Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
98. Rencana Sekolah


__ADS_3

Angga, Rama dan Mia kini sedang memanggang ikan yang berhasil ia dapatkan dari memancing didanau .


" Lihat pah kelihatan enak ya ikannya ". Ucap Rama sambil memanggang ikan-ikan .


" So pasti dong enak apalagi dibumbuinya sama mama kamu, pasti lebih mantul ". Sahut Angga .


" Yoi pah, mantul mantap betul ". Ucapnya tersenyum sambil mengancungkan jempolnya .


" Haha..kalian ini ya mujinya bisa banget sih...". Ucap Mia tersenyum .


" Awas loh itu membakarnya jangan sampai gosong ikannya ". Ujar Mia yang sedang memasak nasi ditungku yang ia bawa .


" Siap mama bos ". Ucap Rama tersenyum .


" Hahaha...". Tawa Angga dan Mia dan siikuti oleh Rama .


Mereka benar-benar seperti keluarga yang bahagia sekali,setelah melewati banyak sekali rintangan dan cobaan yang menimpa rumah tangga mereka .


" Semoga saja kebahagian ini gak akan pudar ,dan akan tetap seperti ini ya Allah ". Do'a Mia tersenyum sambil melihat kearah suami dan anaknya itu .


" Jangan pernah berpikir, kalau aku akan diam saja Mia, lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk mendapatkan apa yang telah kamu rebut dariku Mia ". Ucap Reva tersenyum licik .


" Dan untukmu kak Angga , aku benar-benar gak akan melepaskan kamu, lihatlah apa yang akan terjadi nanti kak Angga ". Sambungnya .


. . . . . .


" Angga ,Angga kamu gak akan pernah aku biarkan hidup bahagia dengan Mia setelah apa yang kamu lakukan padaku, dendam ini gak akan pernah padam karena kamu telah merebut cintaku ". Ujar Adam mengepalkan kedua tangannya itu .


Sambil memincingkan kedua matanya dengan tajam .


" Oh ya sayang kamu mau meneruskan sekolah kamu kemana kira-kira kalau boleh kami tahu ". Ujar Mia .


" Mmm... aku sih maunya kesekolah tempat kak Reyza saja mah, kan dekat tuh dari rumah , jadi aku bisa naik sepeda saja kesananya ". Ujar Rama .

__ADS_1


" Baiklah, kalau memang itu keputusan dan kemauan kamu sendiri kami hanya bisa mendukungnya ". Ucap Angga tersenyum .


" Iya sayang kami akan mendukung keputusan kamu apapun itu, yang terpenting itu hal yang terbaik untukmu nak ". Timpal Mia tersenyum .


" Makasih ya pah, mah, sudah mau mendukung aku ". Ujar Rama .


" iya sayang ". Sahut mereka berdua .


" Nah...ikannya sudah matang yuk kita makan ". Ujar Angga .


" Ayo ". Timpal Rama .


" Iya, ayo nasinya juga sudah matang ini ". sambung Mia .


" Yey... asik makan-makan kita ". Ucap Rama tersenyum .


Mia dan Angga hanya tersenyum melihat hal itu , mereka tak menyangka sekarang Rama anak mereka sudah tumbuh beranjak remaja .


" Semoga kamu bisa menjadi anak yang membanggakan kami ya nak ". Batin Angga tersenyum .


. . . . . . .


" Iya nek, lagipula ya sekolah itu, tuhh...sekolahan yang paling diminati seluruh siswa nek, sekolahannya cukup bagus loh nek, aku jadi tertarik sekolah disana ". Ujar Diva tersenyum .


" Tapi Diva, sekolahan itu tuh jauh loh dari tempat kamu tinggal sekarang ?". Ujar Mita sambil memberikan minuman orange jus kepada Diva yang telah ia buatkan untuk cucu kesayangannya itu .


Dan Diva menerima minuman itu, lalu mengucapkan terima kasih .


" Mmm..tapi gapapalah nek, aku kan bisa naik taksi kesekolah atau enggak nanti diantar sama mama kesekolah ". Ucap Diva tersenyum .


" Dan satu alasan terbesarku sih aku mau ,bisa dekat terus sama bestfriend'sku itu, ya siapa lagi kalau bukan Rama , karena aku dan Rama sudah berjanji satu sama lain akan tetap bersama dimanapun itu, karena disitu ada Rama disitu ada Diva juga ". Batinnya tersenyum .


" Mmm...iya deh..terserah kamu saja , nenek hanya bisa mendukung kamu, oh ya sudah bilang hal ini pada kedua orang tua kamu belum ? ". Tanyanya .

__ADS_1


" Sudah dong nek, dan papa sama mama mengizinkan kok ". Ujar Diva tersenyum .


" Mmm... syukurlah kalau sudah mah , ". Ucap Mita tersenyum .


Lalu tak lama setelah itu, Adam dan Khanza turun dari anak tangga dengan anaknya itu yang bernama idham .


" Dek .. Diva ". Teriak Idham dengan girangnya bisa ketemu dengan adik sepupunya itu .


" Hahaha... kakak Idham kecilku sini ". Ucap Diva .


Meski usia mereka jauh beda sekarang Idham kelas 6 SD sedangkan Diva sekarang sudah mau SMA .


Namun Diva tahu gimana cara memanggil idham dengan benar, bagaimana pun dia adalah keponakan dari Adam, yang sudah seharusnya ia memanggil idham itu dengan sebutan kakak bukan adik .


" ih... sebel deh..manggilnya gitu terus aku ini sudah besar lo dek , aku ini kakak mu meski aku masih kecil gini loh ". Ujar Idham cemberut .


" Hahaha... iya deh kakakku yang besar ". Ucap Diva tersenyum .


" Mah aku pergi dulu, ya ada urusan ". Ucap Adam pamitan dengan Mita .


" Iya hati-hati ya ". Ucap Mita tersenyum .


Lalu langsung pergi tanpa pamitan dengan istrinya itu, meski sudah menjalin hubungan suami istri dengan Khanza selama 12 tahun tapi diantara mereka belum juga tumbuh perasaan cinta diantara nya meski dari Khanza maupun dari Adam , Rumah tangga bagi kedua pasangan itu hanyalah rumah tangga yang didasari atas kesalahan bukan dari rasa cinta .


Karena Adam dan Khanza masih mengharapkan cinta mereka yaitu Angga dan Mia .


Begitu pun Khanza kini hanya kembali kekamarnya yang ada diatas meninggalkan 3 orang dibawah sana .


" Kapan kalian akan aku Dam ". Batin Mita terasa bingung dengan rumah tangga kedua anaknya itu tidak ada yang benar .


" Apa dosaku dimasalalu ya Allah sehingga rumah tangga kedua anakku jadi seperti ini ". Batin Mita bersedih .


. . . . . . .

__ADS_1


Jangan Lupa Like,Vote dan Komenannya juga ya guys ...😉😊


__ADS_2