Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
97. Camping bersama Ayah Ibu


__ADS_3

Disana terlihat anak laki-laki yang kira-kira berusia 15 yang tengah berdiri dipinggiran danau sambil merentangkan tangannya sambil menghirup udara segar yang ada disana .


" Hmmm...sejuk sekali dan damai disini beda sekali dikota yang sumpek dengan kebisingan kendaraan dan asap kendaraan dimana-mana ". Ujarnya .


Rama kini benar-benar merasa bahagia walaupun hanya bisa ketempat ini , tempat yang sederhana dan hanya dirinya dan kedua orang tuanya yang tahu tempat itu .


" Gak akan aku biarkan orang-orang mengetahui tempat ini, yang ada pasti mereka akan hanya bisa merusaknya ". Ucapnya .


" Aku bingung sekali mas sama Rama, padahal kita kan bisa tidur dirumah pohon, disana sudah ada ranjang, yang bisa kita tiduri tapi tetap saja ia ingin tidur ditenda ". Ucap Mia yang sambil membereskan alat-alat yang ia bawa untuk perlengkapan campingnya disana .


" Hahaha...mungkin ia hanya ingin merasakan tidur dialam terbuka saja sayang, lagipula gapapa kali kita sesekali tidur ditenda , enak kali tidur ditenda ". Ucap Angga sambil mendirikan tenda untuk Rama dan untuk dirinya dan Mia .


" Hah...enak apanya mas, banyak nyamuk tahu dingin lagi ". Ucap Mia melihat kearah Angga .


" Ya enak kan tidurnya aku ada yang melukin ". Ucap Angga tersenyum .


" Halah... setiap harinya juga begitukan, kamu inginnya dipeluk sama aku, katanya gak bisa tidurlah kalau gak aku peluk alasan macam apa itu , bilang saja mau modusin aku ". Ucap Mia .


" Hahaha...modusin istri sendiri gapapa lah kecuali modusin cewek lain yang ada kamu marah lagi ". Ucap Angga tertawa .


" Awas saja kalau sampai kamu gitu mas, gak akan aku kasih ampun lagi kamu, sudah capek ya aku dihianatin kamu terus mas, kalau bukan karena Rama dan cinta sama kamu, sudahlah aku nyerah dari dulu sama kamu ". Ucap Mia dengan raut wajah cemberut .


" Haha.. dibahas lagi, kita sebenarnya ini mau camping apa mau mengenang masalalu nih...". Ucap Angga .

__ADS_1


" Ya mas duluan yang mancing-mancing ingatan masalalu ". Ujar Mia .


" Iya deh...iya .. maaf aku yang salah ". Ucap Angga .


" Hmm...". Sahut Mia hanya dengan dehaman .


Angga yang melihat Mia yang seperti itu hanya tersenyum .


" Pah.. yuk kita mancing ikannya aku sudah gak sabar nih untuk memancing ikannya ".


" Bentar papa bereskan yang ini dulu ya ". Ucapnya .


" Iya pah siap ". Ucap Rama tersenyum .


Suaminya lebih mencintainya bukan perempuan lain, dan anaknya itu sebagai pelengkap kehidupan baginya , ia sungguh gak bisa hidup tanpa kedua orang yang amat ia sayangi itu .


" Makasih ya Allah, engkau telah mendengarkan do'a-do'aku selama ini, untuk memiliki keluarga harmonis seperti ini , aku senang banget mas Angga gak lagi melirik perempuan lain lagi, dan aku senang kau telah percayakan aku untuk memiliki Rama untuk dijaga , aku janji ya Allah akan menjaga mereka sepenuh hatiku ". Batin Mia tersenyum .


Kini Mia melihat Angga dan Rama menaiki perahu sampan mereka ketengah-tengah danau itu .


" Mama... lihat... aku naik sampan ". Teriak Rama .


Mia yang melihat itu hanya tersenyum .

__ADS_1


" Mancing yang banyak ya ikannya sayang ". Teriak Mia sambil melambaikan tangannya itu .


" Siap ". Teriak Rama .


Mia hanya tersenyum , lalu ia melanjutkan kegiatannya itu untuk beberes ditenda .


. . . . . . .


" Mama ini kenapa sih dari tadi diam saja , kenapa mukannya kaya gak suka gitu tadi dipoto , lihat papa tersenyum sedangkan mama tersenyum kaya dipaksakan gitu, sebenarnya mama ini kenapa mah sama papa ?". Tanya Diva kepada ibunya itu .


" Stop..Diva jangan bikin mama tambah pusing , mama lagi gak mau membahas papamu itu ". Ujar Reva langsung masuk kekamarnya , meninggalkan Diva yang tengah berdiri memegang poto keluarganya itu .


" Ihh...mama, gak asik , mmm...kemana ya biar gak bete diapartemen ini terus, ahah...mending kerumah papa pesen taksi online , main sama anaknya tante Khanza ". Ujarnya langsung mengeluarkan ponselnya itu untuk memesan taksi online .


Diva pun langsung bergegas kekamarnya untuk siap-siap pergi kerumah papanya itu yaitu Aldo , lalu ia menyobekan secarik kertas untuk ia menuliskan sesuatu di kertas itu .


***Mah maaf ya diva pergi kerumah nenek mama jangan khawatir , maaf aku gak pamit dulu sama mama habisnya mama kelihatan cape banget dan lagi banyak pikiran jadi aku gak mau ganggu mama... aku kesana hanya main saja kok karena bosan disini terus .


^^^Love you mom, Diva*** .^^^


" Dah.. oke berangkat ". Ucap Diva .


. . . . . . .

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote,dan Komenannya juga ya guys ...😉😘


__ADS_2