Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia

Cinta Seorang Istri Untuk Suami Amnesia
22. Bangkrutnya Perusahaan Pratama


__ADS_3

Reyno yang masih terbaring lemah dirumah sakit belum sadarkan diri juga , istri tercinta masih setia menunggunya, namun anak-anak belum datang juga karena mereka sibuk mengurus perusahaan yang sedang kacau .


Dikediaman rumah Angga , Mia sedang bersantai dan lagi memakan rujak buah mangga yang kemarin suaminya petik, dan ia juga setelah ini mau pergi ke rumah sakit menjenguk mertuanya .


Polisi masih menyelidiki kasus kecelakan yang terjadi sama Angga , Angga dan Reyhan masih bingung gimana caranya mempertahan perusahaan mereka .


" Saya rasa kita tidak bisa lagi mempertahankan lagi perusahaan ini, jadi saya mewakilkan papa saya minta maaf sebesar-besarnya pada kalian semua , makasih atas kerjasama selama ini , dan uang pesangon kalian nanti saya akan kirimkan ". Ucap Reyhan tersenyum sedih .


" Iya pak , kami semua juga minta maaf tidak bisa membantu mempertahankan perusahaan ini ". Ucap para staf karyawan.


Angga menepuk bahu Reyhan .


" Kita harus sabar mas, mau gimana pun papa harus tahu soal ini , dan bentar lagi perusahaan ini disita sama bank dan mungkin rumah papa dan mama juga ". Ucap Angga .


" Iya dek, mungkin ini sudah takdir dari maha kuasa , dan mungkin juga ini awal keluarga kita harus bangkit lagi dari awal ,kita gak boleh menyerah ya demi orang tua kita ". Ucap Reyhan .


" Iya mas ". sahut Angga.


Pihak bank sudah datang menyita rumah milik keluarga Pratama, dan Nisa yang kaget mendengar kabar kalau perusahaan milik suaminya benar-benar bangkrut , Nisa yang sedang ada dirumah kebingungan harus bagaimana barang-barang miliknya sudah dikeluarkan oleh pihak bank . Untungnya Angga datang menjemput mamanya dan membawa mamanya itu ke rumahnya .


Mia yang baru saja hendak pergi ke rumah sakit , ia melihat mobil suaminya datang dan mulai memasuki halaman rumahnya .


" Assalamualaikum nak ". Ucap Nisa sambil menyalami menantunya itu .


" Waalaikumsalam mah, loh mama kesini baru saja Mia mau ke rumah sakit ngjenguk papa mah ". sahut Mia tersenyum .


" Mama dan papa akan tinggal disini sementara waktu ". Timpal Angga yang baru saja membawa koper dan tas besar yang berisi pakaian orang tuanya .


" Lohh..emangnya rumah mama kenapa? ". tanya Mia keheranan .


" Nanti aku jelasin ". Ucap Angga membawa kopernya kedalam rumah .


" Oh ya mah kita harus ke rumah sakit lihat papa, tadi mas Reyhan bilang soal papa sudah sadar ". Ucap Angga .


" Oh..ya Alhamdulilah kalau papa kamu sudah sadar ,ya sudah ayo kita kesana ". sahut Nisa tersenyum senang karena senang menerima kabar kalau suaminya sudah siuman .


" Iya mah bentar aku mau bicara dulu sama istriku ". Ucap Angga langsung membawa Mia sedikit menjauh dari mamanya yang sedang duduk disofa .


" iya nak ". sahut Nisa .


" Kumohon kamu bereskan pakaian kamu ke kamar kita lagi , soalnya kamarnya kan mau dipakai sama mama papa , kalau mereka sampai tahu soal masalah kita aku takut mereka akan lebih sedih , jadi kumohon kamu turuti permintaan aku ya ". Bisik Angga memohon .


Memang rumah Angga cuma memiliki 2 kamar diatas 1 dan 1 di bawah yang sekarang ditempati Mia .


" Iya mas, nanti aku bereskan ". Ucap Mia tersenyum .


" Iya makasih sayang, ya sudah aku mau ke rumah sakit dulu kamu disini saja ya ". Ucap Angga tersenyum sambil membelai pipinya Mia dengan lembut .


" Iya mas ". Ucap Mia tersenyum .


Angga dan Mia sudah menghampiri mama nya yang sedang duduk disofa .


" Mah ,ayo kita ke rumah sakit ". ajak Angga .


" Ayo mama juga sudah siap ". sahut Nisa yang bangkit dari duduknya .


