
Reva yang mendengar suara Aldo merasa terkejut .
" Mas Aldo ". Ucap Reva yang kaget melihat ada Aldo juga disana karena yang Reva tahu disana cuma ada Angga dan keluarganya .
Reva kesana juga karena ingin menjenguk Angga sebagai bawahannya sekaligus ia ingin bilang sama Angga ia ingin mengundurkan diri sebagai sekertarisnya ia ingin kembali ke kampung halamannya bersama putri kecilnya itu .
" Iya ini aku Va ". Ucap Aldo menatap Reva dengan raut wajah rindu kepada sosok wanita yang kini sudah ada dihadapannya wanita yang sudah ia ceraikan , karena hal itu ia mendapatkan karmanya sendiri ditinggalkan oleh Siska kekasihnya sekaligus istri kedua Aldo .
Reva berpikir lagi , so pasti Aldo itu ada disini karena Angga berada disini juga itu karena ada sangkut pautnya dengan Adam , itu yang ia dengar berita dari Angga karena sebelum Angga berangkat ke Purwakarta bilang terlebih dahulu padanya untuk menggantikan dirinya sementara kalau besok-besok Angga gak masuk kantor .
Namun apa yang Reva terima adalah berita soal kecelakaan Angga ,Reva pun berangkat ke Purwakarta bermaksud menjenguknya dan bermaksud pamitan pada Angga , orang yang selama ini telah membantunya , diam-diam Angga selalu membantu Reva dikala Reva kesusahan uang itu pun tanpa sepengetahuan keluarganya termasuk kedua istrinya .
" Kamu ngapain disini Va, bagaimana kamu bisa kesini ?". Tanya Aldo penasaran begitupun dengan semua orang yang ada disana .
" Ak..". saat Reva ingin menjawab .
Mata Aldo teralihkan oleh seorang bayi kecil yang tengah ada digendongan Reva .
" Ini , ini Diva anak aku ?". Tanya Aldo tersenyum .
" Iya ,ini Diva anakmu ". jawab Reva mengatakan hal itu dengan berat hati .
Sejujurnya Reva tak ingin bertemu lagi dengan Aldo ,lalaki tak bertanggung jawab .
sehingga hidupnya jadi seperti ini, Namun bagaimana pun Diva tetap anak Aldo, Aldo berhak atas Diva dan tahu Diva itu anaknya .
" Boleh aku menggendongnya ?". Tanya Aldo ragu-ragu karena takut Reva tak mengizinkan Aldo untuk menggendong anaknya itu .
" Iya boleh , kamu juga kan ayah dari Diva mas ". Ucap Reva memberikan Diva ke tangan Aldo .
Aldo yang dapat menggendong anaknya itu entah mengapa hatinya begitu bahagia .
" Ini ayah nak, ini ayah ". Ucap Aldo kepada Diva .
Diva yang digendong oleh Aldo ia pun menangis .
" Cup..cup..ini ayah sayang ". Ucap Aldo menenangkan Aldo .
" Coba sini biar mama aja yang gendong Diva nya ya ". Ucap Mita meminta menggendong cucunya itu .
" ia baiklah ". Ucap Aldo memberikan Mita ketangan Mita .
" Cup..cup sayang , ini nenek sayang, ini neneknya Diva ". Ucap Mita tersenyum mengelus-elus punggung Diva .
Diva pun berhenti menangis, dikala sedang digendong Mita .
Reva dan Aldo yang melihat anaknya sudah tenang mereka tersenyum .
" Kangen nenek ya sayang ". Ucap Reva tersenyum kearah anaknya sambil mengelus-elus rambut kecil anaknya .
Mia yang belum mendapat penjelasan dari Reva ,ia pun memegang tangan Reva membuat Reva terkejut ketika tangannya dipegang seseorang .
" Jawab pertanyaan aku Reva, kenapa kamu bisa ada disini ,dan untuk apa kamu kesini ?". Tanya Mia dengan tatapan tak suka .
Begitupun Khanza penasaran apa yang dilakukan sekertaris suaminya ini ada disini , dan ia pun bingung kenapa Mia seperti tak suka dengan Reva dengan melihat dari tatapan Mia kepada Reva yaitu tatapan tak suka .
" Aku kesini karena ingin menjenguk pak Angga bagaimanapun , ia adalah bos saya diperusahan , jadi kamu jangan salah paham , aku kesini pun ada tujuannya ". Ucap Reva kepada Mia .
" Apa tujuannya ?". Ucap Mia dan Khanza berbarengan membuat Mia dan Khanza menatap satu sama lain .
