Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
122. Benarkah ?


__ADS_3

Mia dan Angga sekarang sedang bertengkar namun kali ini bukan karena masalah Reva , justru kali ini Angga yang merasa terbakar api cemburu ketika melihat Adam yang berusaha memeluk istrinya itu .


Angga menghajar Adam sampai babak belur , dan perkelahian itu dilerai oleh Mia ,


" Stop... kubilang berhenti ...!!! ". Bentak Mia yang terlihat pusing menghadapi kedua lelaki yang tengah berkelahi hanya karena dirinya .


" Sudah mas... cukup, hentikan, kalau kamu memukulnya terus dia akan mati ". Teriak Mia yang sedikit emosi karena suaminya tidak mendengarkan ucapannya .


" Lepas... lepas...". Ucap Angga memberontak karena Mia sekarang memegang-megang badannya yang berusaha memisahkan dia dan juga Adam .


" Lepas ...!!! biarkan saja dia mati, memang itu yang seharusnya aku lakukan dari dulu ". Teriaknya .


" Cukup ...!!! mas, malu dilihat orang-orang ". Ucap Mia yang masih memegang badan ,dan tangan Angga dari belakang .


" Ck... dasar lemah, sini kalau berani ". Ucap Adam meledek lalu ia pun berdiri dari jatuhnya tadi ia didorong Angga lalu dihajarnya .


" Adam... cukup !!!... Jangan memperkeruh keadaan ". Bentak Mia .


" Kamu juga diam ". Ucap Angga melepaskan pegangan dari Mia .


" Kamu masih saja berurusan dengannya, sudah kubilang berapa kali padamu , jangan lagi berurusan dengannya, kamu mau bantah perintah ku hah...". Ucapnya Angga membentak Mia .


" Sama halnya dengan anakmu itu yang membantah perintah ku ". Sambungnya .


" Hah... apa maksud mu , Rama memangnya membantah kamu apa hah...". Ucap Mia yang sama-sama tersulut emosi karena Angga selalu membuatnya menjadi jengkel .


" Dia membantah larangan ku untuk dekat-dekat dengan orang ini , tapi apa kenyataan dia bahkan berbohong padaku kalau sepedanya waktu itu dia dibengkel namun ia tidak menyebutkan secara langsung kalau sepedanya dibawa oleh orang ini, dan itu membuatku kecewa padanya karena sudah berani berbohong padaku ". Ujar Angga sambil emosi .


Sekarang Mia paham dengan sikap suaminya yang belakangan ini selalu dalam emosi terhadap anaknya .


" Oh.. jadi gara-gara ini kamu bersikap keras pada anakmu mas, jadi cuma karena Rama berbohong soal Adam menolongnya kamu sampai marah seperti ini padanya dan bersikap seolah-olah kamu tidak peduli padanya ". Ucap Mia yang mendekati suaminya itu .


" Hanya karena hal sepele seperti ini , kamu sampai bersikap dingin terhadap anakmu mas, hah.. aku gak habis pikir sama jalan pikiran mu itu ". Ucap Mia .


Adam yang melihat keduanya bertengkar seperti ini hanya membuat dirinya senang dan tersenyum .


" Biarlah mereka berantem begitu, secara perlahan usaha ku berjalan dengan mulus kalau begitu ". Batinnya tersenyum licik .


" Hah... kamu bilang hal sepele , kamu bilang sepele , apa kamu senang mempunyai anak yang suka berbohong sama orang tuanya hah...". Ucap Angga melotot kearah Mia .


" Tapi bukan itu caranya kamu membuat anak kita untuk tidak mengulangi perbuatannya, tapi kita bicarakan hal dengannya dengan cara kekeluargaan mas, lebih baik kita selesaikan masalah kita dirumah saja tidak enak dari tadi orang-orang melihat dan mendengar percakapan kita ". Ajak Mia yang langsung menggandeng tangannya Angga untuk masuk kedalam mobilnya .


Namun sebelum itu, Adam memegang tangan Mia dan itu membuat Angga emosi .


" Jangan...!!! pernah sentuh istri saya ". Bentaknya lalu langsung menyeret tangan istrinya untuk masuk mobil, dan itu membuat Mia kesakitan karena Angga mencengkram tangan Mia dengan kuat sekali .


Setelah mereka keduanya masuk kedalam mobil mereka pun langsung melajukan mobilnya, Adam yang melihat kepergian mereka berdua hanya tersenyum menyeringai .


" Hah.. Angga... Angga kita lihat sekarang apa yang akan terjadi selanjutnya ". Ucap Adam tersenyum licik .


. . . . . .


