Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
41. Fitting Baju


__ADS_3

Khanza dan Angga kini berada direstoran mahal , dan langsung memesan makanannya .


" Sayang ". Panggilnya Khanza dengan nada manjanya dan memegang tangan Angga yang ada dimeja .


" Iya ,apa ". sahutnya Angga .


" Kamu tahu gak ini restoran favorit kita loh, kamu juga sering ajak aku kesini ". Ucapnya khanza berbohong .


" Oh ya, maaf ya aku gak ingat ". Ucapnya tersenyum .


" Iya sayang gapapa kok nanti juga kamu bakalan inget kok , oh setelah ini kita ke butik yuk kita fitting baju pengantin kita ,sebentar lagi loh sayang tinggal 3 hari lagi ". Ucapnya Khanza tersenyum .


" Tapi kan kata kamu kita cuma makan siang saja, kenapa harus ke butik juga ". Ucapnya Angga sedikit tidak suka .


" Ya tadi kan itu tadi , aku maunya kamu ikut aku ya ,aku janji deh gak lama kita cuma ke butik habis itu aku antar kamu pulang ya ". Ucapnya Khanza .


" Tapi aku sudah janji sama Mia aku cuma makan siang saja sama kamu ". Ucap Angga .


" Kamu ini kenapa sih Rud ,kamu berubah drastis sama aku, semenjak kamu tinggal sama dia , kamu dulu gak kaya gini kamu selalu ada untuk aku ".Ucapnya Khanza marah .


" Sekarang hidupku ada ditengah-tengah kalian semenjak aku gak ingat apa-apa , tenang saja khanza aku gak akan langgar janjiku , oke aku temanin kamu ". Ucapnya Angga .


" Ya aku pegang janji kamu sayang, makasih ya mau ngertiin aku , aku cuma takut kehilanganmu sayang ". Ucapnya Khanza tersenyum .


" Iya ". Sahut Angga .


Makanan yang mereka pesan pun sudah datang, dan mereka langsung memakannya .


Dilain tempat , Mia sudah kembali ke rumahnya .


" Assalamualaikum, ". Ucapnya Mia .


" Waalaikumsalam dek loh mana Angganya kok gak bareng kamu ". Tanyanya Isma yang menjaga Rama tadi semenjak Mia pergi mencari suaminya .


" Mas Angga pergi sama khanza ". Ucap Mia dengan rasa kecewanya pada Angga .


" Hah..kok bisa , kok kamu gak mencegahnya dek ". Ucapnya Isma sambil menggendong rama .


" Aku sudah memaksanya ikut denganku mbak tapi apa dia lebih memilih ikut dengan khanza aku sudah gak tahu harus ngapain lagi mbak , aku bingung hiks..hiks..". Ucapnya Mia sambil menangis .


" Kamu yang sabar dek, mbak yakin suatu saat nanti Angga bakalan kembali pada kita, dan inget semuanya ". ujar Isma sambil menenangkan Mia .


" Iya mbak, sini mbak biar rama aku gendong pasti dia haus karena aku belum kasih dia Asi ". Ucapnya Mia tersenyum sambil menyeka air matanya .


" Iya , tapi tadi untung ada Asi yang ada dibotol dikamar kamu jadi pas Rama rewel mbak kasih dia Asi itu saja ". Ucapnya Isma .


" Iya mbak itu Asi persediaan juga untuk dia kalau aku gak ada dirumah untuknya ". Ucapnya Mia tersenyum sambil menyusui anaknya .


" Jadi sekarang kamu maunya gimana sama Angga waktu kamu sama dia kan 3 hari lagi, kamu harus buru-buru buat dia inget sama kamu loh dek sebelum pernikahannya sama perempuan itu ". Ucapnya isma .


" Ya aku harus tetap berusaha mbak mengembalikan ingatan mas Angga sebelum dia nikah sama wanita itu, soalnya aku merasa ada yang janggal di dirinya dia itu kaya nyembunyiin sesuatu gitu, aku yakin mas Angga itu benar-benar mas Angga suamiku bukan Rudi mbak ". Ucapnya Mia yang penuh keyakinan .


" Iya mbak juga setuju sama kamu, karena perasaan istri itu gak pernah salah , mbak yakin dia adalah Angga adik mas Reyhan dan suami kamu ". Ucapnya .


" Oh ya mbak harus jemput Eza ke sekolah sudah waktunya dia pulang , mbak pergi ya , Assalamualaikum ". Ucapnya tersenyum .


" Iya makasih ya mbak sudah mau jagain Rama , Waalaikumsalam ". Ucapnya Mia tersenyum .


