
" Sayang ". Ucap Raja sambil memeluk anaknya yang baru saja pulang .
" papa ". Ucap Dania memeluk ayahnya itu .
" Kamu darimana saja sayang papa sudah mencarimu kemana-mana namun anak buah papa gak bisa menemukan kamu, kamu gapapa kan ada yang luka gak ?". Tanyanya yang cemas dengan kondisi anaknya .
" Aku baik-baik saja kok pah, karena dia menjagaku selama aku terjebak dihutan bersamanya dan dia juga yang menolongku dari para penjahat yang hendak menculikku". Ujar Dania tersenyum .
" Benarkah siapa dia ? ". Tanyanya penasaran siapa yang menolong putri kesayangannya .
" Dia orang yang aku suka papa ". Ucapnya tersenyum .
" Yang kamu suka , siapa dia ?". Ucapnya makin penasaran siapa yang berani membuat anaknya menyukainya .
" Dia Rama pah, anaknya om Angga dari keluarga Pratama rekan bisnis papa ". Ujarnya .
" Apa !!!...". Ucapnya kaget .
" Kenapa pah ? memangnya salah jika aku suka padanya ". Ucapnya .
" Tentu saja salah,kamu salah besar jika kamu menyukainya, karena dia keturunan musuh besar papa ". Ucapnya melepaskan pelukannya .
" Musuh ???..". Ucapnya .
" Iya asalkan kamu tahu Dania , papa bekerjasama dengan keluarganya itu bukan hanya semata-mata karena bisnis, akan tetapi ada tujuan lain dibaliknya ". Ucapnya .
" Apa maksud papa ?.. dan kenapa keluarga Rama bisa jadi musuh kita ". Tanya penasaran .
" Karena ayahnya Rama itu telah menyakiti hati tante mu tante Khanza ". Ucap Raja .
" Tante Khanza , apa hubungannya dengan om Angga pah ?". Tanyanya lagi karena penasaran .
" Kamu gak perlu tahu, yang terpenting sekarang jangan pernah lagi kamu dekat-dekat dengan keluarga Pratama itu apalagi dengan Rama anaknya si Angga itu ". Ujar Raja .
" Tapi aku menyukainya pah, aku mencintai nya ". Bantah Dania .
" Dania !!!.. jangan bantah perintah papa kali ini, kamu boleh melakukan apapun sesuka hatimu tapi untuk hal ini , kamu gak boleh melakukannya , ingat itu Dania ". Bentak Raja lalu pergi meninggalkan Dania ke kamarnya .
Dania yang dilarang seperti itu hanya semakin nekat untuk melakukannya .
__ADS_1
" Maaf pah kali ini aku gak mau menuruti perintah papa karena aku benar-benar suka sama Rama, apapun caranya akan kudapatkan dia meski papa melarang ku ". Batin Dania tersenyum lalu pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri karena badannya sudah terasa lengket karena tidak mandi belakangan hari ini dikarenakan ia terjebak dalam hutan .
Sedangkan Rama kini sedang duduk diruang tamu rumahnya ,
" Rama...Rama... kamu tuh ya selalu saja bikin masalah akhir-akhir ini kenapa sih ? Ram , kenapa kamu kaya gini? ". Tanya Angga yang sedikit emosi .
" Mas, anak kita pulang bukannya senang kamu malah tanya-tanya begitu padanya , dia pasti capek mas , biarkan dia istirahat dulu , baru kita tanya nanti ". Ucap Mia memeluk anaknya .
" Bela saja terus anak kesayanganmu itu ". Ucap Angga yang kini pergi meninggalkan mereka berdua sebelum dia emosi .
" Mas ". Panggil Mia yang melihat suaminya pergi begitu saja tanpa ada rasa khawatirnya pada anaknya .
" Sudahlah mah, biarkan saja mungkin papa lagi sedikit agak emosi saja , kalau begitu Rama pergi ke kamar dulu ya mau mandi dan istirahat ". Ujar Rama tersenyum .
" Iya , nanti mama sekalian antar makanannya ke kamarmu ya , kamu makan saja dikamar kamu pasti lapar , kan kamu baru saja pulang karena menghilang atas kejadian penculikan itu ". Ucap Mia tersenyum .
" Iya mah , kalau begitu Rama ke kamar ya ". Ucap Rama tersenyum .
" Iya sayang ". Sahut Mia .
Angga dan Mia memang sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Rama , Rama bukannya menghilang tapi ia terlibat kasus penculikan dengan anak kolongmerat yang menjadi rekan bisnis keluarganya .
