
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan agak lama,akhirnya kami berdua sampai di sebuah pantai.Dan aku masih saja tertidur dengan nyenyak,entah mengapa Kris tidak membangunkan aku.
Hampir sepuluh menit sudah di pantai,aku pun terbangun dengan sendirinya.Aku tak menyadari kalau saat ini aku sedang bersama dengan Kris.Dengan cerobohnya aku menguap sangat kencang serta mereganangkan otot-otot ku yang sangat kaku.Ya itu sudah menjadi kebiasaan ku setiap kali aku bangun tidur.
"Gimana dek tidurmu?" tanya Kris padaku sambil tersenyum memandangku.
"Ehhh ada mas Kris" kataku padanya aku pun tersenyum kepadanya.
"Kita sudah sampai ya mas?" tanyanku padanya.
"Sudah dari sepuluh menit yang lalu dek,kenapa??" tanyanya balik kepadaku.
"Gitu kenapa mas gak bangunin aku sih" kataku padanya.
"Habisnya selama perjalanan tidurmu nyenyak sekali dek,jadi mas gak tega buat bangunin kamu" katanya padaku.
Aku semakin terbuai oleh kata-katanya,tanpa tersadar aku seketika berada dalam dunia khayalanku."Duh laki-laki ini pengertian banget sih sama wanita,,kalau aku jadi pacarnya pasti bahagia banget deh akunya" gumamku dalam hati.
"Kenapa kamu malah melamun,apa kamu gak mau turun?" katanya padaku.
"Ehhhh gak apa-apa mas,,iya mas ayo kita turun." kataku padanya.
Kami berdua turun dari mobil dan berjalan menuju bibir pantai,tiba-tiba Kris mengandeng tanganku.Aku kaget di buatnya dan seketika aku melihatnya.
"Bolehkan dek aku mengandeng tangan mu??" tanyanya padaku.
Tanpa menjawab sepatah kata pun,aku hanya menganggukkan kepalaku saja.
"Dek apa kamu senang pergi denganku?" tanyanya padaku.
"Iya mas aku senang" kataku padanya.
"Ayo dek kita main airnya agak kesana ya" katanya padaku sambil menunjuk ke arah bebatuan.
"Tapi kalau bajuku basah gimana mas,aku gak bawa baju ganti" kataku padanya.
"Gak apa-apa dek,di mobil masih ada sweater mas" katanya padaku
"Ya sudah ayo mas" kataku padanya.
Lalu kami berdua pergi kesana dan ya di sana adalah tempat yang sangat indah,karena kita bisa melihat percikan gelombang air laut.Di tempat itu sudah sangat ramai orang-orang,termasuk pasangan muda mudi,seperti kami ini.Tapi sayanganya kami bukan sepasang kekasih.
Satu jam sudah kami bermain air,aku pun sangat kedinginan begitu pula dengan Kris.Kami memutuskan untuk ke sebuah warung makan yang berada di pantai untuk membeli makanan dan minuman.
"Kamu kedinginan ya dek?" tanyanya padaku.
"Iya mas dingin banget" kataku padanya sambil aku menggigil.
"Ya sudah ayo kita kesana dek,nayari yang hangat-hangat supaya dinginya sedikit hilang" katanya padaku sambil menunjuk ke sebuah warung makan.
"He'em mas" kataku padanya.
Kami pun berjalan menuju warung yang di tunjuk mas Kris tadi.Setelah sampai di warung itu kami segera duduk dan mas Kris pun langsung segera memesan minuman hangat dan makanan serta cemilan.Tak berselang lama sang pemilik warung menghampiri kami.
"Mas,mbak mau pesan apa??" tanya pemilik warung kepada kami.
"Teh hangatnya dua ya buk" kata Kris kepadanya.
"Iya mas,terus mau nambah apa lagi mas?" tanya pemilik warung.
"Emmm makanannya ada apa saja buk" tanya Kris kepadanya.
"Adanya cuma mie aja mas" kata pemilik warung.
"Boleh deh buk itu dua ya buk" kata Kris kepadanya.
"Cemilanya gak sekalian mas,,ada pisang goreng,ketan durian,dan tahu crispy mas?"
"Pisang goreng saja deh buk,satu aja ya buk" kata Kris padanya.
"Ok mas di tunggu sebentar ya" kata pemilik warung.
"Iya buk,berapa buk semuanya" kata Kris padanya.
"Semuanya seratus ribu mas" kata pemilik warung.
"Ini buk uangnya" kata Kris padanya sambil menyodorkan selembar uang kertas pecahan seratus ribuan.
Sambil menunggu makanan dan minuman datang,aku dan Kris menuju ponten umum untuk mencuci tangan dan kaki.Setelah selesai kami kembali lagi ke tempat duduk di warung tadi.
Tak berselang lama datanglah makanan dan minumannya kami.
