
Setelah acara jalan-jalan mereka sudah selesai , mereka pulang kerumahnya .
Malam haripun tiba, Kini Mia dan Angga sudah berada dikamarnya, Angga yang sudah siap untuk tidur ia tidur disofa yang ada dikamarnya namun Mia mencegahnya .
" Kamu kenapa sih mas ,masih saja kamu tidur disofa kan ada kasur mas ". Ucap Mia yang kini duduk diranjangnya .
" Mmm..aku tidak bisa ". sahutnya .
" Kenapa mas? ". tanyanya sambil melihat kearah suaminya .
" Mmm..itu ..itu ". Ucapnya gugup .
" Itu apa mas, aku ini istrimu loh mas ya wajar-wajar aja dong kalau kita tidur seranjang ". Ucapnya tersenyum .
" Tapi ". Ucapnya .
" Tapi apa sih ,mas ya sudahlah aku juga tak ingin memaksamu ". Ucapnya Mia yang sedikit kesal sambil menyelimuti tubuhnya .
Angga yang melihat Mia seperti marah padanya ,ia menghampiri Mia dan duduk ditepi ranjang .
" Kamu marah padaku ". Ucap Angga .
" Enggak sudahlah kamu tidur, sudah malam mas ". Ucapnya yang masih kesal karena suaminya itu tidak peka ( gimana mau peka Mia dia kan lagi tak ingat sama kamu ).
" Oh ya sudah ,kalau begitu ". sahut Angga sambil berdiri dari duduknya ,Mia yang mendengar sahut suaminya yang seperti itu hanya tambah kesal saja jadinya .
Saat Angga hendak ingin membaringkan tubuhnya disofa tiba-tiba ponselnya itu bunyi , ia melihat ponsel itu siapa yang menghubunginya malam-malam begini ternyata adalah Khanza ,ia mengangkatnya dan keluar dari kamar ia tak ingin mengganggu tidurnya Mia sama anaknya ia sekarang sudah ada dibalkon kamarnya .
" Ada za kamu telpon aku malam-malam ?". tanya Angga yang mengangkat telponnya sambil tangannya memegang pagar balkon kamarnya .
" Emangnya kenapa sih sayang, aku kangen sama kamu tahu, kamu kenapa sih kaya gak suka gitu kalau aku telpon kamu ? ". ucapnya khanza yang sedikit manja diseberang sana .
" Enggak ,bukannya aku gak senang ,aku senang kok ,tapi jangan malam-malam gini za aku gak enak sama Mia dan anaknya ". sahutnya Angga .
" Kalau gak enak kenapa kamu gak pulang saja kesini sih Rud , jelaskan kalau kamu disini gak usah sungkan gitu , lagian aku heran sama kamu kenapa sih harus tinggal disana jelas-jelas aku ini keluarga kamu Rud ". Ucapnya Khanza yang masih protes kalau Angga tinggal bersama Mia .
" Tolonglah za terima keputusan aku ini, lagi pula kita sudah sepakatkan kalau dalam seminggu aku gak ingat semuanya aku janji kita akan menikah ". Ucap Angga yang didengar Mia yang dari tadi menguping .
Mia merasa hatinya tidak rela kalau suaminya menikah lagi apalagi dengan wanita seperti Khanza Mia merasakan kalau khanza itu wanita tak baik, lagi pula ia tak rela Angga menikah dengan khanza dalam keadaan Angga tak ingat semuanya .
" Iya ,iya aku pegang loh janjimu itu Rud ,awas saja kalau kamu melanggarnya aku gak akan tinggal diam ". Ucap Khanza .
" Iya za ,aku orangnya selalu tepati janji kok, karena dalam prinsipku ya janji itu adalah hutang ". Ujarnya dia .
" Iya sayang, kalau begitu aku ingin kita besok ketemu bisa ya nanti supir aku jemput kamu oke ". Ucapnya yang manja .
" Mmm..kayanya aku gak bisa za kan aku juga harus disini terus, supaya aku bisa berusaha mengingat semuanya za ". Ucapnya .
" Aku cuma ingin ketemu kamu bentaran saja sayang , masa kamu gak mau sih sambil makan siang ya mau ya ". Ucapnya dengan manjanya .
__ADS_1
" Mmm... baiklah , kamu gak perlu nyuruh supir kamu aku bisa datang sendiri kasih saja alamatnya ".
" Baiklah kalau itu mau mu, ya sudah sudah malam lebih baik kamu tidur ya , goodnight sayang 😘 Love you baby ". Ucapnya yang begitu cinta sama Angga .
