Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
127. Rasa Penasaran


__ADS_3

Terlihat sekali sekarang seorang istri yang dari dulu begitu amat mencintai suaminya bahkan ia rela tersakit untuk yang kesekian kalinya ,


" Hiks..hiks... harus dengan cara apalagi aku harus mempertahankan rumah tangga kita mas, dengan apa ...". Ucapnya disela-sela tangisnya .


" Rasanya begitu cape aku melihatmu ..begitu , kamu bilang kamu telah melupakannya tapi kenapa tetep saja kamu dekat-dekat dengannya , padahal kamu tahu sendiri bila aku melihatmu bersamanya hati ini rasanya sakit sekali, sakit mas hiks...hiks...". Ucapnya sambil menangis duduk dilantai dan menyandarkan kepalanya disisi ranjangnya .


" Apa salah jika sikapku yang begitu terlalu posesif padamu mas, maaf memang jika sikapku itu salah dan malah membuatmu risih , tapi aku hanya ingin kamu mengerti aku melakukan hal itu hanya ingin melindungi kamu , melindungi keutuhan rumah tangga kita mas ... aku tahu betul sekali sekarang sikap Reva padamu , ya memang dulu ia menghindarimu tapi apa sekarang , dia bahkan mulai berani mendekati kamu mas ...dan itu membuatku muak ...muak sekali ". Ucapnya .


" Dan aku hanya tak ingin membuat Reva berhasil dengan rencananya untuk memisahkan kita , dan aku tahu betul setengah hatimu masih ada rasa empati padanya , aku hanya takut rasa peduli kamu terhadapnya akan membuatmu secara perlahan-lahan menyukainya lagi, dan tergila-gila lagi padanya mas ". Ucapnya .


" Aku tahu betul gimana sikap kamu , perilaku kamu selama ini , aku hanya merasa cape mas...cape aku jika harus menerima rasa sakit hati lagi untuk kesekian kalinya , dan aku tak ingin menjadi wanita bodoh yang begitu saja merelakan harga diriku disakiti terus oleh sikapmu ". Ucapnya lalu berdiri dari duduknya dilantai dan menyeka air matanya .


" Reva... ". Ucapnya sambil mengepalkan tangannya .


Sedangkan ditempat lain kini terlihat Angga sedang menyandarkan dirinya didepan mobilnya .


" Arghhh.....". Teriaknya .


" Mia......". Sambungnya .


" Ck... kenapa sih kamu itu selalu saja bersikap berlebihan gini hah... sumpah aku harus gimana lagi supaya bisa membuatmu percaya padaku bahwa aku memang sudah melupakannya , dan...dan..." .


" Dan... ah... Poto itu hanya diambil saat aku memang sedang duduk dengannya , dan aku duduk saat itu hanya sedang menunggu kedatangan Aldo , dan setelah Aldo datang aku beneran sumpah aku langsung pergi dari sana , tapi kenapa cuma karena hal sepele dan salah pahammu sangat-sangat membuat mu bersikap keterlaluan seperti ini Mia ... kenapa ? argh...sial ". Ucap Angga yang masih kesal dengan sikap Mia yang berlebihan .


" Kenapa sih , rasa cemburunya itu terlalu berlebihan setiap kali gua dekat sama Reva , padahal gua dan Reva hanya sekedar rekan bisnis gak lebih, tapi Mia selalu saja menyimpulkan kalau gua dan Reva ia ada apa-apa nya padahal kan gak , hadehh... pusing banget dah pala gua...argh...". Ucapnya sambil menjengut rambutnya .


" Mana anak sekarang anak gua ... dekat lagi sama bajingan itu , argh... sial ".


" Hidup gua benar-benar gak akan tenang jika orang itu masih berkeliaran di sekitar keluarga gua... gua harus benar-benar membuatnya berhenti mengganggu keluarga gua, tapi gimana ". Ucapnya sambil mencari ide .

__ADS_1


Kini terlihat kumpulan para anak-anak remaja sedang bernyanyi ditempat karoke , terlihat seorang gadis sedang meminum minuman berakohol .


" Sudah dong Dan..ih.. Lo udah terlalu banyak minum tahu..". Ujar temannya .


