
" Apa?" tanya Selomita yang terkejut.
" Iya, bapak menyuruhku untuk kembali ke desa." sahut Dido, " Anton belum bisa mengelolanya. Jadi bapak menyuruhku pulang untuk membantunya." ucap Dido sambil memegang tangan Selomita.
Selomita hanya menundukkan kepalanya, dia tidak sanggup mendengar semuanya.
" Kamu gak apa-apa kan?" tanya Dido sambil mengusap pipi Selomita.
Selomita berusaha tegar, dia menghadapkan wajahnya ke arah Dido.
" Aku tidak apa-apa, bantulah bapakmu. Saat ini dia sangat membutuhkan mu." ucap Selomita bijak. Dia tidak ingin membuat Dido memilih.
" Tapi Sel, hubungan kita baru saja di restui oleh mamakmu. " ucap Dido
" Justru karena sudah direstui, jadi gak usah cemas." ucap Selomita, " Kapan kau akan berangkat?" tanya Selomita.
" Sore ini." ucap Dido.
" Secepat itu?" kaget Selomita yang langsung membulatkan kedua bola matanya yang kecoklatan.
" Iya, bapak dapat kabar kalau perkebunan nya sedang kacau." jelas Dido.
" Ya sudah, sebaiknya setelah kau mengantar ku. Kau langsung pulang untuk berkemas." ucap Selomita yang menahan air matanya.
__ADS_1
" Kamu gak apa-apa kan?" tanya Dido memastikan.
" Aku gak apa-apa, asal kamu jangan seperti dulu. Brewok dan gondrong." canda Selomita.
" Kamu masih aja bercanda, aku akan selalu menjaga cinta kita. Kalau kau sudah menyelesaikan pendidikan mu, aku akan langsung melamarmu." kata Dido
Selomita hanya tersenyum mendengar pernyataan cinta Dido. Dia pun akan melakukan hal yang sama, menjaga kesucian cinta mereka.
Selesai menghabiskan sarapan, mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju kafe.
Dido mengantarkan Selomita menuju ruang ganti karyawan.
" Sel, aku akan sangat merindukan mu. Sore ini aku akan langsung berangkat ke desa. Jaga cinta kita, aku akan menunggu mu sampai kau lulus dan menjadi seorang dokter." ucap Dido yang langsung memeluk tubuh Selomita.
" Aku jalan ya, kamu fokus belajar. Jangan tergoda oleh cowok-cowok." kata Dido yang langsung memeluk Selomita dengan erat.
" Udah Do, gak enak di liatin tuh." kata Selomita yang melirik ke arah pintu, dan ada Fania sedang melipat kedua tangannya.
" Kak, " sapa Dido, " Aku akan pulang ke desa, titip Selomita ya." ujar Dido yang berpesan pada Fania
Fania tidak banyak bicara, dia hanya tersenyum sambil memeluk Dido.
" Aku akan menjaganya, kamu juga jaga cinta kamu ya. Jangan sakiti Selomita." bisik Fania.
__ADS_1
" Iya, kak " kata Dido yang langsung melepaskan pelukannya.
" Sel, kak aku jalan pulang ya." ucap Dido yang melambaikan tangan nya.
" Iya, " jawab Selomita dan Fania serentak.
Dido pun memasuki mobilnya dan meninggalkan kafe. Sebelumnya Fania sudah di beritahu oleh Yasmin. Kalau Dido akan pulang ke desa membantu bapaknya. Selomita akan tinggal bersama Yasmin dan Fania. Biar Selomita tidak kesepian, saat jauh dari Dido.
******
" Apa kamu sudah siap?" tanya Pak Condro.
" Sudah Pak." jawab Dido yang masih terus melihat kamar kost Selomita.
" Bapak tau ini berat untuk mu, namun perkebunan bapak juga membutuhkan mu. Selama Selomita melanjutkan sekolah nya, kamu harus giat mencari nafkah. Karena wanita bukan butuh cinta saja." pesan Pak Condro yang memang sudah berpengalaman soal kisah cinta nya dengan Mak Inah. Hidup miskin membuat cinta mereka tidak dapat bersatu.
" Baik Pak, " ucap Dido, " Aku juga sudah tenang, kalau mak Inah merestui hubungan kami." ujarnya.
Mobilnya sudah melaju jauh meninggalkan rumah dan kost-kostan.
-
Silakan like dan berikan komentar mu.
__ADS_1