Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
21. Kehancuran Perusahaan Pratama


__ADS_3

Kini perusahaan Pratama ada di ambang ke bangkrutan. Reyhan dan Angga yang menerima panggilan dari staff kantornya langsung pergi menuju kantor , meninggalkan mama dan papa nya yang ada dirumah sakit. setelah mereka pamit kepada mamanya , mereka berdua langsung menjalankan mobilnya Angga ke kantor perusahaan .


" Sebenarnya apa yang terjadi sih dek, kenapa perusahaan bisa terjadi seperti ini, sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya ". Ujar Reyhan yang duduk dikursi sebelah Angga yang lagi menyetir .


" Aku pun gak tahu mas , kenapa perusahaan kita jadi gini ,aku aja baru kerja diperusahaan itupun karena permintaan papa, aku sih curiganya sama salah satu rekan bisnis papa mas, yaitu Adam , aku curiga dia yang ada dibalik semua ini ". Ucap Angga , sambil fokus menyetir .


" Kenapa kamu bisa seyakin itu kalau Adam yang melakukannya, dan gak mungkin juga dia yang melakukannya apa untungnya buat dia ,dia kan tunangannya jessy juga mana mungkin dia setega itu dek ". Ujar Reyhan .


" Karena aku yakin orang yang mengambil uang perusahaan itu anak buahnya Adam , aku yakin mas ". Ucap Angga .


" Kita tak boleh menuduhnya tanpa bukti , kita cari dulu kebenarannya ". sahut Reyhan .


" Oke, kita cari buktinya kalau emang benar Adam pelakunya aku gak akan tinggal diam ". tangan Angga kini sudah mengepal kesal .


Kini mereka sudah sampai diperusahaan, sudah banyak karyawan yang demo meminta upah mereka .


Reyhan dan Angga sudah masuk ke kantornya itu , Reyhan dan Angga sedang mengadakan meeting mendadak didalam mereka sedang membahas mengenai perusahaan .


" Kalau perusahaan tidak dapat mendapatkan insvestor secepatnya maka dengan cepat atau lambat perusahaan ini akan bangkrut ". Ujar Reyhan sudah putus asa .


" Tapi kita gak boleh menyerah mas, aku sedang berusaha mencari investor buat perusahaan kita ". Ujar Angga .


" Iya semoga saja ada perusahaan yang mau membantu kita ". Ujarnya Reyhan .


Dilain tempat diperusahaan Brawijaya , Seorang direktur utama , Adam Brawijaya sedang duduk dikursi kebanggaannya dia sedang tertawa bahagia karena impiannya sekarang mulai tercapai yaitu menghancurkan perusahaan Pratama yang dulunya perusahaan milik almarhum ayahnya .


" Hahaha.. sekarang aku puas melihat penderitaan kalian semua , keluarga Pratama memang pantas mendapatkannya , kalian harus merasakan apa yang dulu keluarga aku dan ayah aku rasain ". Tersenyum sinis sambil tangannya mencengkram pegangan kursinya itu .


tok..tok..tok..


suara pintu terketuk ,tanda ada orang yang ingin masuk .


" Siapa ". Teriak Adam dari dalam .


" Saya pak ,Dimas ". Ucap sekertaris Adam .


" Oh , silahkan masuk ". Teriaknya .


" Ada apa ?". Tanya Adam yang kini duduk dengan rapih .


" Ini pak ,ada laporan tentang perusahaan Pratama , namun perusahaan itu saya dengar lagi terkena musibah , dan sebentar lagi kayanya perusahaan itu bakalan bangkrut pak, kalau tidak segera mendapatkan investor ". Ucap sekertaris itu .


" Iya saya tahu, kita putuskan kerja sama kita dimas sama perusahaan itu, saya tidak mau perusahaan kita juga mengalami kerugian yang sangat besar kalau kita tetap kerjasama dengan perusahaan itu ". Ujar Adam tegas .


" Baik pak saya akan mengurusnya , saya permisi pak ". Ucap dimas .


" Iya silahkan ". Ujar Adam tersenyum .


