Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
80. Kembalinya ke Kehidupan yang Sesungguhnya


__ADS_3

Dimalam hari Angga sedang melakukan makan malam bersama keluarganya besarnya .


Disana terlihat ada keluarganya Angga dari Mama, Papanya , Om tantenya , Reyhan dan istrinya kakaknya Isma dan ada Jessy bersama suaminya yang kini dirinya sedang mengandung buah hati mereka , ada Riska si periang adik dari Jessy .


Dan tak lupa dari keluarga Mia pun ada , ada neneknya,ibunya, Juna adik tirinya namun sayangnya ayahnya Mia gak bisa datang untuk makan malam bersama dikarenakan jauh beda kota .


" Nahh.. semuanya sudah berkumpul ya, tapi sayang ya ayah kamu gak bisa datang Mia ". Ucap Reyno .


" Iya pah, dikarenakan jauh juga jaraknya untuk kesini kasihan kalau disuruh kesini lagi, karena kemarin-kemarin kan sudah kesini menemui kami ". Ucap Mia melihat kearah suaminya yang tengah memangku Rama .


" Iya ya, gapapa yang penting si pemilik rumah sudah ada disini ". Ucap Reyno tersenyum kearah Angga .


Angga yang melihatnya hanya tersenyum .


" Iya kan yang penting mas Angga nya ada disini om ". Ucap Riska nimbrung .


" Haha..iya , nah om disini selaku kepala keluarga dari keluarga ini hanya ingin bilang kalau makan malam ini untuk memperingati hari dimana anak saya Angga kembali lagi kami , kembali ketengah-tengah keluarga ini lagi, dan itu membuat saya sekeluarga senang melihatnya ". Ucap Reyno .


" Dan ..". Ucap Reyno namun bicaranya terpotong oleh Riska .


" Yahhh..si om lama kapan makannya nih om , Riska sudah laper ". Ucapnya Riska dengan nada seperti anak kecil yang dibuat-buat olehnya membuat semua orang melihat kearahnya .


" Kamu nih ya.. makan terus pikirannya dasar ". Timpal Jessy .


Obrolan mereka membuat semua orang yang ada disana hanya tersenyum-senyum melihat tingkah adik kakak itu .


" Hahaha... lah Jes kaya gak tahu si Riska aja emang kan gitu dia mah ,pikirannya itu makanan mulu ..". Ejek Angga .


" Dihh.. dasar kalian ". Ucap Riska yang kesal sambil mengerucutkan bibir seperti anak kecil yang lagi ngambek .


" Haha..nih cewek sudah gede kok kelakuannya kaya anak kecil gini sih ... lucu ". Batin Juna tertawa sambil melihat tingkahnya Riska yang seperti anak kecil .


" Hahaha ... kalian tuh ya gak dirumah, dirumah orang pun masih aja ribut gini hadehh ... udah gede juga ". Ucap Reyni ibu dari Jessy dan Riska dan juga adik dari Reyno .


" ih.. mama ". Ucap Riska kesal sekaligus malu melihat mamanya berbicara seperti itu didepan semua orang yang ada disana .


" Lahh..emang iya kan kamu selalu gitu ". Ucap Reyni .


" Au lah..gelap ". Sahut Riska .


Namun entah dari dorongan siapa Juna nyeletuk begitu saja didepan meja makan itu .


" Ini sudah terang neng ... masa iya dibilang gelap ". celetuk Juna yang tanpa ia sadari ia mengatakan hal itu .


Membuat semua orang melihat kearahnya .


Dan itu membuat semua orang tak percaya ada orang yang menanggapi omongan Riska yang selalu ngelantur itu .


" Hah... lo siapa kok gua baru sadar ya ada lo disini ". Ucap Riska dengam nada tak suka ada yang menanggapi omongannya .


" Lahh..dikira gua tadi sini duduk dianggap patung kali ya ,masa iya orang seganteng gua gak kelihatan disini ". Batin Juna yang mulai keluar kenarsisannya .


" Riska .. gak boleh gitu ah bicaranya gak sopan ". Ucap Reyni menasehati anaknya itu .


" Gapapa kok tante , oh ya kenalin nama saya Juna adiknya mbak Mia ". Ucap Juna yang langsung berdiri dari duduknya untuk memperkenalkan diri .


