
" Apa hamil ". Ucap Angga yang masih gak percaya kalau Khanza hamil apalagi oleh dirinya, karena ia sama sekali belum pernah menyentuhnya .
Kini mereka sudah berkumpul didalam gedung dan hanya ada keluarga Angga disana , Khanza dan juga Adam .
" Bagaimana bisa kamu hamil, aku bahkan belum pernah menyentuh kamu ". Ucap Angga .
Membuat semua orang disana menoleh kearah Angga, karena mereka gak yakin kalau Angga gak pernah menyentuh Khanza , karena bagaimana pun Khanza adalah istrinya .
" Apa kamu bilang mas, kamu gak pernah menyentuhku , tega sekali ya kamu bilang seperti itu ,kamu pikir aku wanita apa hah bisa hamil kalau bukan karena suamiku sendiri ". Bentak Khanza yang marah-marah kepada Angga .
" Memang itu kenyataannya kan ,aku gak pernah menyentuh kamu ". Ucap Angga membela diri .
" Ck..kamu benar-benar laki-laki pengecut mas, kamu bahkan gak mau mengakui anak kamu sendiri ". Ucap Khanza .
" Tapi memang itu bukan anakku ". Bentak Angga .
Dan itu membuat Mia yang dari tadi melihat mereka berdua berdebat marah kesal .
" Stop..stop.. bisa gak sih kalian ini gak berdebat, tapi mas kalau memang anak yang dikandungnya itu anak kamu, kamu harus bertanggung jawab mas, kamu gak bisa mengelaknya ". Bentak Mia sambil menangis menahan rasa sakit dihati .
" Tapi demi Allah mas gak pernah menyentuhnya ". Elak Angga kepada Mia .
" Tapi bagaimana mungkin ia hamil kalau bukan anak kamu lalu anak siapa , kalian itu suami istri mas ". Ucap Mia menangis .
" Hah..". Helai nafas Angga yang pusing memikirkan hal ini .
Adam yang dari tadi hanya diam ia lagi memikirkan kehamilan Khanza .
" Apa jangan-jangan anak dikandungan Khanza itu anak gua ". Batin Adam bertanya-tanya .
" Kamu gak bisa ceraikan aku, mas ". Ucap Khanza .
__ADS_1
" Aku memang gak akan ceraikan kamu sekarang Khanza tapi setelah anak ini lahir baru aku akan ceraikan kamu, karena aku gak pernah menginginkan pernikahan ini ". Ucap Angga yang menatap tajam kepada Khanza membuat Khanza takut melihat suaminya itu .
Angga yang berbicara pada Khanza lalu ia pun melangkahkan kakinya menuju keluar .
Mia yang melihatnya pun mengikutinya .
Angga berjalan ditrotoar jalanan, Angga mengerutuki dirinya sendiri .
" Agh... sial ". Teriak Angga .
Mia yang melihatnya mendekati Angga . Namun Angga keburu lari .
" Mas tunggu ". Teriak Mia yang cemas melihat Angga .
Angga menghiraukan teriakan dari Mia ia terus berlari , Angga yang kelelahan berlari pun kini dirinya tiba ditaman kota kini dirinya duduk dibangku taman .
" Mas..". Ucap Mia dengan nafas yang terengah-engah karena kecapean berlari menyusul suaminya itu .
" Kamu, ngapain kamu kesini ". Ucap Angga yang tengah kesal .
" Kamu ini kenapa sih, mas kenapa kamu pergi begitu saja bukannya selesaiin masalahnya ". Ucap Mia yang sama-sama kesal melihat sikap Angga , lalu ia pun duduk disamping Angga .
" Masalah, cukup banyak masalah dalam hidupku Mia, aku sudah lelah cape menghadapi itu semua ". Ucap Angga .
" Kamu pikir kamu saja mas yang cape lelah menghadapi ini semua , aku juga sama mas cape , aku lelah dengan masalah ini ". Ucap Mia yang melihat kearah Angga .
Angga yang menoleh kearah Mia pun kini mereka saling menatap satu sama lain .
" Tapi, kalau mau masalah itu selesai kita harus menghadapinya mas bukannya lari meninggalkan masalah itu , bagaimana mau selesai kalau kitanya sendiri gak mau menyelesaikan masalah itu ". Ucap Mia .
" Aku tahu kamu orangnya gak mudah menyerah mas, aku tahu siapa kamu mas, aku tahu gimana tekad kamu mas ". Ucap Mia membelai pipi suaminya itu .
__ADS_1
" Dan aku tahu kamu gak mungkinkan menyerah begitu saja , padahal kamu sudah sejauh ini loh menghadapi masalah ini mas ". Ucap Mia tersenyum sambil membelai pipi suaminya .
Angga yang mendengar ucapan dari Mia, Kini hatinya mulai tenang dan tersenyum .
" Kamu benar sudah sejauh ini aku menghadapi masalah dalam hidupku, aku gak mungkin menyerah begitu saja menghadapinya ". Ucap Angga yang tersenyum sambil memegang tangan Mia yang ada diwajahnya .
" Tapi Mia kenapa kamu tak marah padaku ketika tahu Khanza hamil ". Ucap Angga .
" Mmm.. marah pun percuma mas, aku sudah lelah marah-marah terus , lagi pula Khanza hamil mungkin karena memang itu takdirnya, aku gak bisa menyalahkan kamu ketika keadaan kamu yang seperti itu ". Ucap Mia tersenyum .
" Jadi tenang saja , aku gak marah kok, jadi kamu jangan lari seperti itu lagi ya , aku gak mau kamu pergi lagi mas, sudah cukup selama ini aku kehilangan kamu mas, aku gak mau lagi kehilangan kamu ". Ucap Mia yang langsung menyandarkan kepalanya pada pundak Angga dan menggenggam tangan suaminya itu .
" Maafkan aku ya, selama ini aku sudah meninggalkan kalian cukup lama, aku berjanji apapun yang terjadi nanti cuma kalian yang akan aku jadikan keluarga satu-satunya ". Ucap Angga tersenyum .
" Iya mas ". Sahut Mia .
Angga langsung mencium rambut Mia ,ia sangat rindu sekali dengan wanita yang kini ada disampingnya itu .
" Mas ". panggil Mia .
" Ya ". sahut Angga .
" Janji ya, setelah masalah kamu selesai dengannya kamu kembali padaku dan juga Rama ". Ucap Mia .
" Janji, karena cuma kalian satu-satunya yang kujadikan tempatku berpulang ". Ucap Angga tersenyum .
Mia yang mendengar ucapan suaminya itu hanya tersenyum .
" Jujur meski hatiku rasanya sakit mas, menerima semua kenyataan ini, akan tetapi aku harus kuat menghadapinya, demi kamu demi anakku demi keluarga kecil kita ". Batin Mia menangis dipelukan Angga .
" Ya tuhan kuatkanlah hati hambamu ini, meski rasanya begitu sakit ketika kebahagian yang baru saja kuterima namun seketika itu juga engkau menimpaku dengan masalah ya begitu menyakitkan bagiku ". Batin Mia menangis menahan rasa sakit dihati .
__ADS_1
. . . . . . .