Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
53. Rencana part 6


__ADS_3

" Siapa... AKU ....". Ucap Angga tegas dan menekankan kata aku .


Khanza yang mendengar pertanyaan Angga merasa kaget dan melotot kearahnya .


" Ap...apa.. maksud kamu ,ya..ya kamu Rudi suami aku mas ". Ucap Khanza yang gugup .


" Gak mau ngaku juga ternyata dia, oke gua ikutin cari main lo Zha ". Batin Angga terseyum .


Angga lalu berjalan menjauhi Khanza dan duduk dikursi kerjanya .


" Kamu kenapa sih mas, kok kamu tadi nanyanya gitu ". Tanya Khanza yang khawatir dan was-was takut kalau Angga sudah ingat semuanya .


" Mmm..gak gapapa aku hanya butuh sendiri dulu, kamu bisa kan jangan ganggu aku dulu ". Ucap Angga .


" Tapi kan mas aku masih ingin bicara sama kamu ...". Ucap Khanza yang memegang pundak Angga .


" Aku mohon Zha ,aku lagi pengen sendiri dulu Zha aku mohon ya kamu pergi dulu , nanti malam saja ya kita bicaranya ". Ucap Angga memohon .


" Baiklah kalau mau nya kamu seperti itu, aku gak mau ganggu kamu dulu, tapi janji ya kamu habis pulang dari sini langsung pulang ke rumah jangan pulang ke rumah orang lain ". Ucap Khanza seperti menyindir Angga .


" Caelah.. maksud lo nyindir gua nih ". Batin Angga tersenyum .


" Iya janji aku langsung pulang ke rumah ". Ucap Angga .


" Oke, ya sudah aku pulang ya sayang ..muach ". Ucap Khanza yang mencium pipinya Angga , Angga merasa kaget saat dapat serangan dadakan dari Khanza yang seperti itu .


" Astagifirullah ... kecolongan lagi gua ". Batin Angga menggurutu .


Namun saat Khanza hendak pergi, ia melihat undangan pernikahan yang ada dimeja kerja suaminya .


Lalu ia mengambilnya, lalu membacanya .


" Ehh..ehh..". Ucap Angga saat melihat Khanza mengambil undangan itu dan membacanya .


" Jessy, siapa mas dia ?". Tanya Khanza yang penasaran .


" Kata sekertaris aku, dia adik sepupu dari Angga, dan aku diundang olehnya mungkin dia masih anggap aku ini Angga kali, tapi ya sudahlah jangan pikirkan hal itu, lagian aku juga gak bakalan datang ". Ucap Angga menjelaskan .


" Loh, kok gitu kan kamu sudah diundang olehnya kenapa gak datang ". Ucap Khanza .


" Aku gak kenal dia juga kan, ngapain datang ". Ucap Angga supaya Khanza gak curiga sama dia kalau dia sudah ingat semuanya .


" Eh..tapi kan mas, sekalian juga kamu buktiin sama mereka kalau kamu itu bukan Angga, kamu datang saja aku juga ikut ..ya ...ya ". Ucap Khanza yang sekarang memohon pada Angga .


" Eh..tapi kan ". Ucap Angga masih menolak untuk datang .


" Sudahlah datang saja , kamu gak sendirian kok sama aku juga ". Ucap Khanza tersenyum .


" Aku sih sebenarnya males datang kesana tapi, tujuanku kesana kan mau buktiin sama si ****** itu kalau Angga ini suamiku , biar dia benar-benar percaya kalau Angga ini Rudi ". Batin Khanza tersenyum licik .

__ADS_1


" Ya sudah kita datang ". Ucap Angga pasrah saja karena ia gak mau ribet-ribet berdebat sama Khanza , karena ia ingin buru-buru menyelesaikan rencananya ini .


" Yes, ya sudah aku pulang ya mas ". Ucap Khanza tersenyum .


" Bye sayang ".


" Bye ". sahut Angga .


Kini jam sudah menunjukan jam 1 , Angga kini melanjutkan rencananya itu sehabis kepulangan Khanza .


" Jadi si Adam ini sedang membangun proyek pembangunan hotel disurabaya dan perusahaan ini jadi salah satu investornya, gua tahu sekarang , gua harus gagalin pembangunan proyek itu ". Batin Angga tersenyum licik .


Lalu Angga sedang menyusun rencananya .


Malam haripun, sudah tiba namun Angga belum juga pulang dan itu membuat Khanza panik karena takut kalau suaminya itu pergi ke rumah Mia lagi .


Dan saat Angga hendak pulang pun ,ponselnya berbunyi tanda panggilan dari masuk dan itu dari Khanza .


Dan saat Angga melihat namanya Khanza yang tertera diponselnya dengan kata My Wife Khanza cantik .