" Iya sama-sama ". Sahutnya tersenyum dan langsung pergi dari rumah Mia menggunakan taksi .

__ADS_1


Kini Mia cuma berdua dirumah karena Mamanya juga sudah punya rumah sendiri yang tidak jauh dari rumahnya Mia .


Setelah Angga dan Khanza makan siang, mereka langsung kebutik dimana mereka akan fitting baju pengantin .


Khanza mencoba-coba baju yang ada disana, dan Angga hanya duduk saja ia merasa bosan sambil membaca majalah .


" Apa yang aku lakukan ini benar ya Allah, kalau memang aku ini Rudi pasti ada sedikit ingatan aku dengannya tapi kenapa ini hanya ada Mia diingatan aku, tapi aku belum pasti kalau Mia istriku ,aku harus gimana waktuku cuma 3 hari lagi ". Batinnya .


Angga berdiri melihat-lihat baju pengantin itu matanya tertuju sama gaun pengantin warna putih , ia mengingat kembali ia pernah melihat poto pengantinnya Mia , Mia juga menggunakan gaun seperti ini itu yang sedang dipikirkan Angga sekarang .


Angga hanya tersenyum-senyum sendiri sambil memegang gaun itu enggak tahu kenapa ia merasa senang kalau ia membayangkan Mia menggunakan baju pengantin itu .


Namun suara Khanza mengagetkannya .


" Sayang lihat aku ". Panggil Khanza yang sudah berbalut baju pengantin .


" Iya Mia ". Ucapnya Angga yang repleks karena ia menyebut nama Mia dihadapan Khanza membuat dirinya marah .dan melihat ke arah khanza .


" Aku Khanza Rudi bukan Mia , kamu itu kenapa sih selalu saja ingat-ingat dia ". Ucap Khanza marah .


" Maaf aku tadi cuma lagi ingat dia jadi repleks aku sebut namanya maaf ya ". Ucapnya Angga merasa bersalah .


" Iya gapapa ". Ucap Khanza sambil tersenyum walaupun dirinya gak suka Angga ingat-ingat Mia ,tapi dirinya harus sabar menghadapi Angga ia tidak mau kalau Angga pergi darinya .


" Iya , oh ya kamu cantik kalau pakai baju itu aku suka ". Ucap Angga tersenyum .


" Oh ya masa sih , beneran kamu suka ". Ucapnya Khanza .


" Iya aku suka , kamu pakai baju apapun tetap cantik kok dimataku ". sahut Angga tersenyum .


" Mmm..kamu bisa saja ". Ucapnya Khanza tersenyum .


Dan hanya dibalas oleh senyuman Angga, Kini hati Khanza merasa senang tadi Angga memuji dirinya .


Setelah fitting baju Khanza mengantar Angga pulang kerumah Mia .


" Makasih ya sudah mau makan siang sama aku dan nemenin aku ". Ucap Khanza tersenyum .


" Iya sama-sama ". Sahut Angga dan langsung turun dari mobil karena mereka sudah sampai didepan gerbang rumah Mia dan Angga .


" Ya sudah bye sayang ". Ucapnya Khanza tersenyum dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan Angga .


Angga melangkahkan kakinya menuju rumahnya , dan Mia sudah berada didepan rumahnya dari tadi semenjak Angga turun dari mobilnya Khanza .


" Assalamualaikum ". Ucap Angga yang melihat ada Mia didepan pintu rumahnya .


" Waalaikumsalam, aku kira kamu gak akan balik lagi kesini ". Ucapnya Mia menyindirnya .


" Aku sudah janji sama kamu kan kalau aku bakalan pulang, lagipula janjikan harus ditepati kan ". Ucapnya Angga yang hendak masuk rumah namun tangannya dicegah oleh Mia .


" Ada apa lagi ". tanya Angga yang heran kenapa Mia menghentikan ia yang hendak masuk rumah .


" Mas dengerin aku ,aku mau bicara sama kamu ". Ucap Mia .


" Oke, didalam saja kita bicaranya ". Ucapnya tersenyum .


" Iya ". sahutnya Angga .


Kini mereka berdua sudah berada di ruang tamu dan sudah duduk .

__ADS_1


" Mau bicara apa ". Ucapnya Angga .


" Aku gak suka kamu lebih memilih khanza daripada aku mas ". Ujar Mia .


" Aku gak pilih siapa-siapa disini , aku disini hanya mencari kebenaran ,kenyataan dimana aku ini siapa , Aku ini Rudi atau Angga seperti yang kamu maksud , maaf kalau memang tingkahku membuat kamu tidak suka tapi apa dayaku aku sekarang hidup diantara kalian berdua , aku gak bisa memutuskan siapa diantara kalian yang keluargaku aku gak ingat apa-apa ". Ujar Angga .


