CINTA TERHALANG RESTU

CINTA TERHALANG RESTU
Bab 119


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di mall, dan Dido langsung menuju parkiran. Acara bioskop kesukaan nya harus terlewatkan lagi. Kini jam menunjukkan pukul tujuh malam.


Mereka langsung melajukan mobilnya keluar dari parkiran. Dan arah tujuannya kini menuju ke desa.


Selama perjalanan, mereka tidak henti-hentinya menceritakan tentang, pengalaman masing-masing saat hubungan mereka long distance.


"Do, apakah Niken sangat mencintai mu?" tanya Selomita yang sudah mendengar cerita Dido.


"Seperti nya, aku juga gak tahu kalau dia akan berbuat senekat itu," ujar Dido. "Sudah kau tidak usah bahas soal Niken," tutur Dido yang ingin mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah," jawab Selomita.


Matanya tiba-tiba mengantuk, dan perlahan mulai terpejam. Dido masih fokus menyetir, karena perjalanan menuju desanya akan memakan waktu lima jam lamanya.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, dan mereka pun sampai juga di desa.


"Sel, bangun!" ucap Dido sambil menggoyang tubuh Selomita dengan perlahan.


Selomita langsung mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.


"Apakah sudah sampai?" tanya Selomita yang telah membuka kedua matanya dengan sempurna.


"Sudah," jawab Dido.


"Rumahku?" tanya Selomita


"Masuklah, sudah malam!" kata Dido sambil mengusap pipi Selomita.


Selomita dan Dido pun keluar dari mobilnya. Dan mereka mengetuk pintu rumah.

__ADS_1


"Tok, tok, tok..."


"Assalamu'alaikum," ucap Selomita memberi salam.


Belum ada jawaban, karena jam menunjukkan pukul dua belas malam. Pasti seluruh penghuni rumah sudah tertidur lelap. Kalau dulu jam dua belas, Selomita dan mamaknya masih terjaga. Karena harus membuat keripik singkong, untuk Selomita jual di sekolah. Saat ini mereka bisa beristirahat, saat semua orang sudah terlelap.


"Assalamu'alaikum, Mak!" panggil Selomita sambil mengetuk lagi pintunya.


Selang beberapa menit pintu pun terbuka, keluar Mak Inah dengan wajah bantal nya.


"Wa'alaikumsalam," jawab Mak Inah sambil mengucek kedua matanya. "Selo," ucap Mak Inah yang langsung memeluk Selomita. Dia amat merindukan anak kesayangannya. Anak tertua dari suami yang bernama Harun al-Rasyid.


"Iya, Mak! Selo juga kangen sama, Mamak." Selomita membalas pelukan mamaknya.


"Ayo masuk, masuk!" kata Mak Inah sambil merangkul Selomita.


"Sebentar, Mak. Aku mau ambil oleh-oleh," kata Selomita dengan langkah yang tertahan.


"Terima kasih ya, Nak Dido. Maaf merepotkan mu," kata Mak Inah yang berdiri di sebelah Selomita.


"Sama-sama, sudah kewajiban ku sebagai calon suami Selomita," kata Dido dengan penuh percaya diri.


"Suami?" ucap Selomita seraya mengerutkan keningnya.


"Mak, ada yang ingin Dido bicarakan." Dido menatap serius ke arah Selomita.


"Kamu mau bicarakan apa?" tanya Mak Inah. "Ayo, duduk dulu." Mak Inah mempersilahkan Dido duduk..


Dido dan Selomita pun duduk di kursi.

__ADS_1


"Dido mau melamar Selomita, Mak!" kata Dido berterus terang.


"Do?!" kaget Selomita dengan mengangkat kedua alisnya.


"Mamak gak bisa jawab, semua keputusan di tangan Selomita," kata Mak Inah.


Sebenarnya Dido tidak ingin melamar Selomita dengan terburu-buru. Namun setelah membaca surat dari Hari yang di buang Selomita ke tempat sampah. Akhirnya Dido mantapkan niatnya.


Isi surat itu adalah.


Selomita, aku benar-benar menyayangi mu. Entah, kenapa hatiku bisa terpikat kepada mu. Aku tahu kau sudah mempunyai kekasih, namun jika ada kesempatan aku akan datang menemui mu ke kota.


Ingat aku dan pakai gelang ini ya, semoga Tuhan mempertemukan kita lagi.


Hari


Dido sangat takut bila kehilangan Selomita, maka saat ini adalah waktu yang tepat untuk melamar Selomita.


"Do, kamu lagi gak bercanda kan?" tanya Selomita.


"Aku serius ingin meminang mu, apakah kau mau menjadi istriku?" tanya Dido dengan mimik wajah yang serius.


"Aku mau, tapi aku harus menyelesaikan sekolah ku," kata Selomita.


"Aku akan menunda momongan, sampai kau menyelesaikan pendidikan mu. Asal kau sudah resmi menjadi milikku saat ini," pinta Dido.


"Do, menunda momongan tidak baik. Kalau memang kau benar serius, aku akan menerima dengan senang hati," ucap Selomita.


"Terima kasih." Dido langsung memeluk Selomita, malam ini hatinya sangat bahagia.

__ADS_1


-


Silakan like ya guys, kalau kamu suka sama ceritanya 😘


__ADS_2