
Rama benar-benar sudah tak sabar lagi ingin pergi menemui Diva sehingga , sampai sudah dirumah pun Rama malah pergi lagi bukannya istirahat setelah perjalanan jauh nya itu .
Terlihat Rama kini sudah berada didepan perusahaan Brawijaya , ia hendak turun dari mobil namun hatinya ragu-ragu , karena ia tahu apa resikonya kalau ia menginjakan kakinya diperusahan terlarang baginya .
Rama mengambil ponselnya lalu ia memasang earphone untuk ia pakai menghubungi seseorang ,
Dan panggilan telepon nya itu ,tersambung dan kebetulan sekali orang yang Rama hubungi itu mengangkat panggilan telepon darinya .
" Iya hallo , maaf siapa ya ?". Tanya seseorang diseberang sana .
" Diva , akhirnya kamu mau mengangkat panggilan telepon dariku , aku senang sekali rasanya ". Ujarnya Rama tersenyum didalam mobil .
" Iya aku Diva , kamu siapa ?". Tanyanya karena Diva memang tidak menyimpan nomor telepon nya Rama .
" Aku Rama ,Diva , Rama ". Ucapnya Rama yang terlihat senang akhirnya bisa berbicara lagi dengan Diva .
" Rama , benarkah ? itu kamu Ram, ya Allah , ini beneran Rama ". Tanyanya Diva yang terlihat senang sekali terlihat dari raut wajahnya yang terlihat senang .
" Iya ini aku Diva , oh ya ... maaf sebelumnya aku minta maaf karena sudah lancang menghubungi kamu begini ". Ucapnya Rama .
" Ah ya gapapa kok Ram ". Balasnya Diva .
" Aku hanya ingin memastikan apa benar kamu pernah pergi mencari ku ke kantor ?". Tanyanya Rama .
__ADS_1
" Ah... iya untuk itu memang benar, tapi aku kesana hanya bermaksud ingin minta maaf soal terakhir kali kita bertemu, itu saja ...ya...karena aku merasa tidak enak saja menamparmu begitu saja , seharusnya aku tidak melakukan hal itu Ram ". Ujarnya Diva menjelaskan dan merasa tidak enak hati pada Rama .
" Oh itu , iya gapapa kok aku juga mengerti, yang kamu lakukan hanya ingin mencoba membuatku sadar akan apa yang aku lakukan itu salah , tidak seharusnya aku melakukan hal itu padamu , tapi aku melakukan hal itu juga dengan alasan yang pastinya kamu sudah tahu apa jawaban nya ". Jawabnya Rama .
" Iya aku tahu, tidak seharusnya aku juga berlebihan begitu padamu, tapi Ram .. soal perasaan kamu padaku aku benar-benar minta maaf aku gak bisa .. aku takut pada keluarga ku , aku gak mau hanya karena masalah perasaan kita , membuat api yang menyala di keluarga kita masing-masing makin membesar , dan akhirnya membakar semuanya aku gak mau hal itu terjadi ". Ucapnya Diva yang kali ini dengan nada sedih .
" Tapi Diva , aku ingin memadamkan api itu , aku ingin melawan api itu , karena aku benar-benar gak bisa jauh darimu, semakin aku mencoba melupakan kamu , menghindari mu hati ini rasanya sakit sekali, aku benar-benar mencintamu Diva , aku sayang padamu, kamu ingat dulu kita selalu bersama-sama tapi kenapa sekarang kita begini , berjauhan hanya karena permasalahan diantara keluarga kita ". Ucapnya Rama seketika merasa kesal pada dirinya sendiri .
" Aku pun ingin sekali rasanya kita kaya dulu lagi , tapi apalah daya Ram, ada dinding keluarga kita yang menghalangi jalan untuk kita bersama , aku gak bisa , meski jujur ... aku pun dari dulu memiliki perasaan yang sama seperti mu , aku pun menyukaimu bahkan lebih dari kata suka , aku juga jatuh hati padamu Rama ". Ungkapan perasaan Diva yang sejujur-jujurnya pada Rama kali ini , dan Rama yang mendengarnya merasa senang seketika .