" Iya malam ". Ucapnya Angga sambil menutup telponnya .
Ketika Angga membalikan badannya untuk masuk kedalam kamarnya Mia sudah berdiri disana , Angga yang melihatnya kaget dan bertanya-tanya dalam benaknya sejak kapan Mia ada berada disitu .
" Kamu, kamu ngapain disini ? ". Ucapnya yang kaget .
" Aku dengerin kamu ngobrol sama dia , lagi pula aku heran sama kamu kenapa harus bicaranya diluar ,takut aku denger ya ". Ujar Mia yang sedikit sinis .
" Ya kan privasi , lagi pula aku heran sama kamu kenapa sih mau tahu banget urusan aku ". Ucapnya yang melewati Mia dan duduk disofa , Mia yang melihat tingkah suaminya yang melewatinya tanpa mendengar ucapannya itu ,ia benar-benar kesal banget sekarang sama Angga .
Mia menghampiri Angga dan berdiri di hadapan Angga .
" Privasi kamu bilang, kenapa sih mas sama istri sendiri harus privasi , oke aku tahu kamu belum percaya semuanya terhadapku kalau aku ini istrimu tapi setidaknya mas kamu sekarang tinggal bersamaku janganlah ada yang kamu tutupi dariku terbukalah mas , aku ini istrimu ". Ujar Mia yang kini sudah duduk disebelah suaminya itu .
Angga yang mendengar ucapan Mia merasa bersalah padanya, benar apa yang dikatakan Mia , walaupun dirinya belum sepenuhnya percaya sama Mia seharusnya ia lebih terbuka padanya , bagaimana caranya ia bisa mengingat semuanya kalau dianya saja seperti tidak mau berusaha , apalagi sama Mia yang mau membantunya untuk mengingat semuanya .
" Baiklah aku gak akan begitu lagi, maaf ya ". Ucapnya memegang tangan Mia sambil tersenyum kearah Mia .
Mia yang mendengar ucapan dari Angga pun ia membalas pegangan tangan suaminya itu .
" Iya mas ,gapapa maafin aku juga yang terlalu emosional sama kamu tadi ". Ucap Mia sambil menatap wajah suaminya ,wajah yang selama ini ia rindukan ia sangat ingin sekali mendapat kehangatan dari suaminya itu lagi seperti dulu tapi sepertinya itu tidak akan pernah terjadi .
Deg..deg..deg ..sepeeti itulah kini suara detak jantungnya .
" Ada apa denganku , kenapa saat menatapnya jantungku ini seakan-akan berdetak begitu kencang, hatiku pun tak karuan begini, lihat saja wajahnya yang begitu cantik, membuatku tergoda kalau dipikir-pikir Mia begitu cantik bahkan lebih cantik dari khanza meski dirinya sudah punya anak ia tetap kelihatan cantik dan begitu menggoda begini ". Batinnya Angga tersenyum .
" Bibirnya itu begitu menggoda aku ingin sekali mencobanya, ahh...apa yang sedang aku pikirkan sih ... sadar Rud sadar ..". Batinnya Angga .
Mia yang melihat tingkah laku Angga dari tadi yang menatapnya hanya bisa tersenyum, Mia yang menatap suaminya dari tadi pun merasakan apa yang dirasakan suaminya ia pun merasa detak jantungnya yang tak karuan padahal hal seperti ini sudah sering terjadi padanya .
" Kenapa ya melihat wajahnya begini aku seakan tak ingin berpaling darinya , aku rindu dirinya ,aku rindu kehangatannya seperti dulu andai saja saat ini suamiku itu tidak sedang hilang ingatan mungkin aku tidak akan malu untuk memintanya untuk memelukku ". Batinnya .
Angga yang sudah tak tahan lagi imannya, entah darimana keberaniannya itu datang ia mulai memegang wajah istrinya itu dan membelainya .
Mia yang merasakan perlakuan suaminya itu membiarkannya karena ia juga sangat rindu perlakuannya yang seperti ini meski awalnya ia juga tak menyangka suaminya bisa berbuat seperti ini padanya .
Angga terus membelai wajah istrinya lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah Mia , terus ia mendekatkan bibirnya itu kearah bibir ranumnya Mia dan ...
Cup . . .