" Tujuan saya kesini untuk menjenguknya sekaligus saya ingin pamit padanya ingin mengundurkan diri dari perusahaannya ". Ucap Reva dengan tegas .
" Oh begitu ". Ucap Khanza namun Mia yang mendapat jawabannya itu entah mengapa ia hanya diam saja .
" Iya, jadi untuk kamu Mia jangan salah paham dulu kepadaku, aku dengan Angga hanya sebatas atasan dan bawahan saja, hubunganku dengan Angga sudah selesai sejak lama setelah aku menikah dengan Aldo aku tak pernah punya rasa lagi terhadapnya, jangan selalu salah paham padaku Mia, aku tahu dulu memang Angga selalu mengejarku namun yang harus kamu tahu sekarang ia pernah bilang padaku hanya kamu yang sekarang ia cintai, hanya kamu Mia, istrinya ". Ucap Reva tersenyum .
Mia yang mendengar ucapan dari Reva hanya terdiam mencerna kata-kata dari Reva .
" Aku mohon Mia jangan salah paham terus padaku, hubunganku dengan Angga hanya sebatas teman gak lebih sekarang". Ucap Reva memegang kedua tangan Mia .
__ADS_1
" Percayalah padanya Mia, dia hanya mencintaimu ". Ucap Reva tersenyum .
Mia menatap mata Reva disana ia melihat tidak ada kebohongan dari mata Reva, ia jujur mengatakan hal itu padanya .
Entah mengapa Mia masih meragukan ucapan Reva , hatinya tak selalu tenang bila Angga dekat-dekat dengan Reva .
Dokter yang memeriksa Angga pun keluar dari ruangan Angga dirawat .
Mia yang melihatnya langsung menghampirinya begitupun dengan keluarganya Angga .
" Keluarga pak Adam ". Ucap Dokter dari ruangan sebelah kamar Angga dirawat .
Adam memang dirawat diruangan bersebelahan dengan ruang rawat Angga .
Kondisi Adam sudah sadar .
Begitupun Angga kini dirinya sudah sadar dari masa kritisnya .
" Mas ". Ucap Mia memegang tangan Angga dan mencium tangan suaminya itu dengam air menetes dari pelupuk matanya .
" Mia ". Ucap Angga dengan suara seraknya .
" Mas ". Ucap Khanza namun Angga mengabaikannya membuat Khanza cemberut melihatnya .
" Mas, gimana sekarang, apa yang kamu rasakan , mana bagian yang sakit mas ?". Tanya Mia dengan penuh rasa cemas terhadap suaminya itu .
" Aku baik-baik saja, jadi kamu jangan cemaskan aku ". Ucap Angga tersenyum .
Mia yang mendengar hal itu hanya menangis dihadapan Angga .
Angga yang melihatnya tersenyum .
" ketulusan hatimu lah Mia yang membuat aku rela melakukan hal ini, aku ingin bersama kamu bukan dengan yang lain ". Batin Angga sama-sama meneteskan air matanya .
" Maaf ". Ucap Angga .
Membuat Mia melihatnya .
" Iya nak kenapa kamu meminta maaf ". Ucap Nisa membelai rambut kepala anaknya itu .
Angga hanya terdiam saja, membuat semua orang bertanya-tanya disana .
" Mana Reva ?". Tanya Angga membuat semua orang tak percaya mendengar nama Reva disebut oleh Angga .
" Kenapa kamu menanyakan wanita lain Angga ,dikala kamu sadar, apalagi didepan istri Mia ". Ucap Nisa yang gak habis pikir kenapa Angga menanyakan wanita lain sedangkan Mia istrinya sendiri ada disampingnya .
" Aku ingin bertemu dengan Reva mah, karena hanya dia yang bisa membuatku mendapatkan jawaban yang sebenarnya ". Ucap Angga .
" Jawaban apa mas ?". Tanya Mia yang sedikit emosi karena Angga menyebut-yebut nama Reva lagi didepannya .
" Apa mas ". Ucap Mia yang sedikit emosi .
" Tahan Mia ,kamu jangan emosi dulu nak ". Ucap Nisa menenangkan Mia supaya tak terlalu emosi .
" Ternyata yang dikatakan dia itu hanyalah omong kosong mah, lihatlah sekarang mah , mas Angga tetap menanyakan wanita itu apalagi ia menanyakan wanita itu didepanku mah, ia tak menghargaiku mah, ia tak menghargaiku ada disini ". Ucap Mia yang tersulut emosi dan langsung memeluk Nisa sambil menangis .
" Sebenarnya ada apa ini , sepertinya memang benar perkiraan aku , Mia dan Reva gak akur dan penyebabnya adalah mas Angga ". Batin Khanza .
