CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Mengunjungi Kris


__ADS_3

Rencana awal kita ke rumah mas Kris jam dua siang,karena kita jam tiga sore baru bangun tidur jadi ke rumah mas Kris jam empat sore.


Adzan ashar berkumandang.


"Mel bangun udah ashar" kataku.


"Ya Allah El gimana nih rencana kita ke rumah mas Kris gagal dong??" kata Melinda.


"Gampang lah soal itu,yang penting sekarang kita mandi dulu terus sholat ashar" kataku.


"Iya deh El ayo" kata Melinda.


Aku dan Melinda keluar dari kamar,saat kami akan pergi ke kamar mandi ibu memanggil dan menyuruh kami ke ruang tamu.


"El...kesini sebentar nak" kata ibu.


"Iya bu" kataku.


Aku mengajak serta Melinda ke ruang tamu karena semenjak kedatangannya tadi,dia sama sekali belum bertemu dengan orang tua ku.


"Om,tante" kata Melinda sambil mencium kedua punggung orang tua ku.


"Lho Mel kamu sudah dari tadi ya ke sininya??" kata ibu pada Melinda.


"Iya tante dari tadi siang,tadinya mau nyamperin om dan tante,tapi kata Ela om dan tante lagi istirahat" kata Melinda.


"Oalah" kata ibu.


"Kalian mau mandi sekarang??" tanya ayah.


"Iya yah" kataku.


"Ini kan masih jam tiga lebih sepuluh,memangnya kalian ada rencana mau pergi??" kata ayah.


(Aduh aku harus jawab apa ya,,binggung ,,) gimamku dalam hati.Tapi untung saja Melinda paham dengan situasi ku saat ini,jadi Melinda yang menjawab pertanyaan ayah ku.


"Gini om rencananya nanti jam empat,saya mau ngajak Ela ke rumah kakak saya,boleh gak om??" kata Melinda pada ayah.


"Iya boleh,tapi kalian kesana mau naik apa?" kata ayah.


"Kayaknya naik becak saja deh om,,nanti pulangnya kesini baru bawa motor kakak saya om" kata Melinda.


"Baiklah om ngizinin,,tapi hati-hati ya" kata ayh.


"Makasih om" kata MElinda sambil mengedipkan matanya padaku.


"Kalian mau makan dulu atau gimana??" kata ibu pada kami.


"Gak usah bu kita makannya nanti saja kalau sudah pulang" kataku.


"Iya tante,,nanti pasti juga kita di suruh makan waktu di rumah kakak saya" sambung Melinda.


"Ya sudah kalau begitu,,kalian mandi dulu sana gih" kata ibu pada kami.


"Yuk Mel kita mandi" kataku.


Kami melangkahkan kaki kami menuju kamar mandi,namun kami mandinya secara bergantian.Aku lebih dahulu yamh mandi.


"Mel aku mandi duluan ya" kataku,


"Iya,aku tunggu di sini saja deh" kata Melinda sambil duduk di kursi kayu.


Byur,,,byur,,,byur,,,Suara air ku siramkan pada tubuhku.Tak berapa lama aku selesai mandi dan Kini giliran Melinda yang mandi dan aku kembali ke kamarku untuk menunaikan ibadah sholat ashar.


Melinda yang sudah selesai mandi juga masuk ke dalam kamarku.


"Mel ini mukenahya,kamu sholat dulu" kataku sambil memberikan mukenahku kepada Melinda.


"iya,,makasih El" kata Melinda.


Saat Melinda sedang sholat,aku bersiap-siap dengan memakai pelembab di wajahku,ku semprotkan parfum pada bajuku serta tak lupa aku memaki jilbab.


"El kamu udah siap" kata Melinda.


"Iya Mel" kataku.


"Ayo berangkat" kata Melinda.


"Apa kamu gak sisiran dulu,tuh rambut kamu kayak orang gila heheheheh" kataku sambil tertawa kepada Melinda.


"Masa sih,,ya sudah deh aku sisiran dulu" kata Melinda sambil berkaca.


"Giman kalu sekarang aku udah cantik kan" sambung Melinda"


"Iya sudah cantik kok,ayo Mel berangkat sekarang ntar ke buru kemalaman" kataku.


"Iya iya gak sabaran banget sih ketemu pangerannya" kata Melinda.


"Kami menghampiri ayah dan ibu untuk nerpamitan.


"yah bu,kami mau pamit dulu ya" kataku sambil mencium punggung tangan ayah dan ibuku di ikuti dengan Melinda.


"Hati-hati ya nak kata ibu.


