
Rama kini turun dari pohon yang sebelumnya ia panjat untuk menenangkan dirinya , dan ia merasa lapar lalu hendak ke kantin untuk makan sesuatu .
Ia berjalan di koridor sekolah ,dengan bajunya yang kini ia rapihkan , karena ia takut kalau guru-guru melihat penampilan nya seperti itu ia akan bermasalah dan itu bisa dipastikan akan sampai ke telinga ayahnya dan itu bisa bahaya untuknya .
" Cari aman sajalah ". Ucapnya sambil membenarkan dasinya yang ia ikat asal-asalan sebelumnya .
Sambil berjalan pun kini ia sudah sampai didepan kantin sekolah kini mata semua yang ada dikantin pun tertuju pada Rama , dan terheran-heran lagi kini penampilan nya sudah kembali seperti sebelumnya .
Rama yang menjadi topik pembicaraan satu sekolah pun hanya cuek saja , dan lebih memilih memesan satu mangkok mie ayam kesukaannya .
Setelah memesannya pun ia mencari bangku yang kosong dan itu ada dipojokan dan ia pun makan disana , dan disana ada dua geng yang memperhatikan gerak-gerik Rama siapa lagi kalau pun Dania dan Diva end the geng .
Saat mereka memperhatikan Rama yang kini tengah makan pun, tiba-tiba ada salah satu Siswi yang berusaha mendekati Rama ,
" Boleh aku makan disini soalnya bangku semua pada penuh ?". Tanya siswi yang bernama Wulan .
Rama yang sedang makan pun langsung mendongkakkan kepalanya keatas .
Lalu melihat kearah siswi itu , lalu melihat kearah Diva dan Dania yang dari tadi ia menyadari bahwa dirinya tengah diperhatikan mereka .
" Ehmmm... ya boleh silahkan saja lagipula kosong juga itu kursi ". Ucap Rama tersenyum .
Dania yang melihatnya pun menjadi panas , sedangkan Diva diam saja namun sebenarnya dalam hati ia merasa sesak .
" Makasih ". Ucap Wulan tersenyum lalu duduk menghadap Rama .
" Yahh...". Ucap Rama yang dibalas hanya kata 'Ya' .
" Oh ya Ram, apa benar gosip itu ?". Tanyanya Wulan .
" Gosip apa ". Ucap Rama cuek sambil makannya makanannya .
" Bahwa kamu dan Dania itu pacaran ". Ucap Wulan .
Rama langsung melihat kearah Wulan dan menatapnya yang berada duduk tepat didepannya .
" Itu semua bohong itu hoak gua gak pernah yang namanya pacaran apalagi sama kak senior ". Ucap Rama .
" Benarkah ??". Ucap Wulan memastikan dengan wajah berbinar-binar .
" Iya ". sahut Rama .
" Yes... berarti aku punya kesempatan buat dekat dengannya ". Batinnya tersenyum .
Dania begitu benar-benar tak suka Rama dekat dengan perempuan lain meski dirinya bukan siapa-siapa Rama, apalagi topik pembicaraan Rama dengan Wulan itu menyangkut dirinya .
" Cih... Rama ini benar-benar ya ". Umpatnya .
Waktu pun berlalu sampai kini sudah waktunya untuk para murid pulang kerumahnya masing-masing .
Diperjalanan Rama menuju pulang ia dihadang oleh Dania menggunakan mobil milik Dania yang dikendarai oleh Ajeng temannya .
" Ck.. mau ngapain lagi sih tuh cewek ". Ucap Rama yang bete banget kalau berurusan lagi dengan Dania .
Dania turun dari mobilnya lalu menghampiri Rama yang tengah duduk diatas sepedanya .
" Rama ". Panggil Dania .
Rama yang dipanggil namanya hanya memalingkan wajahnya kearah lain .
" Ck mau apa lagi sih kak ". Ucap Rama malas .
" Apa-apaan tadi itu hah ". Ucap Dania yang terlihat kesal .
" Lah... memangnya kenapa ?". Ucap Rama tidak mengerti apa yang dimaksud Dania .
" Apa-apaan tadi kamu kenapa cerita-cerita soal aku pada Wulan hah ". Ucap Dania .
" Lah... dia nanya ya gua jawablah ". Ucap Rama .
" Seharusnya kamu gak bilang gitu padanya , apa-apaan itu tadi bicara gitu , bahwa kita berdua gak pacaran ". Ucap Dania kesal .
" Lah... memang kita gak pacaran kan, memangnya apa salahnya memang itu kenyataan nya ". Ucap Rama .
" Tapi...tapi kan ". Ucap Dania .