Adam tersenyum lagi saat ketika mendapatkan kabar soal Mia , yang ternyata Mia ingin bercerai segera dari Angga ,setelah kelahiran anaknya , jadi waktu itu tipu muslihatnya berhasil juga , Adam mendapatkan 2 kabar bahagia sekaligus ia sangat senang sekali .


Angga yang sedang sibuk sekali sekarang dengan perusahaan papanya sampai lupa sama ponselnya yang ketinggalan dimeja kantornya sedangkan ia sekarang sedang sibuk diluar ruangan kerjanya, Mia dari tadi menghubunginya namun ia tidak mengangkatnya karena sekarang ia benar-benar sangat sibuk .


" ihh..nyebelin banget sih itu orang kalau bukan karena kamu sayang mama gak akan menelpon papa kamu yang nyebelin itu ".Gerutu Mia yang kesal karena suaminya tidak mengangkat telponnya .


" ehh..kok gitu, gak baik loh Mi kamu menyebut suamimu seperti itu, memangnya kamu perlu apa sih cu ". Ucap nek salimah yang kini membawa minuman secangkir teh dinampan dan meletakannya di meja .


Mia memang sedang berkunjung kerumah neneknya , ia memang tidak menceritakan semua apa yang terjadi antara dirinya dan suaminya, ia takut neneknya akan syok kalau Mia bilang kalau ia ingin bercerai dari Angga .


Sebenarnya ia juga masih mencintai suaminya itu, namun dirinya terlanjur sakit hati pada suaminya yang kian tidak berubah ia tetap mencintai wanita yang sangat ia cintai dibanding dirinya .


" Enggak nek, aku cuma ingin ia menjemputku disini tapi dari tadi ia susah sekali dihubungi, mungkin dia sibuk sama pekerjaan baru nya ". Ujar Mia yang merebahkan tubuhnya itu di kursi tamu neneknya .


" Kamu jangan terlalu memikirkan hal itu cu, kasihan loh sama anak yang dikandungan kamu,kamu gak boleh stres , ya mungkin dia sibuk jadi gak sempat cu , kamu yang sabar saja ya ". Ucap nek salimah sambil menyentuh pucuk rambut cucu satu-satunya itu .


" Iya nek, maafin mama ya sayang ". Ucap Mia sambil mengelus perut ratanya itu .


Nek salimah yang melihat Mia tersenyum , akhirnya cucunya itu bisa bahagia sekarang, mendapatkan suami yang begitu menyayanginya dan mertua yang baik terhadapnya .


Malam mulai tiba sekarang pukul 20:00 .


Angga yang masih diruangan kantornya ingin segera pulang, namun urusan perusahaan belum selesai juga , ia juga harus menjenguk papa nya yang ada dirumah sakit .


Angga yang melihat ponselnya, teringat kalau seharian ini ia tidak membawa ponselnya itu, ia langsung membuka benda persegi itu ia melihat banyak notif ,terutama panggilan tak terjawab dari istrinya , ia segera menghubungi Mia .


tut..tut..tutt..


tak butuh waktu lama Mia mengangkat telponnya itu .


" Assalamualaikum sayang, kamu ada apa menelponku ,maaf tadi aku sangat sibuk sekali jadi tidak sempat membuka ponsel ". Ucap Angga khwatir kalau istrinya marah karena tidak mengangkat telponnya .


" Waalaikumsalam, gak lagian aku tadi cuma minta dijemput tapi kayanya kamu sibuk, ya sudahlah gapapa biar aku pulang sendiri ". sahut Mia dingin .


" Ehh..jangan biar aku jemput ,kamu dirumah nenek kan biar aku jemput ya ,tunggu kamu disana ya bentar ini aku jemput ". ucap Angga yang kini pergi dari kantornya dan langsung menamcapkan gas mobilnya menuju rumah nek salimah .

__ADS_1


" Iya " .Sahut Mia .


Ya mau gimana lagi kalau Mia menolaknya ia juga gak enak, karena ini juga bukan karena keinginannya tapi keinginan anaknya , Mia ingin sekali suaminya itu yang menjemputnya , sekalian juga ia ingin sekali makan rujak tapi buah mangganya itu Angga yang mengambilnya .


