Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
119 . Bisakah Kita Pulang


__ADS_3

Kini pagi pun telah tiba, dua insan yang kini tengah masih terlelap tidur akhirnya salah satu dari mereka membuka matanya yaitu Dania .


" Mmmm... sudah pagi kayanya , Auu... badanku rasanya kaya remuk, habis biasanya aku kan tidurnya di kasur yang empuk ,dikamar yang bersih ,tapi lihatlah sekarang aku hanya tidur dibebatuan gini ". Keluhnya .


Namun saat ia melihat kearah Rama yang masih memejamkan matanya langsung tersenyum .


" Tapi tak apalah asalkan aku tidurnya tadi dipelukan Rama, rasanya hangat sekali ". Batinnya tersenyum .


" Jangankan harus tidur dimana pun aku tak akan mengeluh asalkan bisa bersamamu Rama ". Ucap Dania tersenyum .


Rama yang terkena paparan sinar matahari , merasa terusik ia pun membukakan matanya sambil tangannya menutupi wajahnya yang terkena paparan sinar matahari .


" Sudah pagi ya , akhirnya ". Ucap Rama tiba-tiba membuat Dania terkejut yang sebelumnya tadi sudah bangun dari tidurnya lalu membasuh wajahnya diair sungai yang mengalir .


" Eh...sudah bangun ". Ucap Dania melihat kearah Rama .


" Iya ...". Sahut Rama .


" Kukira kamu masih tidur ". Ucap Dania .


" Enggak , aku terbangun saat sinar matahari mengenai wajahku , dan itu silau ". Ucap Rama mendekati Dania lalu ia pun berjongkok dan membasuh wajahnya juga .


" Oh.. ". Ucap Dania mengohriah kan .


" Yah...". sahut Rama simpel .


" Mmm... dikarenakan sudah pagi nih ayo kita cari jalan pulang gua gak mau berlama-lama disini pasti orang tua kita sedang mencari-cari kita ". Ujar Rama yang kini sudah berdiri disamping Dania yang masih berjongkok .


" Iya .. tapi Ram.. ". Ucap Dania .


" Tapi apa ?". Tanya Rama melihat kearah Dania yang kini sudah berdiri .


" Aku lapar ,dari kemarin kan aku belum makan jadinya lapar banget ". Ucap Dania memegangi perutnya .


" Astagfirullah... iya juga ya Lo bilang lapar , gua juga jadi ikutan lapar gini , hadehh... apa yang bisa makan di hutan kaya gini ". Ucap Rama sambil berpikir .


Dania kini hanya berdiam saja .


Rama pun kini melihat kearah sungai , ia kini pun mempunyai ide .


" Ahah... gua ada ide ". Ucap Rama .


" Apa ?". Tanya Dania yang penasaran ide apa yang Rama maksud .


" Bentar gua cari bambu dulu ". Ucap Rama .


" Bambu ?... untuk apa ". Tanya Dania mengikuti Rama dari belakang .


" Lihat saja nanti ". Ucap Rama yang kini tengah mencari bambu kecil yang bisa ia jadikan tombak untuk mencari ikan .


Tak butuh waktu lama kini ia menemukan bambu kecil yang terbengkalai dan itu membuat Rama tersenyum saat melihat nya ,


" Nah ada , tinggal kita pertajam dulu ujungnya ". Ucapnya Rama sambil memegangi bambu itu .


Kini Rama membawa bambu itu ketempat tadi ia berada tepatnya di bebatuan tempat ia tadi beristirahat semalam .


Ia membuka ranselnya yang hampir saja terbawa arus untungnya ia masih bisa menyelamatkan ranselnya yang isinya berharga baginya .


ia mengambil sesuatu dari dalam ranselnya yaitu sebuah pisau , Dan itu membuat Dania kaget melihat ada sebuah pisau diranselnya Rama .

__ADS_1


" Kok ada pisau didalam tas kamu itu ? ". Ucap Dania bertanya .


" Oh ini kebetulan , ya emang gua mah suka bawa pisau kemana-mana ". Ucap Rama dengan santainya .


" Hah... yang benar aja kamu , kamu selalu bawa itu ". Ucap Dania yang tiba-tiba merinding membayangkan bahwa kalau Rama itu psikopat bawa-bawa benda tajam .


" Iyalah, kan gua mah orangnya suka berkreasi gitu ". Ucap Rama tersenyum .


" Hah...berkreasi kok bawa-bawa pisau gitu ". Ucap Dania yang makin penasaran apa maksudnya dari Rama itu .


" Ya berkreasi buat bikin nama atau apalah dipohon gitu , ngukir gitulah ". Ucap Rama .


" Oh gitu, ya aku kira kamu itu ". Ucap Dania .


" Lo kira gua apa ? kok gak diterusin ngomongnya ". Tanya Rama sambil mempertajam bambu pakai pisau kecilnya .


" Enggak..kok gapapa hee ..". Ucapnya sambil tawa kecil .


" Hah..dasar aneh... ". Sahut Rama .


Dania yang mendengar ucapan dari Rama pun hanya terdiam saja .


" Nah jadi ". Ucapnya Rama sambil memegang bambu yang sudah ia pertajam ujungnya .


" Ayo dah kita tangkap ikan katanya Lo laper ". Ajak Rama .


" Oh jadi bambu itu buat tangkap ikan toh, kirain buat apa ". Ucapnya Dania .


" Iyalah, mumpung kita masih deket sungai , siapa tau banyak ikannya disini jadi kita bisa makan ". Sahut Rama sambil berjalan kearah sungai yang diikuti Dania .


