
Mia betapa terkejutnya ia melihat suaminya sudah berdiri disana dengan ekpresi marahnya . Angga menghampiri mereka berdua .
Mia menghampiri Angga, namun suaminya melewatinya , dan malah menghampiri Adam.
Angga kini sudah berdiri didepan Adam , namun Angga hanya diam saja .
" Mmm..tuan Angga Pratama ,maaf ya tadi saya lancang mencicipi milik anda ,mmm
... gimana ya tadi rasanya sangat manis sekali rasa cerry ". Adam dengan senyum liciknya .
" Terimakasih loh Mia ". Teriaknya Adam tanpa malunya .
Mia yang mendengar kata-kata dari Adam hanya merasa jijik mendengarnya .
Prokk..prokk..prokk..
Angga malah bertepuk tangan dan tersenyum didepan Adam .
" Makasih loh..tuan Adam Brawijaya yang terhormat, Anda sudah menunjukan siapa anda sebenarnya ". Ucap Angga tersenyum .
Adam hanya tersenyum heran , kenapa Angga bukannya memukulnya atau apa kenapa dia hanya tersenyum didepannya .
Setelah Angga bilang hal itu , Angga langsung menghampiri istrinya .
" Kita pulang sekarang ". Ucap Angga yang agak emosi .
Angga menggandeng tangan Mia dengan cukup kuat dan itu membuat Mia merasa sakit .
" Sakit mas, pelan-pelan ". Ucap Mia kesakitan .
Namun Angga menghiraukan ucapan Mia , kita dirinya penuh dengan amarah dan emosi .
" Kamu duduk ,kita pulang sekarang ". Ucap Angga dengan nada tinggi ,itu membuat Mia ketakutan.
Angga menyetir mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi .
" Pelan-pelan mas ,kamu ingat aku lagi mengandung anakmu mas ,pelankan mobilnya aku takut ". Ujar Mia panik .
Angga sekarang memelankan mobilnya, dan kini mobilnya sudah terparkir ,dihalaman rumahnya .
Angga berjalan terus meninggalkan Mia didalam mobil , Mia yang keluar dan mengejar suaminya .
" Mas tunggu, kamu harus dengerin penjelasan aku dulu mas, tunggu mas ". Teriak Mia .
Angga menghentikan langkah kakinya, dan memutar balik tubuhnya menghadap istrinya .
" Apa, sudahlah lupain saja ,aku mengerti kok ". Ujar Angga tersenyum .
" Maksudmu apa ". Ucap Mia memegang tangan Angga .
" Mengerti kalau hubungan kamu dengannya lebih dari teman, mana ada teman yang mencium istri temannya sendiri ". Ucap Angga yang sedikit emosi .
" Itu cuma kesalahpahaman kamu mas, ya tadinya aku pikir dia hanya ingin berbicara sama aku ,aku gak tahu kalau dia berbuat seperti itu, aku juga emosi tadi ". Ucap Mia yang tak mau kalah dari Angga .
" Ya..ya..aku mengerti kok kamu cuma mau membalas apa yang telah aku lakukan, karena aku terus-terusan mendekati Reva terus kamu juga melakukan hal yang sama iya kan ". Ujar Angga .
" Pemikiran kamu cukup picik ya mas, aku dengannya hanya sebatas teman ". Ucap Mia yang juga sedikit emosi .
" Oh ya, aku juga sama aku mendekati Reva hanya untuk bisa menjadi teman gak lebih, apakah kamu juga bisa mengerti akan hal itu ".
" Tapi kamu mencintainya, kamu mengatakan hal itu sendiri ,aku mendengarnya aku melihatnya ". Mia yang sekarang sama-sama emosi .
__ADS_1
Angga mendekati Mia sampai Mia terbentur di dinding ,
" Lihat mataku, apa ada kebohongan disana , aku cuma gak suka melihatnya menderita ditangan laki-laki yang salah seperti suaminya dan aku cuma berusaha melindunginya,menjaganya, iya..iya ..aku mencintainya.. tapi hanya sebagai seorang kakak yang melindungi adik perempuannya gak lebih ".Ucap Angga sambil menatap wajah Mia .
Mia hanya terdiam ,dan mendengarkan ucapan suaminya .
" Dan kamu tahu, aku ini memang seorang lelaki pembohong namun kali ini ,aku mohon kamu percaya padaku , aku ini hanya mencintai kamu istriku, aku hanya mencintaimu sekarang ..dan selamanya ". Ucap Angga yang kini berlutut didepan Mia .