" Mah ,maaf ya Mia gak ikut Mia mau beresin dulu barang-barang mama sama papa, nanti Mia nyusul saja ya kalian duluan saja ". Ujar Mia tersenyum .


" Eh biarin sayang biar , mama saja nanti habis pulang dari rumah sakit ". Ucap Nisa .


" Gapapa mah, Mia senang kok melakukannya ". Ucap Mia tersenyum .


" Ya sudah, makasih ya sayang ,mama dan Angga tinggal dulu ya, kalau ada apa-apa kasih tahu saja ya ". Ujar Nisa tersenyum .


" Iya mah ". sahut Mia tersenyum .


" Ya sudah aku dan mama pergi dulu ya sayang nanti aku kabarin kamu soal papa ". Ucap Angga mencium kening Mia membuat Mia tersipu malu .


" Iya mas ". wajah Mia sudah mulai merah merona ,ia malu karena menciumnya didepan mertuanya .


Nisa hanya tersenyum melihat kemesraan anak dan menantunya itu .


" Kita pergi dulu ya sayang ". Pamit Nisa .


" Iya mah ". sahut Mia .


Setelah Nisa dan Angga berpamitan , Mia langsung pergi ke dalam rumah ia membereskan barang-barangnya untuk dipindahkan ke kamar suaminya .dan kemudian ia membereskan barang-barang mertuanya ke kamar tamu yang ia tempati akhir-akhir ini .


" Huhh..aku harus pindah lagi ke kamar ini, kamar yang menjadi tempat kenangan indah aku bersamanya ,bikin susahkan untuk lupain dia , kalau bukan karena demi mama dan papa mana mungkin aku mau pindah lagi kesini ". Gumam Mia sambil meletakan baju-baju ke lemari pakaian suaminya .


" Apa aku terlalu jahat melakukan hal ini , dingin sama suamiku sendiri dan pura-pura manis dihadapan orang tuanya ". gumamnya disela-sela membereskan barang-barangnya .


" Kenapa aku ini jadi kaya gini sih, jadi bimbang gini ". gumam Mia bingung .

__ADS_1


Angga dan Nisa sudah sampai dirumah sakit, disana sudah ada Reyhan sama Isma lagi menunggu didepan ruangan rawat papanya .


" Mah ,sudah datang ". Ucap Reyhan langsung menyalami Nisa begitupun dengan Isma .


" Oh ya, papa dimana sekarang katanya sudah sadar ya mama pengen temui dia ". Ucap Nisa penasaran dan juga khawatir .


" Papa lagi di periksa dokter dulu mah ". Sahut Reyhan.


" Oh begitu ". Ucap Nisa .


" Iya mah ". sahut Reyhan dan Isma .


Tak lama kemudian dokter yang memeriksa Reyno sudah keluar dari ruangan itu dengan suster disampingnya.


" Dengan keluarga pak Reyno ". Ucap Dokter .


" Iya saya dokter , saya istrinya ". Ucap Nisa yang menghampiri dokter itu .


" Gimana keadaany dok ". sambungnya Nisa .


" Gini bu ,pak Reyno sudah sadar tapi kondisi nya masih lemah jadi tolong dari pihak keluarga supaya menjaga perasaanya , jangan membuat hal yang bikin dia kaget akan hal yang akan membuat dia drop lagi ya , kalau begitu saya permisi dulu ya ". Ucap Dokter itu .


" Iya dok makasih ". Ucap Reyhan dan Angga .


" Iya sama-sama ". sahut dokter itu pergi dengan suster disampingnya .


Nisa, dan anak-anaknya pergi masuk untuk menemui suami dan ayahnya itu .


Nisa yang melihat keadaan suaminya merasa sedih .


" Ya Allah, mas aku senang sekali kamu akhirnya sadar juga ". Ucap Nisa dan langsung memeluk suaminya dengan pelan .


" I..ya ". Sahut Reyno terbata-bata sambil tersenyum .


" Pah ..". Reyhan dan Angga bersamaan mereka nangis bahagia akhirnya papanya sadar juga .


" Rey ,Ga ". Ucapnya .


Isma yang melihatnya hanya tersenyum, akhirnya mertuanya sadar juga .


Nisa sudah melepaskan pelukannya itu .


" Mas gimana sekarang keadaan kamu ,ada yang sakit ". Ucap Nisa penuh perhatian .


" Syukurlah kalau kamu sekarang sudah agak enakkan ". sahut Nisa .