Mia sangat tergiur sekali sama buah Mangga muda milik neneknya , ada pohon Mangga yang berbuah dihalamannya namun buahnya itu belum sepenuhnya matang , namun dirinya menginginkannya.


Angga mengendarai mobilnya dengan tenang, ia hampir sampai rumah nek salimah, saat dijalan ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk .


" Assalamualaikum , sayang iya ini aku bentar lagi nyampe gak sabaran ya, kangen ya sama aku ". Ucap Angga tersenyum dan tertawa .


" Waalaikumsalam , ih..siapa juga yang kangen sama kamu ,ini anak kamu saja yang pengen makan rujak buah Mangga tapi kamu yang memetiknya ". Ucap Mia dan langsung mematikan sambungan teleponnya .


" Oh gitu ..eh ". terdengar suara panggilan diakhiri ,Angga yang melihatnya langsung geleng kepala saja .


" Hahh..dasar ibu hamil yang aneh ". Gumam Angga .


Kini mobil Angga sudah memasuki halaman rumah nek salimah yang sederhana itu , kecil namun terlihat nyaman ,halamannya yang sangat bersih .


Angga langsung turun dari mobilnya dan Mia,nek salimah sudah menunggunya diluar , Angga langsung menghampiri nek salimah dan bersaliman dan kemudian dengan istrinya .


" Akhirnya kamu datang juga cu ini istrimu dari tadi sudah menunggu kamu loh.. " ucap nek salimah tersenyum .


" Hee..oh ya , ya mungkin dia kangen sama aku nek ". sahut Angga sambil tertawa kecil .


" ihh..apaan sih kalian ini, sudahlah ayo kamu ikut aku ..". Mia yang merasa kesal karena ditertawakan oleh neneknya dan suaminya langsung menarik tangan suaminya .


" Eh..kemana? ". Tanya Angga bingung karena tangannya ditarik begitu saja oleh istrinya itu .


" Sudah ikut saja ". sahut Mia yang masih menarik tangan Angga .


Neneknya hanya bisa tersenyum bahagia melihat tingkah manja cucunya itu terhadap suaminya dan memilih masuk ke dalam rumahnya .


" Iya pelan-pelan sayang , kamu lagi hamil muda loh ". Ujar Angga khwatir karena Mia menarik tangannya dan berjalan begitu cepat-cepat .


" Nahh.. sampai sekarang kamu panjat pohon ini dan petik buah mangga nya buat aku ya ,secukupnya saja ". Ujar Mia melepaskan tangan suaminya .


" Hah..malam-malam gini aku panjat pohon sayang ..yang benar saja ini sudah malam loh..besok saja ya ". ucap Angga melirik istrinya memohon.


" Enggak..kamu panjat sekarang ..aku pengen makan buahnya sekarang kamu pengen apa anak kamu nanti ileran kalau gak diturutin ". Ngambek Mia sambil cemberut .


Angga yang melihatnya langsung sigap , ia langsung memanjat pohon itu dan sudah berada di dahan pohon itu untuk memetik buah Mangganya itu .


" Iya itu ,yang itu mas yang sebelah kanan ". teriak Mia tersenyum .


" Nahh..dapat, ini kan yang kamu mau sayang ". teriak Angga dari atas pohon .


" iya yang itu, sekarang kamu turun itu sudah cukup kayanya ".Ujarnya Mia tersenyum .


" Iya ini aku turun ". Teriak Angga .


Namun pas ia hendak turun kaki Angga menginjak dahan yang licin dan akhirnya ia jatuh kebawah .


" Ehh..awas..agrhh ". Ucap Angga yang jatuh kebawah tanah dan tubuh terasa sakit ia pura-pura pingsan supaya mendapatkan perhatian dari istrinya .


" Eh..mas..mas..Angga kamu bangun mas ..duhh gimana ini ..mas bangun mas ". Mia langsung menghampiri suaminya yang terbaring pingsan dan meletakan kepalanya di pangkuannya dan menepuk-nepuk wajah suaminya terus .


