CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 76


__ADS_3

Kemudian Pak Condro mengajak berkumpul di rumah utama. Kristiana disuruh memasak hidangan yang komplit, untuk acara makan malam. Selomita membantu Kristiana memasak, begitu juga Fania.


" Fan, ibu gak tahu kalau ternyata kamu anaknya bapak " kata Kristiana yang sedang mengiris bawang.


" Aku juga gak tahu Bu, " jawab Fania sambil memetik daun kangkung.


" Sel, bagaimana hubungan mu dengan Dido?" tanya Fania


" Aku rasa nanti aja kak, sekarang mamak uda mulai membuka hatinya untuk keluarga Pak Condro. " ujar Selomita.


" Kakak akan bantu, " jawab Fania penuh semangat.


" Terima kasih Kak." jawab Selomita.


Dido hanya mengamati Selomita dari arah pintu dapur. Di benaknya saat ini, dia tidak ingin kehilangan Selomita.


Makanan pun tersaji di atas meja makan, seluruh keluarga sudah berkumpul.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucap Pak Condro memberikan salam.


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." jawab serentak seluruh keluarga.


" Bapak bahagia, karena kedatangan keluarga baru. Yaitu kakak tertua dari kalian Yasmin dan Dido, semoga kalian bisa hidup rukun." ucap Pak Condro membuka pembicaraan.


" Terima kasih kepada Sainah atau Mak Inah, yang telah memberikan kami kesempatan untuk berkumpul. Apa ada yang ingin kau katakan?" tanya Pak Condro pada Mak Inah.


" Tidak, aku tidak ingin berbicara apa-apa." jawabnya.

__ADS_1


" Baiklah, sebelum makan kita baca doa dulu ya Selesai makan kita lanjutkan pembicaraan kita." kata Pak Condro.


Seluruh keluarga pun makan bersama, mereka menikmati masakan Kristiana, Fania dan Selomita.


" Pak, aku mau tanya kelanjutan hubungan Dido dan Selomita." kata Dido yang sedari tadi penasaran.


" Sebaiknya kau habiskan dulu makanan mu." ucap Pak Condro dengan bijak.


Lalu Dido melanjutkan makannya, sembari melirik ke arah Selomita.


Acara makan malam pun selesai, kini tugas Yasmin mencuci piring.


" Biar ku bantu." kata Fania.


Mereka berlanjut pindah ke ruang keluarga, Dido dan Selomita duduk di lantai beralaskan permadani. Sedangkan Fatur dan Sarina asyik dengan nonton televisi di temani cemilan.


" Bagaimana Inah?" tanya Pak Condro yang matanya melihat ke arah Mak Inah.


Mak Inah melihat ke arah Selomita, tetapi Selomita hanya menundukkan kepalanya. Karena dia takut jawaban dari mamaknya, akan menjauhkan dia dari Dido.


" Mamak menyetujui hubungan kalian, asalkan kau meneruskan kuliah mu dan mencapai cita-cita mu." kata Mak Inah penuh penekanan. Karena jika Selomita kuliah, pasti akan di sibukkan dengan hal-hal perkuliahan. Sehingga akan ada jarak antara dia dan Dido.


Mak Inah ingin meyakinkan, kalau Dido adalah yang terbaik untuk anak kesayangannya.


" Baik, Mak. Selomita akan kuliah dan mencapai cita-cita." ucap Selomita yang langsung memeluk Mak Inah.


Sebenarnya ini bukanlah keuntungan mereka, karena jelas-jelas itu rencana Mak Inah menjauhi mereka.

__ADS_1


" Sudah malam, sebaiknya kita kembali ke kostan Sel." ucap Mak Inah yang langsung berdiri.


" Iya, Mak." jawab Selomita yang juga ikut berdiri dari duduknya, " Fatur, Sarina ayo pulang." ajak Selomita.


Kemudian mereka pulang ke kostan Selomita. Sedangkan Fania masih berada di rumah Pak Condro.


****


Hari sudah pagi, Selomita pun sudah rapi mengenakan seragam kerja.


" Sel, kapan kau akan mendaftar kuliah?" tanya Mak Inah.


" Aku akan cari waktu libur Mak, sedang kan daftar kuliah di awal Agustus nanti." ucap Selomita.


" Sel, Selomita." suara Dido memanggilnya dari arah pintu depan."


Kemudian Selomita menghampiri Dido, dan pamit kepada Mak Inah.


" Mak, Selomita jalan dulu ya." pamit Selomita yang langsung mencium tangan mamaknya. Kemudian Dido pun mencium tangan Mak Inah.


Nampak kebahagiaan di raut wajah Dido. Dia tidak perlu mencemaskan lagi hubungan nya dengan Selomita.


-


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2