Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
77. Perceraian 02


__ADS_3

" Ayah ". Ucap Mia .


membuat kedua orang tuanya itu menoleh kepadanya .


" Mia ".


" Kamu sudah pulang anakku ". Ucap Sinta tersenyum sambil menghampiri Mia .


Angga dan Nisa saling bertatapan karena mereka bingung siapa wanita ini, kenapa ia memanggil Mia dengan sebutan anakku .


" Iya ". Ucap Mia acuh sambil mengambil Rama dari tangan ibunya .


Nisa dan Angga yang melihat Mia mengabaikan wanita itu menjadi kebingungan tersendiri pada mereka .


Kini yang ada dalam pikiran mereka hanya ada apa ini? dan siapa wanita itu ?


Angga yang penasaran pun menanyakannya .


Akan tetap nek Salimah sudah ada dibalik pintu membuat Angga tidak jadi menanyakan hal ini pada Mia .


" Oalah.. kalian sudah dateng ". Ucap Nek salimah tersenyum sampai ia tak sadar kalau anaknya Denis juga ada disana .


" Iya nek, maaf ya Mia lama menitipkan Rama nya ". Ucap Mia .


" Iya gpp kok cu ". Ucap Salimah tersenyum .


" Bu ". panggil Denis saliman padanya membuat Salimah terkejut karena anaknya ada dirumahnya juga .


" Loh ,Den ada disini juga ,kamu kapan tiba disini kok ibu baru sadar kamu ada disini ". Ucap Salimah memeluk anak laki-laki satu-satunya itu .


" Baru saja bu ". Ucap Denis .


" Oh ya, ya sudah yuk kita kedalam saja ,kita bicaranya didalam ". Ucap Salimah mempersilahkan mereka semua masuk kedalam rumahnya .


" Iya makasih bu ". Ucap Nisa .


" Iya sama-sama nak, ayo masuk-masuk ". Ucap Salimah tersenyum .


Dilain tempat ...


BUGHHH...


Hantaman pukulan dari Julian mendarat tepat diwajah tampannya Adam .


Adam sampai terjatuh dilantai ,karena serangan dadakan dari Julian .


" Berhenti ..pak saya mohon berhenti jangan pukuli anak saya lagi ". Ucap Mita meminta pengampunan untuk anaknya .


" Saya gak terima anak saya dinodai anak ibu, dia sudah membuat hidup anak saya hancur sekarang ". Bentak Julian karena emosinya yang tak terkendali .


Kini dirinya dipenuhi hawa nafsu ingin sekali membunuh pria yang kini ada dihadapannya namun ia berpikir dua kali ,kalau Adam mati siapa yang akan tanggung jawab anaknya yang tengah hamil .


" Saya akan berhenti menghajarnya, kalau dia mau bertanggung jawab ". Ucap Julian melotot ke arah Adam .


Membuat Adam agak takut melihatnya .


" Kamu turuti saja Adam, lagian itu anakmu kan ". Ucap Mita .

__ADS_1


" Iya bang, dari pada nantinya masalahnya tambah panjang ". Timpal Aldo yang ada disana juga .


" Gua emang akan tanggung jawab, tapi itu demi anak gua bukannya Khanza, karena cinta gua cuma Mia , cintaku ini hanya milik Mia ". Batin Adam .


" Tapi mah ". Ucap Adam .


" Tapi apa hah.. oh..apa kamu mau lari dari tanggung jawabmu hah ". Ucap Julian .


Khanza yang dari tadi hanya diam saja, kini dirinya angkat bicara .


" Sudahlah pah, percuma papa memintanya untuk tanggung jawab pasti dirinya takan mungkin mau, karena ...". Ucap Khanza terpotong karena Adam menyelanya .


" Saya akan tanggung jawab pak, saya akan menikahi Khanza ". Ucap Adam sambil melirik kearah Khanza .


Khanza yang mendengar ucapan dari Adam sempat tak percaya apa yang diucapkan Adam . Karena ia tahu sekali Adam hanya akan mencintai Mia seorang begitupun dengan dirinya ia hanya akan mencintai satu pria yaitu Angga yang masih menjadi suaminya .


" Hah..baiklah, saya akan mempersiapkan semuanya nanti, kalau kamu berusaha lari dari semua ini saya gak akan segan-segan membuat hidup keluargamu sengsara Adam , permisi ". Ucap Julian dengan nada acuh sombongnya sambil menarik tangan putrinya itu untuk pergi dari rumah itu .


" Hah..". Ucap Adam dengan leganya sambil mengusap wajahnya yang kena pukulan dari Julian .


Begitupun dengan Mita dan Aldo mereka merasa lega atas kepergian kedua orang itu yang sempat membuat kekacauan dirumah mereka .


Namun Adam belum bisa merasa lega karena masalahnya dirinya masih berurusan dengan polisi karena kasusnya .


Dikediaman Salimah,


Kini suasananya menjadi hening seketika Mia menolak keberadaan ibunya itu .


" Kamu jangan gitu dong cu, bagaimana pun dia adalah ibu kamu, ibu yang telah melahirkan kamu cu ". Ucap Nek Salimah .


" Iya benar Mia, kamu gak boleh berbicara seperti itu terhadapnya ". Ucap Angga ikut berbicara menasehati istrinya itu .


Mia yang merasa terpojokan , merasa kesal tak ada seorang pun yang mengerti perasaannya .


Kini Mia bangkit dari duduknya dan hendak pergi keluar rumah begitu saja .


