
Reyza dan Rama kini tengah duduk disofa yang sama diruang keluarga dirumah keluarga besar Pratama .
" Kalian ini kenapa sih , kenapa kalian kok bisa-bisanya lalai dalam hal pekerjaan apalagi pekerjaan kalian ini penting sekarang bagi keluarga kita ". Ujarnya .
" Kalian ini sebenarnya kenapa , kenapa akhir-akhir ini kalian gak fokus untuk bekerja ". Omel Nisa .
" Maaf nek, Rama sudah gak fokus bekerja karena Rama punya masalah sendiri maaf ya nek ". Ucap Rama merasa bersalah .
" Iya nenek mengerti kalau kamu punya masalah Rama, tapi kamu juga jangan sangkut pautkan dengan pekerjaan juga , kerja ya kerja , masalah hal pribadi ya pribadi Rama , kamu harus bisa membedakan mana tanggung jawab kamu dan masalah pribadi kamu ". Ucap Nisa .
" Iya nek maaf ". Ucap Rama .
" Dan kamu Reyza apa alasan kamu meninggalkan pekerjaan kamu ...?". Tanyanya kini pada cucu sulungnya .
" Aku sibuk mengejar cintaku , yaitu Diva ". Ucapnya jujur .
" Astagfirullah Reyza Jaya Pratama , kamu sadar tidak hah... apa yang kamu lakukan itu ". Ucap Nisa yang kaget mendengar ucapan dari Reyza .
Sedangkan Rama ia benar-benar tidak menyangka kalau kakak sepupunya juga masih mengejar-ngejar perempuan yang Rama suka .
" Aku sadar, sadar sekali , memangnya salahnya dimana , aku masih belum bisa melupakan nya , dia cinta pertamaku dia segala-galanya bagiku dulu maupun sekarang ". Ujarnya .
" Kamu tanya dimana letak salahnya ... dimana Reyza , Reyza nenek gak habis pikir sama kamu bisa melakukan hal ini, kamu bahkan tahu kenapa alasannya dan masih bertanya begitu ... Kamu tahu kan kenapa keluarga kita berseteru dengan keluarga wanita yang bernama Diva itu ". Ucapnya Nisa .
" Iya aku tahu, itu karena permasalahan diantar orang tuanya Rama , tapi kenapa keluargaku juga harus kena juga imbasnya nek ...hah... kenapa ". Ucap Reyza dengan nada kesalnya .
" Reyza , bagaimana pun keluarga kamu itu keluarga Pratama ditubuh kamu mengalir darah Pratama jadi kamu harus paham dengan aturan yang ada di keluarga ini ". Ucap Nisa yang sudah agak terpancing emosinya .
" Aturan macam apa itu hah... aturan yang bikin aku sendiri menjauhi cintaku , ah... peraturan aneh... ". Ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua .
" Reyza ...Reyza ...". Teriaknya .
" Ah... Rey...". Ucapnya yang sesak nafas Rama yang melihatnya langsung menghampirinya .
" Nek... nenek... nenek kenapa nek ". Ucapnya khawatir dan penuh kecemasan melihat neneknya yang tiba-tiba pingsan di pangkuannya .
Nisa pingsan , karena asma nya kambuh, sudah belakang ini ia mengalami penyakit asma , Rama langsung membawanya ke rumah sakit karena takut terjadi sesuatu pada neneknya itu .
Tak lupa ia pun mengabari orang tuanya yang kebetulan mereka akan pulang ke Indonesia hari ini , begitupun juga dengan om nya yaitu Reyhan ayah dari Reyza .
Diva kini termenung di kursi kerjanya,
" Ada apa denganku, kenapa aku masih saja memikirkan nya padahal gak seharusnya aku memikirkan dia , Rama ". Gumamnya sambil memainkan pena yang ada ditangannya .
Terlihat di lokasi pemotretan majalah wanita Dania tengah duduk diruang rias karena ia tengah di make-up wajahnya oleh ahli make-up over terkenal ,dan disampingnya ada manager nya yang tengah mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan Dania .
" Dania ". Panggil seseorang yang tak lain adalah Reyza yang membuat Dania merasa risih karena Dania tahu alasan apa yang membuat Reyza datang menemuinya .
