
Lalu...
Juna memeluk kaki Angga dan memohon supaya dia bisa tinggal bersama kakaknya .
" Loh.. ngapain dia, kenapa jadi begini bukannya dia tadi kelihatan marah begitu sama gua ". Batin Angga keheranan melihat tingkah Juna adik iparnya ini .
Mia yang melihatnya pun keheranan, dan tersenyum .
" Dasar kupikir dia mau menghajar suami, soalnya tadi kelihatan marah gitu ". Batin Mia tersenyum melihat tingkah Juna .
" Saya mohon mas, bolehin saya tinggal disini ya sama mbak Mia , mas saya janji gak akan macem-macem kok , pliss.. mas ". Ucap Juna yang memohon dengan tampang memelasnya .
" Mmm..gimana ya, gua sih males saja gitu lihat istri gua tinggal sama, laki-laki kaya lo , secara ya kan gua gak bisa tinggal disini sementara waktu karena masih banyak masalah yang harus gua beresin ". Ucap Angga .
" Saya janji deh... mas saya gak akan macem-macem malahan saya akan jagain mbak Mia dan juga Rama kok, jadi mas tenang saja ". Bujuk Juna .
" Iya mas , lagipula macem-macem apa sih mas , dia itu adik aku, kalau dia berani macem-macem aku usir dia ". Ucap Mia supaya suaminya memperrbolehkan Juna tinggal bersamanya .
" Aku ini diamatin sama Ayah mas suruh jagain dia selama dia kuliah disini ". sambungnya .
" Iya.. iya deh.. aku bolehin, itu juga demi kamu, tapi awas saja kalau dia berani membuat masalah aku gak segan-segan loh usir dia ". Ucap Angga .
" Siap komandan , 86 , saya Arjuna berjanji tidak akan membuat masalah dirumah ini ". Ujar Juna sambil hormat kepada Angga .
Angga yang melihatnya merasa aneh melihat tingkah kekanakan Juna .
" Bagus saya pegang janji kamu, sudahlah aku kekamar dulu ya sayang ". Ucap Angga tersenyum pada Mia .
" Iya mas ". Sahut Mia .
Angga pun pergi kelantai atas dimana kamarnya terletak .
" Mbak ". Panggi Juna .
" Apa Bim ?". Sahut Mia .
" Mas, Angga orangnya parnoan ya ". Ucap Juna .
" Hah..maksudnya ?". Tanya Mia balik gak paham apa maksud Juna .
" Ya itu tadi ,mas Angga bilang jangan macem-macem sama mbak ,ya kali aku macem-macem sama mbak, kaya gak ada cewek lain aja , ya maksudnya ya gak mungkin aku godaiin kakak aku ini ". Ucap Juna tersenyum .
" Hmm..ya gimana ya kan mas mu itu orangnya cemburuan Jun, sudahlah gak usah kamu pikirkan soal perkataan mas Angga , mungkin dia hanya gak suka saja mbak dekat sama cowok lain selain dia ". Ucap Mia .
" Ya kan aku ini adik mbak ,aneh-aneh saja suami mbak tuh ..Ya sudahlah aku mau kekamar dulu mau mandi ". Ujar Juna lalu pergi meninggalkan Mia .
" Iya sudah sana, nanti jangan lupa keluar kamar untuk makan malam ". Ucap Mia tersenyum .
" Iya mbak ". Ucap Juna .
Mia hanya tersenyum mengingat hal tadi atas tingkah kecemburuan Angga pada Juna .
" Dasar mas-mas ". Gumam Mia tersenyum .
__ADS_1
Mia yang kini kedapur untuk melanjutkan kegiatan memasak makan malam untuk keluarganya . sedangkan Angga kini berada dikamarnya .
Angga keluar dari kamar mandi kamarnya ,ia baru saja selesai mandi , kini dirinya hanya menggunakan handuk menutupi bagian bawahnya .
Lalu ia meraih ponselnya karena ponselnya tiba-tiba saja bunyi dan itu dari anak buahnya yang ditugaskan mengawasi Khanza tanpa Khanza mengetahuinya .
" Ya ada apa ". Ucap Angga to do point .
" Saya punya info soal nona Khanza, saya kirimkan video CCTV kelaptop anda pak melalui email ya ". Ujar sipenelpon diseberang sana .
" Oh oke ". Ucap Angga lalu ia pun mengambil laptopnya ditas kerjanya .
Lalu ia membuka laptop itu ,ia melihat sebuah rekaman itu dilaptopnya .
sebelum itu Angga memakai baju santai terlebih dahulu .
Dikamera terlihat Khanza bersama seorang pria , Alangkah terkejutnya ternyata pria itu adalah musuhnya yaitu Adam .
" Ngapain Adam menemui Khanza, dan terus kenapa Adam bisa kerumah, Ck seharusnya gua menyuruh beberapa penjaga dirumah supaya menjaga rumah itu, termasuk dari Adam ". Ucap Angga menggerutu .
" Sial, pasti polisi belum mengetahui soal ini, gua harus laporin tentang ini dan menanyakannya juga pada Khanza ". Ucap Angga .
" Terlihat sekali dalam rekaman ini kalau Adam sedang berbicara sesuatu pada Khanza tapi apa ?". Ucap Angga penasaran sebenarnya apa yang dibicarakan oleh mereka berdua .
" Dan kenapa Khanza terlihat kesal sekali pada Adam , ada apa ini , dan ini mereka saling berpelukan lagi ". Ucap Angga yang langsung menutup laptopnya .