" Omonganku yang tadi bukan omong kosong Mia , itu fakta adanya , dia menanyakan aku karena ia ingin menunjukan sesuatu padamu ". Ucap Reva yang kini masuk keruangan itu sambil membawa Niko dikursi Roda .
Kondisi Niko memang baik-baik saja namun dirinya masih lemah untuk berjalan .
Betapa terkejutnya melihat Niko ada disini membuat Khanza ketakutan .
Hatinya menjadi tak tenang, apalagi Angga akan mendapat jawaban kebenaran dari Reva .
" Jangan-jangan ". Batin Khanza was-was .
Mereka semua yang ada disana begitu terkejut atas kedatangan Reva yang membawa Niko bersamanya .
__ADS_1
Angga yang melihatnya hanya tersenyum .
" Apa maksud kamu Reva, apa yang ingin kalian tunjukan padaku ?". Tanya Mia yang makin penasaran .
Sebenarnya ini ada apa ?
Itu yang ada dibenak semua orang yang ada disana .
" Mana Reva ". Ucap Angga .
" Baik pak, ini silahkan ". Ucap Reva .
Reva menyalakan laptop,yang ia bawa ditasnya . ia meletakan laptop itu disamping laci .
Lalu ...
Semua orang terkejut, apa yang mereka tonton sekarang .
" Jadi benar dugaanku ,itu bukan anak aku Khanza ". Bentak Angga yang marah lalu menatap kearah Khanza dengan tatapan penuh amarah .
" Dengarkan aku dulu sayang, itu hanya editan itu fitnah mas, itu bukan aku ". Ucap Khanza mengelak .
" itu bukan aku mas ,bukan aku ". Elak Khanza sambil memegang tangan Angga sambil menangis .
" Lepaskan aku, detik ini juga kamu bukan istriku lagi Khanza ". Bentak Angga sambil mendorong Khanza .
Namun Julian menahanya ,
" Bisa gak sih kamu itu gak kasar sama anak saya hah ". Bentak Julian kepada Angga .
Namun Reyhan membela Angga .
" Karena itu pantas buat anak bapak , dia telah berkali-kali menipu adik saya , saya gak habis pikir ya sama anak bapak ini, kenapa tega-teganya menipu kami semua, saya pikir benar kalau yang kini ia kandung adalah keponakan saya ternyata apa dia adalah anak si bajingan itu ". Ucap Reyhan membuat Julian ingin menghajarnya namun ditahan oleh Khanza .
" Jangan pah ". Ucap Khanza sambil menangis .
" Lihatlah pak Julian yang terhormat, ucapan saya selama ini benarkan ,kalau anak anda itu gak lebih dari seorang wanita hina ". Ucap Reyhan merendahkan Khanza dihadapan Julian .
BUGH ...
Satu pukulan tepat sasaran, mengenai wajah Reyhan membuat Reyhan terjatuh kelantai .
Reyhan yang tak terima atas semua itu ia hendak menghajar kembali Julian namun dicegah oleh Reno dan juga Nisa .
" Jangan nak, sudah-sudah ". Ucap Reno mencegah Reyhan ia tak ada keributan disini .
" Lepas pah, aku gak terima dia menghajarku ". Ucap Reyhan memberontak .
" Cukup Reyhan ". Bentak Nisa .
" Cukup, mama tak ingin ada keributan disini , lebih baik kamu pulang nak, bilang kamu hanya memperkeruh suasana ". Bentak Nisa .
Reyhan yang mendengar ucapan mama nya itu langsung terdiam .
" Benar kata mamahmu ini rumah sakit Rey ". Timpal Reno .
Namun saat Julian hendak ingin melanjutkan debatannya kini disampingnya Khanza sudah pingsan tergeletak kelantai .
Julian dengan sigapnya langsung ,membawanya ke dokter spesialis kandungan untuk diperiksanya .
Angga yang melihat hal itu hanya diam acuh terhadap kondisi Khanza .
Mia yang sudah mendapatkan kebenarannya hanya terdiam sama seperti Angga .
ia benar-benar tak tahu berbuat apa disatu sisi ia kini lega karena semua kebenaran sudah terbongkar dan disisi lain ia kasihan melihat kondisi Khanza yang seperti itu, bagaimana pun ia wanita ia bisa merasakan apa yang Khanza rasakan sekarang .
Begitupun dengan Reva ia merasa iba melihat Khanza yang seperti karena ia pernah ada diposisi itu, mencintai tapi tak dicintai rasanya itu begitu sakit .
Namun itulah karmanya Khanza , resiko yang harus Khanza terima atas perbuatannya .
__ADS_1
. . . . . . .