CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 123 ( Extra part)


__ADS_3

Sesampainya di kota, Dido dan Selomita segera menempati kamar Selomita.


Perjalanan sungguh penjang, membuat mereka sangat kelelahan. Mereka langsung membersihkan diri, lalu beristirahat.


***


Pagi pun tiba, Selomita bangun terlebih dahulu.


"Mas, ayo bangun kita sarapan!" Selomita membangunkan Dido dengan kalimat mesra.


Dido pun terbangun seraya merenggangkan tubuhnya, lalu memeluk Selomita.


"Ish, lepasin gak!" Berontak Selomita mencoba melepaskan pelukan suaminya.


"Bahagianya, kalau bangun tidur ada istri tercinta," ujar Dido seraya mencium pipi Selomita.


"Ih, genit ya!" Selomita langsung mencubit hidung Dido.


"Auw, sakit tahu!" Dido langsung melepaskan pelukannya, lalu meraba hidungnya yang di capit oleh sang istri.


"Makanya, jangan genit." Selomita langsung berdiri, dan menarik tangan Dido.


"Kak Fania dan kak Yasmin sudah menunggu di ruang makan," ucap Selomita sembari menarik tangan Dido.


"Iya, aku mandi dulu." Dido langsung terbangun seraya menarik tangan Selomita.


"Eh, mau ngapain?" Selomita melepaskan tangan Dido.

__ADS_1


"Mau ngajak kamu, mandi!" balas Dido.


"Aku udah mandi, dan mau pergi ke kampus."


"Yah, aku mandi sendiri dong!" Rengek Dido.


Selomita menajamkan kedua matanya ke arah Dido. "Jangan manja!"


"Oke, oke. Tapi nanti sore, kamu mandiin aku, ya!" Dido langsung mencium pipi Selomita, dan berlari ke kamar mandi.


"Ish, jail banget." Selomita terkejut seraya memegang pipinya.


Selomita pun langsung keluar dari kamarnya. Lalu menghampiri kedua kakaknya, yang sudah menunggunya di ruang makan.


"Maaf, lama ya!" Selomita merasa tak enak hati pada kedua kakaknya.


Selomita hanya mengerucutkan bibirnya, karena merasa malu dengan kedua kakaknya.


Selang beberapa menit, Dido pun keluar dari kamarnya.


"Yah, kamu telat! Makanannya sudah habis," sindir Yasmin sembari mengangkat piring kotor.


"Kenapa kalian tidak menungguku?" gumam Dido sambil berjalan menuju meja makan.


"Makanya jangan kelamaan di dalam kamar," jawab Yasmin sambil mencuci piring.


"Sayang, apa makanan buatku masih ada?" tanya Dido pada Selomita dengan nada suara yang manja.

__ADS_1


Selomita hanya memutar kedua bola matanya malas, melihat tingkah suaminya.


"Maaf ya, Sel! Dido memang kayak gitu," ucap Yasmin yang sudah selesai mencuci piring. Kemudian dia langsung bergegas menuju kamarnya, untuk mengganti baju.


"Do, rencana kamu apa di sini?" tanya Fania.


"Belum tahu, Kak." Dido menjawab seraya memakan nasi goreng yang telah di pisahkan oleh Selomita.


"Ya sudah, habiskan nasi goreng nya. Sesudah itu kamu antarkan Selomita ke kampusnya," ujar Fania


"Iya, Kak!" jawab Dido.


Fania dan Yasmin telah berangkat menuju kafe. Sedangkan Selomita baru mau berangkat di antar oleh Dido.


"Sel, kalau aku kembali ke desa gimana?" tanya Dido yang sedang menyetir mobilnya.


"Semua terserah kamu," jawab Selomita.


"Kalau di sini, aku gak punya kerjaan. Sedangkan kalau di desa, aku bisa membantu bapak mengelola perkebunan," ujar Dido.


"Kalau itu baik menurut mu, aku gak apa-apa!" jawab Selomita.


"Tapi kamu harus bisa menjaga hatimu, jangan seperti kemarin!" kata Dido yang sempat membaca surat dari Hari.


"Aku sudah menjaga hatiku, justru kamu yang harus menjaga diri, agar tidak tergoda oleh wanita-wanita." Selomita berucap dengan nada menyindir.


Dido hanya bisa menelan salivanya, saat Selomita menyindir nya. Dia menyadari kesalahannya, jika harus lebih berhati-hati lagi dalam bergaul

__ADS_1


__ADS_2