Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
91. Antara Mia dan Reva


__ADS_3

Khanza kini mendatangi Mia didapur yang sedang membuat makan siang mereka , sedangkan para ibu-ibu sedang diteras depan sedang main bersama cucu-cucu mereka masing-masing .


" Hah.. dunia ini begitu sempit ya , kemanapun aku pergi pasti ada kamu ". Celetuk Khanza Mia yang tengah mencuci sayuran pun langsung melirik kearah Khanza yang lagi menuangkan air putih kegelas karena ia haus ingin minum .


" Hah.. siapa juga yang mau melihat kamu terus-terusan , aku juga sudah muak kali melihat kamu disini, tapi demi ibu aku harus menghormati tamu yang datang kerumah ". Ujar Mia yang kini langsung memotong-motong sayuran itu .


" Oh ya, jadi misalkan kalau aku dan ibu mertua aku bukan tamu kamu gak sudi gitu menghormatiku ". Ucap Khanza .


Mia yang mendengar, ucapan Khanza hanya diam saja karena ia males meladeni ucapan Khanza .


Khanza yang dicuekin Mia terlihat kesal, lalu mendekatkan dirinya dengan Mia .


" Jangan pernah kamu berpikir kalau kamu menang Mia, musuh ada dimana-mana ". Ucap Khanza disamping Mia .


Mia yang mendengar Khanza bicara seperti itu terpancing emosinya , lalu ia ...


BRAKKkkk...


Mia mengebrak talenan untuk memotong sayuran itu dan menusukkan pisau ditalenan itu , dan hal itu membuat Khanza kaget karena Mia melakukan hal itu .


Mia langsung melirik kearah Khanza dengan tatapan sinis,


" Hah... masih mau mencoba memancing emosi saya Khanza istrinya Adam musuh suamiku ". Ucap Khanza sambil tersenyum menyeringai .


" Jangan pernah berpikir kalau kamu bilang hal itu padaku aku akan takut, gak ...gak .. aku gak sama sekali takut dengar omonganmu itu, aku ingatkan sekali lagi ya padamu, meski banyak wanita diluaran sana yang menginginkan suamiku , dia harus berhadapan dulu denganku , dia harus tahu ia sedang berhadapan dengan siapa ". Ucap Mia langsung memainkan pisau kearah Khanza membuat Khanza sedikit takut , Mia seperti sedang menodongkan pisau kearahnya .


" Memang sih yang kamu katakan benar, musuhku ada dimana-mana ,tapi aku tidak akan pernah membiarkan wanita manapun untuk mendekati suamiku, karena dia , dia hanya miliku ". Ucap Mia tersenyum .


" Milikku ". Ucapnya lagi tepat ditelinga Khanza .


Membuat Khanza merinding , melihat Mia sedang memegang pisau apalagi Mia sedang ada didekatnya .


Khanza pun langsung pergi dari hadapan Mia, dan Mia yang melihatnya hanya tersenyum .


" Hah... pelakor ". Ucap Mia kepada Khanza namun Khanza tak mendengarnya .


Mia pun langsung melanjutkan acara masaknya itu,


Disisi lain, Angga yang masih di Galerinya, kini ia pun langsung melaksanakan tugasnya untuk melukis 10 lukisan pesenan bosnya Reva,

__ADS_1


Sedangkan Reva kembali kekantor untuk bekerja sebagai sekertaris pemilik perusahaan .


" Hah... sepuluh kira-kira aku sanggup gak ya, mana waktunya gak lama lagi cuma dikasih waktu seminggu untuk menyelesaikan lukisan-lukisan ini , hadehhh...". Ucap Angga .


" Tapi demi anak dan istri apapun itu gua kerjain ,kan lumayan uangnya buat kebutuhan hidup ". gumamnya .


Dikantor perusahaan bernama BBF Group, kini tempat Reva bekerja, Reva yang tengah mendata semua file yang dibutuhkan bosnya kini malah teringat dimana saat dirinya menjadi sekertaris dari pria yang kini ia suka , yaitu Angga .


" Kak, kamu begitu terlihat berbeda saat menjadi seorang bos, kamu terlihat dingin,cuek,dan juga sombong ". Batinnya .


" Tapi setelah kamu kembali kediri kamu sendiri entah mengapa kamu begitu hangat,peduli, dan baikku padaku ". Batinnya .


