
" Om ...". Ucap Rama melihat seorang pria berjas biru yang berada didalam mobil hitamnya .
" Iya, kamu kenal saya kan ?". Tanyanya .
" Iyalah om masa iya aku lupa om kan pamannya Diva ". Ujarnya Rama .
" Om ini om Adam kan ?". Tanya Rama memastikan .
" Iya saya om Adam ". Ucapnya tersenyum .
" Kamu kenapa kok kelihatan bingung gitu ?". Tanya Adam .
" Mmmmm ...gini om ban sepeda saya kempes ,terus sekitar sini juga gak ada tukang tambah angin ". Ujarnya Rama menjelaskan .
" Oh gitu ". sahut Adam mengohriah kan .
" Iya om mana saya mau ke sekolah, kayanya saya benar-benar telat deh ". Ujar Rama .
" Oh ya , ya sudah daripada kamu telat mending kamu ikut om saja ,biar om yang antar kamu kesekolah dan sepeda kamu kan kebetulan sepeda lipet nih simpan aja di bagasi om biar om yang bawa ke bengkel ". Ujar Adam menawarkan diri .
"... Gak usah om , saya gak mau ngerepotin om ". Ujar Rama .
" Gak kok nak, gak ngerepotin malahan om senang bisa bantu kamu , lagi pula ya om sama mama kamu sudah berteman lama kok , jadi om sudah menganggap kamu itu seperti anak om sendiri jadi gak usah sungkan ". Ujar Adam tersenyum .
" Mmmm... tapi om ". Ucap Rama yang masih sungkan pada Adam yang menawarkan bantuan padanya .
" Daripada kamu telat , lebih baik om antar kamu kan, ke sekolah , ayo gapapa gak usah sungkan ". Ujar Adam terus menerus menawarkan bantuan pada Rama .
Rama yang tengah bingung dengan pilihan ya gak punya pilihan lain ia harus ikut Adam daripada ia telat masuk ke sekolah,
Kenapa Rama ragu dengan ajakan Adam, karena Angga papa nya itu pernah bilang kalau Rama gak boleh dekat-dekat dengan yang namanya Adam dari keluarga Brawijaya .
Dan itu adalah perintah untuk Rama menuruti perintah dari papanya demi kebaikan dirinya sendiri , namun apalah daya dia sekarang ia gak punya pilihan lain selain ikut dengan Adam supaya gak telat datang ke sekolah , dan itu yang sekarang yang Rama pikirkan .
" Baiklah om, saya terima tawaran bantuan om itu, makasih ya om ". Ucap Rama tersenyum dengan hormat .
" Iya nak, yuk masuklah , om buka kan bagasi mobilnya buat tempat sepeda kamu ". Ujar Adam .
Kini Adam sedang membuka bagasi mobilnya .
" Iya om ". Sahut Rama sambil mendorong sepedanya kedekat bagasi belakang mobilnya Adam .
" Makasih ya om, sudah mau bantu aku ". Ucap Rama sambil melipat sepedanya itu .
" Iya sama-sama Rama ". Sahut Adam sambil membantu Rama menaikan sepedanya kedalam bagasi mobil .
" Nah...selesai yuk , masuk biar om antar kamu ". Ujar Adam sambil menutup bagasi mobilnya .
" Iya om ". Ucap Rama tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju pintu mobil lalu membuka pintu mobil itu ia duduk disampingnya Adam .
Begitupun dengan Adam , ia masuk kedalam mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju sekolahan Rama dan keponakannya Diva anak dari Aldo adiknya .
__ADS_1
" Om boleh tanya sesuatu sama kamu ?". Ucap Adam seketika didalam mobil sambil menyetir melihat sesekali kearah samping dimana Rama tengah duduk disampingnya .
" Mmmm... tanya apa om ?". Ucap Rama balik tanya .
" Enggak om cuma mau tanya Diva gimana sekolah, dia baik-baik saja kan ?". Basa basi Adam .
" Oh Diva , dia baik-baik saja kok om ". Ucap Rama sambil melihat kearah Adam .
" Syukurlah kalau dia baik-baik saja mah ". Ucap Adam .
" Mmmm... iya om ". Sahut Rama sambil melihat kearah depan .