" Lo tunggu aja dipinggir ya takutnya jatuh biar gua aja yang kesungai tangkap ikannya ". Ucapnya .


" Hah... sumpah gua senang banget bisa berduaan begini dengannya , bahkan gua rela gak pulang-pulang asalkan bisa terus bersama-sama dengan Rama ". Batinnya tersenyum .


Rama kini tengah membidik ikan untuk ia tangkap menggunakan tombak buatannya itu .


" Nah.. itu dia ikannya .. hiya...". Ucap Rama sambil menancapkan bambu tajamnya itu .


" Yes... dapat uhuh... ". Teriaknya senang kearah Dania sambil tersenyum .


Dania yang melihat hal itu ikutan senang melihatnya .


" Yey... dapat ...". soraknya sambil tersenyum menghampiri Rama .


" Mana-mana ... sini aku bawa ke pinggiran ". Ucapnya tersenyum .


" Nih.. pegang erat-erat ya awas kalau sampai jatuh ". Ucapnya Rama memberikan ikannya ketangan Dania .


" Asik dapat.. akhirnya jadi kita bisa makan ". Ucap Dania tersenyum .


" Hahaha... iya ". Balas Rama dengan tertawa .


Entah mengapa rasanya begitu senang sekali Dania bisa melihat tawa lepasnya Rama, karena baginya ia gak pernah melihatnya sebahagia itu .


Dania hanya membalasnya dengan senyuman lalu pergi ke pinggiran sungai sambil menunggu Rama yang masih mencari ikan untuknya .


Disisi lain tempat kini satu sekolah heboh mendengar kabar soal Rama dan Dania yang kini dinyatakan menghilang , apalagi para teman-teman Rama yaitu Diva end the geng .


" Jadi si Rama beneran ilang ". Ucap Alfi .

__ADS_1


" Iya itu sih yang gua denger beritanya dari anak-anak dan buktinya sekarang ia gak masuk sekolah kan ". sahut Risda .


" Hooh.. bener tuh apalagi berita ini kita dapat dari temannya langsung kak Dania , kan Rama menghilangnya berdua dengan Dania dan sampai sekarang yang gua denger-denger ya mereka belum ditemukan ". Ujar Amel .


" Kasihan bener si Rama pakai hilang segala , dia dimana ya kira-kira semoga baik-baik saja dimana pun dia sekarang ". Ucap Alfi .


" Aminn...". Timpal Diva yang dari tadi diam saja .


Walaupun dia terlihat diam saja dari tadi sejujurnya dalam lubuk hatinya ia sangat-sangat panik dan khawatir dengan berita hilangnya Rama .


" Dimana kamu Ram ?". Batin Diva yang mencemaskan kondisi Rama .


" Iya aminn... ya semoga saja dia baik-baik saja ". Timpal Risda .


" Hooh... ". Sahut Amel .


Dirumah kediaman keluarga Pratama dan Kharismatika kini tengah benar-benar ramai dengan berita hebohnya hilangnya anak-anak mereka ,apalagi bagi keluarga Kharismatika yang terkenal dikalangan masyarakat sampai masuk dunia Maya .


Berita hilangnya Putri tunggal dari anaknya Raja Kharismatika ,menjadi berita utama disiaran televisi .


" Saya gak mau tahu cari anak saja walau harus sampai ujung pelosok negeri ini ". Ucapnya Raja Kharismatika ayah dari Dania .


" Siapapun yang menemukan anak saya akan saya kasih imbalan sebesar 50 juta ". Sambungnya .


Kalimat itu yang ia ucapkan diberita siaran TV .


Sedangkan dikediaman keluarga Pratama , Angga dan Mia semakin gencar mencari-cari Rama putra mereka , sampai Angga kini tidak masuk ke kantornya dikarenakan khawatir akan kondisi anaknya yang entah ia pun gak tahu bagaimana sekarang kondisinya sedangkan Mia dari tadi hanya menangis dirumah dengan ditemani ibunya,neneknya dan ibu mertuanya dan juga kakak iparnya .


" Hiks...hiks..hiks... Rama , kamu dimana nak ". Tangis Mia .


" Kamu jangan nangis terus Mia, kita juga jadi ikutan sedih , kita harus yakin bahwa Rama akan segera ditemukan ". Ucap mama Nisa .


" Iya benar , kamu harus yakin Rama baik-baik saja nak ". Ucap ibu Sinta .


" Hiks..hiks..iya ". Sahut Mia yang masih sesenggukan menangis .


kembali lagi ke dalam dua insan yang kini tengah makan dengan hasil tangkapannya mereka .


" Ram...". Panggil Dania terhadap Rama .


" Hmm.. apa ". Sahut Rama yang kini tengah membakar ikan-ikannya .


" kamu yakin gak sih kalau kita bisa pulang ". Ucap Dania .


" Yakinlah .. dan harus yakin dong , masa iya kita nyerah gitu aja hanya gara-gara tersesat, gini ya dimana pun kita berada sekarang gua yakin kita bisa cari jalan pulang ". Ujar Rama .


" Hmmm... iya deh...iya ". ucap Dania .


" Iya ...". Sahut Rama singkat .


" Apa setelah ini sikap perhatian kamu akan berubah lagi Rama menjadi seperti biasanya padaku ". Batinnya Dania .


" Sikap dingin, cuek mu ". sambungnya .


Dania kini hanya berharap kalau suatu saat nanti Rama bisa melihat kearah nya, bisa melihat tulusnya cinta dia untuknya .


. . . . . . . .


Jangan Lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍

__ADS_1


__ADS_2