"Silahkan mas" kata pemilik warung sambil menyodorkan makan dan minuman yang kami pesan tadi.
"Makasih buk" kata kami dengan kompaknya.
"Wah kalian ini kompak banget ya,hehehehehe" kat pemilik warung kepada kami berdua sambil pergi meninggalkan kami.
"Makannya di dalam mobil saja ya dek" katanya padaku.
"Kenapa mas??" tanyaku padanya.
"Di sini banyak yang lihatin kamu tuh dek" katanya padaku.
"Masa sih mas" kataku padanya
"Di kasih tau gak percaya" katanya padaku sambil sedikit cemberut.
"Memangnya kenapa mereka ngeliatin aku mas,toh mereka juga sudah sama pasangan mereka sendiri-sendiri" kataku padanya sambil melihat sekeliling ku.
__ADS_1
"Karena baju mu basah,jadi body mu terlihat begitu jelas dek,,apa lagi kamu lebih cantik dari pacar mereka" katanya padaku.
Seketika ku lihat bajuku,dan memang ya dalaman yang aku pakai terlihat dengan jelas.Karena aku tadi memakai kemeja yang kainnya sangat gak bersahabat saat basah.
"Eh iya mas aku jadi malu sekarang" kataku pada Kris sambil ku tersenyum.
"Udah percaya kan sekarang" katanya padaku
"Iya hehehehe,ya udah mas kalau gitu ayo ke mobil sekarang aja ya" kataku padanya.
"Ayo kamu jalan di depan ku saja,biar laki-laki tadi gak lihatin kamu lagi" katanya padaku.
"Iya mas" kataku padanya.
Akhirnya aku berjalan di depan Kris dan semua makan tadi Kris yang membawanya,karena tangan ku sekarang sedanng menutupi bagian tubuhku.Lima menit kemudian kami sampai di parkiran mobil,dan kemudian Kris membuka pintu bagasi belakang mobilnya.
"Kita makan di sini saja ya dek" katanya padaku.
"Iya mas" kataku padanya dan aku duduk di sebelahnya.
Kami meminum dan memakan semuanya dengan habis karena di saat badan kedinginan nafsu makan pun menjadi sangat banyak.
"Ayo dek kita pindah di kursi depan"katanya padaku sambil menutup pintu bagasi belakang mobilnya.
"Oke mas" kataku padanya.
Ku bukalah pintu mobil bagian depan,namun aku tak segera masuk karena saat itu bajuku masih basah.Dan Kris sudah masuk terlebih dulu ke dalam mobilnya.
"Kenapa kau tidak masuk dek" katanya padaku.
"Bajuku masih basah mas,nanti kursi mobilmu ikutan basah mas"kataku padanya.
"Aduh gak apa-apa dek nanti juga kering sendiri,ayo cepetan masuk" Kata Kris kepadaku.
Tanpa menjawabnya,aku pun segera masuk ke dalam mobilnya.Dan seketika itu juga Kris memberikan aku sebuah sweater.
"Ini dek pakailah biar gak terlihat dalaman kamu" katanya padaku sambil memberikanya sweaternya.
"Iya mas,makasih ya" kataku padanya.
"Ayo dek cepetan di pakai,apa kamu mau ada laki-laki lagi yang melihatmu" katanya padaku.
"Baiklah,tapi mas hadap sana dulu ya" kataku padanya.
"Kenapa aku harus hadap sana dek,toh tadi aku sudah melihatnya hehehehehe" katanya padaku.
"Aishhh kamu itu mas nyebelin" kataku padanya.
Aku memakai sweater itu setelah Kris menghadap ke arah kaca mobilnya.
"Mas aku sudah selesai" kataku padanya.
"Iya mas nanti keburu ke malaman,bisa-bisa ayah dan ibu memarahiku" kataku padanya.
Kris pun melajukan mobilnya meninggalkan pantai.Saat di tengah perjalanan tiba-tiba handphone Kris berdering, Kris mengambil handphone nya di dalam sakunya dan segera mengangkatnya.
Entah apa yang dia bicaran dengan si penelfon itu,karena yang aku dengar hanya kata-kata iya,beres gitu saja.Sepuluh menit sudah Kris berbicara dengan si penelfon tadi,dan memasukkan kembali handphonenya ke dalam sakunya.
"Maaf ya dek" katanya padaku.
"Iya gak apa-apa mas" kataku padanya.
"Kalau bisa waktu kamu sedang nyetir mobil,usahain jangan mengangkat telfon ya mas itu sangat berbahaya" sambungku.
"Siap bosku" katanya padaku.
"Emang siapa tadi yang nelfon mas?" tanyaku padanya karena aku sangat penasaran"
"Temen dek" jawabnya dengan singkat.
"Ouhhh" kataku padanya.
"Ohh ya dek apa kamu mau kalau nanti aku mengajakmu kerumahku dan aku kenalin sama ibuku??" tanyanya padaku.
