Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
Pertunangan itu Terjadi


__ADS_3

Terlihat sekali pertunangan itu dilaksanakan dengan mewahnya , disana pertunangan antara Rama dan Dania berlangsung dengan lancar , Rama maupun Dania hanya bisa menghela nafas akan perasaan yang ragu didalam hati, namun apa daya Dania maupun Rama gak bisa menghindari pertunangan tanpa cinta itu .


" Selamat ya , sekarang kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang kekasih ,semoga lancar ya sampai hari pernikahan ". Ucapnya Mia tersenyum bahagia .


Dania hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Mia, namun berbeda dengan Rama ia hanya bisa bersikap biasa saja .


Dania melihat kearah Rama yang terlihat seperti terpaksa .


" Kalau kamu terpaksa seharusnya kamu melawan Ram jangan diam begini ". Batin Dania merasa sedih , bertunangan dengan orang yang sama sekali tidak menginginkan pertunangan ini .


" Maafkan aku Diva , maaf aku terpaksa melakukan hal ini, aku gak bisa menentang keinginan mama ku , aku sayang sama beliau dan untukmu Nia maafkan aku gak bisa menolak pertunangan ini ". Batin nya Rama .


Malam ini benar-benar malam yang begitu memuakkan bagi Diva , Berita terbaru pertunangan antara Rama serta Dania menyebar begitu cepat karena pertunangan mereka sampai diliput oleh media .


Diva yang melihat berita itu pun hanya tersenyum kecut,


" Ck... omongan laki-laki memang gak bisa dipercaya ". Diva yang langsung melemparkan ponselnya ke ranjang tidurnya .


Rama kini pergi bekerja seperti biasa , dan Dania tengah fitting baju pengantin di Butik terkenal milik Mia .


" Ya ampun benar-benar cantik sekali iya kan mah ". Ucapnya pada Nisa ibu mertuanya serta Sinta ibu kandungnya Mia .


" Makasih Tante , tapi apa gaun ini benar-benar cocok untuk Nia ". Ucapnya Nia .


" Cocok dong sayang, mama sengaja desain gaun pengantin ini untuk menantu mama ". Ucapnya Mia tersenyum sambil sesekali membenarkan gaun yang Nia pakai .


" Mama ". ucapnya Nia yang sedikit terkejut dengan sebutan kata mama .


" Iya mama, mulai sekarang kamu manggil saya mama ya , karena bentar lagi kamu itu jadi menantu mama dan jadi anak mama, panggilannya ke mama bukan Tante lagi ya sayang ". Ucapnya Mia tersenyum .


" Makasih , makasih mama ". ucapnya Nia langsung memeluk Mia membuat Mia tersenyum dan membalas pelukan nya , Mia bisa merasakan apa yang Nia rasakan Mia tau Dania ini dari kecil belum mengenal sosok ibunya seperti apa ,jadi ia tau betul gimana rasanya karena dulu juga ia merasakan nya ketika ditinggalkan oleh ibunya .


Sedangkan disisi lain Rama disibukan dengan urusan pekerjaan nya , dan Diva pun melakukan hal yang sama yaitu bekerja demi mendapatkan uang dan hal yang terpenting sekarang bagi Diva bukan hanya soal uang tapi ia ingin menyibukkan dirinya agar bisa lupa soal Rama .


" Ah...ya tuhan ,kenapa sih si brengsek itu harus ada juga diprojek kontruksi pembangunan gedung baru dikota Bogor sana ". Kesalnya Diva setelah membaca siapa saja yang terlibat dengan pembangunan gedung baru dikota Bogor .


Perusahaan Pratama dan Brawijaya bekerjasama untuk membuat gedung baru dikota Bogor , Gedung itu nantinya akan menjadi gedung perkantoran baru untuk perusahan PT .Jaya Abadi , Perusahaan Pratama sebagai penyusun program pembangunan gedung itu dan yang mengatur rancangan gedung dan yang akan menjalankan nya adalah Rama sendiri cucu keluarga Pratama sedangkan perusahaan Brawijaya adalah penyuplai barang-barang bangunan yang akan bertanggungjawab akan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membangun gedung itu, dan yang bertanggungjawab atas tugas itu adalah Diva sendiri anak dari keluarga Brawijaya .