" Ada apa ". ucapnya ketus .
__ADS_1
" Boleh kita bicara sebentar Nia, ada yang harus kita bicarakan , ini penting ". Ucapnya .
" Ya..ya ... bentar kamu tunggu diluar saja sebentar lagi aku selesai ". Ucapnya .
" Baiklah ". Ucapnya lalu pergi dari ruangan itu .
" Astaga ... Dania orang itu selalu saja mengganggu mu memangnya ada apa sih diantara kalian , ingat Lo Nia kamu gak bisa pacaran dengan sembarangan pria , kamu itu artis terkenal ,kalau kamu punya pacar yang ada fans kamu kecewa loh ". Ujarnya manager nya .
" Iya... iya ... aku tahu sudah ah... aku kesana dulu , bentar ". Ujarnya lalu berdiri dari duduknya lalu menghampiri Reyza .
Terlihat Rama dirumah sakit , tepatnya diruang pemeriksaan tengah duduk dengan raut wajah cemas , Angga dan Mia yang baru saja mendarat pesawat nya di Indonesia , kini buru-buru keluar dari bandara karena ingin melihat orang tua nya yang tengah sakit rumah sakit .
Sedangkan Reyhan berserta istrinya Isma kini tengah berada didalam mobil menuju rumah sakit namun sayangnya mereka terjebak macet membuat Reyhan kesal .
" Ck... ah...kenapa macet gini sih , keadaan genting gini juga ". Gerutunya .
" Sabar mas, kita berdoa semoga saja mama baik-baik saja ya ". Ucap Isma berusaha menenangkan suaminya .
" Iya sayang, maafin mas ya mas tadi terbawa emosi ". Ucap Reyhan tersenyum .
" Iya mas gapapa ,ya sudah menyetirnya pelan-pelan saja ya jangan kaya tadi ngebut bikin aku takut tahu , pelan asal selamat mas ". Ucapnya tersenyum .
" Iya sayang, maaf ya kalau membuat kamu takut tadi ". Ucapnya sambil membelai pipi istrinya .
Istrinya hanya tersenyum .
" Ah.. tidak Dania , aku hanya masih mengharapkan pilihan kamu , mengharapkan jika kamu mau bekerja sama denganku ". Ujar Reyza .
" Ck... kamu pikir aku gak bisa gitu mendapatkan Rama tanpa bantuan kamu , tidak Reyza , aku yakin aku bisa sendiri tanpa harus mengotori tanganku dengan tindakan diluar dugaan kalau aku kerja sama denganmu , aku tahu Reyza kamu pasti akan melakukan berbagai cara apapun meski harus dengan cara kotor sekalipun ". Ucap Dania .
" Dania... Dania... hah... percuma juga aku datang kesini bila jawaban kamu tetaplah sama , baiklah jika kamu menolak hal itu , aku akan pastikan kamu tidak akan pernah mendapatkan Rama meski diriku sudah memiliki Diva ". Ancam Reyza .
" Silahkan Reyza , aku tidak takut dengan ancaman mu itu, kamu bahkan tidak tahu selicik apa aku ". Batin Dania tersenyum .
Di rumah sakit sudah berkumpul, semua anak -anak Nisa maupun cucunya yaitu Rama , namun sayang sekali Reyza tidak ada disana .
Di sana Rama menjelaskan semuanya apa yang terjadi sebenarnya, bukannya dia mengadu , akan tetapi walaupun ia menutupinya pasti akan ketahuan juga , pasalnya neneknya juga akan bercerita pada orang tuanya yaitu Angga dan Mia ,dan anak lainnya yaitu Reyhan dan istrinya .
" Jadi ini ulahnya ". Ucap Reyhan yang tersulut emosi sambil mengepalkan tangannya .
Isma yang melihat suaminya yang mulai emosi berusaha menenangkannya .
" Sabar mas, kita bisa bicarakan ini semua dengannya ". Ucap Isma .
Reyhan bukannya mendengar ucapan istrinya ,ia malah keluar dari ruangan itu, hendak ingin mencari si pembuat onar .
