Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
103. Perseteruan Antara Saudara


__ADS_3

" Kak, kamu tahu kalau aku dari lama sudah suka sama kakak ". Ucap Diva tersenyum .


" Oh ya ". Ucap Reyza tersenyum sambil melihat kearah Diva .


" Iya, kakak tahu aku ngefans banget sama kakak bisa dekat dengan kakak saja aku senang banget apalagi ini kencan begini sangat membuat diriku serasa mimpi ". Ucap Diva tersenyum melihat kearah Reyza .


" Hahahaha... fans, memangnya aku ini artis apa punya fans ,idola atau apalah itu, aku hanya orang biasa saja Va , bukan artis ". Ujar Reyza tertawa .


" uhhh.. bener loh kak , kakak itu kaya artis bikin semua orang terpana disekolah saja kakak itu jadi panutan dan idola disekolah karena prestasi kakak yang luar biasa kak ". Oceh Diva .


" Oh ya , kok aku baru tahu hahaha ". Ucap Reyza tertawa kecil sambil menutup mulutnya yang tengah tertawa dengan punggung tangannya .


" Asli kak, gak bohong deh aku , kakak itu kaya sosok laki-laki idaman banget gitu ". Ujarnya Diva .


Reyza yang melihat ocehan dari Diva pun hanya tersenyum dan menatapnya .


Entah mengapa tiba-tiba saja Reyza menjadi tertarik dengan Diva .


" Oh ya , masa sih ". Ucap Reyza tersenyum .


" Iya kak beneran gak bohong aku jujur deh ". Ujarnya Diva tersenyum .


" Mmmm... ". sahut Reyza .


Entah dorongan darimana Reyza mulai mendekatkan dirinya kearah wajah Diva yang tengah terduduk disampingnya .


Diva yang merasakan hal yang aneh dari Reyza yang tiba-tiba saja mendekatkan dirinya padanya , membuat suasana menjadi canggung .


Disisi lain Rama tengah duduk di bangku lain,


melihat mereka berdua yang tengah mengobrol, dan mereka tak menyadari kalau Rama ada disana sedang melihat mereka berdua .


Deg...Deg...Deg


entah mengapa tiba-tiba detak jantung Diva berdetak begitu kencang dari sebelumnya,


" Aduh... ada apa ini, kenapa detak jantung ku gak karuan gini, apa gara-gara kak Reyza mendekatkan wajahnya dekat sekali denganku ya ". Batin Diva melihat kearah Reyza yang semakin mendekat kearahnya .


" Kamu cantik Diva ". Ucap Reyza sambil tersenyum .


Kini wajah Diva bersemu merah bagai kepiting rebus yang baru diangkat dari panci .


" Ah kak Reyza bisa saja ". Ucap Diva malu-malu .


" Heee.. ". Reyza hanya tersenyum melihat Diva yang malu-malu seperti itu .


Hati Rama semakin panas, melihat mereka berdua yang tengah bermesraan yang menurut nya tak patut mereka berdua lakukan .


Rama yang sudah gak tahan melihat mereka berdua yang semakin dekat kelihatannya pun ia , hendak menghampiri mereka akan tetapi dirinya tersandung .


" Arghh... sakit anjirr ". Ucapnya Rama meringis kesakitan sambil memegang kepalanya yang terbentur lantai .


Lalu Rama melihat kesekitar , dan ...


" Loh.. kok gua ada disini , bukannya tadi di restoran ". Gumamnya sambil berpikir .

__ADS_1


" Alah.. mimpi anjirrr ". gerutunya .


" Hadehh.. ". Ucapnya sambil tepok jidat namun ia meringis kesakitan karena tadi kepalanya terbentur lantai gara-gara jatuh dari tempat tidurnya .


" Aduhh.. nyeri lagi ". Gumamnya sambil berdiri dari jatuhnya dan menyimpan guling kekasurnya yang terbawa jatuh bersamanya pas jatuh tadi .


Rama yang melihat kearah jam dinding dikamarnya hanya melotot saat melihat waktu yang sudah menunjukan jam setengah 7 .


" Hah... sial kesiangan gua ". Gerutunya sambil kebingungan .


" Mandi-mandi ". Ucapnya sambil tergesa-gesa masuk kedalam kamar mandi yang ada dikamarnya .


" Mama.. lagi kenapa gak bangunin gua dahh ". Gerutunya yang kini tengah mandi .


Disisi lain tempat Mia yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya , kini dengan santainya sedang mengoleskan selai roti rasa coklat untuk suaminya Angga , sedangkan Angga kini hanya bersantai-santai minum kopi dimeja makan .


" Duhh... beneran telat ini mah bodo amat lah pokoknya gua gak boleh telat ". Ucap Rama menggerutu terus-menerus karena kesal dia kesiangan dan ibunya itu gak membangunkannya .


Rama berpakaian Rapi namun hanya dasinya saja yang berantakan yang belum ia pasang .


Lalu ia mengambil tas ranselnya yang ia gantungkan disisi pintunya kamarnya . ia berjalan menuju lantai dasar dengan menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa .


Lalu menghampiri ibunya yang pasti ada didapur seperti dugaannya dan ternyata benar dugaannya itu .


" Mah.. kenapa gak bangunin aku sih aku telat nih, aku duluan ya ". Ucapnya sambil mengambil roti yang berisi selai coklat yang tadinya itu untuk suaminya .


" Eh... kan baru jam setengah 7 sayang mama pikir juga kamu sudah bangun kan biasanya juga gitu kan ". Ucap Mia .