" Tapi mas aku mohon kamu percaya padaku aku ini istri kamu, kamu bilang kan kalau ada aku diingatan kamu , jadi percayalah aku ini istrimu mas ". Ucapnya Mia meyakinkan Angga .


." Kamu benar kamu ada dalam ingatanku tapi ingatan itu belum menunjukan bahwa kamu istriku ". Ucapnya .


" Buktiku kurang apalagi sama kamu mas, poto pernikahan kita surat nikah kita makanan favoritmu ,makanan yang gak boleh kamu makan apa itu kurang buat kamu percaya sama aku mas ,apa bukti itu kurang buat kamu mas ". Ucap Mia yang hampir menangis .


Angga yang ditekan oleh perkataan Mia hanya bisa diam saja , memang yang dikatakan Mia itu ada benarnya Mia punya bukti cukup kuat dibanding Khanza namun dirinya belum bisa memutuskan apapun karena masih bingung ,karena ingatannya belum juga kembali . padahal Mia sudah menunjukan bukti apapun yang ia punya ,yang menunjukan bahwa dirinya suami Mia .


" Arghh..sakit ". Ringisan Angga yang langsung memegang kepalanya yang sakit dan Mia yang melihatnya langsung panik dan langsung memeluk suaminya itu .


" Kamu kenapa mas ". Ucap Mia yang merangkul tubuh Angga yang terduduk di lantai .


" Aku gak tahu tapi kepalaku sakit ". Ucap Angga kesakitan .


" Ya sudah ayo kamu kekamar dulu kamu istirahat disana ". Ucap Mia sambil membantu Angga untuk bangun dan langsung memapahnya ke kamarnya .


Setelah mereka berdua sampai dikamarnya Mia langsung membaringkan diranjangnya dan melepaskan sepatu yang ia kenakan .


Dan langsung menghubungi dokter untuk memeriksa Angga .


Tak butuh lama dokterpun datang dan langsung memeriksa Angga .


" Gimana dok keadaannya ".tanya Mia yang khawatir .


" Ia gapapa ia hanya kelelahan saja dan ia gak boleh memikirkan hal berat-berat dulu ya supaya kondisinya membaik, dan hilang ingatan yang dialaminya ini sepertinya hilang ingatan permanen jadi susah untuk dia mengingat kembali ingatannya jadi ibu harus sabar-sabar ya gak boleh membuat ia terlalu mengingat ingatannya itu nanti akibatnya membuat ia stres bu ". Ujar sang dokter laki-laki itu .


" Oh iya dok, makasih ya atas sarannya ". Ucap Mia tersenyum .


" Ya bu kalau gitu saya permisi ya ". Ujarnya tersenyum .


" Iya baik, mari saya antar kedepan ". Ucapnya Mia .


" Iya ". Sahut dokter itu .


Setelah dokternya pergi Mia langsung pergi kekamarnya lagi melihat suaminya .


Mia duduk disisi ranjangnya,ia membelai wajah suaminya itu yang terlelap tidur.


" Kata dokter hilang ingatan kamu itu permanen mas, pantas saja kamu susah untuk mengingat aku, aku gak rela mas kalau kamu jatuh ketangan khanza sungguh aku gak rela , kenapa nasib cinta kita harus begini sih mas , dulu Reva yang menjadi penghalang cinta kita, terus sekarang Khanza hiks..hiks..". ucap Mia menangis .


" Ya Allah kumohon, jangan pisahkan kami berdua, aku gak sanggup lagi kehilangannya aku gak mau dia pergi lagi dari hidupku ". Ucap Mia menangis diatas dada Angga .


Tangisan rama membuat Mia bangun dari posisi duduk diranjangnya dan menghampiri .


Oeekkk...oek..oek..


" Cup..cup.. kenapa sayang kamu terbangun, kamu bangun karena berisik ya , maaf ya sayang , tenang mama ada disini sayang ". Ucap Mia sambil menggendong anaknya dan menimang-nimang anaknya itu,sesekali Mia mengecup wajah anaknya .


Malam hari pun tiba, Mia sudah masak untuk makan malam .


Kita mereka berdua sudah ada dimeja makan, dan memakan-makanannya .


tak ada seorangpun dari mereka yang memulai pembicaraan hanya ada suara dentingan sendok dan piring .

__ADS_1


Setelah makan malam itu Angga lebih memilih, duduk di sofa ruang tamu sambil menonton televisi . sedangkan Mia sudah kembali kekamarnya .


. . . . . .


__ADS_2