
" Ayah ". Ucap Mia .
membuat kedua orang tuanya itu menoleh kepadanya .
" Mia ".
" Kamu sudah pulang anakku ". Ucap Sinta tersenyum sambil menghampiri Mia .
Angga dan Nisa saling bertatapan karena mereka bingung siapa wanita ini, kenapa ia memanggil Mia dengan sebutan anakku .
" Iya ". Ucap Mia acuh sambil mengambil Rama dari tangan ibunya .
Nisa dan Angga yang melihat Mia mengabaikan wanita itu menjadi kebingungan tersendiri pada mereka .
Kini yang ada dalam pikiran mereka hanya ada apa ini? dan siapa wanita itu ?
Angga yang penasaran pun menanyakannya .
Akan tetap nek Salimah sudah ada dibalik pintu membuat Angga tidak jadi menanyakan hal ini pada Mia .
" Oalah.. kalian sudah dateng ". Ucap Nek salimah tersenyum sampai ia tak sadar kalau anaknya Denis juga ada disana .
" Iya nek, maaf ya Mia lama menitipkan Rama nya ". Ucap Mia .
" Iya gpp kok cu ". Ucap Salimah tersenyum .
" Bu ". panggil Denis saliman padanya membuat Salimah terkejut karena anaknya ada dirumahnya juga .
" Loh ,Den ada disini juga ,kamu kapan tiba disini kok ibu baru sadar kamu ada disini ". Ucap Salimah memeluk anak laki-laki satu-satunya itu .
" Baru saja bu ". Ucap Denis .
" Oh ya, ya sudah yuk kita kedalam saja ,kita bicaranya didalam ". Ucap Salimah mempersilahkan mereka semua masuk kedalam rumahnya .
" Iya makasih bu ". Ucap Nisa .
" Iya sama-sama nak, ayo masuk-masuk ". Ucap Salimah tersenyum .
Dilain tempat ...
BUGHHH...
Hantaman pukulan dari Julian mendarat tepat diwajah tampannya Adam .
Adam sampai terjatuh dilantai ,karena serangan dadakan dari Julian .
" Berhenti ..pak saya mohon berhenti jangan pukuli anak saya lagi ". Ucap Mita meminta pengampunan untuk anaknya .
" Saya gak terima anak saya dinodai anak ibu, dia sudah membuat hidup anak saya hancur sekarang ". Bentak Julian karena emosinya yang tak terkendali .
Kini dirinya dipenuhi hawa nafsu ingin sekali membunuh pria yang kini ada dihadapannya namun ia berpikir dua kali ,kalau Adam mati siapa yang akan tanggung jawab anaknya yang tengah hamil .
" Saya akan berhenti menghajarnya, kalau dia mau bertanggung jawab ". Ucap Julian melotot ke arah Adam .
Membuat Adam agak takut melihatnya .
" Kamu turuti saja Adam, lagian itu anakmu kan ". Ucap Mita .
__ADS_1
" Iya bang, dari pada nantinya masalahnya tambah panjang ". Timpal Aldo yang ada disana juga .
" Gua emang akan tanggung jawab, tapi itu demi anak gua bukannya Khanza, karena cinta gua cuma Mia , cintaku ini hanya milik Mia ". Batin Adam .
" Tapi mah ". Ucap Adam .
" Tapi apa hah.. oh..apa kamu mau lari dari tanggung jawabmu hah ". Ucap Julian .
Khanza yang dari tadi hanya diam saja, kini dirinya angkat bicara .
" Sudahlah pah, percuma papa memintanya untuk tanggung jawab pasti dirinya takan mungkin mau, karena ...". Ucap Khanza terpotong karena Adam menyelanya .
" Saya akan tanggung jawab pak, saya akan menikahi Khanza ". Ucap Adam sambil melirik kearah Khanza .
Khanza yang mendengar ucapan dari Adam sempat tak percaya apa yang diucapkan Adam . Karena ia tahu sekali Adam hanya akan mencintai Mia seorang begitupun dengan dirinya ia hanya akan mencintai satu pria yaitu Angga yang masih menjadi suaminya .
" Hah..baiklah, saya akan mempersiapkan semuanya nanti, kalau kamu berusaha lari dari semua ini saya gak akan segan-segan membuat hidup keluargamu sengsara Adam , permisi ". Ucap Julian dengan nada acuh sombongnya sambil menarik tangan putrinya itu untuk pergi dari rumah itu .
" Hah..". Ucap Adam dengan leganya sambil mengusap wajahnya yang kena pukulan dari Julian .
Begitupun dengan Mita dan Aldo mereka merasa lega atas kepergian kedua orang itu yang sempat membuat kekacauan dirumah mereka .
Namun Adam belum bisa merasa lega karena masalahnya dirinya masih berurusan dengan polisi karena kasusnya .
Dikediaman Salimah,
Kini suasananya menjadi hening seketika Mia menolak keberadaan ibunya itu .
" Kamu jangan gitu dong cu, bagaimana pun dia adalah ibu kamu, ibu yang telah melahirkan kamu cu ". Ucap Nek Salimah .
" Iya benar Mia, kamu gak boleh berbicara seperti itu terhadapnya ". Ucap Angga ikut berbicara menasehati istrinya itu .
Mia yang merasa terpojokan , merasa kesal tak ada seorang pun yang mengerti perasaannya .
Kini Mia bangkit dari duduknya dan hendak pergi keluar rumah begitu saja .