Diva kini berada ditoilet perempuan yang tengah berdiri didepan cermin ia menatap dirinya yang berada di cermin itu .


" Apa salahku sih Ram sampai kamu bersikap begini padaku, kenapa kamu berubah ? kemana Rama yang dulu kukenal Rama yang selalu tersenyum padaku ". Batinnya bertanya-tanya tak sadar ia pun meneteskan air matanya .


Tiba-tiba Seseorang datang kedalam toilet itu dan ternyata itu adalah Dania end the geng, dan itu tiba-tiba membuat Diva terkejut , Diva hendak keluar dari toilet namun tangannya dipegang oleh Dania .


" Lepas kak, kenapa kakak memegang tanganku ?". Tanya Diva .

__ADS_1


" Ck... dasar cewek gak tahu diri, sudah tahu sudah punya pacar masih saja mengejar cowok lain , hah... mau tebar pesona Lo ". Ucap Dania kasar yang mencengkram erat tangan Diva membuat Diva kesakitan .


" Lepas...kak.. apa maksud ucapan kakak itu ?". Tanya Diva yang tidak mengerti apa maksudnya Dania .


" Maksud gua ...". Ucap Dania mendekat kan wajah ke wajah Diva .


" Ngapain Lo dekati Rama bila Rama nya juga sudah gak mau dekat dengan Lo hah...". Ucapnya sambil mendorong tubuh Diva sampai jatuh kelantai toilet sekolah .


" Itu bukan urusan kakak... aku mendekatinya juga gak ada larangan nya juga kan , dia itu temanku sekaligus sahabatku jadi wajar saja kalau aku mendekatinya ". Ujar Diva yang menatap tatapan tak suka kearah Dania .


Lalu Diva pun berdiri dari jatuhnya, Dania lalu mendekati Diva lalu mencengkram dagunya , membuat Diva terkejut .


" Ck... ya jelas itu berurusan sama gua, ingat ya sekarang Rama itu adalah milik gua, Rama milik gua , dia PACAR gua ". Ucapnya menekankan kata Pacar .


" Iya jadi Lo gak usaha ganggu-ganggu pacarnya Dania deh...". Ujar Ajeng .


" Iya bener ". Timpal Rena .


" Ck.. gak mungkin, kakak jangan halu deh, gak mungkin Rama pacar kakak... aku tahu gimana sikap Rama terhadap kakak seperti apa jadi gak mungkin dia mau pacaran sama orang macam kakak...". Ujar Diva tidak percaya dengan ucapan Dania .


" Kamu ya ...!!!". Ucap Dania marah karena Diva membuatnya emosi karena kata-kata Diva yang menyinggung perasaannya ,lalu menjambak rambutnya Diva , Diva pun melawannya dengan sama ia menjambak rambut milik Dania .


" Aaa...sakit... lepaskan bodoh ". Teriak Dania kesakitan .


" Kamu.. juga lepaskan rambutku brengsek, sakit ". Ucap Diva kasar .


Kegaduhan yang mereka buat sampai terdengar sampai ke telinga Rama, Rama yang baru saja hendak pergi ke toilet pun langsung buru-buru lari pergi ketoilet setelah mendengar berita kalau Diva dan Dania berantem .


begitupun dengan teman-temannya Diva langsung pergi kesana .


Rama yang baru tiba disanapun langsung memisahkan mereka berdua,


" Ada apa sih ini, kenapa kalian berkelahi begini ?". Tanya Reyza yang melihat wanitanya terlibat berantem dengan Dania .


Reyza tahu betul sikap Dania itu bagaimana ,


" Cewek Lo tuh yang duluan ". Ucap Dania .


Rama melihat kearah Diva yang dipeluk Reyza .


" Kamu yang duluan ". Bantah Diva .


" Lo.. anjirr...". Ucap Dania emosi .


" Sudah-sudah memangnya apa sih masalahnya hah...". Bentak Rama yang pusing mendengar pertengkaran kedua wanita itu .


" Masalahnya ada di kamu Rama ". Ucap Diva .


" Lah... gua ? memangnya apa masalahnya kok jadi gua ". Ucap Rama kebingungan .


" Karena cewek yang tergila-gila pada Lo ini, sosoan ngelarang gua buat dekatin Lo, semua orang juga tahu Lo itu teman gua kan , jadi apa masalahnya ". Ucapnya .


para teman-teman nya, Diva pun mengiyakan ucapan dari Diva begitu dengan Reyza dan juga para siswa-siswi .


" Iya apa masalahnya sih Nia, Lo larang-larang Diva buat dekat sama temannya sendiri ". Ucap Reyza membela Diva .


" Karena cewek Lo kegatelan sama cowok gua ". Ucap Dania melotot kearah Reyza .