" Rasanya benar-benar seperti takdir , tapi takdir apa ini, kenapa tuhan suka sekali mempermainkan aku sih ". kesalnya Diva .


Justru kini Rama merasakan bertolak belakang dari yang Diva rasanya ia benar-benar senang sekali karena akan kerja sama ini tim ini .


" Pembangunan gedung baru itu akan dimulai besok, jadi sebelum pernikahan berlangsung aku akan selalu sama Diva ,mungkin ini terakhir kalinya aku akan bersama dengannya ". Batinnya Rama merasa sedih akan keputusan nya ini , apa keputusannya ini hal yang benar-benar ia pilih . Tapi emang gak ada pilihan lain selain menuruti kemauannya keluarga nya itu .

__ADS_1


" Apa pernikahan ku dan Dania ini benar akan terjadi , apa aku harus rela menikah dengan orang yang bahkan gak aku inginkan ". Batinnya bertanya-tanya .


Rama kini tengah berada penginapan dibogor , ia sengaja menyewa rumah yang cukup sederhana ini untuk ia jadikan tempat tinggal untuk sementara selama pembangunan .


sedangkan Diva ia menginap disalah satu hotel yang berada disana .


" Ya kuharap , aku akan baik-baik saja selama bekerja disini , cukup Diva kamu jangan mikirin laki-laki yang bahkan mengingkari janjinya itu ". Gumamnya .


Keesokan harinya , Rama maupun Diva tengah sama-sama sibuk mengatur kerjasama ini untuk membangun gedung perkantoran untuk klien mereka .


" Sejujurnya males banget rasanya kalau harus bekerja sama dengannya , cuma bikin moodku hancur saja ". Batinnya Diva menggerutu .


" Bu , maaf saya mengganggu , ada yang harus saya sampaikan ?". Tanyanya orang proyek pembangunan.


" Iya ada apa ya ?". Tanya Diva .


" Itu Bu, kita membutuhkan beberapa semen karena kita kekurangan bahan itu ". Jawabnya .


" Oh itu, iya nanti biar saya telepon orang-orang saya untuk bawakan bahan itu kesini , sekarang kamu lanjutin saja pekerjaan mu ". Ucapnya Diva .


" Baik bu, kalau begitu saya permisi ". Ucap orang itu meninggalkan Diva sendiri yang tengah mengawasi jalannya pembangunan proyek ini .


" Iya silahkan ". balasnya .


" Huft... rasanya panas sekali cuaca hari ini ". Ucapnya Diva mengibaskan tangannya .


" Ah...iya makasih ". Ucapnya Diva tersenyum sambil melihat kearah siapa yang memberikan minuman itu .


" Kamu ". ucapnya Diva terkejut .


Orang itu adalah Rama ,


" Minumlah , enak loh siang-siang panas gini minum minuman dingin ". ucapnya .


" Ya makasih ". Balasnya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain .


" Sama-sama ". Ucapnya tersenyum .


Beberapa bulan terus berlanjut , sampai tiba dimana hari terakhirnya Rama menyelesaikan pekerjaannya , Meski pembangunan itu belum sepenuhnya rampung akan tetapi Rama menyerahkan sebagian pekerjaan nya pada anak buahnya ,yang memang sudah disepakati bersama sesaat sebelum proyek itu dilakukan karena Rama hanya diberi waktu melakukan pekerjaan ini sampai hari .


" Maaf ya saya harus kembali ke kantor , tapi saya akan pastikan pekerjaan saya akan diselesaikan oleh anak buah saya dan akan selesai dalam waktu dekat ini , sesuai perjanjian kerjasama kita ". Ucapnya Rama tersenyum .