Bibirnya itu sudah menempel dengan bibirnya mia, ia merasakan sensasi manis dibibirnya Mia itu, ia terus menciumi bibirnya Mia itu sampai merekapun melepaskan ciuman itu karena mereka butuh menghirup udara karena kehabisan napas tadi saat ciuman panas mereka , saat Mia dengan kondisi mengontrol napasnya tiba-tiba Angga menciumnya lagi Angga kini begitu nafsu kini tangan nakalnya itu pun meraba-raba kebagian benda kenyal miliknya Mia itu, Mia merasakan sensasi nikmat saat Angga menyentuhnya, karena sudah lama sekali Mia tidak merasakan hal ini lagi .
Kini tangan Mia mencengkram baju milik suaminya itu saat Angga mulai menciumi lehernya dan meninggalkan kepemilikkannya disana, tangan Mia meraba-raba dada bidang suaminya itu ia sangat rindu badan atletis suaminya . (roti sobeknya itu loh 😄) .
Kini Angga membaringkan tubuh Mia disofanya itu, Piyama milik Mia kini sudah terbuka dan Angga menciumi benda kenyal milik Mia , mia mendesah karena merasakan sensasi sentuhan dari suaminya itu , Mia mengangkat kepala suaminya itu dan melihat wajah suaminya itu dan menatapnya , dan posisi mereka kini Mia yang dibawah dan Angga yang diatas .
__ADS_1
" Hah..hah..". Suara napas Mia yang tersenggal-senggal .
Mia melihat wajah suaminya wajah yang penuh nafsu ,Mia hanya tersenyum melihat suaminya itu .
Angga tidak banyak bicara ia hanya melanjutkan aksinya , Angga terus menerus menciumi benda kenyal Mia dan meninggalkan kepemilikannya disana, Angga mulai turun menciumi perut Mia . Mia merasa geli dan juga sensasi yang sudah gak bisa ia ungkapkan lagi .
Angga yang sudah tahan lagi, karena juniornya itu sudah merasa sesak dibalik celananya itu ingin segera masuk kegawang .sebelum itu Angga meminta persetujuan Mia terlebih dahulu .
" Bolehkah ". Ucapnya sambil wajahnya yang kini sudah merah seperti kepiting rebus .
" Mmm..iya ..iya.. ". sahut Mia sambil menganggukan kepalanya .
Angga langsung membuka celananya dan saat ia ingin melakukannya .
tiba-tiba terdengar suara tangisan Rama mereka yang mendengarnya langsung menghentikan acara panas mereka .
Mia merapihkan lagi pakaiannya yang berantakan karena ulah suaminya itu dan menghampiri anaknya dan menggendongnya .
Angga yang juga sama merapihkan kembali bajunya, dan duduk disofa .
ia mengingat kembali kejadian yang barusan terjadi , ia merasa malu sekali , belum apa-apa ia sudah terbawa nafsu saja , dan anehnya kenapa ia merasa kesal karena aksinya yang belum tuntas cuma karena mendengar tangisan bayi .
" Apa sih yang terjadi padaku kenapa aku begitu terbawa suasana , apalagi tadi aku begitu nafsu sekali bahkan aku sempat kesal karena aksiku gagal ". Batinnya .
Ya gak kesal gimana Angga sudah ada dipuncaknya , eh malah gagal karena cuma gara-gara mendengar tangisan bayi .
Mia yang kini sedang menyusui anaknya itu ,ia senyum-senyum sendiri kalau mengingat kejadiannya tadi bersama suaminya itu, ia tak menyangka disaat Angga hilang ingatan pun nafsunya itu besar sekali .
" Hihi.. Kalau saja tadi berhasil, mungkin aku akan lupa kalau aku punya rama dan mas Angga yang hilang ingatan ". Batinnya senyum-senyum sendiri .
" Dasar aku ". batinnya Mia .
Setelah Mia menyusui anaknya dan meletakannya dikasurnya . Mia mulai membaringkan tubuhnya diranjang namun sebelum itu ia mengajak suaminya untuk tidur seranjang .
" Mas ayo tidurnya disini saja , aku ingin sekali tidur dipelukkan kamu ". Ucap Mia yang manja .
" Mmm..tapi ". Ucapnya yang gugup .
" Sudahlah ayo ". Ucapnya tersenyum
" Baiklah ". sahutnya yang pasrah saja menuruti kemauan Mia .
Mia tersenyum karena akhirnya suaminya itu mau tidur seranjang dengannya .
Angga menidurkan dirinya diranjang itu dan Mia memeluknya , sebenarnya Angga agak takut sih namun ia pasrah saja dan langsung memejamkan matanya itu .
Mia pun ikut terlelap tidur dipelukan suaminya itu .
. . . . .
__ADS_1