" Hah.. masih saja halu, sosoan mengaku kalau Lo itu ceweknya Rama, jelas-jelas Rama sendiri yang bilang kalau Rama gak suka sama kamu Dania ". Ujar Amel

__ADS_1


" Iya betul tuh, bahkan semua orang juga tau kalau Rama ilfil banget sama kamu ". Timpal Risda yang membela Diva .


" Iya, gak mungkin Rama , suka sama cewek bar-bar kaya kamu kakak senior hahaha...". Ucap Alfi menertawakan Dania .


Begitupun dengan semua orang yang ada disana , Dania yang merasa dipojokan seperti itu pun menjadi kesal lalu hendak memukul Diva lagi namun dicegah oleh Reyza , namun tidak disangka Rama memegang tangan Reyza .


" Lepas ..". Ucap Rama dengan tatapan tak suka .


Reyza pun melepaskan tangan Dania, sikap Rama membuat semua orang terkejut, kenapa Rama membela Dania bukannya ia sangat membenci Dania .


" Dengar semua ". Ucap Rama .


Lalu Rama pun merangkul tubuh Dania dan itu membuat semuanya terkejut melihatnya begitupun dengan Dania yang diperlakukan seperti itu ,


" Yang dikatakan Dania itu benar dia gak bohong, gua memang cowoknya , jadi wajar saja dia marah melihat gua didekati wanita lain meskipun wanita lain itu teman gua ". Ujarnya lalu matanya melihat kearah Diva .


Orang-orang yang ada disana langsung diam dan tidak menyangka bahwa Rama mengatakan hal itu .


Diva begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Rama begitupun dengan Dania yang berada disampingnya .


" Jadi jangan pernah ada lagi yang bilang kalau Dania itu halu, dia gak halu, disini gua yang bodoh karena diam saja melihat cewek yang begitu benar-benar mencinta gua , gua malah bersikap dingin padanya ". Ujar Rama .


" Benarkah ? Rama mengatakan itu semua didepan semua orang, apa aku mimpi ya ". Batinnya bertanya-tanya sambil senyum-senyum .


" Benarkah ? Rama membela gua didepan semua orang ". Batinnya tersenyum .


Dania kini hanya bisa diam saja karena ia antara bingung dan senang kali ini, senang karena Rama membelanya dan mengatakan hal itu, namun disisi lain ia bingung kenapa Rama melakukan hal itu semua .


" Rama ". Lirih Dania melihat kearah Rama yang ada disampingnya .


" Lo bohong kan Ram , gak mungkin Lo jadian sama dia ". Ucap Alfi yang masih tidak percaya apa yang dikatakan oleh temannya itu barusan .


" Gak... itu kenyataan , gua memang jadian dengan Dania ". Ucapnya tersenyum sambil melihat kearah Dania , Dania yang mendapat tatapan dan senyuman dari Rama hanya tersenyum bingung .


" Hah...". Ucap Alfi yang benar-benar tidak menyangka dengan apa yang terjadi sekarang .


" Mana bisa Lo jadian sama dia Rama , bukankah Lo sukanya sama Diva tapi kenapa sekarang Lo memilihnya ". Batinya yang masih gak habis pikir Rama bisa melakukan hal itu .


Diva langsung pergi dari sana begitupun dengan teman-temannya , Reyza yang melihat hal itu pun benar-benar tidak menyangka apa yang ia saksikan hari ini, kenyataan yang benar-benar sulit ia terima .


ia tidak terima kalau saudaranya itu terlibat dengan Dania, ia hanya tak ingin saudaranya itu kenapa-kenapa kalau sampai dekat-dekat dengan Dania , ia tahu informasi tentang bagaimana Dania .


Reyza pun pergi menyusul Diva , Dania yang melihat semua orang sudah bubar pun hanya tersenyum lega,


" Hmm...".


" Mungkin dengan cara ini aku bisa melupakan kamu, karena tidak mungkin sekali aku mendapat kamu , mana mungkin aku merebut perempuan milik saudaraku sendiri ". Batinnya lalu Rama pun melepaskan pelukannya dengan Dania , lalu ia pun pergi meninggalkan Dania .


Dania hendak menyusul Rama namun Rama melarangnya .


" Biarkan aku sendiri dulu, nanti kita bicarakan lagi soal kejadian tadi pas jam pulang sekolah ". Ucap Rama Dania pun hanya bisa menyetujui permintaan dari Rama .


" Baiklah ". Ucapnya sambil tersenyum .


Lalu Rama pun pergi meninggalkan Dania untuk pergi ke kelas .


. . . . . . .


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😁👍

__ADS_1


__ADS_2