" Iya gapapa pak Rama , saya pun mengerti, mau bagaimanapun kita sudah sepakat pak Rama disini hanya cuma beberapa bulan , karena ada acara pernikahan antara pak Rama sama putri keluarga pak Raja ". Ucapnya orang pemilik bangunan PT jaya Abadi ini .

__ADS_1


" Beliau pun berpesan agar tidak menghalangi urusannya pak Rama ". Jelasnya .


" Saya ucapkan selamat ya pak, atas rencana pernikahan bapak sama istri, semoga nanti acaranya berjalan dengan lancar ". ucapnya orang itu .


" Iya makasih ". Balas Rama tersenyum .


" Jadi kamu hari ini pulang ". Ucapnya Diva Setelah kini ia berada didepan pintu rumah sewaannya Rama .


" Iya , aku harus pulang mau bagaimana lagi ,aku harus menepati janjiku pada mama ". Ucapnya Rama sambil mengunci rumah sewaannya yang nantinya ia akan kasih kunci itu pada pemilik rumah ini .


" Terus janji kamu padaku gimana Ram ?". Tanyanya Diva menghentikan langkah kakinya yang berjalan melewati Diva .


Rama lalu membalikan badannya menghadap Diva yang berdiri disana dengan wajah yang sepertinya sedih .


" Maafkan aku Diva, aku menikahinya hanya karena terpaksa Diva percayalah , aku janji setelah pernikahan terjadi aku akan menceraikan dia demi kamu ". Ucapnya Rama tersenyum .


" Pergilah ". Ucapnya Diva menahan air matanya agar tidak menetes .


" Aku janji Diva ". Ucapnya Rama menatap kearah wanitanya .


" Lihat aku Diva , setelah selesai aku menepati janjiku pada mama ku aku akan menepati janjiku padamu , percayalah ". Ucapnya Rama memegang kedua tangannya Diva .


" Pergilah, dan jangan kembali, kita lupakan apa yang terjadi antara kita, lagipula itu hanya ketidak sengajaan , sudah cukup aku menahan rasa sakitku ini ". Ucapnya Diva melepaskan pegangan tangannya Rama .


" Tapi Diva , aku ingin menepati janjiku padamu , aku ingin bertanggungjawab atas apa yang aku lakukan padamu , tunggu aku , percayalah aku pasti akan kembali padamu ". Ucapnya Rama .


" Wanita mana sih Ram, yang rela laki-lakinya menikahi wanita lain hah.. kamu pikir aku wanita bodoh apa , lebih baik kamu pergi !!!". Bentaknya membuat Rama terkejut .


" Tapi Diva ". Ucapnya Rama berusaha meyakinkan Diva agar percaya yang dilakukan Rama hanya semata-mata untuk memenuhi permintaan mama nya saja , setelah pernikahan itu terjadi ia sudah menekad kan diri untuk melakukan perceraian antara dirinya dan Dania .


" Pergi !!!". Bentaknya Diva .


Mau tak mau Rama kini pergi karena mobil jemputan nya sudah tiba yang memang sudah disuruh oleh anak buah dari keluarga calon istrinya yaitu Dania .


" Mari tuan muda , nona Dania sudah menunggu ". Ucapnya sang sopir .


" Iya ". Rama melihat kearah Diva yang masih memalingkan wajahnya kearah lain .


" Aku janji Diva , akan kembali padamu ". Batinnya lalu ia duduk dikursi bagian belakang kemudi .


Mobil itu meninggalkan rumah sewaan itu, meninggalkan Diva yang masih berdiri disana , tanpa Diva sadari kini linangan air matanya mengalir begitu saja ,


" Brengsek kamu Rama , brengsek ". Gumamnya Diva .

__ADS_1


Diva langsung masuk kedalam mobil pribadinya itu, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , setelah itu ia menepikan mobilnya didepan hotel tempat ia menginap .


" Pengecut kamu Rama ". Umpatnya Diva .


__ADS_2