"Ela sebaiknya bawa motor ayah saja dari pada naik becak" kata ayah padaku.


"Beneran yah" kataku dengan girangnya.


"Iya ini kuncinya" kata ayah sambil memberikan kuncinya padaku.

__ADS_1


"Maksih yah,,Assalamu'alaikum" kataku.


"Wa'alaikum salam" kata ayah dan ibu serentak.


Kunci sepeda motor aku kasihkan kepada Melinda karena dia lebih ahli mengendarai motor ketimbang aku,


"Nih Mel kuncinya,kamu saja ya yang bonceng soalnya aku masih takut kalau bonceng orang" kataku.


"Siap bos" kata Melinda.


Melinda segera mengambil motor ayahku yang terparkir di teras rumahku,kemudian dinyalakannya motor ayahku.Setelah kami berdua berboncengan Melinda melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Lima belas menit sudah kami dalam perjalanan akhirnya sampai juga di rumah mas Kris.


"El beneran nih rumah punya mas Kris? kata Melinda.


"Beneran Mel" kataku.


"Gila kaya bener dia,,beruntung banget El kamu jadi pacarnya" kata Melinda.


"Udah ah Mel jangan aneh-aneh ngomongnya,,parkir sini motornya Mel" kataku.


Setelah Melinda selesai memarkirkan motor,ku pencetlah bel pintu rumah mas Kris.


Ting...Tong..Tong..Tong..pintu rumahnya pun terbuka.Betapa kagetnya aku saat ibunya mas Kris yang membukakan pintu.


"Assa;lamu'alaikum bu" kataku sambil ku cium punggung tangannya di ikuti dengan Melinda.


"Wa'alaiku, salam nak" kata ibunya.


"Mas Krisnya ada bu???" kataku.


"ada nak,,mari masuk nak Ela" kata ibunya.


Kami mengikuti ibunya mas Kris masuk ke dalam rumahnya.


"Duduk dulu nak Ela,ibu panggilkan dulu ya" katanya.


"Iya bu makasih" kataku padanya.


Sambil menunggu kami pun duduk.(Ya Allah ibunya mas Kris ternyata baik,,aku sudah salah sangka menilainya) gumamku dalam hati.


Di Dalam


"Kris ada tamu mencarimu" kata ibunya.


"Siapa bu??" kata Kris pada ibunya.


"Orangnya spesial ko" kata ibunya sambil tertawa.


"Siapa sih bu,aku jadi penasaran" kata Kris.


Kris Ke Ruang Tamu


Kris sangat kaget melihat kedatanganku dengan Melinda.


"Lho dek kesini kok gak bilang-bilang dulu" kata Kris.


"Kamu juga kok ikut Mel" sambung Kris.


"Gimana aku mau bilang mas saja gak ngasih kabar ke aku selama seminggu ini,dan Melinda ikut karena dia yang punya rencana datang ke sini" kataku.


"Maaf dek kemarin aku sibuk banget gak sempet hubungin kamu" kata Kris.


"Modus tuh El,kamu jangan percaya" celetuk Melinda.


"Kamu itu ikut-ikut aja" kata Kris kepada Melinda.


Setelah berbicara kepada kami barulah Kris duduk dan ibunya keluar membawakan kami minuman.


"Silahkan nak di minum dulu"kata ibunya.


"Iya makasih bu" kataku.


"Ya sudah kalau begitu ibu tinggal masuk dulu ya" kata ibunya.


Aku dan Melinda hanya tersenyum keoda ibunya.


Saat kami sedanga asyik mengobrol,ada tukang es cencol lewat ting...tinggg..tingg..tinggg...


"Kalian mau es cendol gak" kata Kris pada kami.


"Terserah mas saja" kataku.


"Aku mau Kris" kata Melinda.


"Baiklah aku belikan dulu ya" kata Kris.


Saat mas Kris Keluar dia meninggalkan handphonenya di ats meja,entah di sengaja atu tidak dia meninggalkannya.Tiba-tiba ada telfon masuk di handphonenya,,dan segera ku panggil mas Kris.


"Mas ada telfon" kataku.


"Dari siapa dek??" katanya.


"Gak tau mas" kataku.


"Kamu angkat dulu" katanya.


"Baiklah" kataku.

__ADS_1


Setelah dapat perintah dari mas Krid barulah aku mengangkat telfon itu,,saat ku lihat ternyata telfon itu bernama Ani.Hatiku mulai tak karuan rasanya saat akan mengangkat telfonnya,


(Beb kamu itu ya,aku kirim pesan dari tadi gak kamu bales) kata perempuan itu.


