
" Sel, kamu yang membersihkan semua ruangan?" tanya Alena yang sudah pulang dari KKN.
" Iya." jawab Selomita dengan senyum sumringah.
" Eits tunggu dulu, tadi pagi kamu bilang lagi sakit. Lalu sekarang jadi sehat, kamu habis minum obat apa?" tanya Riska yang terus melihat wajah Selomita yang kembali ceria.
" Enggak ada apa-apa, udah ah sebaiknya kalian mandi dan makan. Aku sudah buatkan hidangan makan malam." kata Selomita yang sedang merapikan bajunya yang tadi pagi dicuci dan kini sudah kering.
" Selo kenapa ya?" bisik Riska pada Alena yang masing-masing berjalan menuju kamarnya.
" Sel, " panggil Hari yang berada di depan pintu.
" Hey Har, " jawab Selomita dengan senyum termanis nya.
Hari begitu terpesona saat melihat senyum mengembang Selomita.
" Kamu sudah sembuh?" tanya Hari yang mendekati Selomita.
" Sudah Har, oh iya kepiting dan cumi yang kamu bawa sudah aku masak. Kamu bisa panggilkan Johan dan Riski?" pinta Selomita kepada Hari.
" Iya." Hari langsung menuju rumah sebelah.
*****
__ADS_1
Semua sudah berkumpul di ruang makan, karena Selomita memasak hidangan yang banyak.
Mereka berdoa menurut kepercayaan masing-masing.
" Sel, kamu yang masak sendiri?" tanya Riski yang mencoba cumi saus tiram.
" Iya, semua berkat Hari. Karena dia yang membawakan semua bahan-bahannya. " puji Selomita yang melirik ke arah Hari.
Hari semakin kagum dengan Selomita, dan seperti nya dia menaruh rasa padanya.
Johan melihat Hari yang memandang Selomita dengan tatapan yang berbeda. Namun Johan melihat Selomita tidak menyadari dengan kebaikan Hari. Johan harus bertindak, agar Hari tidak kecewa dengan perasaannya.
Selesai makan malam, Johan menghampiri Hari yang sedang berdiri di teras.
" Hey Har. " panggil Johan pada Hari yang sedang memandang Selomita yang sedang berdiri di depan rumah bersama Alena. Sedangkan Riska dan Riski mencuci piring bekas mereka makan.
" Sepertinya kamu sedang melihat Selomita?" tanya Johan yang berdiri di sebelah Hari sambil memegang kayu sebagai pembatas pagar rumah.
" Iya." jawaban Hari dengan jujur sambil tersenyum.
" Sebaiknya kau simpan saja perasaan mu, karena dia sudah punya kekasih." kata Johan sambil tangannya bersedekap.
" Apa kau juga menyukai nya?" tanya Hari.
__ADS_1
" Iya, makanya aku mau ditugaskan ke daerah ini. Namun naas bagiku, sebelum keberangkatan kesini, aku melihat dia dijemput oleh kekasihnya." ungkap Johan.
" Baru kekasihnya, belum sah menjadi suami?" kata Hari dengan senyum mengejek.
" Kau tahu dia sedang video call dengan siapa?" tanya Johan pada Hari, yang melihat Selomita sedang memegang ponselnya dan mengangkat ke atas. Jelas terlihat gambar laki-laki yang berada di layar ponsel Selomita.
" Iya aku bisa lihat, " ucap Hari dengan wajah sendu.
" Jangan terlalu berharap, aku rasa dia cinta sejati Selomita." ucap Johan yang langsung meninggalkan Hari, lalu menghampiri Selomita dan Alena.
" Biarkan aku bersenang-senang Jo . Urusan kekasihnya itu belakangan." batin Hari dengan tawa liciknya.
" Hey Sel, " panggilan Johan yang langsung duduk di sebelah Selomita.
Lalu Selomita memperkenalkan Johan pada Dido. Mereka berbicara bertiga di tepian rumah, dengan semilir angin pantai.
****
Empat bulan telah berlalu, tugas yang diberikan oleh mentor semakin bertambah. Karena adanya kasus KLB demam berdarah di desa itu.
Karena minimnya fasilitas kesehatan, membuat mereka harus siaga. Kepala desa meminta kepada pihak Puskesmas, untuk menambah dokter dan tim medis.
Sepertinya tenaga ke lima calon dokter masih sangat di butuhkan. Dan kemungkinan akan di perpanjang, karena mereka sudah tahu betul tentang keadaan warga desa.
__ADS_1
-
Silahkan like da berikan vote.