Kini mobil yang ditumpanginya sudah sampai didepan pintu gerbang sekolahnya .
" Sudah sampai om, makasih ya atas tumpangan nya ". Ucap Rama sambil melepas sabuk pengaman yang menempel dibadannya .
" Iya sama-sama, nak , oh ya boleh minta nomor hape kamu , supaya om gampang menghubungi kamu kalau sepeda kamu sudah selesai diperbaiki ". Ujar Adam mengulurkan ponselnya kearah Rama sebelum Rama turun dari mobilnya .
" Oh iya om boleh ". Sahut Rama menerima ponselnya Adam dari tangan Adam .
Lalu Rama menulis nomor ponselnya dikontakkan ponsel Adam .
" Nih sudah om, kalau begitu saya langsung masuk ya, sekali lagi makasih om atas bantuannya ". Ucap Rama pamit terhadap Adam sambil mencium punggung tangannya .
" Iya sama-sama hati-hati ya , nanti om kabarin kamu kalau sepeda kamu sudah selesai diperbaiki ". Ujar Adam sambil tersenyum .
" Iya om, kalau gitu saya permisi , Wassalamu'alaikum ". Ucap Rama keluar dari mobil Adam .
" Waalaikumsalam ". Sahut Adam .
" Hmm... kalau aku gak bisa menaklukkan hati kamu Mia, akan aku taklukkan terlebih dahulu anakmu itu ". Ucapnya tersenyum sambil melajukan mobilnya .
Disisi lain, kini Reva yang sudah sembuh sudah pulang ke apartemen nya , ia sengaja minta pulang lebih awal karena ia ingin menghindari Aldo yang akan terus-menerus mengganggunya .
" Ish ... kenapa sih dia tuh selalu saja mengganggu ku , memangnya siapa dia ?". Gerutu Reva yang kini tengah duduk di sofa ruang tamu apartemen nya .
" Lagian kenapa sih kak Angga gitu, perasaan dulu sangat tergila-gila padaku dan ingin mendapatkan aku, tapi kenapa sekarang berubah apa sekarang dia sudah benar-benar cinta sama istrinya itu ". Ucap Reva .
" Ck... Andai saja dulu dia gak begitu mungkin aku akan bersama dengannya sekarang ". Ujarnya Reva dengan wajah kesalnya .
" Mia... Mia aku tidak menyangka kamu teman yang suka nikung temannya sendiri dari belakang , ternyata kamu yang mengambil orang yang aku sayang , hmmm... teman macam apa kamu itu Mia ". Ucap Reva .
. . . . . . .
" Aku bukan menikungmu atau pun mengambil dia darimu Reva ". Ucap Mia yang entah darimana datangnya yang tiba-tiba saja muncul dibelakang Reva dan itu sontak membuat Reva yang mendengar suara Mia menjadi kaget .
Dan langsung berdiri dan melihat kearah sumber suara itu .
Dibelakangnya sudah ada Mia dengan raut wajah tenangnya dengan tatapan tak suka kearah Reva .
" Mi...a ". Ucap Reva dengan gugup karena ia benar-benar kaget melihat Mia ada diapartemen nya ini .
__ADS_1
" Iya ini aku ". Ucap Mia mendekat kearah Reva .
" Bagaimana bisa kamu masuk kesini ?". Tanya Reva .
" Kamu gak perlu tahu soal itu ". Ucap Mia .
" Ck...". Reva berdesis .
" Oh ya kamu bilang aku menikungmu dan mengambil Angga dari mu , begitukah pemikiranmu ". Ucap Mia mengelilingi tubuh Reva yang tengah berdiri .
" Ck..CK...Ck... Reva ...Reva , bukannya kamu sendiri ya yang membuangnya , dan kamu menyalahkan aku akan semua ini , kamu menyebutku perebut pacar orang oh...ya masa , aku bukan merebutnya darimu akan tetapi aku menerima dia setelah dicampakkan olehmu , apakah itu salah ? dimana letak kesalahanku ? ". Tanya Mia berkacak pinggang sambil tangannya memegang tas branded nya dengan elegannya Mia duduk tanpa permisi dulu sama tuan rumahnya .