" Iya nak, tante sudah tahu kok tadi dari Mia ". Ucap Reyni .

__ADS_1


" Iya tante , kan saya hanya memperkenalkan dirinya lagi karena ada yang bertanya saya ini siapa tan ". Ucap Juna yang duduk kembali sambil melihat kearah Riska yang tengah melihatnya dengan tatapan tak suka .


" Oh iya, ya sudah mending kita lanjut saja acaranya dari pada melanjutkan perdebatan ini ...silahkan mas lanjut ". Ucap Reyni mempersilahkan Reyno untul lanjut berbicara .


" Iya baik, saya gak ingin membuang-buang wakti dikarenakan ini juga sudah hampir malam ,alangkah lebih baiknya kita berdo'a terlebih dahulu untuk memulai makan malam ini ". Ucap Reyno .


" Berdo'a dimulai ". sambungnya .


Mereka semua mulai berdo'a .


" Selesai ". Ucap Reno .


" Mari kita makan semuanya ". Ucap Reyno tersenyum .


" Iya ". Sahut semua orang yang ada disana .


" Mah..". ucap Reyza anak dari Reyhan yang kini sudah kelas 1 SD sambil menarik-narik baju Isma ibunya itu .


" Iya ada sayang ?". Tanya Isma .


" Eza mau makan ayam ". Ucap Reyza .


" Oh gitu, ini ayamnya makan yang banyak ya sayang ". Ujar Isma yang tersenyum pada anaknya sambil mengusap-usap rambut anaknya itu .


Dan untuk Rama kini sedang diurus oleh babysisternya ,yang sengaja Mia lemburkan karena hari ini dirinya sedang kerepotan .


Karena kedatangan tamu dari keluarganya dan keluarga suaminya .


Setelah mereka sudah menyelesaikan acara makan malam itu kini mereka sedang mengobrol-ngobrol diteras depan terlihat ada para bapak-bapak sedang mengobrol antaranya ada , Reyno dan kedua anaknya juga dan tak lupa adik iparnya yaitu Surya suami dari Reyni .


Dan di ruang tamu ada para ibu-ibu muda yang kini tengah membicarakan seputar kehamilan , disitu ada Jessy, Mia, Isma dan juga Riska yang tengah bermain bersama dengan para ponakannya tak lupa dengan babysisternya Rama ada disitu juga sedang main bersama anak majikannya .


Sedangkan Juna kini tengah ada dikamarnya dikarenakan sedang mengerjakan mata kuliahnya yang harus besok ia presentasikan .


Riska yang merasa bosan kini dirinya hendak kedapur mengambil minuman sekalian camilan didapur namun saat itu juga secara bersamaan Juna yang keluar dari kamarnya berpas-pasan dengannya .


Membuat mereka saling menatap satu sama lain ,


Kini mata Riska menatap tajam kearah Juna ,membuat Juna heran melihatnya yang mendapatkan tatapan tajam dari Riska .


" Lah ini cewek kenapa seram amat tatapannya kaya kunti ...". Batin Juna .


" Apa lo hah lihat-lihat gua ". Ucap Riska .


" Lah.. lo yang kenapa ? perasaan gua gak ngapa-ngapain deh kok lo sewot ". Ujar Juna mengaruk kepalanya yang tidak gatal karena keheranan melihat tingkah Riska .


" Terserah gua lah ". Ucapnya Riska yang hendak meninggalkan Juna , namun entah mengapa saat Riska melangkahkan kakinya tersandung sesuatu dan hendak jatuh .


" Ah..". teriak Riska karena hendak jatuh .


Namun untungnya dirinya ditangkap langsung oleh Juna , agar dirinya tidak jatuh kelantai .


Kini mata mereka saling bertemu kembali , Juna menatap Riska begitupun sebaliknya .


" Kalau dilihat-lihat cowok ini ganteng juga ". Batin Riska tersenyum .


" Gila... cewek ini kalau dipikir-pikir cantik juga ,namun sayang ngeselin ". Batin Juna .

__ADS_1


" Kalian ngapain ". Ucap Angga sambil melipat tangannya didepan dadanya .


Juna dan Riska yang melihat ada Angga yang melihat mereka berdua pun langsung kaget .