Mereka yang ada diruang itu hanya bisa tersenyum bahagia walaupun kondisi keuangan mereka bermasalah .


" Rey, gimana perusahaan kita semuanya baik-baik saja kan ?". tanya Reyno disela-sela makannya karena Nisa sekarang lagi menyuapinya makan .


" Mmm..itu ". Ucap Reyhan ragu-ragu .


" Ada apa Rey ?". tanya Reyno yang makin membuat Reyhan gugup .


Kalau Reyhan mengatakan yang sebenarnya yang terjadi ia takut kondisi papanya bakalan drop lagi .


" Mmm..itu ".Ucap Reyhan gugup sambil menyenggol lengan Angga.


Angga yang mendapat perilaku hal itu dari kakak nya itu juga ikutan bingung harus gimana .


" Mmm..Aku sama mas Reyhan minta maaf pah gak bisa mempertahankan perusahaan kita ". Ucapnya Angga dengan jujur .


Reyhan yang kaget mendengar perkataan Angga yang dengan jujurnya berkata seperti itu tanpa berpikir dulu perasaan papanya .


Reyhan menyenggol lengan Angga . Angga yang merasaakannya hanya menatap Reyhan dengan tidak mengertinya .


" Apa ..!!! jadi kita beneran bangkrut nak ". Ujar Reyno sedih dan kaget.


" Iya pah maafin Reyhan ". Ucap Reyhan menundukkan kepalanya di pergelangan kaki papanya .


" Angga juga pah maafin Angga gak bisa tolongin papa ". Angga melakukan hal yang sama dengan kakaknya itu .


" Hah..Ya harus gimana lagi nak mungkin sudah takdirnya kita harus begini ". Reyno hanya berpasrah sambil menangis .


" Iya pah kita harus sabar menghadapi semua ini ". Ujar Reyhan memberi semangat buat papa nya .


Dilain tempat di kediaman keluarga Brawijaya , Adam yang sedang cuti tidak bekerja hari ini didalam kamar kerjanya ia bersenang-senang dengan minuman keras ditangannya ,kamar itu kedap suara .


" Hahaha..akhirnya-akhirnya aku berhasil menjatuhkan keluarga itu Ayah ..kamu bisa tenang sekarang Ayah .. aku hebat kan Ayah bisa membalaskan dendam Ayah ". Adam yang memegang segelas Anggur di tangannya sambil melihat poto Ayahnya yang terpang-pang di dinding kamar kerjanya .


" Tapi Ayah keinginan kedua ku belum terpenuhi ..hee ". Adam kini sedikit mabuk .


" Ayah tahu orang yang aku cintai Ayah , direbut si Angga brengsek itu.. Ayah tahu dia anak siapa Ayah ..dia anak musuhmu Ayah ..aku sangat membencinya bahkan aku ingin membunuhnya Ayah ..hee..aku akan membunuhnya Ayah dengan tanganku sendiri ..bolehkan Ayah.. ". Adam mulai ngaco ngomongnya karena ia sudah benar-benar sudah mabuk .

__ADS_1


Adam langsung ambruk ke lantai beralaskan karpet sesudah meminum minuman ditangannya itu .


Reva yang sedang dikamarnya,menangis setiap kali ia mengingat suaminya itu .


" Kenapa sih nasib cintaku seperti ini ya Allah,aku kira mas Aldo gak akan berubah seperti ini , aku merindukan sosok dirinya yang begitu menyayangiku dulu ". Lirih Reva .


" Aku harus bagaimana sekarang ya Allah , apa aku harus keluar dari rumah ini , percuma saja aku tinggal disini namun bila tidak bersama suamiku ya Allah ". Gumam Reva sambil meneteskan air mata nya .


Angga yang baru saja keluar dari ruang perawatan papanya karena hendak ingin pulang ,ia mengecek ponselnya, ternyata ada pesan dari Ravi . ia membukanya .


Angga yang melihat pesan dari Ravi ia langsung marah , ia meninju tembok rumah sakit sampai tangannya membiru ia meninju dengan keras tadi .


" Aldo .. kamu benar-benar orang yang gak tahu diri..kamu benar-benar membuatku ingin membunuhmu ..kamu keterlaluan memperlakukan Reva seperti itu ". Rahang Angga sudah mengeras dan mengepalkan tangannya karena terbawa emosi .