"Ihhhh gak mau ah mas,aku malu" kataku padanya.
"Kenapa harus malu dek" tanyanya padaku.
"Ya gak apa-apa mas,malu saja" kataku padanya.
"Y a sudah kalau kamu gak mau" katanya padaku sambil cemberut.
Aku sangat tak tega melihatnya cemberut akhirnya aku memutuskan mau ikut kerumahnya.
"Ya sudah deh mas aku mau,tapi kalau ngasih taunya jangan buru-buru ya" kataku padanya.
"Baiklah,maksih yua dek" katanya padaku sambil tersenyum kembali.
Kemudian dengan tuiba-tiba mas Kris menghentikan mobilnya tepat di pinggir jalan.
"Lho mas kenapa kita berhenti?" tanyaku padanya.
"Aku mau beli itu dek" katanya padaku sambil menunjuk bapak-bapak penjual durian.
"Buat apa mas?" tanyaku padanya.
"Aku mau membelikan ayah dan ibu mu dek" katanya padaku.
"Kamu tunggu di sini saja ya dek,biar mas saja yang kesana" katanya padaku.
__ADS_1
"He'em mas" kataku padanya.
Dia pun meninggalkan aku dan menuju penjual durian tersebut.Tak berselang lama dia kembali dan memasukkan sepuluh biji buah durian di bagasi mobilnya.Setelah selesai memasukkan semua durian tadi,dia kembali mengendarai mobilnya.Aku masih sangat tercenggang melihatnya membeli begitu banyak durian.
"Buat apa mas beli durian sebanyak itu,apa semua keluarga mas sangat menyukai durian??" tanyalu padanya.
"Di keluarga ku hanya aku dek yang suka makan durian" katanya padaku.
"Ohhh kalau hanya mas saja yang suka kenapa harus beli banyak banget emang mas bisa menghabiskan nya sendirian??" kataku padanya.
"Lho aku beli semua durian tadi yang pertama buat ayah dan ibu mu dek,dan yang kedua karena durian bapak tadi tinggal sepuluh biji ya aku beli sekalian dek" katanya padaku.
"Ohhh gitu ya mas,,dan kalau boleh tau kenapa mas membeli semua durian bapak tadi mas??" tanyaku padanya.
"Aku kasihan dek pada bapak itu tadi,karena di umurnya yang sudah renta dia masih harus bekerja,aku jadi ingat ayahku dek" katanya padaku.
"Memangnya ayah mas di mana?" tanyaku padanya"
"Ayahku sudah meninggal lima tahun yang lalu dek" katanya padaku sambil sedikit sedih.
"Maaf ya mas aku gak tau" kataku padanya.
Iya gak apa-apa kok dek" katanya padaku.
Dalam hatiku aku masih sangat bersalah kepada mas Kris karena sudah bertanya tentang ayahnya yang sudah tiada.
" Mas sekali lagi aku minta maaf ya,,aku bener bener minta maaf loh mas" kataku padanya.
"Aduh dek gak apa-apa kok dek,tenang saja" katanya padaku.
Tepat adzan maghrib berkumandang,kami pun sudah sampai di rumahku.Kami berdua turun dari mobil.
"Alhamdulillah ya dek kita sampai tepat waktu" kata Krids kepada ku.
"Iya mas Alhamdulilah " kataku padanya.
"Sini dek bantuin mas bawa duriannya masuk" katanya padaku.
"Iya mas" kataku padanya sambil tersenyum kepadanya.
Setelah mengambil durian itu kami melangkahkan kaki kami menuju pintu rumahku.Ku ketoklah pintu rumahku dan tak lupa ku ucapkan salam.
Thoookkkk.....Thookkkk.....Thokkkkkk.
"Assalamu'alaikum yah bu" kataku.
"Wa'alaikum salam" jawab ibuku sambil membuka pintunya.
"Ayo masuk dulu nak" kata ibu kepada kami
Aku Kris,ibu masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu,serta memberikan semua durian tadi kepada ibuku.
"Bu ini" aku memberiakn durian yang aku bawa kepada ibuku.
Kemudian Kris pun menaruh durian yang dia bawa di samping ibuku.
"Bu aku taruh sini ya?" tanya Kris pada ibuku.
"Iya nak,makasih banyak loh" kata ibu pada Kris.
"Bapak di mana ya bu? tanya Kris pada ibuku.
"Ohhh bapak suda berangkat ke masjid nak" kata ibuku.
"Ya sudah bu kalau gitu saya pamit dulu ya bu" kata Kris pada ibu sambil mencium punggung tangan ibuku.
"Iya nak hati-hati ya" kata ibuku.
Kris melangkahkan kakinya menuju keluar rumah ku.Dan aku tidak mengantarnya,karena aku langsung menuju kamar mandi untuk mandi.
~Bersambung~
__ADS_1