" Iya nih ah... sudahlah , Lo entar mabok lagi ah ..". Timpal temannya lagi .


" Hahaha... biarin gua mabok , gak ada yang ...per...duli ini sama gua heee...". Ucapnya meracau .


" Wahh...bener-bener mabok ini anak... gimana nih jeng ". Tanyanya .


" Ya mana gua tahu.. ah mending kita telpon si Rama aja gimana ". Ujarnya .


" Ah... iya bener biar Rama aja yang bawa dia pulang ke rumahnya , bentar-bentar gua telpon dulu ". Ucapnya sambil meronggoh ponselnya yang ada di tas selempang nya itu .


Sedangkan Rama kini tengah dirumah pohon dekat danau yang sering ia kunjungi bersama kedua orang tuanya , dan tempat itu sampai sekarang pun masih menjadi rahasia mereka bertiga ,yang ia lakukan disana adalah tengah mencari tahu soal orang tuanya .


" Mungkin saja disini ". Ucapnya mengambil sebuah kotak yang berdebu .


Rama membuka kotak itu, tapi yang ia dapat disana hanya poto-poto ibunya yaitu Mia .


" Ini mah Poto mama , hadehhh... eh...tapi bentar tapi kok Poto mama ini sama om Adam , tapi disini kenapa tidak ada Poto papa ". Ucapnya menerka-nerka .


" Dan kenapa Poto ini disimpan disini, sebenarnya apa sih yang terjadi diantara mereka, kenapa mama begitu amat membenci Tante Reva , karena setahu gua Tante Reva itu hanya rekan bisnisnya papa dan ya Tante pernah bilang kalau dia dulunya temannya papa, tapi yang bikin gua amat-amat penasaran kenapa gitu mama marah bila melihatnya bersama papa , sebenarnya apa sih yang terjadi , dan apa yang gak aku ketahui ?". Ucapnya dengan rasa penasaran .


***


" Yahh... gak diangkat jeng , gimana nih ". Ucap Rena .


" Ck... coba telepon lagi atau gak tulis pesan aja , siapa tahu dibaca sama dia ". sahut Ajeng .

__ADS_1


" Oke...". Timpalnya .


Lalu Rena pun berusaha lagi untuk menelepon Rama , namun tak kunjung juga Rama mengangkat panggilan darinya .


Dan terpaksa Rena menulis pesan saja untuk Rama ,


' Rama, ini Dania ada ditempat karoke Kenanga tolong jemput dia ya, dia agak mabuk dikit , plisss Dateng ya ' .


itu pesan dari Rena untuk Rama .


Rama yang baru saja turun dari rumah pohon, karena tidak menemukan bahan bukti apapun dia pun memutuskan pergi dari sana, namun saat ia hendak mengayuh sepedanya , ponselnya berdering tanda ada notif pesan masuk lalu ia pun langsung membaca pesan itu .


" Hadehh... cewek ini bisanya nyusahin aja , terpaksa deh gua kesana, bagaimana pun dia udah baik sama gua ". Ucapnya lalu mengayuh sepedanya menuju tempat karoke yang disebutkan didalam pesan itu .


Angga yang sudah tenang pikirannya kini,hendak pulang namun ia tidak pulang ke rumahnya melainkan ke apartemennya karena ia tak mau pulang dulu hanya untuk bertengkar lagi dengan istrinya .


Namun saat ia hendak membuka pintu mobilnya seseorang memukul pundaknya, membuat Angga merasa kesakitan , Angga hendak menghajar orang yang memukulnya itu namun sayang sekali orang itu keburu membiusnya pakai sapu tangannya .


membuat Angga pingsan , lalu dibawa lah Angga ketempat yang sudah direncanakan oleh Adam musuh terbesar Angga .


" Sudah aku bawakan dia kemari , sekarang giliran tugasmu ". Ucap Adam tersenyum licik .


" Siap mantan kakak ipar ". Ucap seorang wanita tersenyum licik siapa lagi kalau bukan Reva .


" Kali ini hancur hidup Lo Angga, dan Mia pasti gak akan bertahan lagi sama Lo ". Ucapnya tersenyum licik .


Lalu meninggalkan Angga dan Reva disana .


. . . . . . .

__ADS_1


Jangan Lupa, Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍


__ADS_2