" Kamu mau kemana ". Ucap Mia .
Namun Mia mengabaikan ucapan dari suaminya itu, Mia terus berjalan kearah luar .
" Mia ...hiks..hiks..". Ucap Sinta yang hendak mengejar Mia yang sama-sama tengah menangis ,namun tangannya dipegang oleh Salimah .
" Biarkan dia sendiri dulu, Mia butuh waktu ". Ucap Salimah .
" Tapi Bu ". Ucap Sinta .
" Duduklah ". Ucap Salimah ,Sinta pun menuruti perintah ibunya itu .
" Iya bu, biar saya saja yang mengejarnya ". Ucap Angga lalu bangkit dari duduknya .
Nisa yang melihat hal itu hanya berpesan pada Angga , agar Angga menenangkan Mia dulu .
Hiks..hiks..hiks..
Mia berlari keluar rumah ,ia pergi dari rumah Nek Salimah sambil berlari kearah dekat sungai yang ada didekat rumah neneknya itu .
" Hiks..hiks..hiks..". Mia menangis kini dirinya duduk diatas rerumputan yang ada ditepian sungai itu .
__ADS_1
Angga yang mengikutinya dari tadi kini ia duduk disamping Mia, Mia yang melihatnya langsung memeluk suaminya itu .
Angga pun yang mendapat pelukan dari Mia ia pun membalas pelukan dari istrinya itu .
" Hiks..hiks..hiks..". Mia kini menangis sejadi-jadinya .
Angga yang melihat itu ia langsung mengusap-usap punggung Mia sambil menciumi kepala rambut Mia supaya Mia lebih tenang .
" Hiks..hiks..hiks..". Mia yang masih menangis .
" Menangislah sepuasmu sayang, mas ada disini, luapkanlah semua apa yang kamu pendam selama ini pada mas sayang, mas siap menjadi pendengarnya ". Ucap Angga disela-sela Mia yang kini tengah menangis dipelukannya .
" Aku..ak..hiks..hiks..". Ucap Mia dengan suara pelan dan seraknya karena sambil menangis .
" Kalau kamu belum siap cerita gapapa kok, biarkanlah seperti ini dulu ". Ucap Angga .
Mia hanya menganguk-angguk dipelukan suaminya itu .
Mia merasakan rasa hangat dalam pelukan suaminya itu, ia merindukan pelukan seperti ini dengan suaminya .
. . . . .
" Lagian ya kamu ngapain sih datang lagi dalam kehidupannya ". Ucap Denis yang kini berbicara dengan nada tak suka .
" Den, jangan berbicara seperti itu disini gak enak sama tamu ". Ucap Salimah melirik kearah Nisa yang kini berada didapur sedang menggendong Rama yang tengah menangis .
Nisa berusaha menenangkan Rama yang terus-terusan menangis .
" Cup..cup..sayang jangan nangis ya cucu nenek, bentar lagi mama papa pulang ". Ucap Nisa .
" Aku kesini juga karena aku ingin bertemu putri kandungku ". Ucap Sinta .
" Hah.. untuk apa kamu bertemu dengannya kalau kamu sendiri meninggalkannya dulu , dan aku gak habis pikir kenapa ibu membiarkan dia tinggal disini, ibu pernah berpikir gak sih dia meninggalkan putra ibu ini dan anaknya , ia meninggalkan aku bu demi keluarganya bu ". Ucap Denis yang kini tengah berdiri dengan tangannya bertumpuan pada dinding .
" Aku pergi karena aku punya alasan mas ". Ucap Sinta berusaha menjelaskan .
" Menjelaskan apa hah, menjelaskan bahwa kamu meninggalkan aku demi keluarga mu ,demi ayahmu itu yang telah menghina keluargaku , kamu meninggalkan aku dengan anakmu yang baru saja kamu lahirkan, dimana letak hatimu hah sebagai ibu dari Mia ". Bentak Denis .
" Iya aku salah aku memang salah telah meninggalkan Mia dan kamu, tapi aku melakukan hal itu demi keselamatan kalian berdua ". Ucap Sinta yang sama-sama ikutan emosi karena Denis tak mau mendengarkan penjelasannya .
" Aku pergi meninggalkan kalian karena aku ingin kalian selamat dari ayahku, yang hendak ingin membunuh kalian berdua hiks...hiks..". Ucap Sinta yang kini duduk kembali karena tadi dirinya berdiri .
Sinta menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangannya ,karena ia benar-benar bingung harus menjelaskan apalagi, supaya Denis dan Mia bisa memaafkan dirinya karena ia telah meninggalkan mereka .
" Biarkan ibu yang menjelaskan semuanya Sinta biar tidak ada kesalah pahaman lagi diantara kalian berdua ". Ucap Salimah yang kini menyela pertengkaran diantara mereka .
Denis yang mendengar ucapan ibunya kini melirik ibunya itu begitupun dengan Sinta , Sinta melihat kearah mantan ibu mertuanya itu .
" Menjelaskan , menjelaskan apa ibu, apa yang ibu ketahui tentang masalah ini ?". Tanya Denis yang penasaran sebenarnya apa yang ibunya ketahui .
" Menjelaskan apa nenek ?". Tanya Mia yang baru saja datang bersama Angga yang berdiri dibelakangnya .
Mereka yang melihat, kedatangan Mia langsung melihat kearahnya .
" Mia ". Ucap Sinta .
. . . . . . . .
__ADS_1