itu masih berhubungan kan dengannya , kamu pernah gak sih mikirin perasaan aku ". Ucap Mia .
Reva yang melihat pertengkaran mereka hanya tersenyum licik ,
" Biarlah mereka bertengkar seperti itu , aku malah senang melihatnya, dasar Mia cemburunya kebangetan , padahal kan memang kenyataannya aku dan Angga gak ngapa-ngapain selain urusan kerjaan ". Batinnya tersenyum .
Tiba-tiba seseorang yang dimaksud Angga pun langsung muncul dan ternyata ia adalah Aldo mantan suaminya Reva , Mia terkejut dengan apa yang ia lihat ,
begitupun dengan Reva ia tak tahu kalau klien bisnis yang Angga maksud adalah Aldo .
" Jadi dia ". Ucap Reva .
" Iya dia klien ku , pak Aldo Brawijaya ". Ucap Angga tersenyum .
Beda dengan Mia , Reva langsung mendudukkan dirinya di sofa yang ada disana . Sedangkan Angga langsung menarik tangan Mia untuk keluar ruangannya .
" Baiklah ". Sahut Aldo sambil tersenyum .
Aldo kini duduk menghadap Reva , Aldo tersenyum pada Reva sedangkan Reva hanya memalingkan wajahnya kearah lain .
" Ck... kenapa juga sih dia yang jadi rekan bisnisnya ". Gerutu Reva dalam hati .
" Kenapa sih dia tuh gak peka banget jadi cowok dasar batu ". Gerutunya dalam hati Dania .
Rama hanya terus berjalan mencari jalan pulang sedangkan Dania hanya menggerutu terus-menerus dari tadi .
" Dia lagi apa ya sekarang ". Batinnya Rama bertanya-tanya .
Siapa lagi kalau bukan Diva yang saat ini ia pikirkan .
" Aku sudah muak ya sama sikap kamu yang seperti ini Mia , cukup sudah ". Bentak Angga didalam mobil .
ia dia membawa Mia untuk pulang kerumahnya .
" Hah... aku gak habis pikir sama kamu , kenapa kamu jadi seperti ini ...". Ucap Angga sambil menyetir mobil nya .
__ADS_1
" Sikap cemburu mu pada Reva itu berlebihan , aku dan Reva hanya menjalin bisnis bukan lebih disitu juga ada Aldo kan, justru aku buat bisnis ini supaya aku bisa menyatukan mereka kembali, dan supaya Reva gak membuat kamu selalu merasa cemburu , bila dia dekat-dekat denganku ". Ujar Angga menjelaskan fakta yang ada .
" Tetap saja mas aku ini punya rasa takut, takut bila cinta kamu terhadap Reva itu tumbuh lagi, aku tahu betul kamu seperti apa mas dan tahu betul gimana dulu kamu amat tergila-gila padanya , dan kamu tahu itu, itu membuat aku stres memikirkan suami yang mencintai perempuan lain dan bukan istrinya ". Ujar Mia kesal .
" Iya tapi itu dulu, kenapa sih kamu gak pernah bisa percaya sama aku ". Ucap Angga yang mulai kesal juga dengan sikap Mia yang menurutnya berlebihan itu .
" Bagaimana bisa aku percaya sama kamu, sedangkan kamu sendiri yang selalu membuat aku gelisah setiap kali aku melihat kamu dengannya, berapa kali aku bilang sama kamu mas, jangan pernah lagi temui dia apalagi dekat dengan nya karena itu membuat hatiku sakit melihatnya, karena selalu teringat dengan masa lalu , cobalah mengerti mas ". Ucap Mia dengan air mata yang mulai keluar dari matanya .
Angga yang melihat istrinya seperti menahan tangisnya itu pun langsung memberhentikan mobilnya dipinggir jalan .
Lalu melihat kesamping , dimana istrinya duduk disebelahnya .
" Sesakit itukah kamu dulu sampai-sampai kamu trauma begini , maafkan aku Mia , maafkan aku ". Ucap Angga langsung memeluk Mia .
Mia yang sudah tidak bisa menahan emosi dan kesedihannya itu pun langsung menangis sejadi-jadinya dipelukkan suaminya .
" Hiks...hiks...hiks... Aku mohon mas mengerti lah coba mengerti perasaanku ". Ucapnya sambil menangis .
" Baiklah... demi melihatmu bahagia aku akan batalkan kerjasama ku dengannya ". Ucap Angga mengusap punggung Mia supaya Mia merasa lebih baik .
" Hmm...". Sahut Mia dengan dehaman .
" Hah... akhirnya kita bisa keluar juga ". Ucap Rama yang kini sudah berada di pintu keluar hutan .
" Iya , akhirnya ya ". Ucap Dania senyum yang seperti dipaksakan .
Sejujurnya Dania senang bisa keluar dari hutan dan bisa pulang, akan tetapi ia sedih juga karena kebersamaannya dengan Rama harus berakhir hari ini .
" Dan sayang sekali kita gak bisa berduaan Rama ". Batinnya sedih .
" Ayo kita pulang ". Ucap Rama tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepada Dania .
Dania yang mendapat uluran tangan dari Rama pun menerimanya .
Karena Dania melihat uluran tangan dari Rama itu seperti nya tulus .
" Iya ". Sahut Dania dengan tersenyum senang mendapat uluran tangan dari Rama .
" Gapapa deh harus berakhir hari ini, kan masih ada hari esok dan seterusnya ". Batinnya yang kini tersenyum .
Diva yang kini sedang istirahat dikantin sekolah pun masih tetap memikirkan soal Rama yang belum ada kabar sama sekali .
" Semoga kamu baik-baik saja Ram, dan cepat pulang lah , aku rindu ". Batinnya gelisah .
. . . . . . . . .
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote ,dan Komentarnya ya guys 😉😊👍