" Tapi apa !!!... ". Bentak Rama yang benar-benar sudah muak dengan sikap Dania yang seenaknya pada dirinya .
__ADS_1
Dania yang dibentak seperti itu oleh Rama hanya merasa takut .
" Dengar ya jangan mentang-mentang kamu itu Dania Putri Kharisma anak kolongmerat dikota jadi kamu bisa seenaknya , gak semuanya Dania gak semuanya bisa kamu dapatkan didunia ini termasuk AKU...!!! ". Ucap Rama menekan kata Aku
Lalu Rama pergi meninggalkan Dania yang tengah berdiri tadi dihadapannya , Rama melajukan sepeda kesayangannya itu .
" Rama...!!!!..". Teriak Dania .
" Rama..."..
" Rama ".
Rama yang belum jauh dari tempat Dania berdiri masih mendengar teriakan Dania .
Namun ia mengabaikan teriakan itu .
Sampai mobil hitam berhenti tepat disamping Dania lalu keluar dua orang berbaju hitam pakai topeng membawa Dania dengan paksaan untuk masuk ikut kedalam mobil , Dania memberontak dan itu membuat Rama yang melihat ke arah belakang dimana Dania berteriak minta tolong padanya .
Rama pun langsung meninggalkan sepedanya begitu saja dijalanan raya itu untuk menyelamatkan Dania dari kedua orang bertopeng yang hendak menculik Dania itu menurutnya .
Sedangkan para teman-teman nya Dania kabur meninggalkan Dania dan Rama untuk mencari bantuan menggunakan mobil milik Dania .
" Lepaskan dia ". Teriak Rama sambil memukul kedua orang itu menggunakan tas miliknya .
" Jangan ikut campur anak kecil ". Bentak para penculik itu sambil mendorong tubuh Rama sampai jatuh ke jalan aspal .
" Argghhhh... ". Ringis Rama merasakan sakit karena jatuh keaspal mengakibatkan tangannya tergores kerikil jalanan aspal .
" Lepas ..!!!...Lepaskan aku ". Teriakan Dania .
" Ck...Diam ". Bentak orang bertopeng .
" Rama tolong... tolong aku Ram ". Teriak Dania .
" Ck...berisik ". Tampar orang yang menculik Dania .
Membuat Dania kesakitan atas tamparan orang itu, Rama yang melihatnya semakin panik dan tidak berpikir panjang lagi langsung memukul bagian kaki para penculik itu .
Alhasil orang itu merintih kesakitan di bagian kakinya , dan Rama pun langsung menarik tangan Dania untuk pergi dari sana .
Rama terus-menerus kabur dari para penjahat yang mengejar mereka ,
" Woi... berhenti woi ". Teriak para penculik .
" Ram...lebih cepat lagi Ram... aku takut Ram ". Ucap Dania yang panik .
" Iya..iya ini juga sudah cepat ...". Ucap Rama yang sama-sama panik karena orang yang mengejar mereka semakin dekat dengannya .
" Berhenti...woi...". Teriak dan bentakan dari para penjahat .
" Kita harus , cari jalan lain ". Ucap Rama yang panik lalu ia melihat jalan kecil menuju hutan .
Tanpa berpikir panjang lagi ia masuk kedalam hutan itu, dan orang yang mengejar mereka pun mengikuti mereka berdua .
" Kita mau kemana Rama ?... kenapa kita masuk hutan begini ". Ucap Dania panik sambil mengguncang-guncangkan tubuh Rama .
" Ck... bawel deh sudah ikut saja aku tahu jalanan sini , yang penting itu kita harus kabur dari para penjahat itu ". Ucap Rama yang agak kesal karena menurut Rama Dania itu menyusahkan nya .
" Iya maaf tapi aku Ram , ini hutan loh ". Ucap Dania melihat kesekeliling hutan .
Rama yang mendengar ocehan dari Dania hanya diam saja , karena sudah malas ia membalas ucapan Dania .
Karena ia hanya fokus untuk kabur dari para penjahat yang mengejarnya .
" Ck... kenapa juga tadi gua tolongin dia sih, kan gak akan seribet gini anjirrrr...lah ". Batin Rama menggerutu sambil fokus mengendarai sepedanya .
Dan Rama melihat kearah belakang dan ia tidak melihat tanda-tanda mobil orang-orang yang mengejar nya tadi .
ia pun memberhentikan sepedanya karena merasa capek mengayuh sepedanya terus dari tadi .
" Hah... akhirnya mereka gak ngejar kita lagi ". Ucap Rama memberhentikan sepedanya .
Dania pun merasa lega karena orang-orang yang hendak menculiknya itu sudah tidak kelihatan lagi .
Dania pun turun dari sepeda .