" Mas..mas..maafin aku mas ..gara-gara aku kamu jadi kaya gini hiks..hiks..bangun mas , kamu bangun mas aku janji gak akan marah lagi sama kamu ,tapi tolong kamu bangun mas..mas..bangun..mas hiks..hiks ". Ucap Mia yang mulai menangis khwatir melihat keadaan suaminya itu yang tak kunjung bangun juga .


" Benaran kamu janji gak akan marah lagi sama aku ". Ucap Angga tersenyum namun matanya masih merem .


" Iya..aku janji ..hiks..". sahut Mia .


Mia yang menyadari kalau suaminya dari tadi memang sudah sadar dan cuma mengerjai dirinya langsung marah kembali .


" Kamu kerjain aku ya , dasar pembohong ". Ucap Mia dan langsung bangkit dari duduknya ditanah dan langsung berdiri .


" Hahaha..iya maaf habis kamu marah terus kepadaku .. iya aku cuma ingin diperhatikan sama istriku sendiri memangnya salah ya ". Ucap Angga yang ikutan langsung bangun dan berdiri sejajar dengan Mia .


" Tapi gak gitu juga caranya, gak lucu , ya sudahlah ". Mia yang pergi begitu saja meninggalkan suaminya kedalam rumah neneknya .


" Eh..ini mangga sayang ". teriak Angga terdengar oleh Mia namun mengabaikannya .


Angga langsung saja mengikuti istrinya itu .


" Ya ampun kalian berdua kotor sekali , cuma metik Mangga saja sampai kotor-kotoran seperti itu , ya sudah kalian bebersih gih dulu ". Ucap nek salimah yang habis selesai solat isya dan masih memakai mukena nya .


" Iya nek ". Ucap mereka berdua kompak .


Nek salimah yang mendengarnya hanya tersenyum .


Setelah mereka bebersih kini Angga bersantai di ruang tamu , sedangkan Mia sedang memakai baju di dalam kamarnya dulu .


Angga sedang bertelepon dengan mamanya ditelepon kalau papanya sudah sadar ,Angga langsung bangkit dari duduknya . dan mengambil kunci yang ada dimeja ,Mia yang baru saja keluar dari kamarnya langsung melihat tingkah laku aneh Angga yang sepertinya tergesa-gesa.

__ADS_1


" Kamu mau kemana lagi mas, ini sudah malam kita menginap saja disini ". Ucap Mia .


" Maaf kayanya aku gak bisa sayang, aku harus kerumah sakit ". Ucap Angga yang sedang memakai baju jaketnya .


" Siapa yang sakit mas ? " tanya Mia khwatir .


" Papa masuk ke rumah sakit, dan aku harus kesana nemenim mama ,kasihan mama disana pasti butuh aku ". Ucap Angga .


" kok papa bisa masuk rumah sakit, aku ikut mas, aku ingin melihat keadaan papa dan menemanin mama juga ". sahut Mia khwatir .


" ceritanya panjang nanti aku ceritain, ini sudah malam mending kamu menginap saja disini ya sama nenek ,biar aku saja yang kesana ".


" Enggak, pokoknya aku ikut ". ucap Mia tegas.


" Ya sudah kamu siap-siap lalu kita pamit sama nenek ". Angga hanya pasrah oleh keinginan istrinya daripada ia harus berdebat lagi sama istrinya .


" Iya bentar aku siap-siap dulu , tungguin ya ". Mia langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap .


Setelah Mia selesai ganti bajunya, Mereka berdua pun pamit pergi ke rumah sakit, nek salimah yang mendengar kabar itu hanya bisa berdo'a saja supaya semuanya baik-baik saja .


Disepanjang jalan Angga menceritakan semuanya kepada Mia apa yang terjadi pada papanya , Mia yang mendengarnya jadi merasa iba terhadap keadaan keluarganya .


" Aku turut perihatin sama keadaan papa mas, semoga saja keluarga kita dalam lindungan Allah ya mas ". Ucap Mia yang mengusap bahu suaminya .


" Iya sayang ". Ucap Angga yang fokus mengemudi .