Mia yang melihat tingkah Angga merasa heran, kenapa sekarang suaminya itu jadi gini tadi marah sekarang luluh .
" Aku mohon padamu, aku percaya padamu sekarang kumohon jangan membuat perasaanku bimbang lagi Mia, jangan bikin aku merasa menjadi orang jahat lagi karena menyakitimu lagi ". Angga meneteskan air matanya lagi .
" Aku takut kehilangan kamu, jangan pergi dariku Mia , aku benci Adam mendekatimu apalagi dia menyentuhmu ". Ujarnya lagi sambil menyentuh pergelangan kaki Mia .
Mia juga sama menangis, Mia mulai menundukan tubuhnya menyerupai suaminya .
" Mas ,cukup jangan begini ". Ujarnya Mia sambil memegang wajah Angga dengan kedua tangannya .
" Aku gak mau kita berpisah, aku gak mau kehilangan seseorang yang mengerti diriku ". Ucap Angga yang memeluk tubuh Mia .
" Hiks..hikss..iya mas , aku gak akan ninggalin kamu , aku percaya sama kamu mas ". Ucap Mia sambil menangis .
" makasih, makasih sudah percaya padaku , aku gak mau kehilangan kamu ,kehilangan cintaku lagi ". Ucapnya Angga .
" Iya ,kita berdua sekarang harus saling percaya satu sama lain mas apapun apa yang terjadi ya ". ujar Mia tersenyum .
" Iya sayang ". Angga tersenyum .
" Janji ". Ucap Mia tersenyum sambil mengangkat jari kelingkingnya .
" Janji ". sahut Angga tersenyum ,membuat Mia terpesona dengan lesung pipinya itu .
Kini mereka saling menatap satu sama lain , Angga semakin mendekatkan wajahnya ke wajah istri cantiknya itu , Angga menyentuh bibir ranum Mia dengan jari tangannya.
Angga menjauhkan wajahnya dari Mia, Mia yang mendengar ucapan suaminya itu tidak suka ia marah dan memincingkan matanya kearah suaminya .
" Heh..dengar ya aku berciuman dengannya juga bukan karena keinginan aku ,tapi aku lagi lengah saja dia yang tiba-tiba mencuri ciumanku , dan maksud kamu apa bilang kaya gitu , aku ini barang bekas gitu ". Ucap Mia dengan nada kesalnya sambil memukul dada bidang Angga .
" Iya ". sahut Angga sambil menahan tawanya , sebenarnya ia cuma ingin menjahili istrinya itu.
" ihh..dasar ya, aku bukan barang bekas ,aku ini istrimu , lihat nih aku hapus bekas ciuman dia ". Ucap Mia dengan nada kesalnya ia menggunakan punggung tangannya membersihkan bibirnya itu .
" Masa sih istriku, kok dicium orang lain ,bukan suaminya ". Ucap Angga .
Mia sudah sangat kesal dengan suaminya itu, Mia mendekatkan wajahnya kewajah suaminya dan langsung saja Mia mencium bibir suaminya itu .
Angga kaget karena Mia melakukan hal itu,biasanya kan dia yang selalu duluan mencium istrinya itu .
" Mmmhhh..". Suara Angga menahan napasnya .
Mia melepaskan ciumannya ,dan memalingkan wajahnya ke arah lain .
Kini wajahnya sudah merah merona , seperti kepiting rebus .
Angga melihat wajah Mia dengan senyumnya .
" Kenapa memalingkan wajahmu itu, aku disini loh ". Angga tertawa kecil .
" Gapapa, sudahlah aku mau masak bentar lagi waktunya makan malam ". Ucapnya mengalihkan pembicaraan sambil berdiri ingin menuju dapur .
Namun Angga menarik tangan Mia membuat badan Mia gak seimbang , Mia hampir jatuh namun Angga menahannya , Mia jatuh dipelukan Angga . dan Angga langsung menciumnya .
__ADS_1
Mia terkejut karena suaminya menciumnya tiba-tiba. Ciuman itu semakin memburu ,semakin bergairah , Angga merebahkan Mia disofa empuknya itu Angga membuka perlahan kancing baju milik Mia , Mia hanya pasrah apa yang dilakukan suaminya. Angga meraba benda kenyal milik Mia dan melahapnya memberikan tanda kepemilikannya disana .