" Aku jadi teringat dimana saat dicafe waktu itu, kamu begitu peduli padaku, bahkan kamu sampai dihajar oleh Aldo itu karena kamu membela ku kak, membela karena kamu begitu sangat peduli dengan perasaan aku , padahal dulu aku begitu tak perduli padamu kak , maafkan aku kak Angga ". Batinnya .


" Apakah kamu masih menyimpan rasa suka kamu padaku kak? atau sudah kamu lupakan perasaan itu karena rasa cinta Mia yang begitu besar terhadapmu membuat kamu melupakan perasaanmu terhadapku ". Batinnya Reva .


Reva malah melamunkan hal yang tak seharusnya ia lamunkan, sampai-sampai Reva ditegur oleh staf karyawan lain .


" Va, kamu disuruh datang keruangan bos tuh, katanya penting sekalian bawa file yang ia butuhkan katanya ". Ucap karyawan itu .


" Oh iya, bentar lagi aku kesana ini aku mau selesaikan filenya dulu ". Ucap Reva sambil melanjutkan data file yang sedang ia ketik dilaptopnya .


" Iya ". Sahut karyawan itu lalu meninggalkan Reva disana .


Waktu terus berjalan seiringnya waktu kini sudah menunjukan jam 8 malam .


Kini Angga pulang kerumahnya dan disambut oleh, anak dan istrinya itu .


" Assalamualaikum ". Ucap Angga memberi salam .


" Wa'alaikusalam mas ". sahut Mia tersenyum lalu langsung mencium punggung tangan suaminya .


" Rama mana ? kok gak ada ". Ujarnya .


" Oh dia sudah tidur mas, habis makan langsung tidur dia ". Ujarnya Mia sambil melepaskan jaket kulit yang dikenakan Angga .


" Oh gitu, oh ya aku mau cerita sesuatu sama kamu ". Ucap Angga yang sangat bersemangat sekarang dan dengan wajah cerianya .


" Hmmm.. cerita apa mas ? kelihatannya kamu lagi senang ya kelihatan dari raut wajah kamu yang bersemangat gini ". Ucap Mia tersenyum sambil memandangi wajah suaminya itu .

__ADS_1


" Aku dapat orderan 10 lukisan ,dari pelanggan baruku , dan kamu tahu siapa orang yang memesan lukisan itu ?". Ucap Angga tersenyum membuat Mia betanya-tanya .


" Siapa mas ?". Tanyanya yang penasaran .


" Reva ". Ucapnya langsung membuat Mia kaget mendengar nama itu lagi, yang sudah cukup lama Angga tak menyebut nama itu lagi .


" Apa !!!... Reva , maksud kamu Reva mantan kamu itu ". Ucap Mia yang terlihat kesal .


" Iya ". Ucap Angga dengan polosnya tidak mengerti situasi kalau istrinya itu tengah marah kepadanya .


" Jadi kamu siang tadi ketemu sama Reva? bukannya dia sudah pergi dari kota ini ". Tanyanya dengan serius .


" Ya karena dia sudah kembali lagi kesini , karena perkerjaan katanya, ia dipindahkan ke kota ini ". Ucap Angga .


" Oh pekerjaan, ". Ucap Mia .


" Iya begitulah ". Ucapnya Angga .


" Jadi dia dipindah karena kerjaan, gitu ". Ucap Mia .


" Iya ". Ucapnya Angga .


" Ya sudah ya aku mau mandi dulu, sudah lengket banget rasanya badanku ini ". Ujar Angga .


" Iya mas, bentar aku siapkan dulu airnya ". Ucap Mia lalu pergi kekamar mandi yang ada dikamarnya untuk mandi suaminya .


. . . . . .


Kini Angga sedang mandi sedangkan Mia sedang melamun dibalkon kamarnya .


" Kenapa dia datang lagi? dan kenapa aku merasa cemas ya , apalagi tadi mas Angga bilangnya kalau dia datang ke Galerinya ". Gumamnya sambil mengigit kukunya .


" Aku hanya merasa takut kalau mas Angga dekat-dekat lagi dengan Reva benih-benih cintanya akan tumbuh lagi pada Reva ". Batin Mia yang merasa cemas .


. . . . . . .


" Kak Angga ". Ucap Reva yang tersenyum melihat poto Angga .


" Jangan salahkan aku ,kalau aku mencintaimu lagi kak, karena kamu sendiri yang membuat cinta itu tumbuh dengan sendirinya ". Ujar Reva .

__ADS_1


. . . . . . .


Jangan lupa Like, Vote, dan Komenannya ya guys ..😘😆😊


__ADS_2