" Mas...mas... sebenarnya apa sih yang terjadi padamu , kenapa akhir-akhir ini sikapmu pada Rama menjadi begitu , gak kaya dulu perhatian , hangat padanya , kenapa sekarang begini ?". Batinnya bertanya-tanya .
Angga hanya takut, kalau Rama benar-benar menjadi anak pembangkang karena hasutan Adam yang selama beberapa hari ini dekat dengan anaknya , dan Angga melihat sendiri sekarang bagaimana sikap Rama yang mengalami perubahan , dan itu semakin membuat Angga merasa sedikit kesal .
Keesokan harinya disekolahnya Rama kini sudah masuk sekolah lagi begitupun dengan Dania, dan itu membuat para siswa siswi disekolah menjadi membicarakan mereka berdua,
Rama dan Dania hanya mengabaikan, ocehan orang-orang yang berkata buruk tentang mereka . Saat Rama hendak masuk ke kelasnya tangannya langsung dipegang oleh Diva dan itu membuat Rama terkejut dan melihat kearah nya .
" Rama ". Panggil Diva .
Rama menoleh kearah Diva,
" Apa ". Sahut Rama yang bersikap biasa saja sambil memakan permen lollipop nya .
" Ikut aku ". Ucap Diva menarik tangan Rama kearah tempat belakang sekolah dekat pohon yang sering menjadi tempat Rama istirahat kalau sedang ingin sendiri .
Dania dan teman-temannya melihat hal itu, mereka pun mengikuti kemana Diva membawa Rama dan menguping pembicaraan mereka berdua tanpa sepengetahuan mereka .
__ADS_1
" Apa ? kenapa Lo bawa gua kesini ". Tanya Rama dengan gaya so cool nya .
" Kamu kenapa sih Ram ?". Tanya Diva yang malah mengabaikan pertanyaan Rama sebelumnya .
" Hah...Gua , gua kenapa ? memangnya kenapa sama gua ". Ucap Rama so pura-pura tidak tahu apa maksudnya pertanyaan dari Diva .
" Ini apa-apaan ini ? ". Ucap Diva yang terlihat kesal sambil memegang baju Rama yang sengaja Rama ia keluarkan dan rambut yang agak acak-acakan kaya anak yang gak keurus .
" Oh ini, ya bajulah masa Lo gak tahu sih , aneh Lo hahaha ". Ucap Rama tertawa kecil .
Diva semakin kesal saja dengan sikap Rama yang seperti itu .
" Apanya yang lucu kok tertawa ?". Tanya Diva .
" Ya Lo nanyanya aneh sih, Lo tanya ini apa ya gua jawablah , benerkan kalau ini baju ". Ucap Rama tersenyum .
" Oh , iya sih kamu bener ini baju, tapi maksud aku bukan itu , tapi yang aku tanya ? kenapa kamu berpenampilan kaya gini ? mau jadi anak nakal gitu , hah... gak pantas Ram , kamu gak pantas jadi anak nakal ". Ucap Diva meremehkan Rama .
" Apa masalahnya sama Lo kalau penampilan gua kaya gini ? ". Tanya Rama sambil memegang bajunya .
" Ya adalah, kamu itu kenapa sih Ram? kenapa kamu berubah kaya gini? sikap kamu berubah ? Kamu itu bukan Rama yang aku kenal dulu ? kemana Rama yang bersikap lembut ? mana Rama yang selalu menaati peraturan sekolah ? mana Ram ? Kemana Rama yang dulu ". Ucap Diva kesal sambil memukul-mukul dada Rama .
" Cukup Diva ". Ucapnya .
Rama hanya menahan tangan Diva yang sedari tadi memukulinya , tanpa menjawab pertanyaan Diva .
" Kemana Rama yang aku kenal ? kumohon Ram jangan berubah kaya gini ?". Ucap Diva yang mulai meneteskan air matanya .
Rama yang sudah gak kuat lagi pun langsung membentak Diva .
" Cukup !!!..". Bentaknya dan hal itu membuat Diva cukup terkejut karena baru kali ini teman sekaligus sahabatnya itu membentaknya dan entah mengapa hal itu membuat Diva merasa sedih .
" Cukup ...". Ucap Rama memegang tangan Diva yang sedari tadi memukulinya .
" Urusan aku berubah karena apa itu bukan urusanmu ". Ucap Rama bersikap dingin lalu pergi meninggalkan Diva .
Dania yang melihat hal itu cukup tersenyum licik .
" Bagus Rama ". Ucap Dania tersenyum .
__ADS_1
Lalu sama-sama ikut pergi meninggalkan tempat itu tanpa sepengetahuan Diva .
Jangan Lupa Like, Vote dan Komentarnya ya guys 😉😉😊👍