" Mmmhhh ". Mia mulai mendesah ketika Angga mulai meraba kearea intimnya .
Namun ketika Angga ingin melakukannya, Mia mendorong tubuh Angga ,Angga terjatuh ke lantai .
Mia sudah menutupi tubuhnya, dengan kedua tangannya ia memakaikan kembali pakaiannya itu .
Angga yang terkejut karena ia didorong istrinya ,ia merasa heran kenapa ?
" Kenapa? apa aku gak boleh melakukannya, ayolah aku menginginkannya ". Ujar Angga bangkit dari jatuhnya .
" Bukan begitu maksudku, bukannya gak boleh, tapi aku ini lagi hamil muda ,mana boleh melakukan hal itu sekarang nanti kenapa-kenapa lagi anak kita ". Sahut Mia sambil mengelus perutnya yang sudah agak mengisi .
" Oh begitu, ya aku minta maaf aku lupa akan hal itu ". Ucap Angga sambil duduk disofa berdampingan dengan Mia .
" Iya gapapa, ya sudah aku kedapur dulu ya, kamu mandi gih sana bau tahu ". Ucap Mia sambil menjulurkan lidahnya meledek suaminya itu, sambil lari-lari kecil ke arah dapur .
" Heh..awas kau ya ". Sahut Angga dengan tersenyum . namun ia tidak mengejar istrinya itu ,ia lebih memilih mandi dikamar mandi dikamarnya .
Angga kini sedang mandi, sedangkan Mia sedang memasak didapur .
Malam hari pun tiba, tepatnya pukul 19:00 .
Mia sudah mandi setelah menyelesaikan acara memasaknya didapur . Mia menggunakan setelan baju warna putih lengan panjang dengan rok panjang warna biru langit dengan rambut yang digerai .
Mia dan Angga sudah ada dimeja makan, mereka makan bersama sekarang setelah sekian cukup lama mereka makan masing-masing pas bertengkar .
" Mas, nih cobain ini aku masaknya khusus buat kamu ". Mia memberikan makanan kesukaannya Angga yaitu ayam goreng kecap .
" Iya ,makasih...mmm..dari aromanya saja sudah kelihatan enak , pasti enak ". Ucap Angga memuji .
" Haha..bisa saja kamu, ya sudah makan, oh ya tadi mbak Isma bilang papa boleh pulang besok ,jadi kita jemput ya besok ". Ucap Mia sambil menuangkan air ke gelas suaminya.
" Oh, ya kok aku gak dikasih tahu malah kamu yang dikasih tahu ". sahut Angga.
" Kata mas Reyhan dia sudah berapa kali hubungi kamu tapi kamu gak angkat, jadi mbak Isma kasih tahu aku deh ". Ucap Mia yang kini sudah duduk dan memakan makanannya.
" Oh gitu, iya sih tadi ponselku mati belum di charger ". sahut Angga .
" Iya mas, ya sudah lebih baik kita makan saja dulu ". Ujar Mia tersenyum .
" Iya ". sahut Angga tersenyum .
Angga dan Mia ,sudah menyelesaikan makannya .
Kini keduanya, sudah ada dikamarnya , Mia yang sibuk dengan buku panduan hamilnya , sedangkan Angga sedang sibuk dengan laptopnya, Karena soal perusahaan sudah beres Angga kembali fokus dengan pekerjaan utamanya , yaitu tentang lukisannya.
" Mas ". Panggilnya .
" Hm ". Angga hanya menyautnya seperti itu .
" Kita jalan-jalan yuk, habis jemput papa nanti hari minggu nya kita jalan-jalan, setelah menikah kita belum pernah loh jalan-jalan sama sekali ". Ucap Mia .
" Ya gak perlu jauh-jauh ke taman gitu, ke mana ke yang penting berdua sama kamu ya ". Rengek Mia ke suaminya .
" Iya ,oke nanti kita jalan-jalan ".sahut Angga yang masih fokus dengan laptopnya .
" ih.. kok fokus terus sama laptopnya ". Gerutu Mia .
Angga yang melihat wajah masam nya Mia kini ia meletakan laptopnya . dan langsung memeluk istrinya itu . Mia hanya tersenyum ketika dipeluk suaminya sudah cukup lama ia tidak merasakan hangatnya pelukan suaminya itu . sampai akhirnya mereka terlelap tidur.
__ADS_1