" Benarkah ? benarkah kamu mencintaiku ? sejak dulu , kapan itu Va ?". Tanyanya Rama yang terdengar nada suara senang sekali .
" Sejak kamu berubah , dan lebih memilih Dania untuk menjadi temanmu ". Jawabnya Diva dengan nada kesalnya namun itu membuat Rama tersenyum itu tandanya Diva cemburu saat itu padanya karena dekat-dekat dengan perempuan lain dan itu artinya cintanya itu pada Diva tidak bertepuk sebelah tangan melainkan terbalaskan , karena mereka sama-sama suka namun saling menutupi perasaannya masing-masing .
" Ah... itu, ya maaf , aku melakukan hal itu kan karena hanya ingin melihat mu bahagia mendapatkan kakak senior yang pintar dan populer disekolah , aku gak mau karena ada aku di dekatmu kamu jadi memikirkan aku , aku ingin lihat kamu bahagia dengan apa yang kamu suka , itu saja ". Ujarnya Rama menjelaskan semuanya .
" Ya...ya ya... maafkan aku kawan ,ayolah kita sekarang berbaikan ... kita berhubungan lagi seperti dulu, atau lebih pun aku tidak masalah ". Ucapnya Rama dengan senyum-senyum sendiri .
" Heh... tuan Pratama gak semudah itu kita menjalin hubungan ya , ada hal yang harus kamu lakukan terlebih dahulu kalau mau membuka hati ini ". Ucapnya Diva yang tersenyum-senyum .
" Apapun akan ku lakukan ...pendek ". Ucapnya Rama tersenyum sambil mengatai Diva si pendek , seperti dulu yang sering ia panggil pada Diva saat-saat mereka masih kecil .
" Eh... dasar , tiang listrik ... mengejek aku kau ya ... awas kau ya kalau ketemu , akan ku buat kamu pendek juga seperti ku ,ck... lagian sekarang aku gak pendek-pendek amat kok ... ya masih mending lah daripada yang dulu ...". Balasnya dengan nada kesalnya sambil bercermin depan cermin yang berada dikamarnya .
__ADS_1
" Hahaha... ". Rama hanya membalasnya dengan tawaan .
Kini mereka berdua sudah saling mendekatkan diri seperti dulu .
Sedangkan kini Mia tengah berbicara dengan ibu mertuanya yaitu Nisa .
" Iya mah , Mia yakin Rama akan menuruti kemauan mama nya ini, lagipula Mia memang senang sekali jika Rama berjodoh dengan Dania , bagiku Dania itu perempuan baik-baik , dari keluarga baik-baik , tidak ada yang lebih pantas selain dirinya untuk dijadikan menantuku mah ". Ucapnya Mia seketika membuat Rama yang baru saja kembali ke kediaman Pratama terkejut dengan apa yang dibicarakan antara ibunya dan juga neneknya .
" Apa !!!... Dijodohkan ". Ucapnya Rama seketika .
" Rama ". Ucapnya Mia berdiri dari duduknya disofa begitupun dengan Nisa .
Mia yang baru saja sampai di Indonesia pun justru malah langsung membahas perjodohan antara Rama dan Dania .
" Kenapa kalian menjodohkan ku tanpa bertanya kepada ku dulu , apa aku mau atau tidak ... dan yang pastinya aku menolak perjodohan ini, ...kalian gak berhak mengambil keputusan itu tanpa persetujuan ku ...dan aku bilang sekali lagi aku gak mau dijodohkan ...terlebih lagi dengannya ". Ujarnya Rama lalu langsung pergi dari sana tanpa mendengar ucapan dari ibunya yang terus-menerus memanggil namanya .
" Ya ampun anak itu ". Keluhnya Mia memegang keningnya yang sedikit merasa pusing .
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎 Dukungan kalian membuat author makin semangat menulis melanjutkan cerita ini 👍😊😊🤗😚😚