Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
108. Hari Bersamanya


__ADS_3

" Ini bukunya bagus loh Ram ". Ujar Dania menyodorkan sebuah Buku baca kearah Rama yang tengah memilih buku-buku yang sedang ia cari .


" Hemm ...". Deham Rama yang sebenarnya malas ia harus datang ketoko buku bersama Dania kalau bukan terpaksa .


# Sebelumnya


Pas Rama ingin menghampiri Diva dan Reyza tiba-tiba saja Diva menghampirinya duluan bersama Reyza dan membuat Rama salah tingkah .


" Hai Ram ". Sapa Reyza tersenyum .


" Hai kak ". Ucap Rama membalas sapaan Reyza yang sebenarnya ia jga malas membalas sapaan itu ditambah sekarang hatinya lagi panas melihat Reyza dekat dengan Diva cewek yang ia taksir dari zaman masih kecil .


" Oh ya Ram aku kesini mau ajak kamu belajar bareng sama kak Reyza , ya kan kak ?". Ucap Diva sambil melihat kearah Reyza dan Reyza mengiyakan ucapan dari Diva .


" Iya Ram betul tuh kata Diva kita belajar bareng saja yuk, siapa tahu kalau ada tugas kamu yang susah bisa kakak bantu, oh ya sekalian katanya mama sudah lama sekali gak ketemu kamu katanya , kangen dia ". Ujar Reyza sambil tersenyum .


" Oh ya, tapi kak ,Va aku gak bisa aku mau ketoko buku dengan kak Dania ya kan kak ". Ucap Rama tersenyum kearah Dania .


Dan ucapan Rama itu sontak membuat Dania kaget dan sekaligus bingung kenapa tiba-tiba saja Rama berubah pikiran padahal dari tadi ia kekeh sekali gak mau diajak barengan , nah sekarang malah ngajak Dania .


Namun Dania tidak memikirkan hal itu, mungkin ini jalan bagi untuk dirinya bisa jalan bareng dengan gebetannya itu .


Dan ia memanfaatkan situasi ini , untuk bisa bersama dengan Rama .


" Iya dong, kan kita berdua sudah janjian mau belanja buku-buku bareng iya kan guys ". Ucap Dania dengan genitnya kepada Rama sambil memegang pergelangan tangan Rama .


Dan Diva yang melihatnya entah mengapa ia merasa tidak suka , tidak suka kalau sahabatnya ini dekat-dekat dengan geng Alay disekolah bagi dirinya dan teman-temannya itu . Karena menurut Diva dan teman-temannya itu Geng Dania itu Alay, so berkuasa mentang-mentang ayah dari Dania itu donatur sekolah yang paling besar disekolahnya itu .


" Sejak kapan Lo Dan suka sama buku-buku , padahal baca buku saja Lo yang paling males ". Ucap Reyza tertawa kecil dengan tidak sengaja ia menyinggung kepribadian Dania yang pemalas dalam hal belajar didepan gebetannya itu, dan itu akan semakin membuat Rama jauh darinya dan semakin ilfil padanya .


" Ck... mentang-mentang Lo juara kelas dan sekolah jangan seenaknya ngumbar aib seseorang dong Za , dasar laki-laki so pintar ". Decak Dania pada Reyza yang kesal karena telah dihina oleh Reyza .


" Hahahaha... bercanda kali Dan, gitu saja diambil hati ". Ucap Reyza tertawa .


Dania yang mendengar tawa dari Reyza hanya memonyongkan bibirnya yang kesal dan marah pada Reyza .


" Dih... bodoamat lah kata Lo mau apa, yuk ah Ram kita jalan takutnya kesorean ". Ajak Dania .


Namun Rama dari tadi hanya dian melihat kearah Diva yang sedang melihatnya, dengan tatapan tak suka bila Rama pergi dengan Dania .


Namun Rama hanya ingin membuat Diva merasakan apa yang ia rasakan saat dirinya melihatnya bersama laki-laki lain selain dirinya dan Alfi .


" Tidak suka kah kamu melihat aku pergi bersamanya , Diva apa kamu cemburu melihat aku bersamanya ?". Batinnya bertanya-tanya sambil melihat kearah Diva .