Angga pergi dengan mengendarai mobilnya, ia melihat Aldo dipinggiran jalan di sebuah cafe terbuka , bersama selingkuhanya sedang duduk manis bermesraan . Angga hendak ingin turun dari mobil namun niatnya ia urungkan , ia teringat Mia . kalau dirinya terlibat lagi perkelahian dengan Aldo Mia pasti akan benar-benar meninggalkannya ia tidak mau semua itu terjadi . Namun dirinya kesal ia ingin sekali menghajar Aldo karena membuat Reva menderita seperti itu.


" Sial , kalau bukan karena Mia ,lo habis ditangan gua Aldo ". Umpatnya dan membanting setirnya .


Mia dirumah sudah menyelesaikan tugasnya untuk membereskan semua barang-barangnya . kini dirinya hanya duduk santai disofa karena ia kecapean dari tadi tidak hentinya membereskan rumah yang begitu cukup luas baginya.


" Mmm..kok aku baru sadar kalau ada panggilan telepon ,dari siapa ya ". gumam Mia.


Mia kaget melihat siapa yang menghubunginya ternyata adalah Adam .


" Dia mau apalagi sih, menghubungiku terus ". umpat Mia kesal karena Adam terus-terusan mengganggu hidupnya .


Mia yang bangkit dari duduknya ,ia hendak ke supermarket ,karena ingin berbelanja bahan makanan, karena stok didapur habis .


Mia ke supermarket sendirian menggunakan taksi . karena kalau menggunakan motor ia takut terjadi apa-apa sama kandungannya .


Tak butuh lama ia sudah sampai di supermarket, ia berbelanja dengan tenangnya .


" Reva sini ? ". teriak seorang Wanita paruh baya yang sedang memanggil menantunya di sisi lain rak belanjaan.


Mia mendengar teriakan itu hanya melihat , karena ia penasaran siapa yang dipanggil wanita paruh baya itu .


ternyata yang dipanggilnya orang ia kenali yaitu Reva orang yang dicintai suaminya itu .


Mia menjadi tidak bersemangat, berbelanja setelah ketemu dengan Reva ,ia buru-buru ke meja kasir , karena Mia merasa kesal melihat keberadaan Reva .


Reva yang tidak begitu memperhatikan sekitar ia tidak sadar kalau dirinya sedang dilihat orang lain .


Mia yang sudah keluar dari supermarket tiba-tiba tangannya ada yang menariknya .


" Ahh..lepasin , kamu siapa ". Teriak Mia sambil melihat siapa yang menariknya dan mengagetkannya itu .


" Adam..!!! ". Mia yang terkejut melihat siapa yang nariknya itu .


" Iya ini aku, maaf membuatmu terkejut ".Ujar Adam tersenyum .


" Kamu apa-apaan sih dam begitu, kaget tahu , ya sudahlah aku harus pulang ". Ucap Mia yang melangkahkan kakinya meninggalkan Adam .


Namun adam menghadangnya .


" Eits..tunggu , aku mau bicara sama kamu Mia , pliss..kita bicara sebentar saja , ya aku cuma mau bicara sama kamu sebentar saja ya ". Adam memohon .


" Ya ,sudah kita duduk disana tapi aku gak bisa lama-lama ". ucap Mia pasrah .


" Oke ,janji cuma sebentar ". Ucap Adam .


Adam yang kini sudah duduk bersama Mia dibangku dekat supermarket .


Angga yang hendak ingin menemui Reva yang katanya ada disini dikasih tahu sama Ravi .


Namun langkahnya terhenti ,melihat istrinya sedang duduk bersama laki-laki lain apalagi laki-laki itu Adam ,Angga sedikit emosi .


Angga hendak menghampirinya namun ia terhenti ia ingin tahu apa yang dibicarakan mereka.


Adam melihat Angga ada juga di sini ,hanya tersenyum licik .


" Kamu mau ngomongin apaan sih dam , aku harus pulang dam ". Mia yang sambil melihat jam ditangannya .


" Aku hanya ingin ". Ucap Adam .


Adam mencium Mia , dan sontak membuat Mia terkejut , Mia mendorong Adam lalu menamparnya .


" Kamu brengsek Adam ". Ucap Mia kesal dan menangis .


Adam hanya tersenyum bahagia ia bisa mencium bibir ranum nya Mia juga apalagi didepan mata kepala Angga sendiri .


Angga yang melihat kejadian hal itu cukup terkejut, ia marah dan mengepalkan tangannya .


(Kira-kira seperti ini ekpresi Angga ketika melihat kejadian itu ).

__ADS_1



__ADS_2