(Beb kamu kok diem saja sih,,marah ya sama aku) sambungnya.


(Maaf mbak mas Krisnya lagi keluar handphonenya kebetulan tertinggal) kataku.


(Ohhh terus kamu siapanya ko berani ngangkat telfon di handphonenya) kata perempuan itu.


(Aku sepupunya mbak) kataku.


(Mbak siapanya mas Kris ya) kataku dengan ragu-ragu.


(Aku pacarnya,ya sudah aku matikan dulu telfonya) kata perempuan itu.Tuuutt...tuuuttt...tuuuttt..sambungan telfonya terhenti.


Bagai tersambar petir di siang bolong saat aku mendengar mas Kris sudah mempunyai pacar,,namun aku tidak percaya begitu saj.Akhirnya aku membuka inbox pesan pada handphonenya,,dan ya benar banyak sekali pesan dari Ani.


Saat aku buka isi pesannya sangat romantis,,hanya lima pesan yang mampu aku buka karena hatiku sudah tidak bisa menahan sakit ibi lgai,,ingin sekali rasanya aku menangis.Mataku sudah mulai berkaca-kaca.


"El kamu kenap" kata Melinda.


"Gak apa-apa" kataku.


"Jangan bohong katakan kamu kenapa?" kata Melinda.


Melinda langsung merebut handphone mas Kris yang ada di genggaman ku.Setelah berhasil merebutnya dia mebuka pesan-pesannya dia pun sangat terkejut dan aura marah sudah jelas terlihat di wajahnya.


"Ohhh jadi karena ini mata kamu berkaca-kaca" kata Melinda


"Dasar lelaki buaya darat,,kurang ajar temanku di permainkan" sambung Melinda.


"Sudah lah Mel aku gak apa-apa,,kita di sini tamu jadi tolong ya jangan di bahas" kataku.


"Melinda hanya diam tanpa menjawabku.


Mas Kris masuk sambil membawa tiga cup es cendol.


"Ini dek,ini Mel minumlah" kata Mas Kris sambil memberikan es cendolnya kepada kami.


"Maksih mas,,tapi aku mau pamit pulang dulu" kataku.


"Kenapa buru-buru dek kan baru sampai" kata Kris.


"Ada perlu mas,,ibu mas dimana aku mau pamitan" kataku.


"Ayo dek ku antar ke dala," kata Kris.


Aku dan Melinda msuk ke dalam untuk menghapiri ibu mas Kris untuk berpamitan.


"Bu saya pamit pulang dulu" kata ku sambil mencium punggung tangannya di ikuti dengan Melinda.


"Kok buru-buru nak Ela,,ini sudah ibu masakin,,apa gak makan dulu di sini? kata ibunya.


"Makasih bu,tapi barusan ayah telfon saya dis suruh pulang bu" kataku.


"Ya sudah hati-hati ya nak,,sering-sering ya main ke sini" kata ibunya.


"Inaya Allah bu,,Assalamu'alaikum" kataku.


"Wa'alaikum salam" kata ibunya.


Kami keluar begitu juga mas Kris mengantar kami keluar sampai teras depan rumahnya,


"Mas pulang dulu ya" kataku.


"Iya hati-hati dek" katanya padaku sambil tersenyum.


Namun aku tak dapat membalas senyumannya karena saat ini hatiku sangat sakit.


Saat aku sudah mengambil motorku,Melinda berbalik ke arah mas Kris.


"Mel ayo pulang" kataku.


"Sebentar" kata Melinda.


Melinda tak mengiraukan aku dia tetap saja menghampiri mas Kris.


"Ada apa Mela,apa ada yang ketinggalan" kata Kris.


"Gak ada,,asal kamu tau ya kamu laki-laki brengsek tau" kata Melinda.


"Maksud mu apa Mel kamu gak sopan banget" Kata Kris.


"Kamu tentukan kamu pilih Ela atau Ani,,Ela sudah tau semuanya" kata MElinda.


Melinda meninggalkan mas Kris dan menghampiri aku,,dan sekarang dia yang akan memboncengku.Saat Melinda akan melajukan motornya mas Kris menghampiriku dan memegang tanganku.


"Dek maafin mas dek,,mas bisa jelasin semuany" katanya.


"Maaf mas,aku harys pulang" kataku sambil ku lepaskan tangannya.


"Ayo Mel jalan" kataku.


Kami pergi meninggalkan rumah mas Kris.


~Bersambung~


 

__ADS_1


 


__ADS_2