" Ck.. ngapain sih si Rama pergi sama Dania Cs nyebelin banget sih ". Batin Dania menggerutu sambil melihat kearah Rama dengan tatapan sinis .

__ADS_1


" Ya sudahlah kalau kamu tak mau ikut kita , biar kita berdua saja belajarnya , yuk kak ". Ucap Diva dengan suaranya yang dikeraskan dan menghentakkan kakinya karena kesal melihat Rama jalan bersama Dania Cs . Lalu menggandeng tangan Reyza membuat Reyza kaget karena Diva menariknya pergi dari tempat Rama dan Dania Cs berdiri .


Rama yang melihatnya hanya mengepalkan tangannya yang kesal melihat kepergian mereka berdua ,


" Ck ... ternyata Lo lebih memilih pergi dan meninggalkan gua disini, bukannya membujuk gua untuk ikut Lo Div ". Batin Rama kesal melihat kepergian Diva bersama kakak sepupunya itu .


" Ayo Ram kita pergi ". Ajak Dania dari tadi .


Ya dengan terpaksa Rama ikut dengan Dania sebelum itu ia harus ketoko buku dulu untuk membeli beberapa buku yang ia perlukan .


" Iya ". sahutnya dengan perasaan malas kalau harus bersama Dania dan Cs nya itu .


Disepanjangan perjalanan tak henti-hentinya Diva menyenderkan kepalanya dibahu Rama dan itu membuat Rama risih , didalam mobil milik Dania dan Dania lebih memilih duduk dibelakang bersama Rama ,dan kedua temannya itu yang duduk didepan, dan Ajeng sebagai pengemudi menjalankan mobilnya menuju toko buku terbesar yang ada dikiranya itu , Dania sengaja mengajak Rama ketoko buku terbesar yang ada di kota itu karena toko itu termasuk milik keluarganya .


Jadi ia ingin membuat Rama terkesan, padanya dengan memperkenalkan salah satu usaha milik keluarganya itu .


Karena ia tahu Rama suka sekali yang namanya buku .


. . . . . . .


" Gimana Ram, bukunya bagus kan ". Tanyanya Dania sekali lagi sambil menyodorkan sebuah Buku baca kearah Rama yang belum Rama ambil dari tadi .


" Iya bagus kak ". Ujar Rama sambil mengambil buku dari tangan Dania .


Dania senang sekali bisa jalan-jalan bersama Rama karena ini pertama kalinya bagi dirinya , walaupun hanya jalan-jalan nya ketoko buku yang menurutnya membosankan tapi kalau bersama Rama bagi dirinya rasa bosan itu hilang seketika .


" Eh.. Ren ". Panggil Ajeng pada Rena yang sedang memainkan ponselnya .


" Apa Jeng ". Ucapnya sambil meminum air soda yang ia beli tadi diluar depan toko buku itu .


" Menurut Lo gimana Ren, si Dania bakalan berhasil kagak untuk mendapatkan Rama ". Ujar Ajeng .


" Mmmm... gimana ya menurut gua sih bakalan deh kayanya ". Ucap Rena .


" Lo kok bisa seyakin itu Ren, coba lihat perbedaan antara mereka berdua , Dania yang pemalas dan gak rajin gitu sosoan mau sama Rama yang anaknya rajin banget belajar , apa Rama mau sama Dania yang kaya gitu, gua sih gak yakin deh Ren ". Ujarnya sambil merebahkan tubuhnya ke kursi yang ia duduki sambil kedua tangannya ia lipatkan diatas dada .


" Ya secara gitu Dania , Jeng pasti gak mau gitu saja nyerah kan kata dia juga apapun yang dia inginkan pasti bisa ia dapatkan apapun itu caranya , iya kan ". Ucap Rena .


" Iya juga sih, dia mah kan orangnya gak mau kalah , maunya menang terus ". Timpal Ajeng .


" Nah ... makannya gua mah yakin banget pasti lama kelamaan juga si Rama bakalan klepek-klepek sama si Dania, secara mana ada sih cowok yang nolak seorang Dania , secara Dania cantik, kaya siapa yang nolak coba ya meski kekurangannya itu , sering kasar sama orang ". Ucapnya yang diakhiri bisikkan pada Ajeng karena ia tak mau Dania sampai dengar masalah mereka yang sedang membicarakan dirinya karena bisa gawat kalau Dania sampai tahu kalau diam-diam mereka suka membicarakan Dania .