Juna langsung melepaskan pegangannya pada Riska dan spontan membuat Riska terjatuh kelantai .


" Gak ngapa-ngapain kok mas permisi ". Ucap Juna yang gugup dengan tangannya diangkat keatas seperti maling tertangkap basah .


" Auh...sakit tahu ". Bentak Riska lalu berdiri sambil memegang pinggulnya yang sakit akibat jatuh kelantai ulah Juna yang begitu saja melepaskan pegangannya pada dirinya .


Juna mengabaikan ucapan Riska dan pergi begitu saja meninggalkan Riska tanpa bilang maaf pada Riska yang sudah ia buat jatuh .


" Ck..dasar cowok gak berperasaan , bukannya bilang minta maaf ke ini malah nyelonong gitu aja ". Gerutunya pada Juna yang didengar oleh Angga .


Angga yang mendengarnya hanya tersenyum , lalu pergi meninggalkan Riska yang tengah menggerutu kelantai atas untuk kekamarnya untuk mengambil arsip penting yang mau ia tunjukan pada mereka yang menunggunya diteras depan .


" Ck.. awas aja ya lo, nyesel deh.. gua tadi sempat bilang lo cowok ganteng ". Batinnya menggerutu .


Kini dirinya melangkahkan kakinya menuju dapur untuk melanjutkan tujuannya yaitu mengambil minuman dan camilan .


Didalam kamar Angga yang tengah mencari arsip yang ia butuhkan tiba-tiba ponsel berbunyi dan itu panggilan dari Khanza .


Angga yang melihatnya mengabaikannya .


Dan Angga melanjutkan aktivitasnya untuk mencarinya arsip itu namun Khanza terus-terusan menelponya secara terus menerus membuat dirinya risih dan dengan terpaksa ia mengangkat panggilan itu namun ponselnya langsung direbut oleh Mia yang entah kapan sudah ada dikamar itu juga Mia langsung merijek panggilan itu .


" Mia ". Ucap Angga menoleh kearah Mia .


" Jangan diangkat mas, kamu sudah gak ada urusan lagi dengannya , dia bukan lagi tanggung jawabmu , jadi jangan pernah kamu berhubungan lagi dengannya mas ". Ujar Mia dengan nada tegasnya .


" Tapi... tapi siapa tahu itu penting ". Ucap Angga .


" Sudah cukup mas, sudah cukup kamu berurusan dengannya, lupakan dia mas abaikan dia , ingat sekarang hanya aku yang jadi istrimu mas , jadi tolong jangan membuat aku patah hati untuk kesekian kalinya ". Ucap Mia langsung memeluk Angga .


" Mmm..iya, mas janji gak akan membuat kamu sedih lagi karena mas ". Sahut Angga membalas pelukan istrinya itu .


Angga bersyukur sekali sekarang, kembali ke kehidupan sesungguhnya tanpa ada kepalsuan didalamnya seperti dulu, saat dirinya masih menjadi suami dari Khanza .


Dan yang paling ia syukuri sekarang adalah mendapatkan istri yang benar-benar mencintainya , istri yang tak pernah menyerah untuk mendapatkan cinta suaminya .


" Ya Allah aku sangat bersyukur diberi istri yang begitu baik seperti Mia, Mia adalah istri yang gak pernah menyerah padaku , dikala aku tak ingat padanya ia terus-terusan berusaha untuk mengingatkan aku padanya , aku sungguh-sungguh berterima kasih padamu ya Allah telah memberikan diriku jodoh seperti dirinya ". Batin Angga yang sangat bersyukur terhadap nikmat Allah yang telah Allah berikan padanya .


Angga langsung mengecup kening istrinya itu , dan membuat Mia bersemu merah pipinya .


Entah mengapa Mia selalu saja begitu setiap Angga menyentuh dirinya .


Kini mereka berdua saling menatap satu sama lain ,dan tersenyum .


Angga menempelkan keningnya dikening Mia .


" Semoga kali ini tak ada yang bisa memisahkan kita lagi ". Ucap Angga .


" Aminn..". Sahut Mia tersenyum .


" Aminn ". balas Angga dengan tersenyum .


. . . . . . .

__ADS_1


Jangan lupa like ,vote dan komenannya ya guys 😘😉 .


__ADS_2