" Mas...mas... mau kemana ?". Tanya Isma sambil mengejar Reyhan .
" Aduh... Reyza, kamu kenapa begini sih nak ". Batin Isma khawatir jika Reyza akan berantem dengan ayahnya sendiri .
__ADS_1
Sedangkan kini diruang rawat itu kini hanya ada , Angga dan Mia dan juga tentu saja Rama .
" Rama mama ingin bicara sama kamu diluar ,mama tunggu kamu ?". Ucap Mia yang kelihatan serius kini keluar dari ruangan itu .
Dan tinggal Angga yang kini menunggu sekaligus menjaga mama nya yang belum siuman .
Rama keluar sesuai perintah ibunya .
Mia kini tengah berdiri, disisi pagar lantai atas rumah sakit .
" Ada apa mah... ?". Tanya Rama yang kini berdiri dibelakang Mia .
Mia membalikan badannya menghadap anaknya .
" Kamu bisa lihat sendiri kan Ram, bila kamu melanggar aturan keluarga kita , kamu tahu kan apa akibatnya , jadi mama harap kamu tidak seperti Reyza , mama harap kamu bisa melupakan teman masa kecil kamu itu, lupakan dia Ram, demi mama ,demi keluarga kita ". Ucap Mia sambil memegang pundak anaknya dan menatapnya penuh harapan .
Rama menatap lekat-lekat ke manik mata ibunya , disana terpancarkan sinar penuh harapan kepadanya agar ia bisa menurutinya .
" Maaf mah, jujur Rama pernah melakukan yang dilakukan kak Reyza , maaf ". Ucap Rama .
" Apa !!!..". Ucap Mia yang kaget langsung melepaskan pegangan tangannya pada pundak anaknya itu .
" Astagfirullah ... Rama, berapa kali mama mengingatkan kamu sih nak, jangan melakukan hal itu, itu hanya akan membuat mama kecewa nak... kamu tahu kan ". Ujar Mia .
" Maaf mah ". Ucapnya meminta maaf .
" Tapi mah, kenapa sih permasalahan diantara kalian kenapa harus aku dan Diva juga terlibat mah , kenapa ? jujur mah ini gak adil buat aku maupun Diva , kami berdua sudah lama berteman tapi kenapa kami dipisahkan hanya karena permusuhan diantara kalian , kenapa mah... kenapa? ". Ucap Rama yang kini sudah muak dengan sikap ibunya yang berubah menjadi ibu yang egois menurutnya sekarang .
" Karena kamu anak mama, anak mama satu-satunya yang mama punya , mama hanya ingin yang terbaik untuk anak mama, mama gak ingin anak mama dekat dengan anak ,orang yang membuat mama sakit hati, kamu saja tidak tahu apa saja yang pernah mama alami untuk bisa mempertahankan pernikahan mama dengan papa mu yang dulu sangat mencintai wanita lain yaitu Reva ibunya Diva ". Ujarnya yang kini meneteskan air matanya .
" Ah... sudahlah , mama cape kalau harus berdebat dengan anak mama sendiri , mama harap kamu bisa menjaga perasaan mama meski kamu mengorbankan perasaan mu nak, maaf bila mama bersikap egois sekarang , karena mama benar-benar terlanjur capek dengan permasalahan ini, mama harap kamu mengerti ". Ucap Mia lalu meninggalkan Rama disana .
" Ck... argh..". Umpatnya yang kesal kini memukul tiang yang ada disana membuat tangannya merasa sedikit sakit .
" Kenapa bisa serumit ini sih ". Gumam Rama yang kini mengacak-acak rambutnya sendiri .
Ya Tuhan...
Rama kini hanya menatap kearah langit yang mulai mendung , cuaca hari ini mewakili perasaan nya saat ini yang tengah sedih .
Sedih ia harus memilih keputusan yang mana ?
Bila ia memilih Diva ,ibunya pasti akan kecew sekali padanya , dan
Bila ia memilih ibunya , ia pasti akan kehilangan cintanya lagi .
. . . . . . .
Jangan lupa Like Vote dan Komentarnya ya guys 😉😊👍😎
__ADS_1