Kini pikirannya banyak pertanyaan soal Khanza .
Lalu ia melihat kearah Rama yang terlelap tidur dibox bayi , ia bahagia sekali bisa melihat putranya lagi .
" Mmm..bangun dong jagoan papa, papa ingin bermain nih sama kamu ". Ucap Angga tersenyum sambil memainkan pipi tembem Rama .
" Nama kamu bagus sekali nak, mama kamu gak salah memberikan nama Rama padamu ". Ucap Angga yang kini tengah asik mengelus-elus pipi tembem Rama sambil berjongkok .
" Kalau ingat kejadian saat kamu lahir nak, papa jadi ingin itu bisa terulang lagi kalau bisa , papa ingin ada disaat kamu lahir menemani mama mu berjuang melahirkan kamu , bukan dalam keadaan papa tak ingat semuanya nak papa ingin disaat papa ingat mama mu dan juga kamu ". Ucap Angga tersenyum dan berbicara pada Rama yang tengah tertidur meski dimainkan terus oleh Angga Rama tetap saja tidak terasa terusik .
" Tapi meski begitu papa tetap bersyukur tetap bisa mendampingi mama mu saat melahirkan mu ". sambungnya .
Tanpa Angga sadari dari tadi Mia sudah ada dikamar itu dan sedang berdiri mendengarkan apa yang dibicarakan oleh suaminya .
" Kamu tahu nak, selama papa tak ingat apa-apa ,entah mengapa hati papa selalu saja ingin ada didekat kamu dan juga mama mu ". Ucap Angga sambil tersenyum .
Mia yang memperhatikannya dari tadi hanya tersenyum melihatnya .
" Oh ya satu hal yang harus kamu tahu, papa bisikin ya sama kamu dan hanya kamu yang boleh tahu ". Ucap Angga lalu mendekatkan pada Rama lalu membisikannya pada Rama .
" Ya ampun mas, dasar ada-ada saja kelakuannya ". Batin Mia tertawa melihat tingkah suaminya itu .
" Nah.. dengarkan ". Ucap Angga membenarkan posisinya seperti tadi .
" Iya papa ". Ucap Angga dengan suara anak kecil , seolah-olah Rama menjawab .
" Oke, sip rahasiain ya dari mama mu jangan sampai tahu , kalau ia tahu bisa gawat ". Ucap Angga .
__ADS_1
Mia yang mendengarnya menjadi melotot ke arah Angga dan penasaran memangnya apa sih rahasia dia sama anaknya itu .
" Ekhmmm.. ". Dehaman Mia membuat Angga menoleh ke sumber suara yaitu kearah belakang dimana Mia tengah berdiri melihat kearahnya .
" Loh.. kamu ..sejak kapan ". Ucap Angga yang kaget melihat Mia sudah ada dikamarnya .
" Sejak kamu ngbrol sama Rama ". Ucap Mia tersenyum .
" Oh ya rahasia apa sih yang kamu bisikan sama Rama ?". Tanya Mia tersenyum .
" Hah..rahasia ,rahasia apa ?". Angga yang pura-pura gak tahu .
" Mmm..jangan pura-pura gak tahu deh, aku dengar kok kamu bilang, ada rahasia terus dibisikin sama Rama ". Ucap Mia mendesak Angga .
" Mmm..gak kok ,gk ada rahasia kamu salah dengar kali ". Ucap Angga mengelak .
" Mmm..oh ya, ". Ucap Mia .
" Ya ". Sahut Angga tersenyum .
" Oke kalau gitu ". Ucap Mia tersenyum .
" Iya ".
" Ya sudah aku mau mandi dulu ". Ucap Mia lalu pergi ke kamar mandinya .
" Iya ".
Lalu tiba-tiba ponsel Angga berbunyi tanda panggilan masuk dan itu dari Khanza .
Namun Angga tidak mengangkatnya, ia sedang malas bicara sama Khanza, karena baginya ini adalah hari spesial yang harus ia rayakan dengan Mia .
" Maaf Zha aku gak bisa pulang ". Ucap Angga lalu menaruh lagi ponselnya dinakas samping tempat tidur .
Ditempat lain, Khanza yang sedang menunggu Angga untuk makan malam, ia sudah memasak makanan kesukaan suaminya itu dan menyiapkan kue ultah buat suaminya .
" Kamu kenapa gak angkat teleponnya mas, apa kamu sengaja mas , pulang dong mas ?". Ucap Khanza yang mengkhawatirkan Angga kalau suaminya itu tak pulang malam ini .
Padahal Khanza ingin memberinya kejutan dihari ultah suaminya itu .
" Pulang dong mas ". Ucap Khanza yang masih menunggu kepulangan suaminya itu .
Dan disitu ada Julian yang memperhatikan anaknya dari ruang tamu karena ia sudah makan duluan .
" Malang benar nasibmu nak, kamu sangat mencintainya tapi dia sama sekali gak mencintaimu ". Gumam Julian sambil memperhatikan anaknya itu .
" Dasar laki-laki gak tahu berterima kasih, bukannya membalas budi, tapi malah membuat hidupku dan putriku menderita ". Umpat Julian yang sangat membenci Angga sekarang .
" Lihat saja nanti Angga siapa diantara kita yang paling hebat ". Ucap Julian .
" Akan aku rebut kembali apa yang telah kamu rampas dari kami berdua ". Umpatnya Julian .
. . . . . .
__ADS_1