" Mmm..ini pasti dia yang ganti namanya , hadeh...Khanza..Khanza ". Ucap Angga geleng kepala, dan lalu ia pun mengangkat panggilan dari Khanza .


" Iya Zha ini aku lagi dijalan ". Ucap Angga yang hendak masuk kedalam mobilnya .


" Iya sayang, aku menelpon juga cuma ingin memastikan kamu saja kok ". Ucap Khanza diseberang sana .


" Memastikan suami aku pulang kerumah, bukan ke rumah selingkuhannya ". Ucapnya .


" Selingkuh apa sih, iya ini aku lagi menuju pulang kok sayang ". Ucap Angga .


" Nah gitu dong bagus, ya sudah aku tunggu ya sayang ,see you ". Ucap Khanza dengan nada manja dan menggodanya .


" Ya , see you ". Ucap Angga lalu mengakhiri panggilan itu .


Lalu Angga mengendarai mobilnya yang hendak pulang, dan pas ia menuju pulang ia tak sengaja melihat Adam yang sedang mengobrol dengan istrinya yaitu Mia .


" Brengsek, dia lagi ngomong apa tuh sama istri gua ". Umpat Angga yang masih duduk melihat mereka dalam mobil .


" Gak kedengeran lagi ". Gerutu Angga yang mulai kesal melihat ,Mia yang ngobrol dengan pria lain apalagi pria itu musuh dia .


" Bisa gak sih dam jangan ganggu aku ,ini aku mau pulang anakku nungguin aku dirumah ". Bentak Mia yang hendak pergi namun dihadang oleh Adam .


" Aku gak akan berhenti ganggu kamu sebelum kamu menerimaku Mia ". Ucap Adam yang tersenyum .


" Sudah cape aku nanggapin kamu Dam, sudahlah aku harus pulang anakku membutuhkan aku ". Ucap Mia yang melangkahkan kakinya namun tangannya dipegang oleh Adam .


Dan Angga yang melihat hal itu ia menjadi marah .


Angga pun lalu hendak turun menghampiri mereka namun ponselnya dari tadi bunyi terus .

__ADS_1


" Duh ini lagi hape bunyi terus ". umpat Angga sambil melihat ke arah Mia dan Angga sesekali .


" Lepasin Dam , sakit ". Ucap Mia memberontak karena sakit tangannya dicengkram Adam dengan kuat


" Gak akan aku lepasin kamu, kamu harus ikut aku Mia ". Ucap Adam tersenyum licik .


" Gak mau, lepasin Dam ". Bentak Mia yang ketakutan melihat senyum mesum Adam .


Angga yang mengabaikan panggilan itu, ia langsung menghampiri mereka .


" Gak ". Bentak Adam .


Angga yang sudah dekat mereka langsung menepuk bahu Adam ,dan Adam pun melihat siapa yang menepuk bahunya dari belakang dam betapa kagetnya ia melihat ada Angga dibelakangnya .


BUGHH...


Satu pukulan Angga pun kena tepat sasaran diwajah Adam . Adam yang menerima pukulan itu pun langsung terjatuh ke aspal dekat mobilnya .


" Ck..wah-wah siapa ini yang datang, kamu ngapain pak Rudi yang terhormat ada disini ". Ucap Adak tersenyum .


" Ngapain kamu ganggu dia ". Ucap Angga yang dengan nada tak suka .


" Saya gak ganggu dia kok pak, saya cuma ingin menawarkan dia tumpangan pulang kok ". Ucap Adam tersenyum .


" Ya kan Mia ". Ucap Adam tersenyum sambil melihat kearah Mia .


Dan Mia hanya diam saja, tak ada sautan darinya .


" Apa benar Mia ?". Tanya Angga memastikan .


" Gak dia bohong , makasih sudah nolongin saya, dan cukup sampai disini saja kamu terlibat dalam urusan saya , saya permisi ". Ucap Mia lalu melangkahkan kaki menuju mobilnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan mereka berdua .


Adam yang melihat sikap Mia yang dingin kepada Angga ia merasa bahagia .


Adam hanya tersenyum melihatnya .


Lalu ia pun pergi dari sana meninggalkan Angga yang berdiri melihat kepergian Mia .


" Mia.. ". Gumamnya .


Sampai Angga pulang pun Angga masih kepikiran soal sikap dinginnya Mia .


" Ada apa dengannya , apa dia masih marah soal kejadian waktu itu ". Batin Angga yang melamun yang kini dirinya duduk menyandarkan dirinya diranjangnya .


Angga melihat disampingnya ada Khanza yang sudah terlelap tidur , setelah mengomelinya karena telat pulang .


" Argh.. Sial ".Batin Angga yang menggerutu .


. . . . . . . .

__ADS_1


__ADS_2