Mia selalu mengetuk pintu kamar anaknya untuk membangunkan anaknya itu untuk solat subuh dan mandi ,biasanya juga begitu .


" Tapi tadi aku gak bangun ma ". Ujarnya .


" Gak usah mah aku berangkat saja sudah telat ini , mana sekarang masuknya jam 7 ". Ucapnya tergesa-gesa sambil menggigit sandwich buatan ibunya itu .


" Aduhh... Rama itu kamu belum pakai dasinya nanti dimarahi Lo sama guru kalau gak lengkap berpakaiannya ". Ucap Mia menghampiri anaknya .


" Entar aku pakai , dijalan pas mau masuk gerbang sekolah mah dah... Assalamualaikum mah". Ujarnya lalu berjalan keluar rumah .


" Waalaikumsalam ...Tapi..Ram...". Ucapnya terpotong karena Angga memotongnya .


" Sudahlah biarkan saja, aku juga mau berangkat ,ada meeting penting sama klean , mau bahas lukisan aku yang akan dilelang digaleri pak Burhan ". Ujar Angga bangkit dari duduknya sambil menyeruput kopi buatan istrinya itu .


" Oh ya sudah , hati-hati ya mas ". Ucapnya .


" Iya sayang ". Sahut Angga sambil menghampiri istrinya itu lalu mengecup kening Mia .


" Eh iya bawa ini mas , sarapan disana ya kan kamu belum makan apa-apa tadi cuma minum kopi saja ". Ujarnya Mia sambil memberikan kotak makanan yang berisi sandwich buatannya .


" Iya, ya sudah ya aku berangkat Assalamualaikum ". Sahut Angga tersenyum .


" Waalaikumsalam , hati-hati ya mas dijalannya jangan ngebut bawa mobilnya ". Ujar Mia tersenyum .


" Ya... ".Teriaknya sambil pergi keluar rumah .


Mia hanya tersenyum melihat keluarga kecilnya .

__ADS_1


" Semoga suasana seperti ini akan terjadi selamanya, aku benar-benar harus menjaga mereka dari siapapun , apalagi mas Angga, aku yakin si jalang Reva masih saja mengganggu suamiku ". Ucapnya tersenyum sinis .


" Kita lihat saja Reva aku gak akan tinggal diam , bila kamu masih saja mengganggu kehidupan rumah tangga ku ". Ucapnya sambil matanya menyipit .


" Meski dia dulu milikmu tapi saat ini dia milikku karena kamu sendiri yang menyia-nyiakan cintanya ". Gumam Mia .


Rama yang tergesa-gesa mengendarai sepeda nya dia menggoresnya dengan amat terburu-buru karena takut kesiangan karena pasalnya seorang Rama tak pernah telat , ia sangat disiplin sekali .


" Aduhh... telat dah gua ". Gerutunya .


Diva yang tidak diberi tahu kalau ibunya tengah ada dirumah sakitpun , dia santai-santai saja karena setahu dia kalau ibunya kalau tidak pulang mungkin sibuk karena kerjaan .


Karena bagi Diva ibunya tidak pulang seperti sekarang sudah biasa baginya ia mengerti posisi ibunya bagaimana ,


" Hai guys... sudah datang kalian ". Ucap Diva menghampiri teman-temannya yang tengah berkumpul disitu sudah ada Risda, Amel tengah duduk dibangkunya sedangkan Alfi duduk diatas meja Risda,Amel yang sudah menjadi kebiasaannya .


" Sudah dong ". Ujar Amel tersenyum .


" Tumben Va Lo gak telat biasanya Lo selalu telat tuh ". Ucap Risda mengejek sambil tertawa .


" ishh.. diem gak boleh bongkar kebiasaan gua ". Ucap Diva yang jengkel pada temannya itu sambil meletakan jari telunjuknya kearah Risda .


" Dihh... kan emang gitu faktanya Diva ". Timpal Alfi .


" Hooh.. bener ". Sambung Amel .


" Ihh... kalian nihh ". Gerutu Diva dengan memasang wajah cemberut .


" Hahahaha... ". Tawa mereka bertiga serempak .


" Nah... sekarang malah teman sebangku gua yang telat tumben kemana sih dia ". Ujarnya Alfi .


" Hooh ya kemana sih dia , tumben jam segini belum datang, biasanya kan yang paling rajin dia kalau soal datang ke sekolah ". Timpal Risda .


" Hooh ". Sahut Amel .


Diva melihat kearah bangku Rama yang masih kosong, dan berpikir .


" Dari kemarin juga dia aneh, kenapa ya dia ? kok aku jadi khawatir gini ". Batin Diva mencemaskan Rama .


" Semoga kamu baik-baik saja ya Ram ". Batin Diva dengan raut wajah penuh kekhawatiran pada teman sekaligus sahabatnya itu .


Karena tumben-tumebenan belum datang ke sekolah .


" Ck... sial ban bocor lagi... duhh beneran telat ini mah gua ". Gerutu Rama melihat kearah ban sepeda nya yang kempes dengan posisi jongkok .


" Gak ada tukang pompa angin lagi disekitaran sini , sial bener sih gua hari ini ". Gerutunya .


Dan tiba-tiba ada mobil hitam yang berhenti tepat disamping Rama .


Yang berada didalam mobil pun membukakan kaca mobilnya dan ia adalah seorang pria berjas biru, dan memakai kaca mata hitam lalu pria itu membuka kacamatanya .


dan Rama sangat mengenali siapa pria itu , ia itu adalah ...


".. Om..". Ucap Rama .

__ADS_1


. . . . . . . .


Janagn Lupa like, vote, dan komentarnya ya guys😚


__ADS_2