" Kamu mau kemana ". Ucap Mia .


Namun Mia mengabaikan ucapan dari suaminya itu, Mia terus berjalan kearah luar .


" Mia ...hiks..hiks..". Ucap Sinta yang hendak mengejar Mia yang sama-sama tengah menangis ,namun tangannya dipegang oleh Salimah .


" Biarkan dia sendiri dulu, Mia butuh waktu ". Ucap Salimah .


" Tapi Bu ". Ucap Sinta .


" Duduklah ". Ucap Salimah ,Sinta pun menuruti perintah ibunya itu .


" Iya bu, biar saya saja yang mengejarnya ". Ucap Angga lalu bangkit dari duduknya .


Nisa yang melihat hal itu hanya berpesan pada Angga , agar Angga menenangkan Mia dulu .


Hiks..hiks..hiks..


Mia berlari keluar rumah ,ia pergi dari rumah Nek Salimah sambil berlari kearah dekat sungai yang ada didekat rumah neneknya itu .


" Hiks..hiks..hiks..". Mia menangis kini dirinya duduk diatas rerumputan yang ada ditepian sungai itu .

__ADS_1


Angga yang mengikutinya dari tadi kini ia duduk disamping Mia, Mia yang melihatnya langsung memeluk suaminya itu .


Angga pun yang mendapat pelukan dari Mia ia pun membalas pelukan dari istrinya itu .


" Hiks..hiks..hiks..". Mia kini menangis sejadi-jadinya .


Angga yang melihat itu ia langsung mengusap-usap punggung Mia sambil menciumi kepala rambut Mia supaya Mia lebih tenang .


" Hiks..hiks..hiks..". Mia yang masih menangis .


" Menangislah sepuasmu sayang, mas ada disini, luapkanlah semua apa yang kamu pendam selama ini pada mas sayang, mas siap menjadi pendengarnya ". Ucap Angga disela-sela Mia yang kini tengah menangis dipelukannya .


" Aku..ak..hiks..hiks..". Ucap Mia dengan suara pelan dan seraknya karena sambil menangis .


" Kalau kamu belum siap cerita gapapa kok, biarkanlah seperti ini dulu ". Ucap Angga .


Mia hanya menganguk-angguk dipelukan suaminya itu .


Mia merasakan rasa hangat dalam pelukan suaminya itu, ia merindukan pelukan seperti ini dengan suaminya .


. . . . .


" Lagian ya kamu ngapain sih datang lagi dalam kehidupannya ". Ucap Denis yang kini berbicara dengan nada tak suka .


" Den, jangan berbicara seperti itu disini gak enak sama tamu ". Ucap Salimah melirik kearah Nisa yang kini berada didapur sedang menggendong Rama yang tengah menangis .


Nisa berusaha menenangkan Rama yang terus-terusan menangis .


" Cup..cup..sayang jangan nangis ya cucu nenek, bentar lagi mama papa pulang ". Ucap Nisa .


" Aku kesini juga karena aku ingin bertemu putri kandungku ". Ucap Sinta .


" Hah.. untuk apa kamu bertemu dengannya kalau kamu sendiri meninggalkannya dulu , dan aku gak habis pikir kenapa ibu membiarkan dia tinggal disini, ibu pernah berpikir gak sih dia meninggalkan putra ibu ini dan anaknya , ia meninggalkan aku bu demi keluarganya bu ". Ucap Denis yang kini tengah berdiri dengan tangannya bertumpuan pada dinding .


" Aku pergi karena aku punya alasan mas ". Ucap Sinta berusaha menjelaskan .


" Menjelaskan apa hah, menjelaskan bahwa kamu meninggalkan aku demi keluarga mu ,demi ayahmu itu yang telah menghina keluargaku , kamu meninggalkan aku dengan anakmu yang baru saja kamu lahirkan, dimana letak hatimu hah sebagai ibu dari Mia ". Bentak Denis .


" Iya aku salah aku memang salah telah meninggalkan Mia dan kamu, tapi aku melakukan hal itu demi keselamatan kalian berdua ". Ucap Sinta yang sama-sama ikutan emosi karena Denis tak mau mendengarkan penjelasannya .


" Aku pergi meninggalkan kalian karena aku ingin kalian selamat dari ayahku, yang hendak ingin membunuh kalian berdua hiks...hiks..". Ucap Sinta yang kini duduk kembali karena tadi dirinya berdiri .


Sinta menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangannya ,karena ia benar-benar bingung harus menjelaskan apalagi, supaya Denis dan Mia bisa memaafkan dirinya karena ia telah meninggalkan mereka .


" Biarkan ibu yang menjelaskan semuanya Sinta biar tidak ada kesalah pahaman lagi diantara kalian berdua ". Ucap Salimah yang kini menyela pertengkaran diantara mereka .


Denis yang mendengar ucapan ibunya kini melirik ibunya itu begitupun dengan Sinta , Sinta melihat kearah mantan ibu mertuanya itu .


" Menjelaskan , menjelaskan apa ibu, apa yang ibu ketahui tentang masalah ini ?". Tanya Denis yang penasaran sebenarnya apa yang ibunya ketahui .


" Menjelaskan apa nenek ?". Tanya Mia yang baru saja datang bersama Angga yang berdiri dibelakangnya .


Mereka yang melihat, kedatangan Mia langsung melihat kearahnya .


" Mia ". Ucap Sinta .


. . . . . . . .

__ADS_1


__ADS_2