
" Kamu kenapa Den? Kok lusuh gitu mukanya?" tanya Ujang yang menemui Dido di hotel yang berbeda.
" Cepat kita pulang." ajak Dido yang sudah masuk ke mobil.
" Niken mana?" tanya Ujang.
" Jalan cepat,,, " teriak Dido yang merasa geram karena Ujang menyebut nama Niken.
" Ba, baik Den!" jawab Ujang menurut, dia langsung melajukan mobilnya. Ujang tak lagi berani bertanya soal Niken. Sebelumnya Ujang tidak pernah melihat kemarahan Dido yang seperti tadi.
Sesaat Ujang melirik matanya, ke arah Dido yang sedang bersantai di sandaran mobil.
" Jang, bisakah kau pinjamkan aku handphone?" tanya Dido.
" Ini Den, " kata Ujang yang memberi ponsel nya pada Dido. Dan lagi-lagi Ujang tidak berani bertanya.
Dido menekan nomor Selomita di handphone Ujang.
" Memanggil..." kali ini panggilan reguler, bukan panggilan WhatsApp.
" Assalamualaikum, hallo.."
" Wa'alaikumsalam."
" Maaf dengan siapa?"
" Apa kau tidak mengenali suaraku?"
" Siapa ya, soalnya nomor nya tidak dikenal."
" Kenapa aku tidak bisa menelpon mu dari handphone ku?"
" Maaf, ada perlu apa?"
" Aku Dido."
" Dido?"
" Kenapa kau memblokir namaku?"
__ADS_1
" Maaf, aku tidak ingin mengganggu mu. Sebaiknya kau urus saja Niken."
" Aku tidak melakukan apapun, dengarkan penjelasan ku "
" Maaf, aku sibuk."
" Nut, nut, nut..."
" Sial, pasti Niken melakukan sesuatu pada ponsel ku semalam." geram Dido yang langsung memukul bangku mobil, " Jang, ke rumah kak Yasmin." titah Dido.
" Baik Den, "
Lalu Ujang melajukan mobil ke rumah Yasmin. Terlihat Dido sedang menahan emosinya, Ujang takut sekali untuk bertanya padanya.
" Panggilan masuk.." terlihat di ponsel Ujang.
" Halo,"
" Halo Jang, bisa kau jemput aku?"
" Aku lagi nganter Den Dido."
" Udah, aku lagi nyetir. Nanti ketangkep polisi, jangan nelpon dulu*."
Ujang langsung mematikan sambungan telepon seluler nya.
" Den, Niken marah-marah barusan. Katanya kok gak pulang bareng?" tanya Ujang ragu-ragu.
" Huft...." Dido membuang nafasnya.
" Aku sudah memecatnya, kalau dia menelpon lagi bilang saja suruh pulang sendiri." ketus Dido lalu menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobil.
" Baik Den..!" jawab Ujang
" Sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka." batin Ujang .
Mobil telah sampai di rumah Yasmin, Dido akan masuk ke dalam kamarnya yang kini di tempati oleh Selomita.
" Bi, kak Yasmin sudah pulang?" tanya Dido pada asisten baru yang sudah membukakan pintu.
__ADS_1
" Belum, " jawab Ani yang usianya kisaran 25 tahun dan terlihat masih mudah.
Kebetulan Ani sudah pernah bertemu Dido sebelumnya. Saat Dido mengantarkan Selomita dua bulan yang lalu.
Dido langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia melihat ada fotonya bersama dengan Selomita. Kamar nya kini rapi, dan penuh dengan pakaian Selomita. Dido merebahkan tubuhnya di kasur, sambil menunggu Yasmin pulang.
Beberapa jam kemudian, Dido di bangunkan oleh Fania.
" Do, " panggil Fania yang menggerakkan tubuh Dido.
Fania tahu Dido di kamar karena di beritahu oleh Ujang. Ujang yang berada di depan rumah sedang mencuci mobil menjelaskan kedatangan Dido pada Fania.
Ujang curiga pada Dido, karena menemui nya dengan keadaan wajah yang kurang bersahabat.
" Eh kak Fan, " kata Dido yang mengucek kedua matanya.
" Kamu lagi ada masalah?" tanya Fania.
" Iya kak, " jawab Dido.
" Dengan Selomita?" tanya Fania.
" Iya juga, " jawab Dido.
" Maksud kamu bukan hanya masalah dengan Selomita, tapi dengan orang lain?" tanya Fania menyelidiki.
" Iya kak, dan itu membuat Selomita memblokir nomor telepon ku " jelas Dido.
" Baiklah, kau solat asar dulu. Sesudah itu langsung temui kakak di ruang makan." perintah Fania
" Baik, Kak " jawab Dido.
Kini Dido mempunyai teman curhat selain Yasmin.
-
-
Maaf agak lama update nya, semoga kalian suka dengan bab berikutnya. Stay tune ya, terima kasih sudah hadir dan memberikan likenya.
__ADS_1