" Hah... iya , ". Ucap Dania merasa lega .
__ADS_1
Rama pun sama turun dari sepedanya dan langsung menyenderkan sepedanya dipepohonan dan ia pun duduk dibawah pohon yang cukup besar dan Dania pun ikutan duduk disampingnya .
" Mmmm... hah... ". Keluh Rama yang merasa capek mengayuh sepedanya .
" Asli tadi aku panik banget pas mau diculik gitu, makasih yah... sudah mau nolongin aku ". Ucap Dania tersenyum .
" Yah... sama-sama , lagian juga tadi gua repleks aja lihat Lo mau diculik gitu , ya pasti gua tolongin lah masa iya gua biarin ". Ucap Rama yang melihat sekitar hutan .
" Hmm...iya , oh ya Ram soal tadi aku minta maaf ya ". Ucap Dania yang merasa bersalah telah bersikap seenaknya pada Rama .
" Iya gapapa... santai aja , gua sudah lupain juga kok ". Ucap Rama cuek .
Dania hanya tersenyum melihat Rama, ia merasa senang tadi melihat aksi Rama yang peduli terhadapnya , dan itu membuat Dania merasa senang sekali .
Rama melihat kearah jam tangannya yang menunjukan pukul 2 siang,
" Mmm... ya sudah yuk kita keluar dari hutan ini , lagian takutnya keburu sore , nanti orang tua kita nyariin kita ". Ucap Rama sambil berdiri dari duduknya dan langsung menaiki sepedanya .
" Iya ayo... ". Sahut Dania yang naik ke sepedanya Rama .
Dan saat hendak mereka keluar dari hutan itu ternyata para penjahat itu lagi menunggu mereka keluar , dan alhasil Rama putar balik masuk kedalam hutan lagi sambil kejar-kejaran dengan para penjahat .
" Sial..kenapa mereka masih ada disini ". Ucap Rama yang panik dan kesal .
" Aku pun gak tahu, yang penting kita harus kabur dari mereka Ram, aku gak mau sampai ketangkap mereka ". Ucap Dania yang panik .
" Iya ". Sahut Rama yang ngos-ngosan karena kecapekan mengayuh sepedanya .
Dan kini mereka saling kejar-kejaran disisi jurang tepi sungai .
" Ram ayo Ram....mereka semakin dekat dengan kita ". Ucap Dania yang panik .
" Iya-iya ini sudah cepat ". Ucap Rama dengan nada kesalnya .
Dan tidak sengaja ban sepeda Rama menginjak batu dan membuat sepedanya menjadi oleng .
Sehingga sepedanya hendak jatuh kejurang tepi sungai itu .
" Lah...lah...lah... kenapa ini hah...hah...". Ucap Rama panik sambil berusaha menstabilkan sepedanya supaya tidak jatuh kejurang .
" Ah...ah... Ram kenapa ini Ram ". Ucap Dania panik .
" Aarghhh...". Teriak mereka berdua yang hendak jatuh kejurang .
Dan usaha Rama agar tidak jatuh pun tidak berhasil karena Dania terus-menerus mengguncang-guncangkan tubuhnya sehingga dirinya gak bisa menyeimbangi sepedanya .
Tubuh Dania berguling kebawah jurang yang dibawahnya sudah ada sungai begitupun dengan Rama dan sepedanya yang ikutan jatuh .
Byurrrr...
Tubuh Dania dan Rama terjatuh kedalam sungai sedangkan sepedanya tersangkut ditepi sungai .
" Argh..". Dania yang muncul dari air .
Sedangkan Rama terbawa arus sungai , karena kakinya merasa keram , jadinya susah baginya untuk berenang .
" Tolong...argh..tolong ..uhuk.. uhukkhhh..". Ucap Rama yang batuk karena tersedak terminum air sungai .
Dania yang melihatnya pun langsung berusaha mengejar Rama yang terbawa arus sungai .
" Rama...". Ucap Dania sambil mengulurkan tangannya pada Rama .
Sungai itu cukup dalam, sehingga Rama yang kakinya keram pun tenggelam .
Dania berusaha untuk menyelamatkan Rama sampai dirinya berenang menghampiri Rama yang kehabisan tenaga dan kelelahan untuk bertahan tetap berada dipermukaan air .
Rama kini tenggelam dan terbawa arus namun untungnya tangan Dania bisa meraih dirinya , dan berenang ketepian sungai .
Namun keadaan Rama kini tidak sadarkan diri .
. . . . . . . .
Maaf ya guys author baru bisa update dikarenakan sibuk direal ,
Tapi author mohon tetap dukung author ya untuk lebih semangat lagi dalam menulis ,
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😁👍
__ADS_1