
Diva dan Aldo kini pulang ke rumah mereka,
" Malam semua ". Sapa Diva keseluruhan penghuni rumah .
" Malam cucuku ... ". Ucap Mita tersenyum .
" Hee... wow... kayanya lezat sekali makanan nya nek... ini ". Ujarnya .
" Haha... dong kan yang masak semua menantu kesayangan nenek...". Ucapnya .
" Ah... ibu bisa saja...". Ucap Khanza .
" Tau tuh.. ibu ... mujinya ketinggian kalau kita terbang gimana ". Ucap Reva yang baru saja datang membawa makanan ditangannya .
" Mama... uhh..kangen ". Ucap Diva memeluk ibunya itu .
Iya Reva sudah keluar dari penjara karena jaminan dari Aldo, dan Reva pun menyepakati perjanjian bersama Aldo bahwa ia tidak akan melakukan hal itu lagi, dan ia pun menyetujuinya karena bagi Reva kini hanya kebahagian putrinya yang paling penting dari segalanya , ia pun menyadari kesalahannya itu, dan kini Aldo dan Reva kembali menjadi suami istri demi anak mereka Diva , Diva berhak mendapatkan kebahagiaan dari kedua orang tuanya , mereka berdua sama-sama sadar keegoisan mereka berdua akan berdampak buruk bukan hanya untuk mereka akan tetapi anaknya pun akan kena dampak nya juga .
Mereka berdua kini sepakat akan benar-benar membangun rumah tangga mereka dengan baik dan penuh kebahagiaan , agar mereka berdua bisa membahagiakan putri semata wayangnya itu .
" Aduh... kamu tuh...hahaha baru saja satu hari kerja seharian full gak ketemu mama sudah kangen saja ...Diva...diva... ". Ucap Reva membalas pelukan putrinya itu .
" Tau tuh... kak Diva gak malu apa sama aku hahaha ...". Ledek Idham .
" Hahaha ...". Membuat semua orang yang ada disana ikut tertawa .
" Biarin dihh... kangen sama ibu ku sendiri kok
... emangnya kamu yang selalu membangkang sama mama kamu ". Ucapnya balik meledek dengan menjulurkan lidahnya .
" Dih... apaan dah , aku nurut kok sama mama iya kan mah ". Ucapnya juga sama-sama melakukan apa yang dilakukan Diva .
" ihh... kamu tuhh... ya ". Ucap Diva yang jengkel pada Idham .
" Hahaha... dasar kalian ini sudah besar tapi tetap saja bersikap seperti anak kecil ... sudah-sudah ayo makan ". Ucapnya Mita tersenyum .
" Ayo...". Timpal Diva .
" Ini mas... makanannya ". Ucap Reva memberikan piring yang sudah terisi makanan .
__ADS_1
" Makasih ". Ucapnya Aldo tersenyum .
" Iya ". Lalu Reva pun duduk disamping anaknya .
Keluarga Brawijaya memang kini sudah terlihat baik-baik saja namun disisi lain mereka sedih karena ada satu anggota keluarga mereka lagi yang gak hadir disana yaitu Adam , yang masih dipenjara .
Adam masih saja tidak berubah , ia masih saja terobsesi dengan istri orang yaitu Mia istri dari Angga .
Merek yang menjadi keluarganya pun merasa sudah lelah sekali untuk bisa membujuknya agar berubah , namun apalah daya Adam sangat keras kepala , gak ada tobat-tobatnya .
*****
" Iya , kamu siapkan saja apa yang perlu saya butuhkan besok untuk meeting dengan klien kita ". Ucap Rama yang sedang menelpon dengan sekertaris barunya itu , lalu ia pun memutuskan sambungan telepon itu .
" Hah... rasanya sangat lelah sekali , apalagi ditambah atas kedatangan Dania yang tiba-tiba kaya tadi, ck... kenapa sih dia masih saja mengejar-ngejar aku, padahal aku sudah beberapa kali menolaknya tapi tetap saja ia bersikap seperti itu ". Umpatnya .
Ia langsung membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya itu, ia memang kini tinggal di rumah besar milik keluarganya yaitu rumah milik neneknya .
" Andai saja rumah itu tidak disewakan, mungkin saja sekarang aku bisa tinggal disana , dan bisa menikmati kamarku yang aku rindukan itu ". Harapnya .
Saat ia hendak tidur, ia masih memikirkan perkataan Dania tadi saat dimobil, ia bilang akan menyerah padanya , ia tidak akan lagi mengganggunya , seharusnya ia senang mendengar hal itu namun entah mengapa ia merasa ia keterlaluan sekali memperlakukan Dania seperti itu, apa ia terlalu berlebihan .
" Ahh... kenapa gua mikirin hal gak guna itu sih... tidur...tidur Ram besok Lo kerja , ada meeting penting sama klien Lo besok pagi ". Ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya .
" Jadi begitulah pak, saya ingin bapak Rama ini bisa menangani proyek besar ini, proyek pembangunan hotel di kota Padang, bagaimana ? apa bapak sanggup menjalankan proyek ini ". Ucap Klien nya itu .
" Walaupun saya sebelumnya belum pernah menangani proyek sebesar ini, tapi saya terima tawaran anda pak Suryo untuk menjalankan bisnis proyek hotel ini, bapak tenang saja saya pasti akan membuat anda puas dengan hasilnya ". Ucapnya percaya diri .
" Bagus... kalau memang anda sanggup menjalankan proyek ini, saya cukup yakin dengan anda , semoga kerja sama ini bisa berjalan dengan lancar ya ". Ucapnya berjabat tangan dengan Rama .
" Aminn... pak ". Sahutnya tersenyum .
" Baiklah kalau begitu saya permisi ". Ucap Suryo .
" Iya pak silahkan ,biar saya antar anda sampai parkiran ". Ucapnya .
" Iya ". Ucapnya .
Sedangkan disisi lain Reyza yang melihat kearah Rama yang mendapatkan klien besar terlebih dahulu darinya menjadi iri rasanya , entah mengapa Reyza yang dulu kini berbeda dari Reyza yang sekarang , sekarang ia malah dipenuhi dengan rasa iri dengki kepada Rama, apalagi awalnya dari hal sepele yaitu hanya karena seorang wanita .
__ADS_1
" Ck... ". Umpatnya .
Disisi lain tempat kini di lokasi syuting film Dania sedang dirias oleh make-up artist nya ,
" Ini dialog untuk kamu Nia ". Ucap manager nya .
" Iya , makasih kak ,besok kan gak ada dialog syuting buat aku jadi aku besok minta cuti ya ". Ucapnya .
" Iya Nia, kamu istirahat saja dirumah , supaya kinerja kamu nantinya fokus, tapi inget loh cuti untuk istirahat bukan kelayapan ya ". Ucap manager nya menasehati Dania , karena Dania selalu saja merepotkan dia , sejujurnya dia sudah tidak tahan bekerja untuk Dania namun apa daya , ia butuh sekali pekerjaan ini .
" Dania silahkan keluar, sudah mau dimulai syutingnya ". Ucap salah satu para Kru film .
" Oh iya baiklah , bentar lagi saya kesana ". balas Dania .
Lalu Dania dan manager nya pun datang ke lokasi syuting .
***
" Bekerjasama lah denganku ". Ucap Reyza pada Dania .
" Apa maksudmu ?". Tanya Dania yang baru saja selesai syuting .
" Bekerjasama dengan ku untuk memisahkan antara Diva dan Rama ". Ucap Reyza .
" Ck... masih saja ya kamu membahas hal itu, emangnya gak cape apa ". Ucap Dania yang kini pergi ke parkiran mobil .
" Denger ya Reyza aku tidak selicik itu, lagian ya aku sudah menyerah akan perasaanku pada Rama, cinta gak bisa dipaksa Za , aku hargai keputusan Rama ". Ucap Dania menghindari Reyza .
" Ck... jangan so munafik deh Lo, gua tahu Lo Nia, Lo gak akan semudah itu menyerah iya kan, Lo itu Dania Putri Kharisma anak kolongmerat dikota ini Lo bisa melakukan apapun yang Lo mau , termasuk mendapatkan Cinta dari Rama ". Ucap Reyza berusaha mempengaruhi Dania .
" Cukup Za , gua emang dulu sangat tergila-gila akan kehausan cinta Rama ,tapi sekarang gua nyerah , mau apapun caranya gua berusaha untuk mendapatkan cinta dari Rama gua gak akan pernah bisa menghilangkan cintanya itu untuk Diva , hanya Diva yang ia cintai dari dulu maupun sekarang ". Ujar Dania .
" Tapi sekarang kesempatan kita untuk mendapatkan apa yang kita mau ,mereka sudah sama-sama menjauh sekarang dan itu kesempatan untuk kita bisa masuk kedalam hati mereka ". Ucap Reyza yang masih ngotot dalam ambisinya untuk bisa mendapatkan Diva .
" Sudahlah jangan ajak-ajak gua kalau untuk berbuat hal yang gak berguna , gua sibuk maaf ya Za , kalau Lo masih ngotot sama ambisi Lo itu, terserah tapi jangan inget Za sekeras apapun Lo berusaha gua yakin mereka gak akan terpisahkan ". Ucapnya .
" Meskipun mereka kini jauh, gua yakin nanti mereka akan mendekat dengan sendirinya ". Sambungnya lagi sambil membuka pintu mobilnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan Reyza yang berdiri disana .
" Ck... cewek jalang gak tahu diuntung , kita lihat saja nanti ". Ucapnya yang kesal .
__ADS_1
. . . . . .
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