Mereka sudah sampai ke rumah sakit itu, Nisa yang melihat kedatangan anak dan menantunya itu langsung memeluk Angga dan beralih ke menantu kesayangannya itu .


" Mama yang sabar ya mah ..Mia yakin papa pasti sembuh mah ". Mia yang membalas pelukan mertuanya itu .


" Iya sayang makasih ya , sudah kesini nemenin mama ". Ucap Nisa yang melepaskan menantunya itu dan memegang kedua tangan suaminya.


" Iya mah, sama-sama ". Ucap Mia tersenyum.


" Oh ya mah gimana keadaan papa? ". Tanya Angga .


" Papa terkena serangan jantung, nak sekarang papa sedang dalam keadaan kritis dan belum sadarkan diri ". Ucap Nisa sedih namun Mia menenangkannya .


" Mas Reyhan gak kesini mah?". Tanya Angga .


" Tadi dia kesini sama isma , namun mama menyuruhnya pulang ke rumah mama kasihan tadi Reyza kayannya ngantuk pas dibawa kesini sayang ". Ucap Nisa .


" Oh gitu, ". Ucap Angga .


" Ya , kamu juga seharusnya pulang saja Angga kasihan istri kamu sedang hamil ia gak boleh kecapean biar mama saja disini yang nemenin papa kamu ". Ucap Mama nya .


" Tapi mah ,aku mau nemenin papa juga mama disini ". sahut Angga duduk disamping mamanya karena daritadi ia hanya berdiri saja .


" Gapapa biar mama saja nak, kasihan istri kamu perlu istirahat mama gak ingin terjadi sesuatu sama cucu mama nak, dan juga menantu kesayangan mama ini ". Nisa yang kini memeluk menantunya itu .


" Iya mah, gapapa kok biar Mia nemenin mama disini ". Ucap Mia tersenyum .


" Sudah gapapa nak,kamu pulang saja ya kan bisa besok kesini lagi ". Ucap Nisa membelai rambut Mia .


" Ya sudahlah ,sayang benar juga besok kita kesini lagi, kita pulang sekarang kamu butuh istirahat ". Ujar Angga melihat ke arah istrinya .


" Ya sudah kita pulang dulu ya mah, besok pasti kita berdua kesini lagi jengukin papa ". Sahut Mia tersenyum .


" Iya sayang ". Nisa tersenyum .


Setelah mereka pamit kepada mamanya mereka langsung pergi pulang kerumahnya .


Seperti biasa Mia pergi ke kamarnya yang dibawah, sedangkan Angga pergi ke kamarnya yang ada diatas .


" Sampai kapan pernikahanku seperti ini ya Allah ". Gumam Angga setelah merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.


Mia pun merasakan hal yang sama, ia juga berpikir apa keputusannya ingin bercerai dari suaminya itu hal yang benar .


Di kediaman rumah Brawijaya sedang terjadi keributan soal Aldo yang baru saja pulang ke rumah dengan membawa istri barunya, Adam , Reva dan mamanya menentang hubungan Aldo dengan pacarnya itu .


" Kamu benar-benar membuat keluarga ini malu Aldo , kamu tega menikah lagi ketika istri kamu sedang mengandung ,dimana hati nurani mun nak ". Ucap Mita dengan marah .


" Kalau mama gak bisa terima siska disini biar aku pergi dari sini bersamanya ". Aldo langsung menarik tangan siska untuk pergi bersamanya .


" Mas tunggu jangan pergi tinggalin aku, kamu jangan tinggalin aku sama anak kita ". Ujar Reva menangis berdiri dibelakang Aldo .


" Gak usah cegah gua, lo tinggal aja disini jangan ikutin gua, gua gak cinta lagi sama lo ". Sahut Aldo .


Reva yang mendengar ucapan Aldo hanya bisa menangis, Mita langsung menghampirinya dan menenangkannya .


Aldo pergi begitu saja tanpa memperdulikan Reva lagi .


Ravi yang melihat kejadian itu langsung, memberitahu kepada Angga . Namun Angga belum membuka pesan itu Angga ketiduran dikasurnya setelah merebahkan tubuhnya .

__ADS_1


__ADS_2