" Gimana Ram , jadi mau beli yang mana ?". Tanya Dania pada Rama yang masih memilih satu buku lagi yang ingin ia beli .


" Bentar kak, aku cari 1 buku lagi yang ingin aku beli kakak gabung saja sana bersama teman-teman kakak, aku gapapa kok kak bisa sendiri ". Ucap Rama agak cuek ke Dania .

__ADS_1


Dan itu membuat Dania sedikit sedih, namun Dania tahan , ia gapapa diperlakukan seperti itu oleh Rama , karena mungkin Rama belum terbiasa jalan bersamanya .


" Gapapa kakak bantuin sini bawa bukunya ". Ucap Dania mengambil buku-buku dari tangan Rama ada lima buku yang Rama pegang .


" Gapapa kak biar aku saja , aku gak mau ngerepotin kakak ". Ucap Rama mau mengambil alih buku-bukunya yang diambil oleh Dania , namun Dania memalingkan tubuhnya supaya Rama tak bisa mengambil buku-buku nya itu .


" Beneran gapapa kok, biar aku saja yang bawa ". Ucap Dania tersenyum .


" Tapi itu berat loh kak, sini gapapa biar aku saja ". Ujar Rama .


" Gapapa beneran loh biar aku saja ". Bantah Dania .


" Tapi kan Kak...". Ucap Rama terpotong karena tiba-tiba tidak sengaja tubuh Dania terdorong kearah Rama karena seorang pria yang tidak sengaja menabrak dirinya membuat tubuh Dania goyah dan akhirnya jatuh ke pelukan Rama , Rama yang tidak siap juga menakis tubuh Dania akhirnya ikutan terjatuh juga kelantai .


Karena kejadian itu terjadi secara tiba-tiba membuat Rama tidak bisa menahan tubuh Dania yang akan terjatuh menghampiri dirinya .


Kini posisinya Dania terjatuh diatas tubuh Dania , dan membuat semua orang geger melihat pemandangan itu , termasuk kedua temannya Dania itu yang melihat seakan tak percaya melihat semua itu .


" Hah ". Ucap Ajeng menutup mulutnya yang kaget melihat pemandangan yang ia lihat saat ini dengan kedua tangannya itu .


Dan Rena yang kaget hanya melotot kearah kedua orang yang kini menjadi pusat perhatian publik .


Dania dan Rama yang menjadi pusat perhatian itu hanya terdiam kaku , sesaat tubuh Dania seakan tidak bisa bergerak .


ia melihat kearah bawah melihat Rama yang sedang melihat dirinya dan itu membuat Dania malu seketika , wajahnya sekarang seakan seperti kepiting rebus .


Pipinya merah merona .


Begitupun dengan Rama yang kini tengah melihat wajah ayu nan cantik nya Dania, seakan-akan kini dirinya terhipnotis terpesona dengan kecantikan Dania .


Dan entah mengapa tiba-tiba hatinya menjadi .


Deg..degan... saat sedekat ini dengan Dania .


Namun ia singkirkan pikirin itu dari benaknya dan langsung tersadar apa yang terjadi ia menjadi pusat perhatian publik , dan seketika ia mendorong tubuh Dania dari tubuhnya lalu berdiri membenarkan bajunya sekolahnya yang berantakan akibat hal tadi .


" Eu..eu... maaf ". Ucap Rama malu tersendiri lalu pergi meninggal kerumunan itu, sambil membawa buku nya yang hendak ia beli , ia pergi kearah kasir .


sedangkan Dania hanya diam terpaku , dirinya juga sama merasa malu karena dilihatin terus oleh orang-orang .


Lalu ia menyusul Rama ke meja kasir .


. . . . . . .


Penasaran gimana kelanjutannya yuk makannya jangan lupa baca terus novel author ini ya guys ..😉😊

__ADS_1


ets... tapi jangan lupa Like,Vote dan Komentarnya juga ya guys 😚😘 .


__ADS_2