" Jawab Reva , dimana letak kesalahanku ? ". Tanya Mia sekali lagi .
" Hahaha... kamu tanya dimana letak kesalahan kamu dimana ?". Ucap Reva sambil tertawa .
" Mikir dong Mia, mana ada teman yang menerima mantan pacar sahabat nya sendiri !!! ". Ucap Reva menekan .
" Ck... Ya Allah , kamu suruh aku berpikir lebih baik kamu ngaca diri kamu sendiri Reva, apakah tindakan kamu sekarang itu adalah benar , mendekati suami orang ". Ucap Mia .
" Jangan bertindak bodoh Reva , kamu itu cantik ,masih muda kamu pasti diluaran sana pasti bisa mendapatkan yang jauh lebih dari suamiku , jangan kamu merebut milik orang lain meski milik orang lain itu dulunya milikmu, karena kamu sendiri yang dulu menyia-nyiakan dirinya dan aku ... aku..". Ucap Mia meletakan tangannya didadanya sambil berdiri didepan Reva .
" Aku hanya menerima dia disaat dia sudah gak dibutuhkan olehmu apakah tindakan aku itu salah Reva, aku hanya mengambilnya disaat dia sudah gak dimiliki kamu saat itu ". Ucap Mia .
" Hah...sudahlah, percuma aku bilang begitu kamu tidak akan pernah mengerti gimana rasanya mencintai tapi gak dicintai , aku mohon sama kamu Reva stopp...jangan ganggu suamiku, biarkan dia hidup bahagia bersama keluarganya , aku mohon sama kamu Reva , aku mohon sebagai temanmu ". Ucap Mia sambil memegang tangan Reva dan itu membuat Reva semakin ingin sekali merebut Angga karena ia mendengar kata-kata dari Mia yang seperti itu .
" Itu artinya Angga memang ditakdirkan untukku Mia ". Ucapnya sambil menghempaskan tangan Mia dari tangannya .
Dan Mia yang mendengar kata-kata dari Reva membuat dirinya tak tahan lagi , ia sudah cukup sabar menghadapi sikap Reva yang membuatnya jengkel .
Mia ingin sekali rasanya menampar Reva namun ia urungkan karena itu hanya akan membuat dirinya terlihat lemah .
" Mmmm... Ya sudahlah kalau memang kamu maunya begitu, silahkan saja Reva tapi kita lihat saja nanti Mas Angga akan memilih siapa aku istrinya atau kamu yang bukan siapa-siapa dia ". Ucap Mia sambil menghentakkan kakinya kelantai lalu pergi meninggalkan Reva seorang diri .
Dan Reva yang melihat Mia pergi pun hanya tersenyum .
" Ck... Mia... Mia kamu gak tahu saja Kak Angga akan selalu mencintai ku dan akan tetap begitu, meski ada kamu yang sebagai istrinya ". Ucapnya tersenyum .
. . . . . . .
Mia kini masuk kedalam mobilnya setelah keluar dari apartemen Reva .
Lalu ia membanting setirnya, ia memukulnya karena kesal ,
" Arghhh... Kenapa ya Allah selalu ada yang mengganggu rumah tangga ku , disaat mas Angga sudah mulai berjalan dalam kebenaran ada saja orang yang menghalanginya, dulu Lisa, terus Khanza dan sekarang Reva pun mengganggu nya , apakah kehidupan rumah tangga ku akan hancur kali ini ya Allah ". Ucapnya sambil meneteskan air matanya .
Mata Mia kini sudah berkaca-kaca .
" Kenapa, kenapa harus selalu ada orang ketiga ya Allah dalam rumah tangga ku ini ..hiks..hiks..hiks...". Ucap sambil menangis .
" Entah mengapa meski mas Angga sudah mengatakan bahwa hanya ada aku dihatinya sekarang , aku tetap saja takut perasaannya tumbuh kembali dihatinya untuk Reva karena bagaimanapun mas Angga dan Reva menjalin hubungan , dan mas Angga sangat tergila-gila padanya ". Ucapnya menundukkan kepalanya diatas setir mobil .
__ADS_1
. . . . . . . .
Jangan Lupa Like,Vote dan komentarnya ya guys 😚😚