CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 96


__ADS_3

Sebelumnya


Niken ke kafe yang berada di lobby hotel, dia memesan kepada pelayan segelas orange jus.


" Mas, pesan orange jus satu ya." kata Niken kepada pelayan kafe.


" Baik kakak." sahut pelayan kafe dengan ramah.


Niken menunggu pesanan nya sambil duduk di kursi putar yang cukup tinggi. Dia berjinjit untuk menduduki kursi yang berwarna putih tulang.


Satu gelas orange jus telah tersedia, dan Niken memasukkan satu pil berwarna kuning. Lalu mengaduknya dengan rata.


" Mas, " panggil Niken pada pelayan yang baru saja lewat di belakangnya.


" Iya kak, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan yang membawa nampan kosong.


" Tolong antarkan minuman ini ke kamar nomor 20. Dan katakan kalau ini minuman ucapan selamat datang." kata Niken yang memberikan tips kepada pelayan kafe.


" Baik kak, " kata pelayan langsung menuju kamar nomor 20.


Setelahnya


Saat Dido merasakan panas yang luar biasa di tubuhnya, tiba-tiba masuklah Niken. Dengan gaun super seksi yang menonjolkan bagian-bagian tubuh nya yang seksi.

__ADS_1


" Mau apa kau ke kamarku?" bentak Dido yang hampir bernafsu melihat kemolekan tubuh Niken.


" Mau menemani mu." jawab Niken sambil memainkan tali dress-nya yang dia gunakan.


" Jangan macam-macam, sebaiknya kau pergi dari kamar ku " bentak Dido yang langsung mendorong Niken.


Dengan cepat Niken meraih tangan Dido, lalu mendekati bibir nya. Niken langsung merangkul Dido dan mencium bibir Dido dengan kasar. Dia wanita, namun nafsunya sangat lah liar. Dido merasakan ciuman Niken seperti saat dia mencium bibir Selomita.


Tanpa sadar Dido terhanyut pada ciuman Niken yang begitu menggebu. Itu karena efek obat perangsang yang di masukkan Niken ke dalam minuman Dido.


Tubuhnya semakin panas, hasrat kelelakiannya tidak dapat terbendung. Dengan segera Dido melepaskan bajunya dan memeluk Niken erat. Dido masih menikmati ciuman nya, yang dia bayangkan adalah Selomita berada di hadapannya.


Dengan lincah Niken memainkan perannya, dia rela menyerahkan tubuh nya demi Dido tercinta. Dido mencium Niken sambil memejamkan kedua matanya. Membayangkan dirinya sedang bercumbu dengan Selomita.


Niken mendorongnya ke kasur, melucuti celana Dido yang terlihat matanya masih terpejam, karena menikmati setiap sentuhan Niken.


Kini tubuh mereka polos tanpa busana, Niken berada di atas tubuh Dido. Itu yang Niken inginkan, membuat Dido merasakan kenikmatan.


Niken terus mencium bibir Dido, Dido pun membalas nya. Saat Niken ingin memegang kepemilikan Dido, tiba-tiba ponsel milik Dido berbunyi.


Sontak Dido membuka kedua matanya, betapa terkejutnya dia yang berada di atas tubuhnya adalah Niken.


Dido langsung mendorong tubuh Niken hingga terjatuh ke lantai.

__ADS_1


" Auwww... Dido.." teriak Niken dengan lantang, bukan karena pelepasan melainkan karena sakit akibat jatuh dari kasur.


Dido langsung menuju ke kamar mandi, kepemilikan nya sudah tegang. Dia mencoba menetralisir tubuhnya. Memainkan yang seharusnya dia lakukan pada tubuh istri nya.


" Do, kamu lagi ngapain? Ayo kita teruskan, aku gak tahan." teriak Niken dari arah luar pintu kamar mandi.


" Sial kau, apa yang sedang kau lakukan Niken?" geram Dido yang memainkan kepemilikan karena butuh pelepasan. Pengaruh obat yang diberikan Niken masih bereaksi.


Dido langsung berendam di bathtub, untuk mendinginkan tubuhnya.


Niken kesal dengan bunyi ponsel milik Dido, lalu dia mengambil ponsel nya.


" Selomita, " ucap Niken dengan seringai liciknya.


Selomita biasa melakukan video call bersama Dido. Namun kali ini yang menjawab adalah Niken. Dia sengaja memperlihatkan tubuhnya yang setengah tanpa busana. Menutupi nya dengan selimut, dan menggeser panggilannya.


Niken menjawab panggilan Selomita, " Halo.."


-


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2